Semarak HUT ke-81 TNI, Danrem 033/WP Diwakili Dandim 0316/Batam Hadiri Turnamen Catur Piala Panglima TNI
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026, Danrem 033/Wira Pratama diwakili Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., menghadiri Turnamen Catur Piala Panglima TNI yang digelar di Mall MB2, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Minggu (4/10/2026).

Turnamen catur tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 TNI sekaligus sebagai wadah bagi para pecinta olahraga catur untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan berpikir strategis, serta mempererat tali silaturahmi.

Kegiatan turut dihadiri Wali Kota Batam, Kapolresta Barelang yang diwakili Kapolsek Batam Kota, Asisten III Kota Batam, Danyonif Mar 10 dan Danlanud Hang Nadim Batam yang masing-masing diwakili, Ketua Panitia Pelaksana, serta para peserta turnamen.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, sambutan Ketua Panitia, sambutan perwakilan Kapolresta Barelang, serta sambutan Dandim 0316/Batam yang mewakili Danrem 033/WP.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Batam sekaligus pembukaan secara resmi Turnamen Catur Piala Panglima TNI.

Kehadiran unsur TNI, Polri dan Pemerintah Kota Batam dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi dan soliditas lintas instansi dalam mendukung kegiatan positif di tengah masyarakat, khususnya melalui olahraga.

Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas, meningkatkan kemampuan berpikir dan strategi, serta mempererat kebersamaan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. (ISP)

Untuk Mandi Saja Susah, Kisah Warga Sambau Yang Sebulan Tanpa Air Bersih
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Ada ironi di balik gemerlap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Saat kawasan itu dipromosikan sebagai surga investasi digital dan pariwisata dengan nilai triliunan rupiah, warga yang tinggal hanya beberapa ratus meter dari gerbangnya justru menjerit kekurangan air bersih.

Senin (5/10/2026) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, puluhan warga Kavling Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, kembali mengepung pintu gerbang masuk KEK Nongsa. Ini merupakan aksi kedua setelah aksi serupa pada 19 September 2026 lalu.

Tuntutannya masih sama: pasokan air mati total selama sekitar satu bulan.

“Kami demo karena air satu bulan tidak mengalir, mati total,” ujar seorang warga di tengah aksi.

Fakta di lapangan, krisis air di Teluk Mata Ikan bukan persoalan baru. Warga mengaku untuk kebutuhan mandi, mencuci, hingga memasak harus mengandalkan bantuan mobil tangki dari PT Air Batam Hilir (ABH). Itupun tidak merata.

“Ada dari pihak ABH memberikan tangki air, tapi tidak mencukupi. Ada yang kebagian, ada yang tidak,” keluh warga lainnya.

Dalam aksi tersebut, perwakilan ABH hadir menemui massa. Namun warga mengaku masih menunggu kepastian dari pimpinan terkait yang dijanjikan hadir pukul 10.00 WIB.

Aksi protes ini bahkan disiarkan langsung warga melalui TikTok dan memicu simpati warganet Batam.

ABH Akui Waduk Nongsa Surut, Booster Belum Merata

Menanggapi krisis tersebut, Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, mengakui gangguan tidak terlepas dari penurunan ketersediaan air baku di Waduk Nongsa akibat rendahnya curah hujan.

Kondisi itu berdampak langsung pada kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa dan mengganggu pola distribusi ke wilayah Nongsa dan sekitarnya.

“Kami juga memahami bahwa bagi masyarakat, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, setiap keluhan yang disampaikan warga menjadi perhatian kami,” ujar Ginda, Minggu (20/9/2026).

ABH bersama BU SPAM-BP Batam mengklaim telah melakukan sejumlah mitigasi. Di antaranya pengaturan jaringan distribusi, suplai bantuan mobil tangki, hingga penguatan pasokan dari jalur Duriangkang menuju Nongsa melalui pemasangan pompa booster.

