Semarak HUT ke-81 TNI, Danrem 033/WP Diwakili Dandim 0316/Batam Hadiri Turnamen Catur Piala Panglima TNI
![]() |
| Semarak HUT ke-81 TNI, Danrem 033/WP Diwakili Dandim 0316/Batam Hadiri Turnamen Catur Piala Panglima TNI |
![]() |
| Semarak HUT ke-81 TNI, Danrem 033/WP Diwakili Dandim 0316/Batam Hadiri Turnamen Catur Piala Panglima TNI |
![]() |
| Untuk Mandi Saja Susah, Kisah Warga Sambau Yang Sebulan Tanpa Air Bersih |
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Polsek Nongsa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nongsa menggelar patroli Kamtibmas menyambangi empat kelurahan di Kecamatan Nongsa, pada Sabtu (3/10/2026) malam.
Patroli berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga 00.00 WIB. Lima titik strategis disisir, yakni RW 12, kawasan MTC, Pantai Bale-bale, Bundaran Nuvasa Bay dan Pasar Summer Land. Titik tersebut dipilih karena aktivitas warga tinggi dan rawan gangguan keamanan.
Patroli dipimpin langsung Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra didampingi Wakapolsek Nongsa, Iptu Ferry Supriadi beserta Jajaran Polsek Nongsa, Camat Nongsa, Amuri, Anggota DPRD Batam, Anwar Anas, serta sejumlah anggota Forkompimcam lainnya. Mereka berbaur dalam satu barisan, menyusuri jalan, menemui warga langsung.
Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra memimpin langsung kegiatan itu. Di hadapan warga, ia menegaskan satu hal, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan tanggung jawab Kepolisian semata.
“Persoalan Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi saja, tetapi seluruh masyarakat juga wajib menjaga keamanan kita bersama. Patroli ini bertujuan menyapa langsung warga dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Eko.
Dalam pelaksanaan patroli Kamtibmas tadi, lanjut Eko, kami bersama Forkopimcam Kecamatan Nongsa menyambangi seluruh empat kelurahan yang ada di Kecamatan Nongsa.
"Tujuannya untuk melihat warga kami, menyapa warga kami bagaimana kegiatannya supaya keamanan Kamtibmas yang ada di wilayah Kecamatan Nongsa khususnya, aman dan tidak ada yang mengganggu aktivitas pekerjaan dari masyarakat," ucapnya.
Sementara Anggota DPRD Kota Batam, Anwar Anas mengapresiasi langkah Polsek Nongsa yang dinilai menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
"Tentunya kami dari Komisi I DPRD Kota Batam, di mana salah satu mitra Kepolisian, kami mengapresiasi Polsek Nongsa. Ini adalah gerakan yang betul-betul menyentuh kehidupan masyarakat, melihat nadi kehidupan masyarakat, melakukan Kamtibmas, melakukan sosialisasi, kemudian mendekatkan diri kepada masyarakat," kata Anwar.
Anwar mengatakan akan membawa kegiatan ini sebagai contoh dalam rapat triwulan DPRD dan merekomendasikan agar seluruh Polsek di Batam melakukan hal serupa.
"Ini akan kami bawa ke rapat triwulan kami nanti, kita berharap setiap kecamatan yang ada di Batam bisa melakukan kegiatan sinergi seperti ini. Kemudian kami akan memberikan rekomendasi kepada Kapolresta Barelang untuk juga Kapolsek-Kapolsek di Kota Batam untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Polsek Nongsa beserta jajaran," ujarnya.
"Semoga ini menjadi role model tidak hanya sekali tapi bisa dilaksanakan terus-menerus. Polri milik masyarakat dan kita semua terlibat ada untuk masyarakat," tambahnya.
Anwar berharap sinergitas antara kepolisian, instansi pemerintah kecamatan, dan masyarakat terus terjalin. Tujuannya satu, Nongsa yang aman, kondusif, dan sejahtera.
Camat Nongsa, Amuri berharap patroli sinergitas ini terus berlanjut.
"Kami berharap kegiatan seperti ini jangan sekali ini saja dan berlanjut sebagai contoh untuk kecamatan lain agar ke depan tetap lebih aman dan kondusif," kata Amuri.
Melalui patroli ini, Forkopimcam Nongsa berharap wilayah Nongsa tetap aman, kondusif dan sejahtera. Selain menjaga keamanan, petugas juga membagikan sembako kepada warga yang ditemui. (Isp)
![]() |
| Satgas 136/TS Pos Nume Gelar Pelayanan Kesehatan, Wujud Kepedulian Nyata bagi Masyarakat Kampung Nume |
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kecelakaan kerja terjadi di PT Wira Raja Indonesia, Kawasan Wiraraja Industrial Estate, Kabil, Nongsa, Batam, Kamis (1/10/2026). Seorang pekerja, Dofianus Atok, tewas setelah kakinya terjepit mesin konveyor saat melakukan pengelasan.
