Tebar Kepedulian, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Anjangsana di Kampung Lungguneri
| Tebar Kepedulian, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Anjangsana di Kampung Lungguneri |
| Tebar Kepedulian, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Anjangsana di Kampung Lungguneri |
![]() |
| Wujud Nyata Kepedulian TNI AD, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Beri Materi Belajar di Sekolah Dasar Negeri Kalome |
Kegiatan tersebut di pimpinan langsung oleh Wadanpos Kalome Letda Inf Riki M.Nasir beserta personel Pos Kalome. Pelaksanaan kegiatan ini bagian program pembinaan teritorial Satgas dalam meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat sekitar.
Dengan membawa Sargal berupa hadiah yang di berikan kepada siswa siswi Sekolah Dasar Negeri Kalome yang berjumlah kurang lebih 30 orang. Dalam kesempatan itu, mereka merasa senang sekali bisa mendapatkan buku dan hadiah lainnya.
Wadanpos Pos Kalome Letda Inf Riki M.Nasir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral TNI terhadap masyarakat di wilayah penugasan.
“Kegiatan Mengajar ini kami laksanakan sebagai upaya membantu mencerdaskan anak Bangsa yang berada di daerah perbatasan.Harapannya, kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Distrik Kalome menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran personel Satgas yang secara aktif turun langsung ke lapangan.
Melalui kegiatan Mengajar ini harapannya dapat memperkuat jalinan silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat selama masa penugasan, sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.(ISP)
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memulai pekerjaan rekonstruksi Jalan Gajah Mada, khususnya dari ruas Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota, pada 25 Juli 2026.
Pekerjaan ini, diperkirakan akan berlangsung selama empat minggu, tergantung pada kondisi cuaca dan kompleksitas di lapangan.
Perbaikan yang dilakukan tidak hanya berupa penambalan permukaan jalan, tetapi rekonstruksi menyeluruh yang meliputi pembongkaran beton yang rusak, perbaikan dan pemadatan lapis pondasi, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan agar tetap aman dan nyaman saat digunakan masyarakat.
“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Selama pekerjaan berlangsung, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara bertahap untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Pada tahap pertama, ruas depan UIB menuju Taman Kota untuk arah Nagoya akan ditutup sementara. Arus kendaraan akan dialihkan melalui Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani.
Selanjutnya, pada tahap kedua, pekerjaan akan berpindah ke sisi jalan lainnya dengan penutupan satu lajur, sehingga lalu lintas tetap dapat berjalan dengan pengaturan petugas.
Ariastuty menjelaskan, bahwa rekayasa arus lalu lintas ini masih dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan di lapangan.
“Pengaturan lalu lintas akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Apabila diperlukan penyesuaian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan, maka rekayasa akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi petugas di lapangan,” jelasnya.
BP Batam juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di lokasi pekerjaan, mengikuti arahan petugas, serta memilih jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Dengan dukungan seluruh pengguna jalan, proyek ini diharapkan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat Batam. (Isp)
![]() |
| Anjangsana dan Yankes Gratis Satgas Yonif 136/TS Hadir di Kampung Wurak Distrik Ilu |
![]() |
Melalui Komsos, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Perkuat Kedekatan Bersama Warga Kalome |
Kegiatan yang dipimpin oleh Sertu Riki Wijaya bersama personel Pos Kalome tersebut merupakan bagian dari program pembinaan teritorial Satgas guna memperkuat kebersamaan, menjalin silaturahmi, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat.
Sertu Riki Wijaya menyampaikan bahwa Komsos merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral TNI kepada masyarakat di wilayah penugasan.
"Melalui kegiatan Komsos ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung berbagai kondisi yang dihadapi warga, serta mempererat hubungan kekeluargaan. Semoga kehadiran kami dapat memberikan manfaat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujarnya.
Ibu Yaninde Wonda menyambut hangat kedatangan personel Satgas. Ia mengaku senang dan merasa diperhatikan atas kepedulian yang ditunjukkan TNI yang selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam keadaan senang maupun saat menghadapi kesulitan.
Di tempat terpisah, Danpos Kalome Lettu Inf Jeril Wiputra Marsi menegaskan bahwa setiap kegiatan Komsos merupakan wujud nyata komitmen Pos Kalome dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat.
"Kami ingin kehadiran Pos Kalome tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat dan solusi bagi masyarakat. Selama penugasan, kami akan selalu hadir untuk rakyat, karena kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI," tegas Danpos.
Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang tulus melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan.
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Jagat dunia maya kembali digegerkan dengan kemunculan video promosi milik salah satu pusat kebugaran dan pijat refleksi yang beroperasi di kawasan K Square Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam klip berdurasi singkat yang diunggah oleh akun Instagram @lxxxpabatam, tampak para pekerja wanita mengenakan busana minim dan bikini.
