39 Personel Korem 033/WP Resmi Naik Pangkat, Danrem : Pangkat Yang Lebih Tinggi Membawa Tanggung Jawab Moral dan Tugas Semakin Besar
INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Suasana penuh khidmat dan kebanggaan mewarnai Lapangan Upacara Makodim 0316/Batam pada Kamis pagi (1/10/2026).

Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han., secara langsung memimpin upacara Laporan Korps dan Kenaikan Pangkat Perwira, Bintara, dan Tamtama jajaran Korem 033/WP Periode 1 Oktober 2026. 

Acara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini turut dihadiri para pejabat utama Korem 033/WP,Kasiren Kol Inf.Anggoro Hery Pratiko,Kasilog Kol Inf.Elri Priyanto,Kasipera Kol Inf.Zainal Abidin Rambr dan Komandan Kodim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana, serta jajaran perwira staf.

Tercatat sebanyak 39 personel Korem 033/WP resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, yang terdiri dari 20 orang Perwira serta 19 orang Bintara dan Tamtama. Momen krusial dalam upacara ditandai dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat baru secara simbolis oleh Danrem 033/WP kepada perwakilan prajurit. 


Prosesi ini menegaskan kepercayaan negara atas dedikasi serta profesionalisme yang telah ditunjukkan para prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Kepulauan Riau.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Bambang Herqutanto menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sebatas hadiah atau rutinitas semata, melainkan wujud penghargaan tertinggi dari negara atas prestasi kerja, dedikasi, dan loyalitas prajurit. Beliau mengingatkan bahwa pangkat yang lebih tinggi membawa tanggung jawab moral dan tugas yang makin besar. 

"Oleh karena itu, momen ini hendaknya dijadikan lecutan semangat dan motivasi baru untuk terus meningkatkan kinerja demi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," ungkap Danrem.

Danrem 033/WP juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para istri dan keluarga prajurit yang senantiasa hadir memberikan dukungan moril. 

Menurutnya, keberhasilan karier seorang prajurit di lapangan tidak lepas dari doa, kesetiaan, dan keteguhan keluarga yang terus mendampingi di setiap tingkah langkah pengabdian. 

"Kehadiran para pendamping setia ini menjadi pilar utama di balik ketangguhan para prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan," ujarnya.

Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat secara langsung oleh Danrem 033/WP beserta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 033 PD XIX/Tuanku Tambusai dan seluruh jajaran kepada para prajurit yang naik pangkat beserta istri. 

Tepat pukul 07.30 WIB, kegiatan berakhir dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta berjalan dengan aman dan tertib. (ISP)

Atasi Krisis Air Akibat Kemarau, Korem 033/WP Distribusikan 45 Ton Air Bersih di 4 Kabupaten/Kota
INSPIRASIKEPRI.COM | TANJUNGPINANG - Sebagai wujud kepedulian TNI dalam mengatasi kesulitan rakyat akibat kekeringan dan keterbatasan air bersih, Korem 033/Wira Pratama bersama jajaran Kodim melaksanakan kegiatan pembagian air bersih secara serentak di wilayah Kepulauan Riau, Selasa (29/09/2026).

Di wilayah Kodim 0315/Tanjungpinang, kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Sebanyak 100 KK menerima manfaat dengan masing-masing 200 liter, dengan total distribusi 10 ton air bersih layak konsumsi yang diangkut menggunakan mobil Damkar dan Pick Up.

Sementara itu Kodim 0316/Batam melaksanakan pembagian air bersih di RT 09/RW 06 Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung. Sebanyak 87 KK menerima masing-masing 200 liter air bersih dengan total 10 ton yang didistribusikan menggunakan mobil Damkar dan mobil tangki air.

Selanjutnya di wilayah Kodim 0317/TBK, kegiatan dilaksanakan di Jalan Telaga Mas RT 01,02/RW 02 Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun. Sebanyak 100 KK menerima manfaat masing-masing 100 liter dengan total distribusi 5 ton air bersih layak konsumsi menggunakan mobil Damkar dan Pick Up.

Sedangkan di wilayah Kodim 0318/Natuna, pembagian air bersih dilaksanakan di Desa Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Sebanyak 100 KK menerima masing-masing 200 liter dengan total distribusi terbanyak yakni 20 ton air bersih layak konsumsi yang diangkut menggunakan Tosar dan Pick Up.

