INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Indonesia sekaligus Pelantikan Pengurus DPP PJS Periode 2026–2027 di Asrama Haji Batam, Rabu (4/11/2026). 

Mengusung tema “Pers Kompeten, Indonesia Paten. Pers Berintegritas, Indonesia Berkelas”, kegiatan ini dibuka Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, dan diikuti sekitar 250 peserta dari 26 provinsi.

Dalam sambutannya, Amsakar mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan Batam. Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan dan capaian daerah, sekaligus membangun pemahaman serta kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan.

“Lebih baik kita memberikan informasi-informasi yang produktif ketimbang mengembangkan cerita-cerita yang kontraproduktif. Dalam konteks inilah, peran insan pers menjadi sangat strategis. Kami berharap rekan-rekan PJS dapat turut menyampaikan berbagai perkembangan, potensi, dan kemajuan Batam dan Indonesia kepada masyarakat luas, sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan berimbang,” ungkap Amsakar.

Ia menambahkan, kemajuan Batam membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk insan pers. Melalui pemberitaan yang faktual, berimbang, dan konstruktif, pers dapat membantu mengomunikasikan peluang investasi, perkembangan ekonomi, serta berbagai program pembangunan kepada masyarakat luas. 

Di sisi lain, pers juga berperan menyampaikan aspirasi masyarakat sehingga pembangunan dapat berjalan semakin responsif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Amsakar turut memaparkan sejumlah capaian positif Batam, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,28 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Batam juga tercatat sebesar Rp58,97 triliun. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus diperkuat. Karena itu, sinergi pemerintah dan pers menjadi penting agar informasi mengenai kemajuan Batam tersampaikan secara tepat, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, BP Batam terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk insan pers, dalam mendukung pembangunan dan penyebarluasan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Pentingnya peran pers dalam mendukung agenda pembangunan juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Ia menekankan bahwa peran tersebut harus ditopang kompetensi, profesionalisme, dan tanggung jawab jurnalistik. Sebab, informasi yang tidak akurat bukan hanya dapat merugikan pihak tertentu, tetapi juga berdampak terhadap kepentingan masyarakat dan bangsa.

“Perlu meningkatkan kemampuan para jurnalis kita. Dampak dari berita-berita yang tidak tepat itu bukan hanya satu pihak yang rugi, tetapi kita semua sebagai bangsa,” ujarnya.

Zulkifli juga mengajak insan pers memahami kebijakan pemerintah dan tujuan pembangunan nasional, termasuk upaya mewujudkan kedaulatan pangan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kemandirian pangan, pengurangan ketergantungan impor, serta peningkatan produktivitas petani, peternak, dan nelayan.

“Indonesia tidak mungkin maju kalau rakyatnya terus bergantung pada bantuan. Kita harus melatih, memberikan kesempatan dan membuka peluang agar masyarakat produktif,” tambahnya.

Amsakar berharap Rakernas III PJS menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi terwujudnya ekosistem pers yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab, serta semakin memperkuat kontribusi insan pers dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba serta jajaran pengurus dan anggota PJS dari berbagai daerah. (Isp) 

TNI Mengajar, Satgas Yonif 136 Bantu Cerdaskan Anak Perbatasan Papua
INSPIRASIKEPRI.COM | PUNCAK JAYA – Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah penugasan, personel Pos Kalome Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan kegiatan mengajar dan memberikan materi pembelajaran kepada siswa-siswi SD Negeri Kalome, Selasa (4/11/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Wadanpos Kalome, Letda Inf Riki Nasir, bersama personel Pos Kalome ini merupakan bagian dari program Pembinaan Teritorial (Binter) guna meningkatkan wawasan kebangsaan, menambah pengetahuan, serta menumbuhkan semangat belajar generasi muda di wilayah perbatasan.

Meskipun ruang kelas dan fasilitas masih sederhana, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti setiap materi yang diberikan. Dengan penuh keceriaan, para siswa tetap bersemangat belajar dan berinteraksi bersama personel Satgas.

Wadanpos Kalome, Letda Inf Riki Nasir, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral TNI dalam mendukung pendidikan anak-anak di wilayah penugasan.

