Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, PFI Perkuat Kordinasi Bersama Tim SAR
![]() |
| Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, PFI Perkuat Kordinasi Bersama Tim SAR |
![]() |
| Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, PFI Perkuat Kordinasi Bersama Tim SAR |
![]() |
| Jalur Gelap Perairan Pulau Mubut Terbongkar, BC Batam Tangkap Kapal Kayu Muatan Barang ilegal |
![]() |
| Pererat Silaturahmi, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Anjangsana ke Perkampungan Distrik Tinggi Nambut |
![]() |
| Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Berikan Materi PBB di SD Negeri Kalome, Tanamkan Disiplin dan Wawasan Kebangsaan |
![]() |
| Menjaga Negeri, Membangun Generasi di Pagaleme |
![]() |
Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Anjangsana ke Kampung Kota Baru, Wujud Kepedulian dan Kedekatan Bersama Warga |
![]() |
| Pererat Silaturahmi, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Sambangi Warga Kampung Anepalui |
INSPIRASIKEPRI.COM | BALI - Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” dan mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara untuk membahas perkembangan AI, konektivitas global, cloud, serta infrastruktur digital yang sekaligus membuka peluang sinergi lintas industri dalam skala global.
Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor, kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal, konektivitas global, dan kolaborasi lintas negara terus meningkat. Perkembangan tersebut mendorong pelaku industri untuk membangun infrastruktur dan layanan digital yang semakin terintegrasi guna menjawab kebutuhan transformasi digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.
Seiring berkembangnya lanskap industri digital, BATIC tidak lagi sekadar menjadi forum bagi industri telekomunikasi. Konferensi ini telah berevolusi menjadi platform strategis yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, investor, hingga pelaku industri digital dari berbagai negara untuk bertukar wawasan, memperkuat kemitraan, serta mendorong terbentuknya fondasi transformasi digital di kawasan Asia Pasifik. BATIC menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai perspektif dan kapabilitas guna menciptakan peluang pertumbuhan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam agenda konferensi pers BATIC 2026 yang digelar pada Selasa (25/8), Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa, kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menangkap peluang dan membangun masa depan ekonomi digital yang semakin terhubung.
“TelkomGroup memiliki peran strategis dalam memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. BATIC merupakan event yang membanggakan bagi TelkomGroup dan terus berkembang setiap tahunnya dengan tema yang relevan bagi industri. Di tengah pesatnya investasi AI dan digital di kawasan Asia Pasifik, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sebagai salah satu pasar digital paling prospektif. Potensi ini perlu diterjemahkan melalui penguatan infrastruktur, inovasi, dan ekosistem digital yang mumpuni. BATIC 2026 hadir sebagai panggung kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem tersebut dan menciptakan nilai yang lebih besar, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan dan dunia,” ujar Dian.
Lebih lanjut, Dian menambahkan, Telin sebagai kekuatan TelkomGroup di kancah internasional terus mengambil peran dalam menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital global melalui sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan mitra strategis sebagai faktor penting untuk mempercepat inovasi dan memperkuat daya saing.
Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, menyoroti peran strategis infrastruktur konektivitas internasional, khususnya kabel laut, dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan bandwidth yang didorong oleh perkembangan adopsi AI dan kebutuhan data center. Menurutnya, momentum BATIC menjadi kesempatan bagi TelkomGroup dan seluruh delegasi untuk memperluas jejaring bisnis, mempertemukan kebutuhan industri dengan kapabilitas yang dimiliki, serta mendorong lahirnya inovasi baru yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
"Melalui penguatan kabel laut dan cakupan konektivitas lintas batas, TelkomGroup berkomitmen membangun fondasi digital masa depan. Telin saat ini semakin kuat sebagai salah satu pemain infrastruktur digital di tingkat regional dan global, khususnya melalui bisnis kabel laut internasional yang terus tumbuh signifikan. Harapannya melalui BATIC, pemain global yang berpartisipasi akan semakin yakin bahwa TelkomGroup adalah partner yang tepat untuk pengembangan digital dan kolaborasi yang seluas-luasnya. Kegiatan ini pun merupakan wujud komitmen Telkom untuk fokus bermain di segmen bisnis B2B, di mana Telin sendiri merupakan perpanjangan Telkom untuk menggarap bisnis B2B dan menjadi penyedia layanan bagi pelanggan internasional,” tambah Budi.