"Dengan total distribusi mencapai 45 ton air bersih untuk 387 Kepala Keluarga di empat wilayah, kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan," ujar Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herqutanto.

Korem 033/Wira Pratama menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


INSPIRASIKEPRI.COM | SINGAPURA - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, hadir dalam kegiatan Tech Week Singapore 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (30/9/2026).

Kehadiran Li Claudia membawa pesan penting kepada negara-negara Asia bahwa Batam sedang membangun ekosistem data centre yang terintegrasi.

Komitmen ini terlihat dari upaya BP Batam dalam memperkuat infrastruktur pendukung ekosistem digital. Baik sarana maupun kesiapan lain yang akan digunakan untuk pengembangan industri tersebut.

Di panggung Asia ini, Li Claudia juga menegaskan potensi Batam sebagai destinasi investasi unggulan Indonesia.

“Pengembangan Batam hari ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan data centre, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang dapat mendukung industri tersebut dalam jangka panjang. Saat ini, komitmen kami adalah bagaimana proses investasi harus memberikan kepastian. Semua ini tentu harus disiapkan secara bertahap dan terintegrasi,” tegas Li Claudia.

Di samping itu, Li Claudia turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang ikut menampilkan beragam perkembangan teknologi dan pusat data tersebut.

Menurutnya, ajang ini menjadi bagian penting untuk BP Batam dalam mempelajari konsep Data Centre for AI serta kesiapan infrastruktur pendukung kebutuhan AI lainnya. Sehingga, pengelolaan dan layanan transformasi digital di Batam bisa lebih optimal dan mendatangkan multiplier effect terhadap ekonomi daerah.

“Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa pelaksanaannya pun harus saling memberi manfaat terhadap ekonomi daerah,” tutupnya. (Isp) 


 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Seorang pedagang di Pasar Jodoh Tos 3000, Batam, menjadi korban pembacokan sesama pedagang pada Minggu (27/9/2026) sekira pukul 05.00 WIB.

Kapolsek Lubuk Baja, AKP Cindo Kottama, mengatakan kejadian bermula saat adik korban dan adik tersangka bersenggolan hingga terjadi cekcok mulut dan kesalahpahaman.

"Datanglah kakak korban mencoba melerai dan melarang adiknya bertengkar. Namun tersangka langsung datang membawa sebilah pisau yang biasa digunakan untuk memotong daging atau ikan dan langsung membacok kepala korban," ujar Cindo, Rabu (30/9/2026).

Ia menegaskan tidak ada dendam lama antara pelaku dan korban.

"Dendam lama tidak ada, namun saat senggolan terus terjadi cekcok mulut dan ada bahasa yang memancing tersangka," sambungnya.

Diketahui pelaku dan korban sama-sama pedagang di Pasar Jodoh Tos 3000. Saat ini pelaku berinisial DA (43) sudah diamankan di Mapolsek Lubuk Baja. Sementara korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit RSBK.

"Alhamdulillah korban sudah sadar dan sekarang proses masih berlanjut. Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Lubuk Baja," katanya.

Adapun barang bukti yang disita yakni pisau pemotong daging atau ikan dan baju korban.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 468 KUHP dan/atau Pasal 466 Ayat (2) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam jaringan perdagangan mendapat pengakuan dunia internasional.

Terbaru, UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat, Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026. Dalam daftar tersebut, Batam berada di peringkat keenam dari 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi.

UNCTAD mencatat, pelabuhan-pelabuhan dalam daftar mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama satu dekade, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 274 persen hingga 697 persen, di luar tiga pelabuhan teratas yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi.

Malaga (Spanyol) mencatat pertumbuhan persentase tertinggi dalam Indeks Konektivitas Pelayaran Kapal Lini Pelabuhan selama periode tersebut; Posisi berikutnya ditempati oleh Puerto Bolivar (Ekuador), Aliaga (Nemrut) (Turki), Pulau Batam (Indonesia), Zhapu (Tiongkok), Chabahar (Iran (Republik Islam), Arkhangelsk (Federasi Rusia), Port Hueneme (Amerika Serikat), Haugesund (Norwegia), dan Derince (Turki). 

