INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang tangguh, efisien, dan ekonomis untuk menunjang aktivitas sehari-hari terus menjadi perhatian industri otomotif roda dua. Menjawab kebutuhan tersebut, jaringan sepeda motor Honda di wilayah Kepulauan Riau menghadirkan program penawaran khusus untuk model Honda Supra X 125 yang berlaku di Batam, Karimun, dan Bintan.

Program ini memberikan kemudahan kepemilikan dengan skema uang muka ringan serta potongan harga dan angsuran yang disesuaikan dengan masing-masing wilayah. 

Untuk wilayah Batam, konsumen dapat memanfaatkan penawaran uang muka mulai Rp1,5 juta dengan potongan Rp300 ribu serta potongan tenor hingga satu bulan. Di wilayah Karimun, tersedia uang muka mulai Rp1,4 juta dengan potongan hingga Rp700 ribu serta potongan angsuran hingga tiga bulan. Sementara wilayah Bintan mendapatkan program uang muka mulai Rp1,4 juta dengan potongan Rp400 ribu. Seluruh konsumen di ketiga wilayah juga memperoleh bonus jaket eksklusif “Cari Aman” dan plat holder selama periode program berlangsung dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Duri Yanto, Sales Manager wilayah Kepulauan Riau menyampaikan bahwa program ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memiliki kendaraan yang dikenal irit bahan bakar dan andal untuk penggunaan harian.

“Kami berupaya menghadirkan program yang memudahkan masyarakat dalam memiliki sepeda motor yang sesuai kebutuhan aktivitas sehari-hari. Honda Supra X 125 selama ini dikenal sebagai motor yang tangguh, efisien, dan nyaman digunakan, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas masyarakat di berbagai kondisi,” ujar Duri Yanto, Jum'at (20/2/2026). 

Dijelaskan Duri Yanto, Honda Supra X 125 sendiri mengusung mesin 125cc 4-tak SOHC dengan teknologi Programmed Fuel Injection (PGM-FI) yang mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar hingga 57,2 km/liter (EURO 3) berdasarkan pengujian internal. Model ini juga dilengkapi fitur fungsional seperti kunci kontak bermagnet dengan pembuka jok, gantungan barang, serta soket pengisian daya perangkat elektronik yang menunjang kenyamanan berkendara.

Minat masyarakat terhadap model ini juga tercermin dari aktivitas komunitas pengguna Honda Supra X 125 di berbagai daerah yang aktif dalam kegiatan kebersamaan dan edukasi keselamatan berkendara.

"Masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait program penawaran ini dapat mengunjungi dealer Honda terdekat di wilayah Batam, Karimun, dan Bintan atau melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," pungkasnya. 

Yuyun



Pererat Tali Persaudaraan, Satgas Yonif 136/TS Ikuti Tradisi Bakar Batu Bersama Masyarakat di Puncak Jaya 

INSPIRASIKERPI.COM | Puncak Jaya - Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayah Yonif 136/Tuah Sakti mengikuti tradisi bakar batu bersama masyarakat setempat di Gereja Induk Nume, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis (19/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, tradisi bakar batu ini dihadiri oleh tokoh masyarakat Yongkrak Kagoya, tokoh Gereja Gembala Japius dan Klasis Neuron Kogoya. Mereka manyambut baik kehadiran Satgas Yonif 136/TS dan mengapresiasi kebersamaan yang terjalin.

Suasana penuh kehangatan dan keakraban cukup terasa dalam kegiatan ini. Dimana, kepulan asap tungku bakar batu berpadu dengan gelak tawa serta sapaan akrab masyarakat dan personel satgas Yonif 136/Tuah Sakti.


Dansatgas Yonif 136/TS Letkol Inf Yudi Satria Prabowo melalui Komandan Pos Nume, Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya menjelaskan bahwa tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara Personel Yonif 136/TS dan masyarakat.

"Kami sangat bersyukur dan bahagia dapat hadir serta terlibat langsung dalam kegiatan ini. Momen seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi, kepercayaan, dan keharmonisan antara Satgas Yonif 136/TS dengan masyarakat setempat," ujar Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya.

Lanjut, Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya menyampaikan bahwa di tengah kepulan asap dan doa yang terucap lirih, bakar batu menjadi simbol harapan akan terus hidup dan tumbuhnya kedamaian, persaudaraan dan kebersamaan di Tanah Papua.

"Tradisi bakar batu ini salah satu simbol harapan akan terus hidup serta tumbuhnya kedamaian, persaudaraan dan kebersamaan di Tanah Papua," pungkasnya. (ISP)


Tuah Sakti Untuk Negeri, Satgas Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis di Distrik Ilu Puncak Jaya Papua

INSPIRASIKEPRI.COM | PUNCAK JAYA - Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 136/TS terus berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah penugasan. 

Kali ini, aksi nyata diwujudkan melalui pemberian layanan kesehatan gratis setiap harinya bagi warga di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.