Pompa booster tersebut, kata Ginda, mulai dapat dioperasikan pada 19 September 2026 setelah sempat mengalami kendala teknis. Setelah beroperasi, aliran air mulai kembali dirasakan di sebagian Teluk Mata Ikan, yakni RT 01 dan RT 02.

Namun ABH mengakui, aliran belum sepenuhnya merata. Wilayah yang berada di ujung jaringan seperti RT 03, RT 04 dan sejumlah bagian lainnya masih kering.

“Karena itu, tim teknis masih melakukan pengaturan dan pemantauan terhadap distribusi agar tambahan suplai dari jalur Duriangkang dapat bekerja lebih optimal dan secara bertahap dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Ginda.

ABH juga menegaskan bantuan mobil tangki merupakan langkah mitigasi sementara, bukan pengganti pelayanan melalui jaringan perpipaan. Selama aliran belum pulih, ABH akan tetap menyiapkan tangki untuk kondisi mendesak.

Pertanyaannya, sampai kapan warga harus bertahan dengan mitigasi sementara? Sementara di dalam pagar KEK Nongsa, air mengalir deras untuk menopang hotel, resort, dan pusat data.

Bagi warga Teluk Mata Ikan, janji pengaturan jaringan yang sudah berlangsung sebulan terasa seperti penderitaan permanen. Mereka hanya ingin satu kepastian yakni kapan keran di rumah mereka kembali mengalir normal. (ISP)



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Polsek Nongsa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nongsa menggelar patroli Kamtibmas menyambangi empat kelurahan di Kecamatan Nongsa, pada Sabtu (3/10/2026) malam. 

Patroli berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga 00.00 WIB. Lima titik strategis disisir, yakni RW 12, kawasan MTC, Pantai Bale-bale, Bundaran Nuvasa Bay dan Pasar Summer Land. Titik tersebut dipilih karena aktivitas warga tinggi dan rawan gangguan keamanan.

Patroli dipimpin langsung Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra didampingi Wakapolsek Nongsa, Iptu Ferry Supriadi beserta Jajaran Polsek Nongsa, Camat Nongsa, Amuri, Anggota DPRD Batam, Anwar Anas, serta sejumlah anggota Forkompimcam lainnya. Mereka berbaur dalam satu barisan, menyusuri jalan, menemui warga langsung.

Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra memimpin langsung kegiatan itu. Di hadapan warga, ia menegaskan satu hal, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan tanggung jawab Kepolisian semata.

“Persoalan Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi saja, tetapi seluruh masyarakat juga wajib menjaga keamanan kita bersama. Patroli ini bertujuan menyapa langsung warga dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Eko.

Dalam pelaksanaan patroli Kamtibmas tadi, lanjut Eko, kami bersama Forkopimcam Kecamatan Nongsa menyambangi seluruh empat kelurahan yang ada di Kecamatan Nongsa. 



"Tujuannya untuk melihat warga kami, menyapa warga kami bagaimana kegiatannya supaya keamanan Kamtibmas yang ada di wilayah Kecamatan Nongsa khususnya, aman dan tidak ada yang mengganggu aktivitas pekerjaan dari masyarakat," ucapnya. 

Sementara Anggota DPRD Kota Batam, Anwar Anas mengapresiasi langkah Polsek Nongsa yang dinilai menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

"Tentunya kami dari Komisi I DPRD Kota Batam, di mana salah satu mitra Kepolisian, kami mengapresiasi Polsek Nongsa. Ini adalah gerakan yang betul-betul menyentuh kehidupan masyarakat, melihat nadi kehidupan masyarakat, melakukan Kamtibmas, melakukan sosialisasi, kemudian mendekatkan diri kepada masyarakat," kata Anwar.

Anwar mengatakan akan membawa kegiatan ini sebagai contoh dalam rapat triwulan DPRD dan merekomendasikan agar seluruh Polsek di Batam melakukan hal serupa.