Catatan ini menjadi salah satu gambaran perkembangan konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran global. Hal ini sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat konektivitas pelabuhan dan layanan pelayaran langsung atau direct call.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari posisi geografis Batam yang terletak di jalur strategis perdagangan internasional.

Namun demikian, menurutnya, keunggulan geografis perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.

“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).

Pertumbuhan konektivitas tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan kapal, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 34 kunjungan.

Pada periode yang sama, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, meningkat 125 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang sebesar 25.904 TEUs. 

Menurut Amsakar, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional.

Penguatan konektivitas Batam juga berlangsung di sektor digital melalui Nongsa–Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.

Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Kehadirannya memperkuat konektivitas digital Indonesia–Singapura sekaligus mendukung kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan interkoneksi data center. 

Dengan demikian, konektivitas Batam tidak hanya berkembang melalui jalur laut, tetapi juga melalui jaringan digital yang semakin dibutuhkan industri berbasis teknologi.

“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” tutup Amsakar. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Polresta Barelang kembali menetapkan dua tersangka baru kasus kepemilikan senjata tajam (sajam) di Setokok, yakni Z (30) dan R (32).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Agung Tri Poerbowo, mengatakan polisi menyita 32 tombak di TKP dan masih mendalami keterangan saksi.

"Terkait perkembangan perkara di Setokok, kami dari Polresta Barelang telah menetapkan dua tersangka kembali inisial Z (30) dan R (32) terkait kepemilikan senjata tajam," ujar Agung, Selasa (29/9/2026). 

Agung mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku dan mendalami keterangan saksi lainnya.

Selain perkara sajam, Kompol Agung juga menjelaskan perkembangan laporan perusakan mobil yang diterima pada Jumat (11/9/2026) dengan pelapor inisial AA.

Menurutnya, perkara tersebut telah diselesaikan secara damai. Korban selaku pemilik mobil telah bertemu dengan kuasa hukum pelaku, menerima ganti rugi, dan bersedia mencabut laporan.

"Perkara ini sudah dilakukan perdamaian antara korban yang merupakan pemilik mobil dan sudah melakukan pertemuan dengan kuasa hukum pelaku dan korban bersedia mencabut laporan dikarenakan korban telah menerima ganti rugi," jelasnya.

Korban juga mengaku tidak pernah memberikan kuasa kepada pelapor untuk membuat laporan dan berharap kasus tersebut dihentikan. Atas dasar itu, polisi menghentikan perkara perusakan mobil tersebut.

"Sehingga kita menghentikan perkara tersebut," ujar Agung.

Agung meminta masyarakat dari kelompok mana pun untuk tidak mudah beropini negatif terhadap kepolisian. Pihaknya mengaku telah melakukan pertemuan dan menerima audiensi dari kedua kelompok sebagai bentuk keterbukaan

"Kami meminta kepada masyarakat dari kelompok-kelompok manapun, jangan gampang beropini negatif kepada kami. Kami juga sudah melakukan pertemuan dan menerima audiensi dari kedua kelompok, inilah bukti keterbukaan dan ketransparansian kami," jelasnya.

Agung menegaskan Polresta Barelang akan transparan dan terbuka dalam mengawal perkembangan perkara ini serta memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menetapkan tersangka.

"Di sini kami sangat transparan dan terbuka untuk perkembangan perkara ini. Silahkan rekan-rekan mengawal perkara ini, kami akan transparan dan akan terbuka untuk perkara ini," tegasnya.

"Di sini kami mempunyai SOP, kami tidak bisa dengan gampang mentersangkakan seseorang tanpa cukup alat bukti. Jadi kami meminta kepada rekan-rekan mohon waktu, kami akan melakukan penyelidikan lebih dalam lagi, kami akan mencukupi alat bukti yang ada. Apabila ada bukti tercukupi dan terpenuhi, kami akan menambah tersangka kembali," tutupnya. (Isp) 


BC Batam Dalami Aktivitas Penyelundupan Solar Panel dan Barang ilegal di Pelabuhan Rakyat Jembatan 5 Barelang
INSPIRASIKEPRI.COM|BATAM - Bea Cukai Batam kini mulai mendalami dugaan maraknya aktivitas penyelundupan barang ilegal pelabuhan rakyat Jembatan 5 Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bea Cukai Batam Agung Widodo saat di konfirmasi wartawan awak media, Selasa (29/9/2026) sore.

