HH Club Planet Batam Digerebek, Berikut Daftar dan Peran Para Tersangka Terlibat Peredaran Narkotika 
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri secara resmi telah menetapkan sejumlah orang tersangka dalam penggerebekan tempat hiburan malam HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Batam. 

Diketahui, kabar terupdate, jumlah tersangka dari 32 orang yang telah diamankan kini bertambah. Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Kabar terbaru, jumlah tersebut bertambah 4 orang sehingga total keseluruhan menjadi 10 orang tersangka.

Berikut nama dan peran para tersangka yang tercantum dalam perkara tersebut:

1. Deky

Peran: Pencatat keuangan peredaran narkoba dan diduga menyuplai narkoba kepada Wahidin alias Akbar.

2. Wahidin alias Akbar

Peran: Diduga sebagai penyuplai barang kepada kapten.

3. Sutin Maimunah

Peran: Diduga sebagai pengedar sekaligus kapten lantai 3 THM.

4. Iswahyudi alias Ujang

Peran: Diduga sebagai pengedar sekaligus kapten lantai 1 THM.

5. Rianto

Peran: Diduga sebagai pengedar sekaligus kapten lantai 2/KTV THM.

6. Yeskiel Morsles Gultom

Peran: Waiter yang diduga terlibat sebagai pengedar.

7. Delva Andika

Peran: Waiter yang diduga terlibat sebagai pengedar.

8. Zainal Aguspin Lubis

Peran: Waiter yang diduga terlibat sebagai pengedar.

9. Sila

Peran: Supervisor yang diduga memegang ekstasi yang kemudian pecah.

10. Dini Anggriani

Peran: LC yang diduga terlibat sebagai pengedar.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengungkap, perkembangan terbaru terkait penggerebekan tersebut. Salah satu temuan penting adalah narkotika yang disembunyikan di dalam sebuah brankas di ruang manager.

Dijelaskannya, brankas tersebut berisi mencapai ribuan butir ekstasi. Namun setelah dilakukan pembongkaran dan penghitungan secara keseluruhan, jumlah barang bukti yang ditemukan ternyata sebanyak 762 butir ekstasi.

“Setelah dihitung dan dibongkar isi besi brankas, barang ekstasinya 762 butir,” ungkap Brigjen Eko kepada awak media.

Ia mengatakan, dari 32 orang yang diamankan, penyidik sejauh ini telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari manager, supervisor, serta sejumlah waiter yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

“Enam tersangka terdiri dari manager, supervisor dan beberapa waiter yang terlibat sudah ditetapkan tersangka. Saat ini akan ada kemungkinan penambahan tersangka,” ujarnya.

Penyidik masih terus mendalami keterlibatan masing-masing orang yang diamankan, termasuk asal-usul narkotika serta pihak-pihak yang diduga mengetahui keberadaan barang haram tersebut di dalam brankas.

Pengungkapan kasus HH Club Planet 3 tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan barang bukti narkotika, tetapi juga mengarah pada dugaan adanya jaringan peredaran di dalam tempat hiburan malam tersebut. (Atok)


INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menunjukkan kapabilitas digitalnya melalui partisipasi pada event Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang berlangsung di Jakarta, beberapa waktu lalu, Kamis (13/8/2026). 

Mengusung tiga zona tematik, yaitu Digital Transformation Zone, AI Zone, dan Cyber Security Zone, Telkom menghadirkan berbagai kapabilitas dan solusi digital untuk menjawab kebutuhan transformasi industri yang terus berkembang.

Pembagian zona tersebut merepresentasikan kapabilitas Telkom dalam menyediakan solusi digital secara menyeluruh. Dari ketiga zona yang dihadirkan, AI Zone menjadi salah satu area yang mendapat perhatian melalui pengenalan AIcosystem, ekosistem kecerdasan buatan TelkomGroup yang mengintegrasikan berbagai kapabilitas dan solusi berbasis AI.

Salah satu bagian dalam AIcosystem adalah lapisan AI Solutions & Applications yang menghadirkan inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) melalui pilar AI Hub. Pilar ini berperan sebagai pusat penyedia solusi kecerdasan buatan yang telah teruji dan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor industri. Sejumlah solusi yang ditampilkan antara lain Omni Communication Assistant (OCA), PrivateGPT, DIP (Decision Intelligence Platform), dan AI CCTV Analytics.

Di antara berbagai solusi tersebut, OCA menjadi salah satu produk yang ditonjolkan Telkom. Platform ini memanfaatkan kapabilitas kecerdasan buatan untuk mendukung perusahaan dalam mengelola interaksi pelanggan secara lebih terintegrasi, efisien, dan responsif.

