Baru 1 Bulan Bebas Penjara, Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas Polisi Usai Kembali Beraksi di Nongsa

INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Unit Reskrim Polsek Nongsa berhasil meringkus residivis curanmor setelah nekat kembali beraksi di wilayah Kaveling Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Dalam pengungkapan ini, Unit Reskrim Polsek Nongsa meringkus dua orang pelaku yakni laki-laki berinisial AWI (33) dan SA (36). Salah satu diantara mereka yakni AWI harus dihadiahi timah panas karena sempat berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat proses pengembangan berlangsung.

Kapolsek Nongsa Kompol Eriman melalui Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Rahmat Susanto menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan kedua pelaku itu terjadi di teras depan rumah warga Kaveling Sambau RT 06/03, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Senin (11/5/2026) sekira pukul 05.07 Wib.

"Pada saat itu, selepas pulang bekerja korban memarkirkan sepeda motornya jenis Honda CRF di depan teras rumah. Namun, pada keesokan harinya, motor tersebut raib. Sehingga korban melaporkan langsung peristiwa itu ke Polsek Nongsa," ungkap Iptu Rahmat Susanto, Rabu (13/5/2026).

Menerima laporan korban, unit Reskrim Polsek Nongsa yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Iptu Rahmat Susanto bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan untuk meringkus keberadaan pelaku.

Hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Nongsa berbuah manis, berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh pada Rabu (13/5/2026) sekira pukul 02.00 Wib, sepeda notor jenis Honda CRF milik warga Sambau saat ini berada di Hotel Memory Kecamatan Lubuk Baja.

Tanpa pikir panjang, tim opsnal langsung menuju ke Hotel Memory dan bethasil mengamankan SA. Setelah dilakukan interogasi singkat terhadap SA, diketahui bahwa sepeda motor jenis Honda CRF tersebut didapat dari rekannya berinisial AWI. 

"Tim berhasil mengamankan AWI. Saat diinterogasi AWI telah mengakui perbuatannya. Selain itu, kita juga menyita barang bukti alat kunci Letter Y beserta mata kunci yang digunakan AWI untuk melakukan pencurian sepeda motor tersebut," jelasnya. 

Lanjut, Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Rahmat Susanto menyampaikan, AWI merupakan residivis yang baru saja menghirup udara segar kurang dari satu bulan. Sedangkan SA merupakan Residivis dengan kasus yang sama.

"Pada saat pengembangan berlangsung, AWI berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa harus dilakukan tindakan tegas dan terukur pada bagian kaki kanannya," terangnya. 

Atas perbuatannya pelaku curanmor berinisial AWI di jerat dengan pasal 477 KUHP UU No. 1 tahun 2023 dengan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan ancaman pidana penjara 7 hingga 9 tahun.

Sementara itu, pelaku SA di jerat dengan Pasal 591 KUHP UU No. 1 tahun 2023 dengan Tindak Pidana Penadahan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80, Polda Kepri menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Kepri untuk menggelar sejumlah perlombaan bagi jurnalis, pelajar, dan mahasiswa.

Berbagai perlombaan tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Bhayangkara Ke- 80 sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan institusi kepolisian serta mengasah kreativitas dan kemampuan mereka.

Mengusung tema *“Polisi untuk Masyarakat”,* terdapat tiga kategori perlombaan yang akan diselenggarakan, yakni Lomba Karya Jurnalistik, Lomba Vlog, dan Lomba Menulis Surat untuk Polisi.

Lomba Karya Jurnalistik diperuntukkan bagi jurnalis aktif di Kepulauan Riau.

 Sementara itu, Lomba Vlog dapat diikuti oleh mahasiswa dan pelajar.

Dan, Lomba Menulis Surat untuk Polisi diikuti oleh pelajar tingkat SD dan SMP sederajat. Dalam lomba tersebut, peserta diminta menulis surat yang ditujukan kepada polisi.

Ketua pelaksana kegiatan, Agus Faturohman atau yang akrab disapa Bagas, mengatakan total hadiah yang diperebutkan mencapai puluhan juta rupiah.