Sebagai salah satu terobosan utama pada tahun ini, BATIC menghadirkan ignitePRO, sebuah executive conference yang secara khusus membahas transformasi enterprise di era Autonomous AI. ignitePRO 2026 membawa tema “The Enabled Enterprise”, yang diperuntukkan bagi para pemimpin bisnis dan teknologi untuk mengeksplorasi implementasi AI, cloud, keamanan siber, tata kelola, hingga infrastruktur digital yang menjadi fondasi organisasi dalam mengakselerasi adopsi AI pada skala enterprise. Bersama rangkaian konferensi utama BATIC yang mengangkat isu konektivitas bawah laut, komunikasi berbasis AI, inovasi cloud, serta pengembangan ekosistem digital, ignitePRO diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi digital di kawasan.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori menyampaikan bahwa, penyelenggaraan BATIC yang kini memasuki tahun ke-11 merupakan bagian dari perjalanan panjang Telin dalam membangun platform kolaborasi Internasional yang terus berevolusi mengikuti dinamika industri digital.
"BATIC secara konsisten bertransformasi menjadi platform kolaborasi regional paling berpengaruh, baik dari sisi penyelenggaraan maupun tema dan ekosistem yang terlibat. Tahun ini, lewat hadirnya ignitePRO, kami ingin memfasilitasi kebutuhan enterprise akan adopsi Autonomous AI dan sistem digital terpercaya (trust & security). Kami optimistis BATIC 2026 dapat mendorong kolaborasi, membuka peluang bisnis baru dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemain di ekosistem digital," jelas Ansyori.
Ia menambahkan bahwa dengan kehadiran ignitePRO, meningkatnya partisipasi pelaku industri global, serta semakin luasnya kolaborasi lintas ekosistem menunjukkan evolusi BATIC sebagai platform yang tidak hanya menghadirkan diskusi strategis, tetapi juga memfasilitasi terbentuknya kesepakatan dan kemitraan nyata yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi bisnis telekomunikasi nasional dan global. Tahun ini, BATIC menghasilkan lebih dari 4.200 agenda business meeting, menunjukkan semakin kuatnya quality engagement yang terbentuk dari perhelatan ini.
Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di kawasan, Indonesia berada pada posisi penting sebagai hub yang menghubungkan berbagai negara sekaligus membuka peluang sinergi dan pertumbuhan baru. Melalui BATIC 2026, Telin bersama TelkomGroup kembali menegaskan komitmennya untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai negara dalam satu platform guna mendorong lahirnya kemitraan baru, mempercepat pertukaran pengetahuan, serta membangun konektivitas dan ekosistem digital yang semakin tangguh dan berkelanjutan di Asia Pasifik. (Isp)
![]() |
| Hangatnya Kebersamaan Satgas Yonif 136/TS Bersama Warga Kampung Longgoneri |
![]() |
| Bukti Kepedulian TNI AD, Satgas Yonif 136/TS Salurkan Donasi Untuk Anak Paud Maranatha Puncak Jaya |
![]() |
| Semarak Kemeriahan Lomba Peringati HUT RI Bersama Anak-Anak Papua di Puncak Jaya |
Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian Satgas terhadap masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah penugasan.
Beragam perlombaan sederhana dan penuh keceriaan digelar, di antaranya balap kelereng dan balap karung. Anak-anak mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat dan antusias. Canda, tawa, serta sorak-sorai mewarnai kegiatan, menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai persatuan, sportivitas, kebersamaan, dan cinta tanah air kepada anak-anak Papua. Melalui permainan sederhana, mereka diajak merasakan kegembiraan sekaligus semangat kemerdekaan bersama.
Dansatgas Yonif 136/TS Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan bersama anak-anak merupakan bagian dari upaya Satgas untuk terus membangun kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat.
“Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Melalui kegiatan sederhana seperti perlombaan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan, sportivitas, dan cinta tanah air kepada anak-anak Papua sebagai generasi penerus bangsa," ungkapnya.
