Gelper Batam Tutup, Perut Pekerja Menjerit: Siapa Bertanggung Jawab ?
![]() |
| Keterangan Foto : Ilustrasi Dampak Penutupan Gelper |
![]() |
| Keterangan Foto : Ilustrasi Dampak Penutupan Gelper |
![]() |
| Bahas Penguatan Kerjasama Penanganan Karhutla dan Air Bersih, Danrem 033/WP Kunker ke Singapura |
Selama di Singapura, Danrem mengunjungi beberapa tempat, yaitu Markas 2nd People Defence Force (2PDF) Clementi Camp, MMRC (Multi-Mission Range Complex), dan Markas CSSCOM (Combat Service Support Command).
Diketahui, kunjungan tersebut dalam rangka memperkuat kerjasama pertahanan yang telah terjalin selama kurang lebih 60 tahun antara TNI AD dan Singapore Army, khususnya di bidang penanganan bencana dan isu lingkungan.
Fokus pembahasan meliputi penanganan dan pencegahan Karhutla, penghijauan dan pemulihan pasca Karhutla, teknologi dan pengelolaan air bersih, pengolahan sampah plastik, serta pemanfaatan teknologi untuk penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Danrem 033/WP menyampaikan bahwa kunjungan ini menghasilkan peluang penguatan kerja sama yang sangat positif dengan Singapore Army, khususnya untuk mendukung program-program di wilayah Kodam XIX/TT.
"Kunjungan ini menghasilkan peluang kerjasama sama yang positif dengan Singapore Army, khususnya untuk mendukung program-program di wilayah Kodam XIX/TT," tutup Danrem033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto (ISP)
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026).
Pembangunan sekolah di lahan seluas 18,5 hektare yang dilaksanakan oleh Yayasan Sekolah Merah Putih tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi generasi emas Indonesia, khususnya anak-anak di wilayah Rempang dan Galang.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan sekolah terpadu ini dirancang untuk menampung peserta didik mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa dipungut biaya.
Selain memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga prasejahtera, lanjut Amsakar, keberadaan Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini juga akan memprioritaskan anak-anak dari Rempang dan Galang.
“Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, pembangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut ditargetkan rampung akhir tahun 2028.
Menurutnya, program yang mengedepankan kualitas pendidikan ini menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara luas.
“Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Oleh sebab itu, manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” tambahnya.
Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan bahwa Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang ini juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, termasuk fasilitas penunjang pembelajaran serta asrama bagi peserta didik.
Konsep tersebut menjadikan sekolah ini sebagai salah satu fasilitas pendidikan terpadu yang dirancang untuk memberikan lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal bagi peserta didik selama menjalani pendidikan.
Di samping itu, kehadiran sekolah terpadu tersebut juga menghadirkan harapan baru bagi generasi muda untuk mewujudkan mimpi mereka di masa mendatang.
“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” tutup Li Claudia. (Isp)
![]() |
| Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Warga Wandenggobak |
Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas memberikan pemeriksaan serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan yakni Mama Veronika (28), warga Kampung Wandenggobak.
Kegiatan Yankes ini merupakan bagian dari kepedulian Satgas Yonif 136/Tuah Sakti terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah penugasan. Selain membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara personel Satgas dengan masyarakat.
Danpos Kalisemen, Lettu Inf Aul Aditya Prabowo, menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan diharapkan dapat membantu menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat Kampung Wandenggobak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan serta komunikasi antara personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dengan masyarakat setempat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib serta mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran Satgas melalui pelayanan kesehatan menjadi salah satu bentuk kepedulian dan kedekatan TNI dengan masyarakat di wilayah penugasan.
![]() |
| Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pererat Silaturahmi dan Berbagi Sargal di Tinggi Nambut |
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Aliran air yang kembali lancar membawa kelegaan bagi warga Perumahan GMP Tahap 2, Tanjung Sengkuang. Mereka pun menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga.
“Terima kasih kepada Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Air di perumahan kami, khususnya di GMP Tahap 2, sudah mengalir lancar,” ujar salah seorang warga, Karuniawati, Rabu (23/9/2026).
Menurut Karuniawati, kelancaran pasokan air tersebut menjadi kabar baik bagi warga yang sebelumnya harus menunggu pasokan tangki, termasuk pada malam hari. Ia berharap kondisi tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kami berharap ke depannya air bisa terus lancar. Selama ini kami cukup kesulitan karena harus menunggu tangki, bahkan sampai malam. Mudah-mudahan kondisi sekarang bisa terus seperti ini,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan warga lainnya, Rocky. Ia berharap aliran air dapat terus berjalan normal sehingga kebutuhan sehari-hari warga dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Terima kasih. Kami berharap ke depan air bisa terus lancar seperti biasa dan tidak kembali seperti sebelumnya. Sekarang kami tentu merasa lebih lega karena alirannya sudah kembali,” ujar Rocky.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan ketersediaan air merupakan bagian penting dari pelayanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kelancaran layanan perlu terus dijaga.
"Kami tentu bersyukur ketika perbaikan layanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar, sehingga pelayanan ini harus terus dijaga agar berjalan baik dan memberikan kepastian bagi warga,” ujar Amsakar.
Sementara, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa manfaat pelayanan harus terus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk warga di kawasan permukiman.
"Yang paling penting bagi kami adalah memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pelayanan yang semakin baik. Kami berharap aliran air dapat memenuhi kebutuhan warga dengan baik,” ujar Li Claudia.
Kembalinya aliran air tersebut menjadi perkembangan yang langsung dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat, kepastian pasokan air tidak hanya memudahkan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberikan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas di lingkungan tempat tinggal. (Isp)
![]() |
| Rokok Tanpa Pita Cukai Rave American Blend |