Jurnalis Metro TV itu menyebut seluruh peserta bebas mengikuti perlombaan sesuai kategori dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

“Kami dari IJTI dipercaya menjadi panitia perlombaan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 ini. Perlombaan yang diselenggarakan oleh IJTI ini terdiri 3 jenis lomba dengan kategori dan persyaratannya masing-masing” ujar Bagas, Selasa (12/5/2026).

Bagas menjelaskan, ide kegiatan tersebut muncul dari diskusi para anggota IJTI yang melihat banyak potensi di Kepulauan Riau yang perlu diangkat dan dikembangkan khususnya terkait peran tugas Kepolisian untuk Masyarakat.

Menurutnya, Kepri memiliki banyak sisi menarik, mulai dari keindahan alam hingga perjuangan polisi yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia.

“Kepri ini berbatasan langsung dengan sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, sehingga banyak kisah cerita tentang polisi yang bertugas membantu dan peduli masyarakat di daerah perbatasan, tetapi belum banyak terekspos,” katanya.

Ia juga menilai masih banyak pelajar dan mahasiswa yang ingin mengenal lebih dekat sosok polisi, namun merasa takut atau belum mengetahui cara mendekatkan diri dengan institusi kepolisian.

“Selama ini masih ada anggapan di masyarakat bahwa kalau anak nakal akan dilaporkan ke polisi atau dimarahi polisi. Padahal tidak serta merta demikian, kami ingin menunjukkan sisi humanis polisi yang selalu hadir di tengah dan untuk masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, menyambut baik seluruh gagasan yang disampaikan IJTI dalam penyelenggaraan perlombaan dalam rangka Hari Bhayangkara Ke 80.

Menurutnya, banyak anggota polisi yang bertugas di pulau-pulau terluar Kepulauan Riau dengan pengabdian yang jarang tersorot publik.

Padahal, para personel Polri tersebut bekerja dengan penuh ketulusan, empati dan selalu berusaha menghadapi tantangan yang ada dengan luar biasa.

“Polda Kepri sangat berterima kasih atas perlombaan yang diinisiasi oleh rekan-rekan IJTI. Dengan adanya kegiatan ini, wawasan masyarakat tentang polisi-polisi yang bertugas di Kepulauan Riau terlebih di wilayah perbatasan bisa semakin terbuka,” ujarnya.

Nona menambahkan, pihak kepolisian juga akan terlibat dalam proses penjurian setiap kategori perlombaan.

“Jadi kami juga akan tergabung dalam tim juri untuk memberikan penilaian terhadap setiap karya yang dikirim peserta,” tegasnya.

Persyaratan Perlombaan: 

 1. Lomba Karya Jurnalistik Tema Polisi untuk Masyarakat

Lomba ini dapat diikuti oleh jurnalis aktif di wilayah Kepulauan Riau. Naskah berita yang dikirim harus merupakan karya baru, belum pernah dilombakan, dan wajib telah tayang di media masing-masing peserta.

 2. Lomba Vlog Tema Polisi untuk Masyarakat

Lomba vlog diikuti oleh pelajar dan mahasiswa di wilayah Kepulauan Riau. Peserta dapat membuat video dengan kreatifitas masing-masing, dan durasi vlog maksimal antara 2 -3 menit.

Video Vlog dikirim melalui email panitia dan wajib diunggah ke akun Instagram masing-masing peserta dengan menyertakan hashtag yang telah ditentukan panitia, yaitu :

Hashtag lomba vlog:

#PolisiUntukMasyarakat #HUTBhayangkaraKe80 #IJTIKepri #LombaVlog #PoldaKepri

 3. Lomba Menulis Surat untuk Polisi

Lomba ini hanya boleh diikuti oleh pelajar SD/sederajat dan SMP/sederajat di wilayah Kepulauan Riau. Peserta diwajibkan menulis surat menggunakan tulisan tangan di kertas double folio sesuai dengan kreatifitas dan ide masing-masing.

Untuk memudahkan pengiriman, surat harus dipindai (scan) dan dikirim melalui email panitia, termasuk bagi peserta yang berada di pulau-pulau terluar. Namun, peserta diminta tetap menyimpan surat asli dan membawanya jika terpilih menjadi pemenang.

