INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Nongsa bersama unsur pimpinan kecamatan menggelar gotong royong yang berlokasi di tempat pembuangan sampah persis berada pinggir jalan, RW. 18 Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu (7/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Nongsa Kompol Eriman, Sekcam Nongsa Safaat, S.H, Wakapolsek Nongsa AKP Gunawan, S.H, PJU Polsek Nongsa, Koramil 03/Nongsa dihadiri oleh Pers. Babinsa.

Kemudian, Kasitrantib Kelurahan Kabil Theodore, Personil Polsek Nongsa, Satgas Kebersihan Kecamatan Nongsa, Ketua RW. 17 Kabil Ramadhan, Ketua RW. 18 Kabil Ferry dan ⁠masyarakat Kelurahan Kabil.

Kapolsek Nongsa Kompol Eriman menjelaskan, kegiatan gotong royong bersama ini dilaksanakan dalam rangaka mendukung program Presiden RI tentang gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).

"Melalui kegiatan ini, kita juga ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman serta mendorong aksi perubahan perilaku individu, masyarakat dan pemerintah agar lebih peduli terhadap lingkungan," ungkap Kompol Eriman.

Tak hanya itu, gotong royong ini juga menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat. Sehingga, terciptanya situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Nongsa yang selalu aman dan kondusif.

Selain gotong royong, Polsek Nongsa juga melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran Bansos oleh Polsek Nongsa berupa 10 karung beras ukuran 5Kg kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu.

"Kita menyalurkan bansos ini sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat kurang mampu dengan harapan dapat meringankan beban mereka," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Kompol Eriman berharap, masyarakat di wilayah hukum Polsek Nongsa dapat saling bersinergi bersama TNI-Polri untuk menciptakan lingkungan yang Asri demi kenyamanan bersama.

"Mari kita bersama-sama mendukung penuh program Presiden RI tentang gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) demi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman bagi kita semua," pungkasnya. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh membuktikan komitmennya sebagai kawasan industri yang taat regulasi dan transparan. Hal ini menyusul hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) dan pembinaan yang dilakukan oleh Tim Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (5/2/2026). 

Inspeksi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Disnakertrans Kepri, Jhon Andariasta Barus, dan Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Said Muhammad Idris, bertujuan untuk memastikan seluruh operasional di KEK Tanjung Sau berjalan sesuai dengan norma ketenagakerjaan dan aturan keselamatan kerja yang berlaku di Indonesia.

Audit Transparan: 100% Legalitas Dokumen TKA

Dalam proses verifikasi lapangan yang didampingi oleh Manajer HSE PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP), Jhon Sinaga, tim pengawas melakukan penyisiran menyeluruh, mulai dari area kerja hingga fasilitas hunian pekerja. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) di lokasi memiliki dokumen legalitas yang lengkap tanpa pengecualian.

Berdasarkan data pemeriksaan, terdapat tiga entitas kontraktor yang beroperasi di lokasi dengan rincian kepatuhan sebagai berikut:

1. PT. Helios Power Technologi, menggunakan TKA sebanyak 46 orang seluruhnya memiliki RPTKA. 

2. PT. Dongfeng menggunakan TKA sebanyak 6 orang seluruhnya memiliki RPTKA yang merupakan advisor PT. HPT. 

3. Deep Link Steel Group Internasional Engineering menggunakan TKA 8 orang seluruhnya memiliki RPTKA yang merupakan sub kontraktor PT. HPT. 

"Sebanyak 60 orang TKA di KEK Tanjung Sau terbukti secara sah memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Kami sangat mengapresiasi pengelola kawasan atas kepatuhan yang konsisten dan sistem pengawasan internal yang melekat," tegas Jhon Andariasta Barus.

Komitmen Alih Teknologi dan Pemberdayaan Lokal

Selain aspek administratif, KEK Tanjung Sauh juga menunjukkan keberpihakan pada pengembangan SDM lokal. Manajemen PT BSP menegaskan bahwa kehadiran tenaga asing di kawasan ini bersifat sementara untuk kebutuhan teknis tertentu yang nantinya akan dialihkan melalui program Alih Teknologi.

Direktur PT BSP, Anwar, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik pembinaan rutin dari pemerintah guna menjaga iklim investasi tetap kondusif dan stabil.

"Kami terus berkomitmen untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan masyarakat di sekitar wilayah proyek Tanjung Sau. Implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemenuhan norma ketenagakerjaan adalah prioritas utama kami dalam setiap tahap pembangunan," ujar Anwar.

Pengawasan Intensif demi Standar K3

Langkah preventif ini sejalan dengan instruksi Kepala Dinas Nakertrans Kepri untuk melakukan pengawasan intensif di seluruh wilayah kepulauan guna memastikan perusahaan tidak hanya mengejar target pembangunan, tetapi juga menjamin keamanan dan hak-hak pekerja.