Kepala Bea Cukai Batam Agung Widodo menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mendalami informasi maraknya praktiknya penyelundupan tersebut. 

"Akan didalami dan ditindak lanjuti oleh tim pengawasan kami dengan berkoordinasi bersama APH terkait," tegas Agung Widodo. 

Diketahui, langkah tegas sesuai dengan prosedur hukum yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam bertujuan untuk menyelamatkan potensi kerugian negara dalam bidang kepabeanan sebagai dampak dari praktik penyelundupan itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (KBLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi menambahkan, bahwa Bea Cukai Batam tetap berkomitmen untuk terus memberantas dugaan pelanggaran kepabeanan.

"Untuk tempat atau wilayah diluar kawasan pabean, pengawasan dilakukan melalui manajemen resiko berbasis informasi. Kami juga berkoordinasi dengan kantor Bea Cukai sekitar dan PSO BC serta APH yang memiliki armada untuk menindaklanjuti informasi tersebut, " jelasnya. 

Kapal Kayu Bermuatan Solar Panel Diduga ilegal Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Jembatan 5 Barelang

Sebelumnya, aktivitas pengiriman barang dalam jumlah besar melalui pelabuhan rakyat di sekitar Jembatan 5 Barelang, Batam, menjadi sorotan tajam. Berton-ton barang berupa solar panel, beras, hingga pakaian diduga dikirim secara terbuka menuju Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Aktivitas bongkar muat tersebut terlihat berlangsung di sebuah dermaga yang berada persis di sebelah Restoran Cita Rasa Seafood, Jembatan 5 Barelang. Dari pantauan di lapangan, barang-barang dimuat dalam jumlah besar dan diangkut menggunakan kapal menuju Tembilahan.

Aktivitas tersebut memunculkan dugaan adanya praktik pengiriman barang yang tidak sesuai dengan prosedur kepabeanan dan kekarantinaan yang berlaku. Mengingat Batam adalah kawasan FTZ, setiap barang yang keluar wajib melalui pemeriksaan resmi.

Diduga Lolos Tanpa Pengawasan Ketat

Publik mempertanyakan, bagaimana mungkin aktivitas pengiriman dalam jumlah raksasa melalui pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan rakyat bisa berlangsung secara terbuka dan masif tanpa terdeteksi oleh patroli pengawasan.

Pelabuhan di Jembatan 5 Barelang diketahui berada di bawah pengawasan beberapa instansi, mulai dari Bea Cukai Batam, KSOP, hingga Ditpam BP Batam.

Jika aktivitas tersebut benar tidak dilengkapi dokumen resmi, maka negara berpotensi kehilangan penerimaan negara serta merugikan pelaku usaha resmi yang taat aturan.

Sumber di lapangan menyebutkan, rute pengiriman dari Jembatan 5 Barelang menuju Tembilahan ini diduga telah berlangsung cukup lama dan berjalan mulus tanpa hambatan.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran atau lemahnya pengawasan dari oknum aparat penegak hukum di lapangan. Dugaan tersebut tentu memerlukan pembuktian lebih lanjut oleh instansi berwenang.

Masyarakat berharap pengawasan di sekitar Jembatan 5 Barelang dapat diperketat. Selama ini, keberadaan pelabuhan-pelabuhan rakyat atau pelabuhan tikus di Barelang memang kerap menjadi celah masuk dan keluarnya barang yang diduga ilegal.

Bea Cukai Batam Diminta Bertindak

Masyarakat mendesak Bea Cukai Batam untuk segera turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas di dermaga tersebut.

Bea Cukai Batam diminta untuk transparan menjelaskan, apakah barang berupa solar panel, beras, dan pakaian yang dikirim ke Tembilahan tersebut telah melalui pemeriksaan dokumen kepabeanan sesuai aturan FTZ Batam?

Jika terbukti ilegal, maka pelabuhan tersebut harus ditertibkan dan oknum yang terlibat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Bea Cukai Batam, KSOP Batam, dan BP Batam terkait aktivitas pengiriman barang di Jembatan 5 Barelang tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada seluruh pihak terkait sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.