“Kegiatan mengajar ini kami laksanakan sebagai upaya membantu mencerdaskan anak bangsa, khususnya di daerah perbatasan. Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan manfaat nyata serta menumbuhkan semangat belajar bagi anak-anak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Kehadiran personel Satgas di tengah-tengah siswa diharapkan dapat memberikan motivasi serta menambah semangat mereka dalam menuntut ilmu.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti tidak hanya mendukung kemajuan pendidikan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau kesiapan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa ruas jalan di Kota Batam, pada Rabu (4/11/2026) siang.

Didampingi Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, beserta jajaran, Li Claudia meninjau tiga ruas jalan yang menjadi lokasi rencana pemasangan PJU, yaitu:

1. Jalan Hang Jebat, tepatnya di sekitar Simpang Lampu Merah Batu Besar, dengan rencana pemasangan sebanyak 236 titik lampu.

2. Dua lajur Jalan Hang Kasturi, di kawasan industri Kabil, sebanyak 127 titik lampu.

3. Jalan Ahmad Yani, mulai dari kawasan K-Square hingga Simpang Piayu, sebanyak 149 titik lampu.

“Ini penting agar infrastruktur penerangan yang dibangun tidak hanya berfungsi optimal dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga tertata dengan baik dan selaras dengan kondisi lingkungan sekitar,” ujar Li Claudia.

Adapun PJU yang direncanakan untuk dipasang di ketiga lokasi tersebut menggunakan jenis two in one. 

Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia berpesan kepada pihak kontraktor agar pelaksanaan pembangunan PJU senantiasa memperhatikan aspek keamanan, kerapian, dan estetika, khususnya dalam penataan serta pemasangan tiang lampu di bahu jalan.

Usai meninjau kesiapan pemasangan PJU, Li Claudia bersama rombongan bertolak ke kawasan Melcem, Batu Ampar, untuk melaksanakan Serah Terima Pekerjaan Pembangunan Jalan ROW 30 Melcem dari PT Global Pratama Indonesia.

Proses penandatangan dilaksanakan oleh Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Wulung Dahana, dan Direktur Utama PT Global Pratama Indonesia, Victor Sanjaya.

“Harapannya jalan ini bisa dipakai bersama-sama dan permasalahan banjir yang warga hadapi selama ini dapat terselesaikan,” kata Li Claudia.

Pekerjaan pembangunan jalan tersebut telah selesai dilaksanakan dengan panjang trase kurang lebih 400 meter, dengan ketebalan penimbunan rata-rata 20 cm, Jalan ini juga dilengkapi dengan Dinding Penahan Tanah serta saluran drainase sesuai persyaratan yang ditetapkan. 

“Dengan dibukanya ROW jalan ini, semoga mobilisasi warga setempat dapat berjalan semakin baik untuk mendukung roda perekonomian masyarakat Batam,” harap Victor.

Seremoni ini disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto beserta jajaran dan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini  Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (Isp) 


Melalui Anjangsana, Satgas Yonif Raider 136/TS Salurkan Bantuan Lampu Tenaga Surya Bagi Masyarakat Kampung Wandenggobak

INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA - Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti melalui Pos Kalisemen melaksanakan patroli simpatik dan anjangsana sekaligus memberikan bantuan berupa lampu tenaga surya (solar cell) kepada masyarakat Kampung Wandenggobak, Distrik Kalisemen, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

Danpos Kalisemen Kapten Inf Aul Adithya Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pembinaan Teritorial (Binter) dan Komunikasi Sosial (Komsos) guna mempererat hubungan TNI dengan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas tidak hanya memberikan bantuan lampu solar cell, tetapi juga membantu pemasangannya di sekitar gereja dan sepanjang jalan di lingkungan Pos Kalisemen. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan penerangan pada malam hari sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman.

Danpos Kalisemen menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Satgas untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan.

Sementara itu, salah satu warga, Bapak Bone Era (43), bersama Ibu Heni Talenggeng (38), menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh personel Satgas.