Bagas mengatakan, peserta yang menjadi juara nantinya akan mendapat kesempatan membacakan suratnya secara langsung di hadapan Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin.

Seluruh karya dapat dikirim melalui email: ijti.hutbhayangkara80@gmail.com.

Batas waktu pengiriman karya masing-masing lomba adalah tanggal....hingga 25 Juni 2026 pukul 10.00 wib.

Wujud Kepedulian TNI di Tanah Papua, Satgas Yonif 136/TS Hadir Membawa Kehangatan Untuk Warga Distrik Ilu
INSPIRASIKEPRI.COM | Papua - Di tengah sejuknya Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah kehadiran prajurit Satgas Yonif 136/Tuah Sakti kembali menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi masyarakat. 

Melalui kegiatan anjangsana dan bakti sosial yang dilaksanakan personel Pos Ilu, TNI menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang menebar kepedulian dan kasih sayang kepada sesama.

Dipimpin langsung oleh Dantim 2 Pos Ilu, Sertu Hendra, bersama Serda Syahputra Sinaga selaku Danpokpam, para personel Satgas Yonif 136/TS menyusuri rumah-rumah warga secara door to door untuk bersilaturahmi sekaligus membagikan pakaian layak pakai kepada masyarakat.

Dengan penuh kehangatan, para prajurit menyapa warga, berbincang, dan menyerahkan bantuan sederhana yang membawa arti besar bagi masyarakat setempat. Kehadiran Satgas disambut antusias oleh warga Distrik Ilu, terutama anak-anak dan para orang tua yang tampak bahagia menerima perhatian dari para prajurit TNI.

Sertu Hendra mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Satgas Yonif 136/TS kepada masyarakat Papua, sekaligus upaya mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan rakyat.

“Bagi kami, kebersamaan dengan masyarakat adalah bagian dari tugas pengabdian. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kami di Distrik Ilu,” ungkapnya.

Sementara itu, Serda Syahputra Sinaga menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana untuk membangun rasa saling percaya dan memperkuat hubungan harmonis antara prajurit dan masyarakat.

Di tempat terpisah, Wadansatgas Yonif 136/Tuah Sakti, Kapten Inf Erwin Nugraha, S.T.Han., menyampaikan bahwa Satgas Yonif 136/TS akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Kami ingin keberadaan Satgas Yonif 136/TS tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mampu membawa manfaat, harapan, dan semangat kebersamaan bagi masyarakat Papua. Karena pada hakikatnya, TNI lahir dari rakyat dan akan selalu hadir untuk rakyat,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Senyum tulus masyarakat Distrik Ilu menjadi bukti bahwa kepedulian kecil yang diberikan dengan hati mampu menghadirkan kebahagiaan dan mempererat kemanunggalan TNI bersama rakyat di tanah Papua. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan tahun buku 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham, seiring dengan percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan. 

Telkom mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sedangkan untuk normalized net income tercatat sebesar Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin 15,4%. 

Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp146,7 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi perseroan tahun 2025 tercatat Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2%. Sementara normalized EBITDA tercatat sebesar Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%.

Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, perseroan mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025, yang terdiri dari capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield 7,3%. Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Akselerasi Eksekusi Strategi Transformasi TLKM 30

Di tengah tekanan kondisi makroekonomi dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan bertransformasi baik dari sisi strategi perusahaan, model bisnis, maupun produk dan layanan. 

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi telah menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar, pilar pertama yakni Operational & Service Excellence, sebagai upaya memperkuat prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini juga mendorong peningkatan disiplin organisasi yang berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses yang efisien, serta peningkatan kualitas layanan untuk mendukung pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Pada pilar transformasi kedua, perseroan melakukan Streamlining sebagai strategi penataan portofolio non-core business agar perseroan dapat kembali mendorong kontribusi yang lebih optimal dan efisiensi operasional, serta meningkatkan keunggulan kompetitif pada core business di sektor telekomunikasi dan digital. 

Implementasi strategi tersebut tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026. Divestasi penuh atas AdMedika dan TelkoMedika juga akan berkontribusi terhadap peningkatan arus dividen (dividend stream). Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan core business di ekosistem TelkomGroup juga sedang dirampingkan.