"Dengan hasil sidak ini, KEK Tanjung Sauh memposisikan diri sebagai role model kawasan industri yang mengedepankan sinergi antara investasi asing, kepatuhan hukum nasional, dan kesejahteraan sosial masyarakat lokal," pungkasnya. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Salah seorang wali murid pelajar siswi SMA 4 Tanjungpinang mengaku kesal kepada oknum anggota Polres Tanjungpinang saat melaporkan dugaan keterlibatan pelansir solar dalam insiden tumpahan solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, Rabu (4/2/2026) kemarin.

Bukan tanpa sebab, pria berinisial E melaporkan keterlibatan pelansir solar ke Polres Tanjungpinang, karena kesal setelah putrinya turut menjadi korban dalam insiden tumpahan solar tersebut.

"Awalnya, kita melapor ke Satreskrim Polres Tanjungpinang dan mereka mengarahkan kita untuk membuat laporan ke Unit Satlantas, karena pihak Satreskrim mengaku insiden tumpahan solar itu tidak masuk dalam wewenang mereka," unkap E kepada wartawan, Jum'at (6/2/2026).

Atas dasar itu, E mencoba mengadu ke unit Satlantas Polres Tanjungpinang. Namun, sangat disayangkan, E mengaku mendapat perlakuan kurang baik. Oknum petugas Satlantas malah bertanya balik kepada E soal asal usul pelansir solar tersebut.

"Bukannya direspon dulu laporan kita, malah tanya balik "armada mobil solar siapa yang tumpah di jalan itu," ujar E menirukan gaya bicara oknum anggota Polres Tanjungpinang.

Pertanyaan yang dianggap main-main itu sontak membuat E kebakaran jenggot. Ia menganggap Unit Satlantas Polres Tanjungpinang tidak profesional dalam menanggapi sebuah laporan masyarakat. 

"Kok malah tanya balik ke saya. Kalau tau mobil pelansir solar siapa yang mengakibatkan anak saya jatuh, tentu sudah saya bakar," jawab E kepada oknum anggota Satlantas Polres Tanjungpinang. 

Menurut E, kedatangannya ke Polres Tanjungpinang semata-mata untuk mencari solusi perihal insiden yang menimpa putrinya itu. Korban terjatuh saat dibonceng motor akibat tumpahan solar itu.



"Saya ke Polres ini untuk mencari solusi, kerena kami anggap mereka lah pihak yang berwenang. Tetapi sepertinya kita tidak direspon," tutur E.

Lanjut, E menjelaskan, insiden tumpahan minyak solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani mengakibatkan putrinya mengalami luka-luka di bagian kaki hingga membuat sang putri tidak beraktivitas sekolah seperti biasa.

"Kita sangat kesal dengan para pelansir solar ini. Harusnya, mereka bertanggung jawab bukan malah kabur. Anak saya jadi korban, mau berdiri saja harus digendong," jelasnya. 

Seperti diketahui, insiden tumpahan solar yang terjadi ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, kilometer 4, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau Rabu (4/2/2026) kemarin, mengakibatkan sejumlah korban pengendara sepeda motor mengalami luka-luka hingga patah tulang.

Parahnya lagi, terduga pelaku yang disebut-sebut pelansir solar itu, justru enggan bertanggung jawab atas insiden ini dan memilih untuk melarikan diri. 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun pewarta, aktivitas penimbunan BBM jenis solar di wilayah hukum Polres Tanjungpinang saat ini cukup marak. Mereka, dengan leluasa melancarkan bisnis terselubung itu demi meraup keuntungan sepihak. 

Tak jarang, masyarakat harus menjadi korban akibat ulah pelansir solar ini. Tumpahan solar yang diangkut mereka saat melansir, kerap kali tumpah di ruas jalan dan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Tanjungpinang. 

Selain itu, masyarakat juga menilai, bahwa lemahnya pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) juga perlu menjadi perhatian serius agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. (Atok)


INSPIRASIKEPRI.COM | Tanjungpinang - Tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terjadi di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, kilometer 4, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau memakan korban jiwa.

Seorang wanita bernama Elva, salah satu pengendara sepeda motor harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Midiyato Suratani setelah dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian tangan sebelah kanan serta luka-luka akibat kendaraan yang ditumpanginya tergelincir di ruas jalan tersebut. 

"Ya benar, istri saya mengalami patah tulang dan luka-luka akibat tumpahan minyak solar tersebut. Ia tergelincir dari motor saat selepas pulang bekerja di ruas jalan itu. Namun, sangat di sayangkan, sejauh ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu" ujar suami korban RK, Kamis (5/2/2026).