"Ini akan kami bawa ke rapat triwulan kami nanti, kita berharap setiap kecamatan yang ada di Batam bisa melakukan kegiatan sinergi seperti ini. Kemudian kami akan memberikan rekomendasi kepada Kapolresta Barelang untuk juga Kapolsek-Kapolsek di Kota Batam untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Polsek Nongsa beserta jajaran," ujarnya.

"Semoga ini menjadi role model tidak hanya sekali tapi bisa dilaksanakan terus-menerus. Polri milik masyarakat dan kita semua terlibat ada untuk masyarakat," tambahnya.

Anwar berharap sinergitas antara kepolisian, instansi pemerintah kecamatan, dan masyarakat terus terjalin. Tujuannya satu, Nongsa yang aman, kondusif, dan sejahtera.

Camat Nongsa, Amuri berharap patroli sinergitas ini terus berlanjut.

"Kami berharap kegiatan seperti ini jangan sekali ini saja dan berlanjut sebagai contoh untuk kecamatan lain agar ke depan tetap lebih aman dan kondusif," kata Amuri.

Melalui patroli ini, Forkopimcam Nongsa berharap wilayah Nongsa tetap aman, kondusif dan sejahtera. Selain menjaga keamanan, petugas juga membagikan sembako kepada warga yang ditemui. (Isp) 






Satgas 136/TS Pos Nume Gelar Pelayanan Kesehatan, Wujud Kepedulian Nyata bagi Masyarakat Kampung Nume
INSPIRASIKEPRI.COM | Puncak Jaya – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan, personel Pos NUME Satgas 136/TS melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan (YANKES) bagi masyarakat di Kampung Nume, Distrik Nume, Sabtu (03/10/2026).

Dengan penuh semangat dan ketulusan, personel Satgas hadir memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberian bantuan medis sesuai kebutuhan warga. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Kehadiran personel Pos NUME disambut hangat dan penuh sukacita oleh masyarakat setempat. Senyum dan keramahan warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, menciptakan suasana kekeluargaan yang mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Kampung Nume, Bapak Delima Wonda, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian personel Pos NUME Satgas 136/TS yang telah hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami mewakili seluruh masyarakat Kampung Nume mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian personel Pos NUME. Pelayanan kesehatan ini sangat membantu kami dan keluarga. Semoga kebaikan ini selalu membawa berkah dan keselamatan bagi kita semua," ungkapnya.

Sementara itu, melalui kegiatan tersebut, Pos NUME Satgas 136/TS menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian, perhatian, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui pelayanan kesehatan ini, diharapkan hubungan silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat. Sebab, di balik seragam yang dikenakan, terdapat ketulusan untuk hadir, membantu, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah penugasan. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kecelakaan kerja terjadi di PT Wira Raja Indonesia, Kawasan Wiraraja Industrial Estate, Kabil, Nongsa, Batam, Kamis (1/10/2026). Seorang pekerja, Dofianus Atok, tewas setelah kakinya terjepit mesin konveyor saat melakukan pengelasan.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Saat itu korban tengah mengelas mesin konveyor yang dalam kondisi tidak beroperasi.

"Pada saat korban masih melakukan pekerjaan pengelasan, tombol pengoperasian mesin konveyor tiba-tiba diaktifkan sehingga bagian kaki korban masuk dan terjepit pada rongga atau area putaran mesin konveyor," kata Diky, Sabtu (3/10/2026).

Korban mengalami patah kaki dan perdarahan hebat. Setelah dievakuasi, Dofianus dibawa untuk penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.00 WIB.

Diky mengaku, kini mendalami penyebab mesin dapat aktif saat pekerjaan berlangsung. Pemeriksaan meliputi pihak yang mengoperasikan mesin, sistem komunikasi, pengawasan pekerjaan, serta prosedur pengamanan dan pengendalian energi mesin.

Atasan atau pengawas juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui kondisi mesin sebelum kejadian dan pelaksanaan prosedur keselamatan kerja. Diky menegaskan pemeriksaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan atau tanggung jawab dari pihak yang diperiksa.

