Wujud Nyata Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Pengobatan Keliling di Kampung Kalome
![]() |
| Wujud Nyata Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Pengobatan Keliling di Kampung Kalome |
![]() |
| Wujud Nyata Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Pengobatan Keliling di Kampung Kalome |
INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja keuangan semester pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator utama.
Mengawal Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Transformasi yang dijalankan InfraNexia sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai dan dampak ekonomi secara berkelanjutan. i enam bulan pertama tahun 2026, InfraNexia membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun. Komposisi pendapatan InfraNexia masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup, sejalan dengan perannya dalam mendukung kebutuhan konektivitas grup secara menyeluruh.
Di saat yang sama, pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup pada portofolio bisnis yang kini dikelola InfraNexia tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp939 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri, termasuk operator telekomunikasi, ISP, penyedia layanan digital, dan pelanggan perusahaan terhadap infrastruktur yang dikelola InfraNexia. Hal ini memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang terbuka untuk mendukung kebutuhan konektivitas industri secara lebih luas.
Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Transformasi yang dijalankan InfraNexia sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai dan dampak ekonomi secara berkelanjutan.
Sejak pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang efektif pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan skala operasi dan kapabilitas infrastruktur yang semakin besar. Transformasi ini menjadi langkah strategis sebagai mesin pertumbuhan baru dalam mendorong pengelolaan aset jaringan yang lebih fokus dan efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi dan kolaborasi yang lebih luas di pasar eksternal.
Dari sisi portofolio, segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% secara tahunan setelah pengelolaan dialihkan ke InfraNexia.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh permintaan yang konsisten terhadap layanan core network serta kebutuhan kapasitas yang terus berkembang di tengah meningkatnya aktivitas digital. Segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus memperkuat portofolio bisnis InfraNexia, khususnya dalam mendukung kebutuhan konektivitas dan optimalisasi pemanfaatan infrastructure sharing.
Melalui portofolio ini, InfraNexia mendorong terbentuknya model penyediaan infrastruktur yang lebih efisien sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas bagi seluruh pelaku industri.
Dari sisi profitabilitas, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5% pada semester I 2026. Pencapaian tersebut didukung oleh penerapan disiplin operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.
“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, Rabu (5/8/2026).
Sejalan dengan perluasan skala bisnis, InfraNexia turut memperkuat kapasitas organisasinya. Jumlah karyawan perusahaan meningkat dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026. Penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kompleksitas operasional, pengembangan layanan, serta percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan.
Melanjutkan momentum positif tersebut, Lukman mengatakan semester pertama tahun 2026 menjadi periode penting bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kuat dan kompetitif. Capaian ini membuktikan transformasi yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan efisiensi.
Ia juga menegaskan InfraNexia akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi dan inisiasi modernisasi network, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh pelaku industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengoptimalkan aset infrastruktur dan menghadirkan nilai yang lebih besar bagi pelanggan, pemegang saham, industri, dan negara.
“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman. (Isp)
![]() |
| Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Batam Kota Bagikan 150 Bendera Merah Putih di Ruli Kampung Belian Perpat |
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal, S.H., M.H. dan diikuti para Kanit, Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Batam Kota, personel Polsek Batam Kota, tokoh masyarakat, serta warga Ruli Belian Perpat.
Pembagian bendera dimulai pukul 09.00 WIB. Sebanyak 150 bendera Merah Putih diserahkan secara langsung kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengimbau warga untuk memasang Bendera Merah Putih di rumah, pertokoan, dan tempat usaha mulai tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB ini berjalan aman dan lancar. Dari kegiatan ini diharapkan dapat terjalin hubungan yang semakin baik antara Polri dengan masyarakat, meningkatnya kesadaran warga untuk mengibarkan Bendera Merah Putih selama bulan kemerdekaan, serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang peringatan HUT RI. (ISP)
![]() |
| Proyek Dredging PT Mc Dermott Disorot, Ancaman Serius Pencemaran Laut di Batam |
Pantauan wartawan, Selasa (4/8/2026) siang, aktivitas pendalaman alur laut di kawasan perairan PT Mc Dermott Indonesia berlangsung cukup terang-terangan. Nampak, sebuah kapal keruk jenis cutter suction dredger bernama Ambiorix berbendera Luxembourg tengah melakukan pengerukan material dari dasar laut.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, aktivitas pendalaman alur laut itu belum lama beroperasi. Sejumlah pihak juga mempertanyakan legalitas apa yang mereka miliki terutama dalam hal pembuangan material hasil pengerukan (dumping) dari kegiatan tersebut.
"Laut keruh setiap kali mereka beroperasi. Dampak kerusakan lingkungan ini sangat di khawatirkan bagi kami nelayan pesisir," ujar salah seorang nelayan.