Selanjutnya, pada pilar transformasi ketiga perseroan berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (Unlock Value), salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital yaitu konektivitas fiber. 

Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan utilisasi aset dan memaksimalkan Return on Assets (ROA), sekaligus memperluas kontribusi Telkom dalam mendukung konektivitas nasional. 

Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025 yang merupakan fase carve-out tahap pertama. 

Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju strategic holding yang lebih fokus pada penguatan penciptaan nilai, pengelolaan portofolio bisnis yang lebih optimal, serta percepatan eksekusi strategi secara berkelanjutan.

Sebagai pilar transformasi keempat, Telkom tengah menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empat segmen Operating Company (OpCo), yakni pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. 

Telkom sebagai entitas strategic holding nantinya akan berfokus pada sinergi penciptaan nilai dan penguatan tata kelola antar segmen, sementara operasional bisnis dijalankan di entitas OpCo dengan lini usaha yang terfokus. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan, mengharmonisasi lini bisnis sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus meningkatkan penciptaan nilai yang berkelanjutan.

Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Penyajian Laporan Keuangan

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat. 

Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi. Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence.

Pemulihan Pasar di Segmen B2C

Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband) masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. Telkomsel sebagai OpCo yang fokus pada segmen B2C berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian. 

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital berkualitas mendorong kenaikan signifikan trafik data sebesar 15% YoY. Average Revenue Per User (ARPU) juga bergerak ke arah pemulihan positif yang menunjukkan kondisi pasar yang lebih stabil mulai dari paruh kedua 2025 dan diperkirakan secara bertahap akan terus meningkat, sejalan dengan kompetisi industri yang lebih sehat.

Sehingga di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan memastikan keunggulan kualitas jaringan guna menekan angka perpindahan pelanggan. Langkah ini diiringi dengan penguatan ekosistem digital agar layanan Telkomsel tetap relevan bagi masyarakat. 

Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumah kini dilakukan secara lebih tajam dengan memperhatikan kemampuan belanja masyarakat serta memastikan efektivitas pemanfaatan modal untuk menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat secara jangka panjang.

Kinerja Resilien pada Segmen B2B Infrastructure, International, dan B2B ICT

Pada segmen B2B Infrastructure, melalui sinergi kekuatan dan kepemilikan infrastruktur yang ekstensif, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Mulai dari backbone serat optik dengan total lebih dari 210.000 km, menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh nusantara, layanan data center dan cloud, dan konektivitas satelit untuk menjangkau area blank spot dan wilayah geografis yang menantang. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif.

Selaras dengan strategi transformasi dan penguatan posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, pendapatan perseroan dari segmen B2B Infrastructure sebesar Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis data center dan ekspansi bisnis fiber.

Pendapatan bisnis data center diperoleh dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas enterprise data center di Serpong, Surabaya dan Sentul, dan dua fasilitas co- location data center di Singapura yang seluruhnya dikelola oleh NeutraDC. 

Selain itu, TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX dengan skala dan kapasitas lebih kecil guna mendukung kebutuhan layanan data center dan cloud yang lebih dekat dengan pengguna.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp9,5 triliun dengan net income margin sebesar 22,2% dan EBITDA margin 82,2%. Kinerja tersebut didukung oleh rasio jumlah penyewa sebesar 1,57x atas kepemilikan dari sebanyak 40.230 menara telekomunikasi, yang menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.

Selanjutnya, pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp10,7 triliun. Hingga saat ini, TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Pada segmen B2B ICT, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas, Manage Solution dan Digital. Dengan adanya kebijakan efisiensi pemerintah yang berdampak pada penurunan permintaan terhadap solusi korporasi, yang didominasi oleh pelanggan pemerintahan, korporasi besar, swasta, dan UKM, Telkom tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan dan mendorong inovasi dan penguatan kapabilitas. Salah satunya melalui layanan dan solusi Connectivity+, Cybersecurity, Artificial Intelligence (AI), serta mendorong pengembangan melalui kemitraan strategis dengan pemain teknologi global.

Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh konsistensi TelkomGroup dalam menjaga disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan. Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan Internasional. Sementara investasi yang tersisa dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan tetap mengoptimalkan synergy value.