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Saat itu korban tengah mengelas mesin konveyor yang dalam kondisi tidak beroperasi.
"Pada saat korban masih melakukan pekerjaan pengelasan, tombol pengoperasian mesin konveyor tiba-tiba diaktifkan sehingga bagian kaki korban masuk dan terjepit pada rongga atau area putaran mesin konveyor," kata Diky, Sabtu (3/10/2026).
Korban mengalami patah kaki dan perdarahan hebat. Setelah dievakuasi, Dofianus dibawa untuk penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.00 WIB.
Diky mengaku, kini mendalami penyebab mesin dapat aktif saat pekerjaan berlangsung. Pemeriksaan meliputi pihak yang mengoperasikan mesin, sistem komunikasi, pengawasan pekerjaan, serta prosedur pengamanan dan pengendalian energi mesin.
Atasan atau pengawas juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui kondisi mesin sebelum kejadian dan pelaksanaan prosedur keselamatan kerja. Diky menegaskan pemeriksaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan atau tanggung jawab dari pihak yang diperiksa.
Selain itu, lanjut Diky, pihaknya juga memeriksa penerapan K3, termasuk SOP pengelasan, Job Safety Analysis (JSA), identifikasi bahaya dan penilaian risiko (IBPR), serta dokumen pengendalian risiko.
Diky mengatakan kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi dari perusahaan dan keluarga korban. Sementara Disnakertrans memastikan hak korban, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan administrasi ahli waris, tetap diproses.
"Pendalaman masih terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara utuh," pungkasnya. (Isp)
![]() |
| Satgas Yonif 136/TS Pos NUME Gelar Pelayanan Kesehatan di Kampung Anepalui |
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus bentuk perhatian TNI terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman. Dengan penuh keakraban dan ketulusan, personel Pos NUME hadir menyapa warga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan guna membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kehadiran personel Satgas disambut hangat oleh masyarakat Kampung Anepalui. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Winson Gire menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian serta pelayanan kesehatan yang diberikan oleh personel Pos NUME.
"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran personel Pos NUME di tengah-tengah kami. Pelayanan kesehatan yang diberikan sangat membantu keluarga dan masyarakat di Kampung Anepalui. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjalin," ungkap Bapak Winson Gire.
Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/TS berharap dapat membantu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.
Lebih dari sekadar memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk berbagi kepedulian, menumbuhkan harapan, dan membangun kebersamaan.
Karena sejatinya, pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari tugas yang dilaksanakan, tetapi juga dari ketulusan hati dalam memberikan manfaat bagi sesama.
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah penguatan struktur Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, yang terdampak pergerakan tanah. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan pemantauan kondisi tanah di lokasi.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, persoalan tersebut telah ditangani secara bertahap selama sekitar satu tahun belakangan ini.
BP Batam sebelumnya telah melakukan perbaikan badan jalan sebanyak dua kali, namun perubahan bentuk struktur jalan kembali terjadi, karena pergerakan tanah masih berlangsung.
“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty, Kamis (1/10/2026).
Untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah di Jalan Gajah Mada tersebut, BP Batam bersama konsultan melakukan serangkaian kajian teknis. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, antara lain melalui pengukuran kondisi tanah.
Dari hasil kajian tersebut terindikasi adanya pergerakan tanah (sliding) pada kedalaman sekitar delapan meter. BP Batam kemudian melakukan pemantauan melalui sekitar 50 titik untuk mengetahui perkembangan pergerakan tanah di lokasi.
Dari hasil pemantauan, menunjukkan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda pada sejumlah titik, mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter.
“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” kata Ariastuty.
Secara teknis, salah satu faktor yang dikaji berkaitan dengan kondisi lapisan tanah lunak serta perubahan beban dan kandungan air. Namun, penyebab dan desain penanganan masih mengacu pada hasil kajian teknis konsultan yang perlu difinalisasi.
BP Batam juga telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain perbaikan jalan, pengaturan aliran air di sekitar lokasi sempat dilakukan untuk mengurangi beban air. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.
Berdasarkan kajian teknis yang ada, salah satu opsi penanganan yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah. Langkah tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum perbaikan badan jalan, sehingga struktur jalan yang dibangun kembali berada di atas kondisi tanah yang lebih stabil.
“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.
Sebelumnya, penanganan dengan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antarpancang masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah sehingga diperlukan kajian terhadap sistem penguatan yang lebih sesuai.
Saat ini, BP Batam tengah menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis. Perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
BP Batam juga mengkaji langkah awal berupa pengurangan beban tanah di sekitar lokasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang mengalami pergerakan sembari menunggu pelaksanaan penguatan struktur.
Untuk pekerjaan utama, khususnya pemasangan sheet pile dan perbaikan jalan, diperlukan proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ariastuty memastikan, BP Batam terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi.
“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkas Ariastuty. (Isp)