Menurut RK, tumpahan solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani itu, diduga kuat berasal dari aktivitas hilir mudik mobil pelansir BBM bersubsidi solar ilegal yang beroperasi bebas di wilayah Tanjungpinang.

"Pelansir solar banyak sekali di Tanjungpinang dan kejadian seperti ini sudah berulang-kali terjadi. Tetapi, tidak ada tindakan tegas yang dilakukan pihak berwenang. Mereka dapat uang masyarakat jadi korban," ungkap RK.

Lanjut, RK menyampaikan, insiden tumpahan solar di jalan Jenderal Ahmad Yani, Tanjungpinang mengakibatkan setidaknya 10 orang harus menjalani perawatan medis di IGD Rumah Sakit. Sejauh ini, tidak ada satupun pihak yang bertanggung jawab dalam insiden itu.

"Kami berharap aparat penegak hukum di Tanjungpinang dapat menindak tegas para terduga pelaku pelansir solar ilegal ini. Kami masyarakat sudah cukup sangat diresahkan," tegas RK.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun pewarta, aktivitas penimbunan BBM jenis solar di wilayah hukum Polres Tanjungpinang saat ini cukup marak. Mereka, dengan leluasa melancarkan bisnis terselubung itu demi meraup keuntungan sepihak. 

Tak jarang, masyarakat harus menjadi korban akibat ulah pelansir solar ini. Tumpahan solar yang diangkut mereka saat melansir, kerap kali tumpah di ruas jalan dan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Tanjungpinang. 

Selain itu, masyarakat juga menilai, bahwa lemahnya pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) juga perlu menjadi perhatian serius agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. 

Meski tumpahan solar ilegal telah dibersihkan dari ruas jalan itu, tentu Pemerintah Kota Tanjungpinang harus tetap mengatensi khusus peristiwa ini. (Atok)


INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menegaskan perannya sebagai penggerak pengembangan talenta digital nasional dengan membuka Digistar Class Intern 2026 Batch 1. Program ini merupakan kelanjutan dari tingginya antusiasme mahasiswa pada periode sebelumnya, sekaligus wujud konsistensi Telkom dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Digistar Class Intern adalah program magang intensif selama lima bulan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis kerja nyata (real work experience). Mahasiswa yang lolos seleksi akan terlibat langsung dalam proyek-proyek strategis di unit kerja TelkomGroup dan mendapatkan pendampingan dari para mentor profesional. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks bisnis dan operasional perusahaan secara langsung.

Pengalaman kerja tersebut diperkuat dengan modul pembelajaran terstruktur yang mengombinasikan penguatan hard skills, soft skills, serta pemahaman budaya kerja, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi berorientasi pada kesiapan profesional dan kebutuhan industri.

“Digistar Class Intern merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam membangun masa depan talenta digital Indonesia. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri, sehingga peserta memiliki kesiapan yang lebih matang saat memasuki dunia kerja,” ujar Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, Rabu (4/2/2026). 

Tahun ini, Digistar Class Intern kembali dibuka bagi mahasiswa aktif minimal semester enam. Fokus pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang strategis, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Business to Business (B2B) Solutions, sebagai bekal menghadapi dinamika industri digital yang semakin kompetitif. Pendaftaran Digistar Class Intern 2026 Batch 1 dibuka mulai 31 Januari hingga 8 Februari 2026, dan seluruh proses pendaftaran serta informasi program dapat diakses melalui platform resmi Kementerian BUMN di https://magenta.bumn.go.id.

Willy menambahkan bahwa Digistar Class Intern tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir profesional, karakter, dan kesiapan berkarier. “Peserta tidak hanya belajar skill, tetapi juga merasakan langsung budaya kerja profesional di lingkungan TelkomGroup,” jelasnya.

Pada Digistar Class Intern 2025, para peserta berkesempatan untuk menyelesaikan real use case TelkomGroup dan mengikuti kelas khusus (special class) dari para praktisi industri. Salah satu kolaborasi strategis tahun lalu dilakukan bersama Palo Alto Networks, perusahaan global terkemuka di bidang keamanan siber.

Diharapkan pada tahun ini, Digistar Class Intern 2026 dapat memberikan pengalaman yang lebih kaya dan relevan, dengan memperluas kolaborasi bersama mitra industri lainnya, memperdalam tantangan proyek yang diberikan, serta menghadirkan lebih banyak sesi mentoring untuk membekali peserta sebagai talenta digital siap kerja yang adaptif dan berdampak.

Sebagai bagian dari pengelolaan talenta jangka panjang, Digistar Class Intern 2026 terintegrasi dengan Candidate Relationship Management System (CRMS) Telkom. Integrasi ini memungkinkan Telkom membangun hubungan berkelanjutan dengan talenta potensial sekaligus menjadi dasar pemetaan dan pengembangan talenta digital di masa depan.