​Kegiatan yang berlangsung penuh dengan balutan kehangatan serta kekeluargaan ini merupakan program unggulan Dansatgas Yonif 136/TS Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.IP yang bertajuk 'Tuah Sakti Berbagi Sesama' meliputi berbagi kasih dan pengobatan gratis.

Dalam pelaksanaannya, ​tim kesehatan yang diterjunkan dalam aksi sosial ini, dipimpin langsung oleh Dantonkes Yonif 136/TS Lettu Ckm Fahri Agil, dengan dibantu oleh tenaga medis yang berpengalaman, Kopda Nunut S. Panjaitan.


Warga yang datang dalam gerakan sosial ini, nampak antusias memeriksakan kondisi kesehatan mereka setiap harinya, mulai dari keluhan kesehatan umum seperti demam dan nyeri sendi, hingga pengecekan luka luar. Selain pemeriksaan, tim medis juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat setempat.

​"Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita di Distrik Ilu mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Senyum mereka saat sembuh adalah kebahagiaan terbesar bagi kami," ujar Lettu Ckm Fahri Agil di sela-sela kegiatan.

​Melalui pengobatan ini, diharapkan hubungan antara personel Satgas Yonif 136/TS dengan masyarakat Distrik Ilu semakin harmonis. Kehadiran sosok Letda Inf Bambang Tri Sutejo (Danpos Kout) dan tim medisnya membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat adalah kunci utama dalam membangun kedamaian di tanah Papua. (R/ISP)

Sambut Bulan Suci Ramadhan, Rutan Batam Goro di Masjid Syahrhom Ba'Dawi

INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam melaksanakan kegiatan sosial berupa kerja bakti di Masjid Syahrhom Ba'Dawi yang berlokasi di sekitar Rutan.(18/2/2026)

Diketahui, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk meningkatkan kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui kegiatan kebersihan tempat ibadah menjelang bulan suci Ramadhan. Kerja bakti dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Struktural, Pengurus masjid, Staf Rutan Batam, peserta magang, serta warga binaan. Kegiatan dilaksanakan dengan membersihkan area dalam dan luar masjid, mulai dari halaman, tempat wudhu, hingga ruang utama ibadah.

Kepala Rutan Batam Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan agar menumbuhkan rasa kepedulian sosial, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebersihan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua dalam menyambut Ramadhan,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan kerja bakti ini, Rutan Batam berharap hubungan antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat sekitar dapat terus terjalin dengan baik, sekaligus menghadirkan suasana yang bersih, nyaman, dan penuh keberkahan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

"Kita berharap hubungan antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat sekitar dapat terus terjalin dengan baik. Terlebih, menyambut keberkahan Bulan Suci Ramadhan," pungkasnya. (ISP)

Jalin Komsos, Satgas Pamtas Yonif 136/TS Silaturahmi Bersama Tokoh Agama Gereja GKI Bethel Mulia Papua


INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA TENGAH - Jalin komunikasi sosial, Satuan Tugas Pengamanan Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan silaturahmi ke Gereja GKI Bethel Mulia di Jalan Manokwari, Wuyukwi, Mulia, Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin (16/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, 11 personel Satuan Tugas Pengamanan Kewilayahan Yonif 136/TS, Pos Kotis Kota Baru di bawah komando Kapten Inf Damanik, menyapa langsung dan membaur bersama tokoh agama setempat.

Suasana penuh kehangatan dan keakraban cukup terasa dalam kegiatan silaturahmi ini. Kedatangan personil Satgas Yonif 136/TS di sambut baik oleh Pendeta Simon Perez Okowaly, S.Th.

Komandan Batalyon Yonif 136/TS sekaligus Komandan Satuan Tugas (Dansatgas), Letkol Inf Yudi Satria Prabowo menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk berkomunikasi langsung dengan tokoh agama setempat.

"Selain bertujuan untuk menjalin komunikasi, personil Satgas Yonif 136/TS juga menyampaikan keinginannya bahwa bagi personil yang beragama Kristen akan bergabung bersama jemaat dalam melaksanakan ibadah," ujar Letkol Inf Yudi Satria Prabowo. 

Menyambut hal tersebut, Pendeta beserta jemaat dengan penuh sukacita menerima kehadiran personel Satgas dan menyatakan kesiapannya untuk menyambut baik serta beribadah bersama dalam setiap kegiatan ibadah di Gereja GKI Bethel Mulia.

"Semoga kebersamaan ini semakin mempererat tali persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan antara TNI dan masyarakat," tutup Dansatgas Letkol Inf Yudi Satria Prabowo. (ISP)


Polsek Nongsa Respon Cepat Laporan Korban Dugaan Curas di Bida Asri 3

INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Seorang pria bernama Nanang (31) mengalami luka lebam dan nyaris tak sadarkan diri setelah diduga menjadi korban pencurian disertai kekerasan (Curas) di depan Perumahan Bida Asri 3, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa. 

Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekira pukul 00.45 Wib. Awalnya, anggota Polsek Nongsa menerima laporan masyarakat melalui Call Center 110 terkait kejadian korban diduga curas yang tengah di rawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Menerima laporan itu, anggota langsung menemui korban dan melihat kondisi fisiknya. Selanjutnya, personel meluncur ke lokasi kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan curas," ujar Kapolsek Nongsa Kompol Eriman, Minggu (15/2/2026).

Kapolsek Nongsa Kompol Eriman menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika korban pergi untuk membeli rokok. Setelah kurang lebih dari 30 menit, korban diantar oleh sekuriti Perumahan Bida Asri 3 dalam keadaan luka-luka lebam, memar di mata dan luka dimulut.

" Selain itu, korban juga kehilangan sepeda motor BP 3063 UI warna biru, handphone yang telah dirampas oleh pelaku curas. Tanpa pikir panjang, selanjutnya sekuriti mengantar korban ke rumah korban dan keluarga menghubungi layanan Call Center 110 untuk melaporkan kejadian," ungkap Kompol Eriman.

Merespon laporan masyarakat, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan mendalam Opsnal Reskrim Polsek Nongsa.
.
"Dengan adanya quick respon cepat oleh Polri khususnya Polsek Nongsa menanggapi laporan 110 dari masyarakat, Polri dapat segera melakukan langkah cepat dan penyelidikan sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat diatasi," terangnya. (ISP)

Gudang Minyak Solar ilegal Diduga Milik AY

INSPIRASIKEPRI.COM | Tanjungpinang - Praktik dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi solar di wilayah hukum Polres Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau terus menjadi sorotan publik. 

Terbaru, mencuat satu nama seorang pria berinisial AY terlibat dalam bisinis terselubung itu. AY disebut-sebut sebagai pengendali sekaligus pengepul terbesar BBM hasil lansiran SPBU di Tanjungpinang.

"AY ini pemain solar terbesar di Tanjungpinang. Ia pemain lama dan tidak ada satu pun aparat penegak hukum yang mampu menghentikan kegiatannya," ungkap Sumber, Minggu (15/2/2026).

Menurut Sumber, AY juga memiliki gudang penampung BBM solar bersubsidi ilegal di wilayah Batu 23 Gesek, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Di dalam gudang itu, AY menampung solar subsidi dalam jumlah banyak yang diperoleh dari para pelansir SPBU Tanjungpinang. 

"Gudang minyak di Batu 23 Gesek salah satu gudang terbesar milik AY. Hilir mudik truk pelansir dari lokasi itu cukup terang-terangan. Tetapi, tidak menutup kemungkinan mereka pindah setelah viral saat ini," ujarnya.

Selain itu, Sumber juga menyebut, sampai saat ini praktik terselubung pelansir BBM Solar subsidi masih terjadi di sejumlah SPBU Tanjungpinang. Belum ada penindakan yang di lakukan aparat penegak hukum meski praktik gelap itu telah memakan korban jiwa.

"Masih tetap beroperasi mereka. Inilah salah satu bukti lemahnya penegakan hukum di Tanjungpinang. Padahal sudah viral ini," jelasnya. 

Keresahan di Tengah Masyarakat Tanjungpinang.

Keberadaan praktik-praktik pelansir solar BBM bersubsidi ilegal di wilayah Tanjungpinang, saat ini justru memicu keresahan bagi masyarakat. Bagaimana tidak, masyarakat menilai keberadaan mereka justru menyulitkan warga mendapatkan BBM Solar di SPBU itu.

Antrean panjang di SPBU hingga aksi penyerobotan antrean kerap kali terjadi hingga membuat warga kerap bersitegang dengan para pelansir. 

"Masyarakat disini sudah capek. Keberadaan mereka tak jarang membuat keributan dengan para pengendara lainnya saat mengisi solar di SPBU," terangnya.

Tanggapan Polres Tanjungpinang 

Menyikapi fenomena ini, Polres Tanjungpinang melalui Kasat Reskrim AKP Wamilik Mabel mengaku telah menerima informasi dugaan penyelewengan BBM solar di wilayah Tanjungpinang. 

"Makasih infonya pak," ujar singkat AKP Wamilik Mabel kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).

Namun, sejauh ini pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara rinci apakah sudah di lakukan penindakan atau belum terhadap para pelansir BBM solar ilegal itu.

Sebelumnya, aktivitas pelansir solar BBM bersubsidi ilegal diduga kuat sebagai penyebab tumpahan solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (4/2/2026) lalu.

Dalam insiden itu, setidaknya ada 10 orang menjadi korban fisik akibat terjatuh dari motor yang di kemudikannya. Korban harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Midiyato Suratani setelah mengalami patah tulang hingga lecet-lecet pada bagian tubuh.

Mirisnya lagi, tidak ada satupun pihak yang mau bertanggung jawab dalam insiden ini. Seluruh biaya pengobatan dan kerugian lainnya ditanggung sendiri oleh keluarga korban.

"Kami berharap, para pelansir dapat ditangkap, karena kami sudah cukup resah. Seluruh biaya pengobatan sampai kerugian lainnya kita tanggung sendiri. Jika perlu, Polda Kepri mengambil alih perkara ini," pungkasnya. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.