Pada kunjungannya, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan bahwa ajang DTI-CX menjadi momentum strategis untuk memperlihatkan kesiapan teknologi masa depan perusahaan. Ia memaparkan bahwa adopsi kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan fondasi kritikal bagi setiap industri untuk mendongkrak efisiensi operasional, mengakselerasi pertumbuhan bisnis, serta merancang pengalaman digital yang lebih responsif dan berpusat pada pelanggan.

Kebutuhan tersebut dijawab OCA melalui berbagai kapabilitas yang dirancang untuk mendukung pengelolaan interaksi pelanggan secara menyeluruh. Salah satunya melalui OCA Interaction yang mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi pelanggan dalam satu dasbor terpadu dan dilengkapi sistem tiket. Kapabilitas ini memungkinkan perusahaan mengelola interaksi dan proses penyelesaian permasalahan pelanggan secara lebih terstruktur dengan dukungan fitur berbasis AI, seperti AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary.

Selain pengelolaan interaksi, OCA menghadirkan kapabilitas OCA Automated Interaction yang memadukan teknologi Generative AI dan Agentic AI. Kapabilitas ini memungkinkan asisten virtual menjalankan proses secara mandiri serta mengambil tindakan sesuai alur dan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. 

Untuk mendukung penyampaian informasi secara luas, OCA juga dilengkapi dengan fitur OCA Blast yang memungkinkan perusahaan mengirimkan pesan secara massal kepada jutaan pelanggan secara instan dengan format konten yang dapat dipersonalisasi. Seluruh kapabilitas tersebut dapat diintegrasikan ke dalam sistem operasional pelanggan melalui OCA API, sehingga memungkinkan perusahaan menyesuaikan pemanfaatan solusi dengan kebutuhan bisnisnya.

Melalui partisipasi di DTI-CX 2026, Telkom terus memperkuat perannya dalam menghadirkan kapabilitas digital yang dapat mendukung perusahaan di berbagai sektor dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan kualitas pengalaman pelanggan. Upaya ini sejalan dengan transformasi Telkom untuk membangun ekosistem digital yang adaptif serta mampu menjawab kebutuhan industri dan perkembangan teknologi di masa depan.

Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti Gelar Patroli Simpatik dan Pelayanan Kesehatan di Kampung Wineri
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti melalui Pos Puncak Senyum kembali melaksanakan Patroli Simpatik yang dipadukan dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kampung Wineri, Distrik Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (11/08/2026).

Danpos Puncak Senyum, Kapten Inf Dwi Luhur, menjelaskan bahwa kegiatan patroli simpatik akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya menjaga keamanan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

"Patroli ini merupakan cara yang efektif untuk memberikan rasa aman, menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus menjadi bagian dari program komunikasi sosial dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Danpos.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas memberikan pemeriksaan kesehatan, pembagian vitamin, pengobatan ringan, serta edukasi kesehatan kepada warga. Kehadiran prajurit juga dimanfaatkan untuk berdialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kapten Inf Dwi Luhur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan cinta kasih Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti terhadap kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

"Kami yakin, apabila TNI selalu hadir menjaga dan membantu masyarakat dengan tulus, maka masyarakat pun akan memberikan dukungan dan kepercayaan kepada TNI," tuturnya.

Salah seorang warga, Nenek Wonda (85), bersama Kepala Kampung yang akrab disapa Bapak Gembala (61), menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Satgas. Mereka berharap TNI terus hadir memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pemeriksaan kesehatan yang diberikan. Kehadiran bapak-bapak TNI membuat kami merasa diperhatikan dan aman. Semoga TNI selalu diberi kesehatan dan tetap menjaga kami," ungkap mereka.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah penugasan. (ISP)







INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi menghadapi potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum. 

Melalui Rapat Koordinasi Urgensi Penyusunan Kebijakan Menghadapi Post-Quantum Computing (PQC) yang diselenggarakan pada Kamis (6/8/2026), Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), akademisi, pelaku industri, dan komunitas keamanan siber memperkuat sinergi untuk menyiapkan Indonesia menghadapi era pasca-kuantum.

Rapat koordinasi dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Eko Dono Indarto, S.I.P., M.Tr.(Han.), serta dihadiri Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN Marsda TNI R. Tjahjo Kurniawan, Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr. Pratama Persadha, Asisten Deputi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Marsma TNI Budi Eko Pratomo. 

Asisten Deputi Telekomunikasi dan Informasi Marsma TNI Agus Pandu Purnama, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, serta perwakilan kementerian, lembaga, BUMN, industri, akademisi, dan komunitas keamanan siber. Forum ini menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional dalam menghadapi perkembangan teknologi komputasi kuantum.