Digistar merupakan ekosistem pengembangan talenta digital yang diinisiasi oleh Telkom, mencakup beragam program peningkatan kompetensi, kepemimpinan, hingga pengalaman kerja profesional. Sepanjang tahun 2025, berbagai inisiatif Digistar seperti Digistar Connect, Digistar Community, dan Digistar Club telah menjangkau lebih dari 35.000 peserta dari seluruh Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai Digistar dapat diakses melalui Instagram @LivinginTelkom dan website https://www.digistartelkom.id.

Telkom senantiasa berkomitmen untuk menjalankan seluruh program secara terbuka, akuntabel, dan berintegritas. Seluruh pihak diimbau untuk selalu mengakses informasi resmi melalui kanal yang terpercaya serta berhati-hati terhadap potensi penipuan. Seluruh proses dalam program Digistar Class Intern tidak dipungut biaya apa pun, sejalan dengan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016 sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan tata kelola yang baik. (Isp) 

 


Iman Sutiawan Ajak Seluruh Pengurus dan Kader Gerindra Terus Bergerak Untuk Kesejahteraan Masyarakat 

INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau, H. Iman Sutiawan, menegaskan bahwa Partai Gerindra memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal dan menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sesuai dengan peran masing-masing kader, baik yang berada di eksekutif maupun legislatif. 

Menurutnya, peran strategis tersebut harus dimaksimalkan agar kebijakan pemerintah berjalan efektif serta benar-benar berdampak bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Keberadaan kader Gerindra di berbagai posisi pemerintahan dan lembaga legislatif merupakan kekuatan yang harus digunakan secara optimal untuk memastikan arahan Presiden dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan yang konkret serta berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Iman Sutiawan di Kantor DPD Gerindra Kepri, Kota Batam, Selasa (3/2/2026).

Iman Sutiawan langsung menggelar pertemuan dengan jajaran pengurus dan kader Partai Gerindra Kepulauan Riau setibanya dari Jakarta, usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. 

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakornas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

Dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Arahan inilah yang kemudian disampaikan secara langsung dan utuh oleh Iman Sutiawan kepada seluruh kader Gerindra Kepri.

Ketua DPRD Provinsi Kepri ini juga menegaskan bahwa arahan Presiden harus menjadi pedoman bersama dalam menjalankan peran politik dan pemerintahan, sekaligus menjadi landasan dalam memperkuat kontribusi Partai Gerindra bagi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan itu, Iman juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga soliditas, memperkuat kerja sama, dan bergerak seirama demi kepentingan rakyat, khususnya masyarakat Kepulauan Riau.

Selain menyampaikan arahan Presiden, pertemuan tersebut juga menjadi ajang konsolidasi internal serta persiapan pelaksanaan Hari Lahir (Harlah) Partai Gerindra ke-17 yang akan diselenggarakan oleh DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau.

Harlah Partai Gerindra ke-18 di Kepri nantinya akan mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, kerja nyata, serta komitmen untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Iman Sutiawan menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan prinsip kerja yang harus diwujudkan dalam setiap langkah dan kegiatan Partai Gerindra di Kepulauan Riau.

Dengan semangat tersebut, Partai Gerindra Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus bergerak, mengawal kebijakan nasional, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menggelar skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak lebih awal, yakni pada Sabtu (31/1/2026), dimana secara nasional peringatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7–14 Februari 2026 di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari peringatan Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week 2026. 

Langkah percepatan ini menjadi wujud komitmen RSBP Batam dalam mendorong deteksi dini PJB pada anak. 

Pasalnya, kondisi tersebut kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada fase awal kehidupan.

Ketua FErKI Batam dr. Fandi Ahmad, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, menyampaikan bahwa PJB masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. 

Menurut Fandi, angka kejadian kelainan jantung bawaan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8 kasus per 1.000 kelahiran hidup. 

“Banyak kasus baru terdeteksi setelah menimbulkan keluhan. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan masa depan anak,” ujarnya.

Melalui skrining ini, anak yang terindikasi memiliki kelainan jantung bawaan akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis di RSBP Batam sesuai kebutuhan medis. 

Dengan demikian, skrining tidak berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan menjadi pintu masuk layanan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto, SpJP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, agar RSBP Batam tetap mengedepankan pelayanan sosial dan promotif kepada masyarakat. 

Hal ini tetap dijalankan meskipun secara pengelolaan RSBP Batam berstatus badan usaha yang diperkenankan melakukan aktivitas bisnis sesuai ketentuan.

Skrining PJB ini menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam sepanjang awal 2026, meliputi deteksi dini, pelayanan medis terukur, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat dan keluarga pasien. 

Program tersebut sejalan dengan nilai PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat. (Isp)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.