“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | Jayapura - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat (8/5/2026). 

Inisiatif ini merupakan langkah strategis TelkomGroup dalam memperkuat dan memperluas pemerataan infrastruktur digital di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang di Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat konektivitas nasional melalui pemanfaatan teknologi satelit.

Infrastruktur tersebut diresmikan secara langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo didampingi Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt. CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi, yang disaksikan oleh Direktur Wholesale and International Service Budi Satria Dharma Purba, serta secara virtual dari Wamena oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Wanggai, S.I.P., M.P.A., Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Dr. Ones Pahabol, S.E., MM, Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, dan Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa, pembangunan Community Gateway di Wamena merupakan bagian dari program kerja prioritas nasional dalam upaya membangun infrastruktur digital yang inklusif hingga wilayah paling timur Indonesia.

Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Di sinilah Community Gateway Wamena berperan penting, mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis, mengubah wilayah untuk siap tumbuh dan siap mengambil bagian dalam ekonomi digital nasional. 

"Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menguatkan fondasi masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung, dari Sabang sampai Merauke. Tugas berikutnya adalah memastikan infrastruktur ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah Papua Pegunungan,” pungkas Angga. 

Community Gateway Wamena merupakan infrastruktur gateway satelit yang berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan. Kehadiran infrastruktur ini menjadi solusi atas keterbatasan jaringan terestrial, dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi digital dan layanan publik di wilayah tersebut.

Community Gateway Wamena ini adalah fasilitas kedua yang dibangun oleh TelkomGroup melalui Telkomsat sebagai operating company yang bergerak dalam penyedia teknologi dan layanan satelit berstandar internasional, setelah sebelumnya dibangun di Merauke dengan fungsi yang berbeda. 

Community Gateway Merauke dibangun sebagai backup link untuk memastikan layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan jaringan terestrial, sedangkan Community Gateway Wamena dibangun sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan. Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan tidak lagi sekadar mitigasi risiko, tetapi telah memasuki tahap penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa, wilayah Wamena dan sekitarnya memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan. 

"Bahwa konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Dari pusat hingga ke wilayah pegunungan Papua, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital," ucapnya. 

Namun di sisi lain, wilayah ini juga menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas, baik karena keterbatasan jaringan terestrial maupun kondisi geografis yang tidak mudah. Menjawab tantangan tersebut, TelkomGroup menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis. 

Dengan teknologi satelit, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan jaringan nasional melalui jalur komunikasi yang lebih andal dan adaptif. 

Sejalan dengan mandat TelkomGroup sebagai agent of development, penguatan konektivitas ini diharapkan membuka akses digital yang lebih inklusif, mendorong aktivitas ekonomi, serta mempercepat pertumbuhan di wilayah timur Indonesia secara berkelanjutan.

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Wanggai, S.I.P., M.P.A, menyampaikan bahwa kehadiran Community Gateway Wamena menjadi sebuah tonggak pembangunan yang besar di wilayah pegunungan Papua. Kehadiran Telkom dan Telkomsat melalui solusi konektivitas satelit dinilai menjadi langkah nyata untuk menyentuh masyarakat di wilayah pegunungan Papua dalam menciptakan kemajuan dan masa depan yang cemerlang. 

Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi. Melalui Community Gateway Wamena ini, kapasitas dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps. 

Hal ini bukan hanya peningkatan kapasitas, tetapi juga lompatan dalam kualitas konektivitas dengan performa yang lebih stabil, latensi yang lebih terkendali, serta kemampuan mendukung kebutuhan trafik yang terus tumbuh.

Lebih jauh lagi, Community Gateway Wamena didesain sebagai open access platform, artinya infrastruktur ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh TelkomGroup, tetapi juga dapat digunakan oleh berbagai pihak operator, ISP lokal, maupun institusi lainnya, sehingga tercipta ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, TelkomGroup menegaskan perannya sebagai penyedia konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga pada kontrol, keandalan, dan ketahanan jaringan nasional. 