Mengacu pada regulasi dan peraturan yang ada, aktivitas pendalaman alur laut atau biasa disebut dredging dan dumping di wilayah perairan Indonesia, serta merta tidak dapat dilakukan sebelum memenuhi persyaratan perizinan yang telah ditetapkan pemerintah.
Adapun perizinan yang wajib dipenuhi diantaranya:
• Izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Kesesuaian tata ruang laut yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
• Izin usaha pengerukan, perizinan dari Kementerian Perhubungan untuk badan usaha di bidang keruk.
• Dokumen Lingkungan yakni AMDAL atau UKL-UPL tergantung pada skala lokasi kegiatan.
Perlu diketahui, Izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, UU Nomor 27 Tahun 2007 jo. UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta perubahan melalui UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Kemudian, izin usaha pengerukan telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 125 Tahun 2018 tentang Pengerukan dan Reklamasi (sebagaimana telah diubah dengan Permenhub Nomor 53 Tahun 2021). Mengatur secara rinci mengenai ketentuan Izin Usaha Badan Usaha Pengerukan dan Reklamasi yang diterbitkan oleh Menteri Perhubungan.
Terakhir, izin AMDAL atau UKL-UPL telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), yang kemudian diperbarui pengaturannya melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Tentu, keberadaan aktivitas pendalaman alur laut di kawasan PT Mc Dermott menuai tanda tanya publik, apakah pihak penyelenggara aktivitas tersebut telah memenuhi persyaratan ketentuan hukum yang berlaku..?
Tak hanya cukup sampai disitu saja, selain kewajiban perizinan, pelaksanaan dumping material hasil pengerukan juga harus memperhatikan lokasi yang telah ditetapkan agar tidak menimbulkan pencemaran, sedimentasi berlebihan, maupun gangguan terhadap ekosistem laut.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait yakni, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menelusuri lebih dalam aktivitas dredging yang berlangsung di kawasan perairan PT Mc Dermott Indonesia, Kecamatan Batu Ampar.
![]() |
| Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Bersama Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Korban Penembakan di Tolikara |
Diketahui, pasca aksi penyerangan, personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti bersama aparat gabungan yang terdiri dari Satgas Yonif 511/DY, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi sekaligus melaksanakan proses evakuasi.
Meskipun dihadapkan pada medan yang berat dan potensi ancaman keamanan, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme demi menjamin keselamatan para korban dan pekerja yang berhasil menyelamatkan diri.
Komandan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo menjelaskan, dalam peristiwa tersebut terdapat empat orang meninggal dunia, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga (masyarakat Orang Asli Papua) dan Alfonds.
"Selain itu, sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime sebelum akhirnya dievakuasi oleh aparat gabungan," ungkap Letkol Inf Yudi Satria Prabowo.
Selanjutnya, tiga jenazah dievakuasi ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah dievakuasi ke RSUD Tolikara untuk penanganan lebih lanjut.
Selama proses evakuasi menuju RSUD Mulia, personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan pengawalan dan pengamanan secara langsung terhadap ketiga jenazah guna memastikan proses pemindahan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga tiba di rumah sakit.
"Seluruh pekerja yang selamat juga berhasil diamankan dari lokasi menuju tempat yang lebih aman," jelasnya.
Kehadiran Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dalam operasi ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat, mendukung penanganan situasi darurat, serta membantu proses kemanusiaan secara cepat, terukur, dan profesional.
Seluruh rangkaian pengamanan dan evakuasi berlangsung dengan aman dan lancar. Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tidak terdapat korban dari unsur aparat keamanan, yang mencerminkan soliditas serta sinergi TNI-Polri dalam menghadapi situasi darurat di wilayah Papua. (ISP)
![]() |
| Dinilai Berpotensi Langgar Norma Kesusilaan, Polisi Lidik Kasus Video Promosi Luxor Spa Batam |
![]() |
| Melalui Komsos, Satgas Yonif 136/TS Pererat Silaturahmi Bersama Warga Kampung Wiringgame |
Kegiatan yang dipimpin oleh Danpos (DPP) Sertu Arnel tersebut diisi dengan interaksi bersama masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta membagikan baju sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Satgas kepada masyarakat.
Sertu Arnel menyampaikan bahwa kehadiran Satgas Yonif 136/TS tidak hanya melaksanakan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga hadir untuk membantu kesulitan masyarakat serta membangun hubungan yang erat penuh kekeluargaan.
Warga Kampung Wiringgame menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian personel Satgas Yonif 136/TS.
Melalui kegiatan Komsos ini, Satgas Yonif 136/TS terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menciptakan hubungan yang semakin dekat, aman, dan harmonis bersama masyarakat di wilayah penugasan.