Bagi Satgas Yonif 136/TS, kebersamaan dengan anak-anak Papua merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kehadiran Satgas diharapkan dapat memberikan manfaat serta menghadirkan suasana positif dan penuh kebahagiaan di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban. Senyum dan tawa anak-anak menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, termasuk di tanah Papua.
“Berbeda daerah, berbeda budaya, tetapi tetap satu dalam semangat Indonesia. Dari Puncak Jaya untuk Indonesia, bersama membangun kebersamaan dan menumbuhkan semangat generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (ISP)
![]() |
| Lomba Layang-Layang Semarakkan HUT ke-81 RI di Distrik Irimuli Puncak Jaya |
![]() |
| Basri Lewaimang Dikabarkan Menyerahkan Diri Usai Kabur ke Malaysia |
Basri selama ini diduga bersembunyi di rumah keluarganya di negeri jiran. Kabar penyerahan diri itu dibenarkan sejumlah narasumber yang mengetahui langsung prosesnya.
"Basri diantar ke KBRI. Bukan ditangkap, tapi menyerahkan diri," ujar seorang sumber kepada redaksi, Kamis (20/8) .
Proses penyerahan terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Kini, Basri diketahui berada di KBRI Kuala Lumpur .
Kabar ini belum sampai ke telinga Kepolisian Daerah Kepulauan Riau. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, mengaku belum menerima informasi resmi.
"Belum ada info. Kita tunggu saja," katanya singkat. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial .
Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri secara resmi menetapkan seorang pria bernama Basri Lewaimang sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus peredaran gelap narkotika di tempat hiburan malam (THM) HH Club/Planet Batam, Kepulauan Riau.
"Penyidik telah menetapkan 1 orang DPO atas nama Basri," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso melalui keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Surat DPO itu teregistrasi dengan nomor: DPO/134/VIII/2026/Dittipidnarkoba atas nama Basri Lewaimang, pria Warga Negara Indonesia (WNI), kelahiran Alor, 01 Oktober 1975.
"Ciri-ciri khusus rambut hitam ikal, mata tidak sipit, hidung pesek bentuk bibir tidak terlalu tebal dan berkulit hitam," tulis ciri-ciri dalam surat itu.
Basri diduga kuat berperan sebagai sosok utama di balik peredaran narkoba di THM tersebut. Polisi menyebut, Basri tidak hanya mengelola tempat hiburan, tetapi juga berperan sebagai penyedia barang haram.
"Peran Basri selaku pengelola THM Planet 1,2 dan 3 sekaligus sebagai bandar narkoba yang menyediakan berbaga jenis narkoba yang diedarkan di THM Planet 1,2,3," ungkap Eko.
Berdasarkan fakta penyidikan, perputaran narkoba di THM Planet Batam tergolong sangat besar. Setiap bulannya, minimal sekitar 40.000 butir ekstasi diedarkan di lokasi tersebut, dan jumlahnya bisa meningkat drastis saat pengunjung sedang dalam kapasitas maksimal.
Tak hanya memburu pelaku, Bareskrim juga mulai melacak aliran dana dan harta kekayaan milik Basri. Sejumlah aset mewah bernilai fantastis kini telah dipasangi garis polisi.
Eko mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjerat Basri dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selain tindak pidana asal narkotika. (Atok)
![]() |
| Puncak Jaya Peringati HUT RI : Momentum Bersatu Bangun Daerah |
Suasana semangat kebangsaan terasa sejak pagi. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh nasionalisme.
Bupati Yuni Wonda Jadi Inspektur Upacara
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos.,S.IP., M.M. Upacara dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, ASN, TNI-Polri, pelajar, dan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam memperingati hari kemerdekaan.
Momen paling dinanti adalah pengibaran Sang Merah Putih. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka menjalankan tugas dengan penuh kedisiplinan. Bendera Merah Putih pun berkibar gagah diiringi lagu Indonesia Raya.
Makna Kemerdekaan untuk Pembangunan
Dalam amanatnya, Bupati Yuni Wonda menegaskan kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati secara seremonial.
“Kemerdekaan ini harus kita isi dengan kerja nyata. Jadikan momentum HUT RI untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kebersamaan, dan mendorong seluruh elemen masyarakat ikut serta membangun Puncak Jaya,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat 81 tahun Indonesia merdeka sebagai dorongan untuk membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
TNI Tegaskan Komitmen Jaga Sinergi
Komandan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.I.P., juga menyampaikan pesan pada kesempatan tersebut.
“Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Puncak Jaya,” katanya.
Letkol Yudi berharap semangat Merah Putih menjadi kekuatan bersama untuk menjaga kedamaian dan mempererat persaudaraan di Bumi Karibana.
Peringatan HUT ke-81 RI di Puncak Jaya menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme terus hidup hingga ke pelosok Papua Tengah. Dengan persatuan dan kerja sama, diharapkan Puncak Jaya dapat terus maju dan berkembang.
![]() |
| Merah Putih Berkibar di Puncak Bukit Timothy, Semangat Kemerdekaan Menggema di Ilu |
Dipimpin langsung oleh Wadansatgas Yonif 136/TS, Kapten Inf Erwin Nugraha, S.Tr.Han., M.I.P., bersama Danpos Ilu Lettu Inf Bambang Tri Sutejo dan Wadanpos Ilu Letda Inf Nuklir Sagala, kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen aparat keamanan, tokoh masyarakat, guru, serta ratusan pelajar SD dan SMP se-Distrik Ilu.
Dengan membentangkan Sang Merah Putih sepanjang kurang lebih 50 meter, peserta bergerak bersama dari Lapangan Pendidikan menuju puncak Bukit Timothy. Setiap langkah menjadi simbol perjuangan, persatuan, dan tekad untuk menjaga kobaran semangat kemerdekaan di tanah Papua.
Sesampainya di puncak, para pelajar SMA menunjukkan keberanian dan kebanggaan dengan memanjat tiang bendera serta memasang Merah Putih dengan tangan mereka sendiri. Ketika Sang Saka akhirnya berkibar gagah di atas Bukit Timothy, suasana berubah menjadi penuh haru dan kebanggaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian snack kepada peserta dan masyarakat. Seluruh elemen yang hadir selanjutnya berdiri bersama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suara yang menggema dari puncak bukit menjadi pesan kuat bahwa semangat Indonesia hidup dalam kebersamaan masyarakat Papua.
Turut hadir Danramil 1714-02/Ilu Letda Inf Adri Fransisco, Kapolsek Distrik Ilu Iptu Rajab Ilyas, S.H., Danpos Maleo Letda Inf Joko, Kepala Suku Distrik Ilu Bapak Joyiron, Kepala Pemuda Distrik Ilu Bapak Yusco, serta para kepala sekolah, guru, dan tokoh masyarakat Distrik Ilu.
Wadansatgas Yonif 136/TS, Kapten Inf Erwin Nugraha, S.Tr.Han., M.I.P., menegaskan bahwa pengibaran Merah Putih di puncak Bukit Timothy bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kokohnya persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pengibaran Merah Putih di Puncak Bukit Timothy bersama seluruh lapisan masyarakat, aparat, dan anak-anak sekolah ini adalah bukti nyata bahwa persatuan dan rasa cinta Tanah Air di Distrik Ilu sangat kokoh. Kemerdekaan ini milik kita bersama,” tegasnya.
Keceriaan para pelajar, semangat para tokoh masyarakat, dan kekompakan seluruh elemen menjadikan peringatan HUT ke-81 RI di Distrik Ilu berlangsung khidmat dan penuh makna.
Dari puncak Bukit Timothy, Merah Putih berkibar gagah. Dari tanah Papua, semangat Indonesia terus menyala. Satu bendera, satu bangsa, satu Indonesia.
![]() |
| Kebersamaan Satgas Yonif Raider 136/TS Bersama Warga Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Puncak Jaya |
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Bertahun-tahun nama "Planet Group" berdiri seperti kerajaan di Kota Batam. P1 (F1 Club) P2 Newton P3 (HH Club), dan sederet tempat hiburan malam di bawah payungnya jadi magnet. Lampu neon tak pernah padam, musik menggelegar sampai subuh, dan arus uang ratusan juta berputar tiap malam.
Bagi sebagian orang, Planet Group adalah wajah lain Batam. Ikon pariwisata malam, penyerap tenaga kerja, dan penyumbang pajak daerah. Tapi bagi banyak keluarga, nama itu juga identik dengan keresahan. Tempat di mana anak muda mudah dijangkau narkoba, tempat di mana hukum seperti tumpul.
Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026, panggung itu mulai runtuh. Garis polisi terpasang di pintu P1 (F1 Club), N Club, V Club, dan P2 Newton. Penyegelan ini terjadi beberapa hari setelah Bareskrim Polri menggerebek HH Club Planet 3.0 dan menyita sebuah brankas berisi ratusan pil ekstasi.
Ini bukan razia biasa. Ini adalah efek domino. Ini adalah tanda bahwa "kerajaan" yang selama ini dianggap tak tersentuh, kini mulai digoyang dari fondasinya.
Dua Wajah Sebuah Dinasti
Sulit menyangkal peran ekonomi Planet Group di Batam. Ribuan orang bekerja di sana. Mulai dari bartender, DJ, SPG, satpam, sampai vendor sound system. Pajak hiburan yang disetorkan juga bukan jumlah kecil.
Tapi di sisi lain, tempat-tempat ini juga jadi titik rawan. Penggerebekan HH Club Planet 3.0 Batam membuktikan itu. Ratusan pil ekstasi tidak mungkin muncul begitu saja. Ada rantai pasok, ada jaringan, ada orang-orang yang menjaga agar bisnis haram itu tetap berjalan di balik gemerlap.
Pertanyaannya, bagaimana bisa bertahan selama ini?
Apakah pengawasan dari Pemko Batam, Satpol PP, dan aparat kewilayahan benar-benar tidak melihat?
Atau memang ada pembiaran?
Apakah intelijen tidak membaca sinyal?
Atau ada kompromi di balik meja-meja VIP?
Publik berhak bertanya. Karena kalau sebuah jaringan sebesar ini bisa beroperasi bertahun-tahun, maka masalahnya bukan hanya soal satu THM. Masalahnya sistemik.
Segel Bukan Titik Akhir
Menyegel pintu memang langkah cepat. Tapi segel bisa dibuka lagi. Yang kita butuhkan bukan simbol. Yang kita butuhkan adalah pembongkaran sampai ke akar.
Bareskrim sudah mulai. Kini bola ada di Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Kejaksaan. Usut siapa pemasok barang. Usut siapa yang memfasilitasi. Usut siapa yang selama ini jadi "pelindung". Jangan hanya berhenti di manajer lapangan atau karyawan.
Penegakan hukum harus tanpa pandang bulu. Tidak peduli seberapa besar setoran pajaknya, tidak peduli seberapa dekat dengan penguasa. Hukum harus berdiri sama tinggi.
Pemko Batam juga punya PR besar. Audit ulang semua izin THM. Perketat pengawasan. Pasang CCTV yang terintegrasi dengan command center. Libatkan BNN dalam setiap operasi. Jangan tunggu ada korban baru bergerak.
Pelajaran Untuk Batam
Batam ingin maju sebagai kota pariwisata dan investasi. Tapi investor tidak akan datang ke kota yang citranya rusak karena narkoba. Wisatawan tidak akan nyaman ke kota yang klub malamnya lebih terkenal karena pil ekstasi daripada pertunjukannya.
Tumbangnya Planet Group harus jadi titik balik. Ini momentum untuk Batam memilih, mau jadi kota yang menjual hiburan sehat, atau jadi kota yang terus-menerus jadi berita kriminal.
Anak-anak muda Batam butuh ruang berekspresi yang aman. Bukan tempat di mana mereka ditawari barang haram di toilet. Generasi ini adalah masa depan Batam, Kawasan Industri, dan Pelabuhan. Jangan kita gadaikan demi keuntungan sesaat.
Penutup
Kerajaan boleh runtuh. Tahta boleh jatuh. Tapi hukum harus berdiri.
Jika penindakan ini hanya berhenti di segel, maka kita akan bertemu lagi di tajuk yang sama 6 bulan dari sekarang, dengan nama THM yang berbeda.
Cukup sudah. Bersihkan Batam. Pulihkan marwah hukum. Buktikan bahwa negara masih hadir, bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun.