Tampilan mereka dalam video promosi dinilai sangat tidak pantas disajikan secara terbuka di media sosial yang dapat diakses oleh beragam kelompok umur.
Tentu, hal ini memicu kekhawatiran publik. Selain bertentangan dengan nilai kesusilaan dan norma budaya lokal Batam, praktik promosi terbuka bermuatan sensual di ruang publik digital juga berpotensi menabrak koridor hukum, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Bagaimana jika video promosi bernuansa sensual ini, dilihat langsung oleh anak-anak...?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen usaha pijat refleksi di K Square Batam tersebut belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait gelombang tanggapan publik atas materi promosi mereka. (Isp)
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Peredaran rokok tanpa pita cukai (ilegal) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau semakin masif. Merk rokok yang paling mencolok adalah Manchester dan VR7.
Diketahui, produk tanpa pita cukai ini bukanlah cukup sulit untuk ditemukan. Rokok Manchester dan VR 7 beredar luas dan dijual bebas diberbagai titik, mulai kios kecil hingga distributor besar.
Pantauan wartawan, hampir di setiap sudut kota Batam dipenuhi rokok tanpa pita cukai itu. Bahkan, dua merek produk rokok ilegal ini dipasarkan dengan harga kisaran belasan ribuan saja.
Tak hanya itu, dalam pengamatan, ada 7 jenis rokok ilegal merek Manchester yang cukup diminati masyarakat dan beredar bebas dipasaran yakni Manchester Blue Mist Fusion, Manchester Red Berry Fusion, Manchester Superslims, Manchester Ice Crush, Manchester Menthol, Manchester London FOG, Manchester Merah United Kingdom berd.
"Kami memperoleh rokok-rokok ini dari sales yang setiap seminggu sekali datang menawarkan produk rokok Manchester dan VR7. Harganya murah, banyak peminat," ujar salah seorang pedagang di bilangan Batam Center, Jum'at (24/7/2024).
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, peredaran rokok tanpa pita cukai Manchester dan VR 7 disebut-sebut dikendalikan oleh seseorang berinisial WL. Pria tersebut, cukup dikenal dan memiliki relasi yang kuat.
"Siapa yang tak mengenal WL. Jadi, tak usah heran lagi kalau rokok Manchester dan VR7 beredar luas di Batam hingga luar daerah Pulau Batam," ujar sumber.
Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar, bagaimana rokok tanpa pita cukai tersebut bisa beredar begitu masif tanpa hambatan?.
Selain itu, kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Dimana, ada indikasi kebocoran uang negara dalam jumlah fantastis dari penerimaan pajak cukai yang seharusnya masuk dalam kas Negara.
Sebelumnya, anggota DPRD Kota Batam Rival Pribadi juga telah menyoroti peredaran rokok tersebut. Ia menilai, kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai hal yang biasa.
la menyebut peredaran rokok ilegal telah berlangsung terang-terangan dan terkesan tanpa rasa takut terhadap penindakan aparat.
"Ini bukan lagi soal satu-dua bungkus rokok ilegal. Peredarannya sudah sistematis, masif, dan terbuka. Hampir di setiap kawasan ada. Kalau situasi ini terus dibiarkan, publik berhak bertanya, di mana pengawasan Bea Cukai?" kata Rival kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Menurut Rival, masifnya distribusi rokok ilegal jenis Manchester mengindikasikan adanya rantai pasok yang kuat, terorganisir dan sulit dipercaya berjalan tanpa celah pengawasan.
Rival juga menegaskan bahwa peredaran rokok tanpa cukai bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar. Hilangnya penerimaan dari cukai dinilai dapat berdampak langsung pada pendapatan negara.
Selain kerugian ekonomi, ia menilai maraknya rokok ilegal juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Pedagang atau distributor rokok legal yang taat aturan menjadi pihak yang paling dirugikan.
"Pelaku usaha yang patuh membayar cukai justru kalah bersaing dengan produk ilegal yang dijual jauh lebih murah. Ini merusak ekosistem usaha yang sehat," katanya.
Rival mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, khususnya instansi terkait di Batam, untuk tidak hanya fokus pada razia sesaat, melainkan mengungkap jaringan distribusi hingga ke aktor utama di balik peredaran rokok ilegal.
Menurutnya, penindakan harus menyasar sumber utama, bukan hanya pedagang kecil di lapangan.
"Publik ingin melihat tindakan nyata, bukan sekadar operasi seremonial. Jika memang serius, bongkar sampai ke akar. Siapa pemain besarnya? Itu yang harus diungkap," tegasnya.
Maraknya peredaran rokok ilegal, seperti Mancheste di Batam kini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dan otoritas pengawasan cukai. Tanpa langkah konkret dan konsisten, peredaran rokok tanpa cukai dikhawatirkan akan terus tumbuh dan semakin sulit dikendalikan. (ISP)