Selain itu, lanjut Diky, pihaknya juga memeriksa penerapan K3, termasuk SOP pengelasan, Job Safety Analysis (JSA), identifikasi bahaya dan penilaian risiko (IBPR), serta dokumen pengendalian risiko.

Diky mengatakan kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi dari perusahaan dan keluarga korban. Sementara Disnakertrans memastikan hak korban, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan administrasi ahli waris, tetap diproses.

"Pendalaman masih terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara utuh," pungkasnya. (Isp) 


Satgas Yonif 136/TS Pos NUME Gelar Pelayanan Kesehatan di Kampung Anepalui
InspirasiKepri.com | Puncak Jaya – Sebagai wujud nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat di wilayah penugasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti melalui Pos NUME melaksanakan kegiatan anjangsana kesehatan (YANKES) di Kampung Anepalui, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus bentuk perhatian TNI terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman. Dengan penuh keakraban dan ketulusan, personel Pos NUME hadir menyapa warga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan guna membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kehadiran personel Satgas disambut hangat oleh masyarakat Kampung Anepalui. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Winson Gire menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian serta pelayanan kesehatan yang diberikan oleh personel Pos NUME.

"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran personel Pos NUME di tengah-tengah kami. Pelayanan kesehatan yang diberikan sangat membantu keluarga dan masyarakat di Kampung Anepalui. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjalin," ungkap Bapak Winson Gire.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/TS berharap dapat membantu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.

Lebih dari sekadar memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk berbagi kepedulian, menumbuhkan harapan, dan membangun kebersamaan.

Karena sejatinya, pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari tugas yang dilaksanakan, tetapi juga dari ketulusan hati dalam memberikan manfaat bagi sesama.


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah penguatan struktur Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, yang terdampak pergerakan tanah. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan pemantauan kondisi tanah di lokasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, persoalan tersebut telah ditangani secara bertahap selama sekitar satu tahun belakangan ini. 

BP Batam sebelumnya telah melakukan perbaikan badan jalan sebanyak dua kali, namun perubahan bentuk struktur jalan kembali terjadi, karena pergerakan tanah masih berlangsung.

“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty, Kamis (1/10/2026). 

Untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah di Jalan Gajah Mada tersebut, BP Batam bersama konsultan melakukan serangkaian kajian teknis. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, antara lain melalui pengukuran kondisi tanah.

Dari hasil kajian tersebut terindikasi adanya pergerakan tanah (sliding) pada kedalaman sekitar delapan meter. BP Batam kemudian melakukan pemantauan melalui sekitar 50 titik untuk mengetahui perkembangan pergerakan tanah di lokasi.

Dari hasil pemantauan, menunjukkan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda pada sejumlah titik, mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter.

“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” kata Ariastuty.

Secara teknis, salah satu faktor yang dikaji berkaitan dengan kondisi lapisan tanah lunak serta perubahan beban dan kandungan air. Namun, penyebab dan desain penanganan masih mengacu pada hasil kajian teknis konsultan yang perlu difinalisasi.

BP Batam juga telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain perbaikan jalan, pengaturan aliran air di sekitar lokasi sempat dilakukan untuk mengurangi beban air. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.

Berdasarkan kajian teknis yang ada, salah satu opsi penanganan yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah. Langkah tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum perbaikan badan jalan, sehingga struktur jalan yang dibangun kembali berada di atas kondisi tanah yang lebih stabil.

“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.

Sebelumnya, penanganan dengan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antarpancang masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah sehingga diperlukan kajian terhadap sistem penguatan yang lebih sesuai.

Saat ini, BP Batam tengah menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis. Perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

BP Batam juga mengkaji langkah awal berupa pengurangan beban tanah di sekitar lokasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang mengalami pergerakan sembari menunggu pelaksanaan penguatan struktur.

Untuk pekerjaan utama, khususnya pemasangan sheet pile dan perbaikan jalan, diperlukan proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ariastuty memastikan, BP Batam terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi.

“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkas Ariastuty. (Isp) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.