Blackout Lebih 12 Jam Lumpuhkan Batam, Warga Desak Direktur Bright PLN Batam Mundur !
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Pemadaman listrik massal atau blackout melumpuhkan Kota Batam sejak Senin (12/10/2026) pagi. Hingga Senin malam, lebih dari 12 jam, pemadaman tak kunjung pulih dan belum ada kepastian dari Bright PLN Batam kapan listrik kembali normal.
Blackout ini memicu efek domino. Tidak hanya listrik, distribusi air bersih, jaringan internet, hingga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU ikut terganggu.
Laporan warga, gangguan meluas di hampir seluruh kecamatan. Mulai dari Nongsa, Batam Center, Batu Aji, Lubuk Baja, hingga Tiban mengalami mati air dan gangguan internet. Kemacetan parah juga terjadi di sejumlah ruas jalan karena lampu lalu lintas padam.
Warga Geram, Desak Direktur Bright PLN Mundur
Kondisi ini memicu kemarahan warga. Warga menilai Bright PLN Batam sebagai operator tunggal listrik di Batam gagal total memberikan pelayanan dasar.
"Direktur Bright PLN Batam beserta jajarannya baiknya mundur saja. Masyarakat tak butuh ucapan angin segar tanpa kepastian yang selalu digaungkan melalui berbagai media," ujar Sarwo, warga Kaveling Senjulung, Kabil, dengan nada kesal.
Ia menuding Bright PLN Batam melakukan pembohongan publik karena menjanjikan sejumlah wilayah kembali normal malam ini, namun faktanya tidak terjadi.
"Faktanya jelas, mereka menyampaikan ke media jika sejumlah titik bakal normal malam ini. Nyatanya, di wilayah Punggur sampai malam ini belum juga pulih. Siapa yang melakukan pembohongan publik di sini?" cetusnya.
Senada, warga lain menyebut pemadaman ini melumpuhkan aktivitas keluarga.
"Enggak benar ini. Kekacauan saat ini membuat ribuan warga tidak bisa melakukan aktivitas. Ini harus dipertanyakan," ujar Wati, warga Batam.
4 Pertanyaan Transparansi yang Ditagih Warga
Warga menuntut Bright PLN Batam membuka data secara transparan:
1. Apa penyebab pasti blackout?
2. Berapa ribu pelanggan terdampak dan berapa lama durasi gangguan?
3. Mengapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya?
4. Apa langkah pemulihan dan kompensasi bagi warga terdampak?
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen Bright PLN Batam belum memberikan keterangan resmi yang detail terkait penyebab pasti dan estimasi waktu pemulihan total.
Masyarakat menegaskan, listrik bukan hadiah dari PLN, tapi hak warga yang dibayar mahal setiap bulan. Masyarakat tidak butuh alasan klise soal layang-layang, tapi butuh kepastian dan pertanggungjawaban. (ISP)