“Kami percaya bahwa kehadiran Community Gateway Wamena sebagai main link akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan sehingga dapat membuka akses ekonomi digital bagi masyarakat, mendukung layanan publik, pendidikan, dan kesehatan, serta memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia secara menyeluruh,” tutup Dian. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Pemulihan lingkungan di area bekas (eks) lahan tambang pasir ilegal, khususnya di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) mendapat perhatian khusus dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Melalui perhatian khusus ini, diharapkan kondisi lingkungan yang selama ini mengalami eksploitasi dapat kembali pulih dan meningkatkan keselamatan operasional penerbangan.

Anggota/Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, saat ini jajaran BP Batam tengah melakukan penutupan sejumlah lubang bekas galian yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Dengan perkiraan total luas kegiatan pertambangan yang ditinggalkan dan perlu dipulihkan seluas 100 ribu meter persegi, dengan volume 347 ribu meter kubik.

“Saat ini proses penutupan bekas galian terus berlangsung. Untuk progresnya sampai dengan saat ini sudah mencapai 30 persen dan akan dilakukan penghijauan untuk kedepannya,” ujar Tuty saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Ariastuty menegaskan, KKOP merupakan obyek vital dalam mendukung konektivitas logistik dan orang, serta menjadi salah satu kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi di Batam.

Oleh karena itu, pengamanan kawasan KKOP menjadi krusial untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus melindungi aset negara dari potensi gangguan.

“Wilayah KKOP ini harus terus kita jaga bersama kedepannya. Tidak boleh ada aktivitas apapun disana. Bagi siapapun yang dapat mengganggu operasi penerbangan, akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, disamping pemulihan yang saat ini tengah dilakukan, koordinasi dengan lintas sektor hingga pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di Bandara Hang Nadim juga telah dilakukan.

“Pengawasan di wilayah KKOP ini akan terus ditingkatkan, termasuk melalui patroli rutin tim terpadu yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Ditpam BP Batam dan Satpol PP Kota Batam,” tutupnya. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Video viral Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan saat mengendarai motor gede (Moge) di ruas jalan raya Batam akhirnya mendapat respon dari pihak Kepolisian Satlantas Polresta Barelang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menyebut bahwa yang bersangkutan telah mendapatkan penindakan berupa tilang yang dilakukan oleh personel Satlantas Polresta Barelang.

"Kita sudah melakukan penindakan berupa tilang. Jadi, disini semua warga negara sama kedudukannya di mata hukum termasuk dalam hal pelanggaran lalu lintas," ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Senin (11/5/2026).

Lanjut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menyampaikan, sanksi tilang Satlantas Polresta Barelang berupa penyitaan STNK atas nama langsung Iman Sutiawan. 

"STNK-nya pun sudah kita lakukan penyitaan tilang langsung, dan STNK atas nama beliau," ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro. 

Dalam kesempatan ini, Kapolresta Barelang juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi tata tertib berlalu intas dan semua yang menyangkut masalah kelengkapan, pengemudi dan lain sebagainya agar dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami menghimbau menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap senantiasa mematuhi tata tertib berlalu lintas. Karena pada dasarnya, setiap penegakan hukum tidak pernah memandang bulu," jelasnya. 

Sementara itu, diwaktu yang sama, Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo menjelaskan bahwa kronologi pelanggaran itu terjadi pada Kamis, (7/5/2026) di kawasan Simpang Rosedale, tepatnya dekat Pos 908.

"Saat itu, petugas mendapati Ketua DPRD Kepri mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm. Kita langsung lakukan pemeriksaan serta penyitaan terhadap STNK kendaraan sebagai barang bukti penindakan tilang manual," tambah Kompol Afiditya Arief Wibowo.

Seperti diketahui sebelumnya, sebuah rekaman video memperlihatkan Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan mengendarai motor gede (Moge) tanpa mengenakan helm mendadak viral di dunia maya.

Dalam video yang beredar luas, Sabtu (9/5/2026), Iman terlihat mengendarai moge jenis Harley Davidson FXDR bernomor polisi BP 6215 VF sambil mengenakan kemeja loreng, celana jeans, dan topi hitam. Tidak sedikit publik mengecam tindakan tersebut dan meminta pihak Kepolisian melakukan penindakan. (Isp) 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.