“Kami berterima kasih atas kepedulian Bapak TNI yang telah memberikan bantuan lampu untuk penerangan di kampung kami. Kami berharap TNI selalu hadir menjaga keamanan dan kebersamaan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif Raider 136/TS berharap bantuan lampu solar cell dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 


INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mempertahankan pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama 2026 di tengah dinamika industri telekomunikasi seraya berlanjutnya eksekusi transformasi TLKM 30. 

Menutup kuartal III 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun, tumbuh 3,5% secara tahunan (YoY), didorong oleh kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services yang naik sebesar 8,3% YoY menjadi Rp71,5 triliun. Dari sisi profitabilitas, EBITDA tumbuh sebesar Rp55,5 triliun, tumbuh 2,0% YoY, dengan margin EBITDA sebesar 48,9%. 

Laba bersih pada periode ini tercatat sebesar Rp14,4 triliun dengan margin laba bersih 12,7%. Sementara itu, laba bersih normalisasi perseroan meningkat 3,9% YoY menjadi Rp16,5 triliun dengan margin 14,6%.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan bahwa, perseroan terus menjalankan arah strategis TLKM 30, dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan pelaksanaan transformasi yang memberikan manfaat nyata.

“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal," ujar Nanang, Senin (2/11/2026). 

Dikatakan Nanang, tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki. Karena itu, kami terus menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang industri digital ke depan. 

Empat Segmen Bisnis Utama Catatkan Pertumbuhan Positif

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun, tumbuh 3,5% YoY. Sementara di Telkomsel, pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 1,8% YoY menjadi Rp82,9 triliun, terutama ditopang oleh bisnis digital yang tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp60,7 triliun. 

Pertumbuhan ini didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penerapan strategi komersial yang disiplin untuk memperkuat monetisasi layanan seluler seiring pergeseran pola konsumsi pelanggan menuju layanan digital. Hasilnya, ARPU seluler Telkomsel tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp45.400, disertai peningkatan data yield sebesar 6,5% YoY.

Sementara itu, pendapatan bisnis IndiHome tercatat Rp19,1 triliun, salah satunya seiring dengan penataan basis pelanggan. Meski demikian, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Pada kuartal III 2026, jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2% QoQ menjadi 9,63 juta, sementara ARPU naik 3,2% QoQ menjadi Rp217.700. 

Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung oleh layanan data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup. Mitratel mencatatkan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8% YoY. Berkat efektivitas pengelolaan biaya yang semakin baik, Mitratel membukukan EBITDA sebesar Rp5,81 triliun, naik tipis dari tahun sebelumnya, dan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun, dengan margin EBITDA dan margin laba bersih yang stabil masing-masing di angka 82,9% dan 22,2%. 

Sejalan dengan pengembangan infrastruktur digital, NeutraDC mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17% YoY menjadi Rp1,39 triliun hingga September 2026, dengan EBITDA meningkat 35% YoY dan margin EBITDA mencapai 40,9%. Pertumbuhan ini didukung kontribusi data center di Singapura dan Cikarang, seiring peningkatan kebutuhan pelanggan dan komputasi berbasis AI melalui layanan Neutra Compute. 

Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW) untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasar terhadap layanan data center. Untuk mendukung rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis untuk memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Segmen B2B ICT membukukan pendapatan sebesar Rp11,2 triliun, meningkat 3,1% YoY. Segmen usaha kecil dan menengah (Small Medium Enterprises/SME) menjadi penggerak utama pertumbuhan, dengan pendapatan meningkat 10,2% YoY menjadi Rp3,3 triliun. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pelanggan Indibiz sebesar 10,9% YoY menjadi 771,1 ribu pelanggan. Bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution juga mengalami pertumbuhan 6,2% YoY pada periode ini.

Kinerja segmen International turut mencatatkan pertumbuhan positif, dengan pendapatan meningkat 5,8% YoY menjadi Rp8,9 triliun. Pertumbuhan ini terutama didukung pendapatan jaringan yang naik 50,2% YoY menjadi Rp1,37 triliun, seiring penguatan layanan konektivitas internasional bagi global hyperscalers dan global carriers. 

Di sisi infrastruktur, Telin terus memperluas konektivitas internasional melalui pengembangan kabel laut, termasuk ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026 dan proyek INSICA yang ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV 2026. Pengembangan ini turut mendukung posisi Batam sebagai hub kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas data center NeutraDC. 

“Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global,” tambah Nanang.

Streamlining Jadi Prioritas, TelkomGroup Percepat Eksekusi Transformasi TLKM 30

Telkom terus menjalankan transformasi melalui inisiatif strategis TLKM 30 dengan empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kolaborasi strategis, serta memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding guna mendorong sinergi dan penciptaan nilai jangka panjang.

Dalam pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup terus menjaga disiplin pengelolaan biaya dan arus kas guna mendukung efisiensi operasional, keberlanjutan investasi, serta kualitas layanan. Kinerja arus kas tetap terjaga melalui pengelolaan kas yang disiplin, di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan karyawan, termasuk pembayaran terkait program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) guna mendorong struktur organisasi lebih efektif, dan produktif.

Pada pilar Streamlining, hingga kuartal III 2026 Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas, yang mencakup divestasi 3 entitas, penutupan 9 entitas, serta penggabungan 2 entitas. Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan capex sebesar Rp15,7 triliun dengan capex-to-revenue ratio sebesar 13,8%. Sebanyak 94,3% capex dialokasikan pada segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.

Lebih lanjut, Nanang menyampaikan, melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.

Salah satu tonggak penting dalam agenda Unlock Value adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026. Melalui langkah ini, lebih dari 90% aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model bisnis carrier-neutral dan open-access, yang memungkinkan pemanfaatan infrastruktur secara lebih optimal serta membuka peluang komersialisasi dan kemitraan strategis. 

“Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik, sehingga setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat,” tutup Nanang. (Isp) 

Pameran Teknologi Elektronik Terbesar Digelar di Batam, Libatkan Ratusan Perusahaan dari 4 Negara
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Ratusan perusahaan dan pelaku industri elektronik mengikuti pameran Indonesia's Largest Electronic Manufacturing & Smart Factory Expo yang resmi dibuka di Ballroom Hotel Radisson Batam, Rabu (28/10) pagi.

Pameran ini menghadirkan berbagai teknologi terbaru di bidang manufaktur elektronik dan solusi smart factory, untuk mendorong daya saing industri di tengah perkembangan teknologi global.

CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong mengatakan, pameran menjadi wadah penting bagi pelaku industri di Batam untuk melihat langsung perkembangan teknologi manufaktur dunia.

"Sejumlah negara yang berpartisipasi di antaranya Singapura, Malaysia, Jepang, dan China, dengan menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pabrik elektronik," ujar Kenny usai membuka acara.

Menurutnya, kehadiran teknologi tersebut diharapkan membantu perusahaan manufaktur di Batam meningkatkan kemampuan produksi sekaligus memperkuat kualitas SDM. Pameran di Batam ini merupakan penyelenggaraan perdana, setelah sebelumnya sukses digelar di Malaysia, Thailand, dan Filipina.

"Ini pertama kali kita adakan, semoga setiap tahun acara ini terus dilakukan. Lokasi Batam kita tentukan karena melihat perkembangan sektor manufaktur yang terus tumbuh dan memiliki potensi besar dalam industri elektronik," katanya.

Kenny menilai Batam memiliki ekosistem industri yang sangat mendukung penyelenggaraan pameran teknologi berskala internasional, sehingga diharapkan menjadi agenda rutin dengan peserta yang lebih besar.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Suhar menyambut positif pameran tersebut.

"Kita dukung acara ini kalau bisa diadakan setiap tahun, karena acara ini merupakan wadah pertukaran informasi teknologi," ujar Suhar.

Ia menyebut sektor manufaktur menyumbang 57,8 persen perekonomian Batam, dengan 34 kawasan industri yang menaungi ribuan perusahaan. Pameran dinilai strategis untuk mempertemukan manufaktur dengan penyedia teknologi.

"Tantangan industri ke depan tidak hanya kapasitas produksi, tetapi kemampuan mengikuti perkembangan teknologi dan standar persaingan global. Kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi sangat diperlukan," tegasnya.

Pemko Batam berharap expo ini kembali digelar tahun depan dengan skala lebih besar, memperkuat posisi Batam sebagai pusat manufaktur elektronik di Indonesia dan tujuan investasi teknologi di regional.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.