Komputer kuantum diperkirakan akan menghadirkan lompatan besar dalam kemampuan komputasi yang membuka berbagai peluang bagi inovasi dan transformasi digital. Di sisi lain, teknologi tersebut juga berpotensi melemahkan sistem kriptografi yang saat ini melindungi transaksi digital, komunikasi, dan data strategis. Karena itu, langkah antisipatif perlu dipersiapkan sejak dini agar keamanan ekosistem digital nasional tetap terjaga.

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Eko Dono Indarto menegaskan bahwa, kesiapan menghadapi era komputasi kuantum harus menjadi agenda strategis nasional. 

"Soal Post-Quantum Cryptography, dunia bergerak jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Kita harus mengejar dan membuat lompatan. Persiapan menghadapi era post-quantum bukan lagi menjadi isu sektoral, melainkan agenda strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas agar Indonesia memiliki kesiapan yang memadai menghadapi perubahan lanskap keamanan siber di masa depan,” ujar Eko, Selasa (11/8/2026). 

Sebagai tindak lanjut, forum merumuskan sejumlah langkah prioritas, antara lain penyusunan Peta Jalan Nasional Migrasi Post-Quantum Cryptography, penentuan prioritas perlindungan terhadap data dengan tingkat kerahasiaan tinggi, penguatan forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta usulan pembentukan National Quantum Center sebagai pusat kolaborasi nasional dalam riset, standardisasi, pengembangan talenta, dan implementasi teknologi kuantum.

Asisten Deputi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Kemenko Polkam Marsma TNI Budi Eko Pratomo bersama Asisten Deputi Telekomunikasi dan Informasi Marsma TNI Agus Pandu Purnama turut mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penyusunan kebijakan nasional dapat berjalan secara terintegrasi serta mampu menjawab tantangan keamanan digital yang semakin kompleks. 

Sejalan, Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN Marsda TNI R. Tjahjo Kurniawan menjelaskan bahwa keamanan siber merupakan fondasi utama keberhasilan transformasi digital. 

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu meningkatkan kesadaran terhadap risiko quantum attack serta segera mempersiapkan migrasi kriptografi secara bertahap dan terukur. Ia juga menyampaikan bahwa BSSN telah membentuk Gugus Tugas Nasional Penyiapan Migrasi Post-Quantum Cryptography guna mendukung penyusunan peta jalan nasional dan mempercepat kesiapan Indonesia menuju ekosistem digital yang lebih tangguh.

Dari sisi industri, Telkom menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesiapan nasional menghadapi era komputasi kuantum. Melalui Telkom University, berbagai riset mengenai PQC telah mulai dikembangkan, termasuk penelitian di bidang quantum error correction serta pengembangan talenta digital yang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekosistem keamanan siber Indonesia. Di saat yang sama, Telkom juga sedang melakukan kajian persiapan menuju quantum-safe era dengan menyediakan quantum-safe network dan quantum-safe data center. 

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan bahwa, tantangan komputasi kuantum tidak dapat dijawab hanya melalui adopsi teknologi, tetapi juga memerlukan penguatan kapabilitas nasional secara menyeluruh.

Era komputasi kuantum akan mengubah paradigma keamanan digital secara fundamental. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya kesiapan teknologi, tetapi juga kapabilitas nasional. Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas menjadi fondasi untuk mempercepat kesiapan Indonesia menghadapi era tersebut. 

"Telkom siap mengambil peran sebagai mitra strategis melalui penguatan riset dan inovasi, pengembangan talenta bersama Telkom University, serta pengembangan kapabilitas digital yang mendukung terwujudnya ekosistem quantum-safe sebagai bagian dari penguatan kedaulatan digital Indonesia,” pungkas Seno. 

Chairman CISSReC Dr. Pratama Persadha menambahkan bahwa organisasi tidak perlu menunggu hingga komputer kuantum benar-benar mampu memecahkan sistem kriptografi yang digunakan saat ini untuk mulai bersiap. 

Menurutnya, langkah paling realistis adalah melakukan inventarisasi aset digital dan mengidentifikasi data yang paling kritis agar proses migrasi menuju sistem keamanan yang tahan terhadap ancaman komputer kuantum dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur teknologi yang sudah ada.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi nasional dalam menyusun kebijakan, membangun kapasitas, dan mempercepat kesiapan Indonesia menghadapi era komputasi kuantum. 

Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mengantisipasi ancaman keamanan siber di masa depan, tetapi juga memanfaatkan perkembangan teknologi kuantum untuk memperkuat daya saing serta kedaulatan digital nasional. (Isp) 





INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sebanyak 32 orang dan ribuan barang bukti pil ekstasi dikabarkan diamankan Dittipidnarkoba Bareskrim dalam penggerebekan dari HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Batam.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi penggerebekan tersebut. Dalam penggerebekan ini, petugas mengamankan puluhan orang yang terdiri atas saksi maupun pihak yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

“Petugas tim gabungan telah melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut dan mengamankan sejumlah orang beserta barang bukti,” ujar Eko dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Jumlah barang bukti yang disebut mencapai ribuan butir tersebut kini menjadi bagian penting dari pemeriksaan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk mengungkap asal-usul serta dugaan jaringan peredarannya.

Tak hanya itu, Direktur Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi juga menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap manajemen dan pihak-pihak yang diamankan.

“Nanti kita release disampaikan ke media usai pemeriksaan manajemen,” ujar Eko.





Hingga kini, proses pemeriksaan masih berlangsung. Publik menunggu penjelasan resmi Dittipidnarkoba Bareskrim Polri terkait identitas para tersangka, jumlah pasti barang bukti, serta konstruksi perkara dari penggerebekan HH Club tersebut.

Sebelumnya, HH Club Planet 3.0 Pub & KTV di Batam mendadak ditutup dan dipasangi garis polisi. Tempat hiburan malam tersebut dikabarkan menjadi sasaran penggerebekan tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada Senin (10/8/2026) dini hari.

Informasi yang dihimpun Wartawan, penggerebekan disebut berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB. Petugas dikabarkan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di dalam tempat hiburan tersebut.

Pantauan di lokasi, pintu utama HH Club Planet 3.0 tampak tertutup rapat. Garis polisi terpasang menyilang di akses masuk.

Penggerebekan ini disebut-sebut berkaitan dengan beredarnya video dugaan transaksi narkotika jenis pil inex antara seorang pengunjung dengan waiter di lokasi tersebut pada Juni 2026 lalu.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Bareskrim Polri maupun pihak terkait mengenai alasan penyegelan, barang bukti, maupun hasil pemeriksaan di lokasi. (ISP)

Operasi Senyap, Diskotik HH Club Planet 3.0 Batam Digerebek Mabes Polri
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - HH Club Planet 3.0 Pub & KTV di Batam mendadak ditutup dan dipasangi garis polisi. Tempat hiburan malam tersebut dikabarkan menjadi sasaran penggerebekan tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada Senin (10/8/2026) dini hari.

Informasi yang dihimpun Wartawan, penggerebekan disebut berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB. Petugas dikabarkan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di dalam tempat hiburan tersebut.

Pantauan di lokasi, pintu utama HH Club Planet 3.0 tampak tertutup rapat. Garis polisi terpasang menyilang di akses masuk.

Penggerebekan ini disebut-sebut berkaitan dengan beredarnya video dugaan transaksi narkotika jenis pil inex antara seorang pengunjung dengan waiter di lokasi tersebut pada Juni 2026 lalu.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Bareskrim Polri maupun pihak terkait mengenai alasan penyegelan, barang bukti, maupun hasil pemeriksaan di lokasi.

Wartawan masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Satgas Yonif 136/TS Pos Ilu Gelar Anjangsana dan Bagikan Bendera Merah Putih di Kampung Lambo
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Sebagai wujud kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pos Ilu melaksanakan anjangsana dan patroli keamanan di Kampung Lambo, Distrik Ilu.(08/08/2026)

Dipimpin Dantim 2 Sertu Hendra bersama tim pengamanan yang dipimpin Serda Bindu, personel Satgas memantau kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Distrik Ilu yang berlangsung aman dan lancar. 

Dalam kesempatan tersebut, Satgas juga membagikan Bendera Merah Putih kepada SMP Negeri 1 Distrik Ilu, keluarga Bapak Wandison Wonda, serta Ibu Kisin Wonda sebagai simbol cinta tanah air dan semangat persatuan.

Wakil Komandan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, Kapten Inf Erwin Nugraha, S.Tr.Han., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana dan pembagian Bendera Merah Putih merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di wilayah penugasan.

"Bendera Merah Putih bukan hanya lambang negara, tetapi juga simbol persatuan, kebanggaan, dan semangat kebangsaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap hubungan antara Satgas dan masyarakat semakin erat serta bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan keutuhan NKRI," ujar Kapten Inf Erwin Nugraha, S.Tr.Han., M.I.P.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/TS terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan agar tetap aman, damai, dan kondusif di wilayah penugasan. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.