Karena saat segel terakhir dipasang, itu bukan akhir cerita. Itu justru awal dari tanggung jawab kita bersama untuk membangun Batam yang lebih bersih. (ISP)
![]() |
| Pererat Silaturahmi, Satgas Yonif 136/TS Gelar Anjangsana di Kampung Dolinggame |
![]() |
| Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Satgas Yonif 136/TS Pos Nume Gelar Komsos dan Bagikan Bendera Merah Putih |
Kegiatan dipimpin Wadan Pos Nume Letda Inf Indra Sukma Yudha dan disambut antusias oleh masyarakat. Pembagian Bendera Merah Putih menjadi ajakan kepada warga untuk turut menyemarakkan 17 Agustus sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan cinta Tanah Air.
Danpos Nume Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya menyampaikan, bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup di wilayah perbatasan.
“Mari bersama-sama menyambut HUT Kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih. Dari wilayah perbatasan, kita tunjukkan bahwa semangat persatuan dan kecintaan kepada Indonesia tetap berkobar," ungkap Kapten Inf Akhmad Sultoni.
Sementara itu, Bapak Titus Wonda, salah seorang warga, menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih kepada Bapak TNI dari Pos Nume. Kami senang menerima Bendera Merah Putih dan akan mengibarkannya untuk menyambut Hari Kemerdekaan. Semoga TNI selalu sehat dan selamat dalam bertugas," tuturnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus kemanunggalan TNI dan rakyat, serta memperkuat semangat persatuan dalam menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia. (ISP)
![]() |
| HH Club Planet Batam Digerebek, Berikut Daftar dan Peran Para Tersangka Terlibat Peredaran Narkotika |
Diketahui, kabar terupdate, jumlah tersangka dari 32 orang yang telah diamankan kini bertambah. Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Kabar terbaru, jumlah tersebut bertambah 4 orang sehingga total keseluruhan menjadi 10 orang tersangka.
Berikut nama dan peran para tersangka yang tercantum dalam perkara tersebut:
1. Deky
Peran: Pencatat keuangan peredaran narkoba dan diduga menyuplai narkoba kepada Wahidin alias Akbar.
2. Wahidin alias Akbar
Peran: Diduga sebagai penyuplai barang kepada kapten.
3. Sutin Maimunah
Peran: Diduga sebagai pengedar sekaligus kapten lantai 3 THM.
4. Iswahyudi alias Ujang
Peran: Diduga sebagai pengedar sekaligus kapten lantai 1 THM.
5. Rianto
Peran: Diduga sebagai pengedar sekaligus kapten lantai 2/KTV THM.
6. Yeskiel Morsles Gultom
Peran: Waiter yang diduga terlibat sebagai pengedar.
7. Delva Andika
Peran: Waiter yang diduga terlibat sebagai pengedar.
8. Zainal Aguspin Lubis
Peran: Waiter yang diduga terlibat sebagai pengedar.
9. Sila
Peran: Supervisor yang diduga memegang ekstasi yang kemudian pecah.
10. Dini Anggriani
Peran: LC yang diduga terlibat sebagai pengedar.
Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengungkap, perkembangan terbaru terkait penggerebekan tersebut. Salah satu temuan penting adalah narkotika yang disembunyikan di dalam sebuah brankas di ruang manager.
Dijelaskannya, brankas tersebut berisi mencapai ribuan butir ekstasi. Namun setelah dilakukan pembongkaran dan penghitungan secara keseluruhan, jumlah barang bukti yang ditemukan ternyata sebanyak 762 butir ekstasi.
“Setelah dihitung dan dibongkar isi besi brankas, barang ekstasinya 762 butir,” ungkap Brigjen Eko kepada awak media.
Ia mengatakan, dari 32 orang yang diamankan, penyidik sejauh ini telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari manager, supervisor, serta sejumlah waiter yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
“Enam tersangka terdiri dari manager, supervisor dan beberapa waiter yang terlibat sudah ditetapkan tersangka. Saat ini akan ada kemungkinan penambahan tersangka,” ujarnya.
Penyidik masih terus mendalami keterlibatan masing-masing orang yang diamankan, termasuk asal-usul narkotika serta pihak-pihak yang diduga mengetahui keberadaan barang haram tersebut di dalam brankas.
Pengungkapan kasus HH Club Planet 3 tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan barang bukti narkotika, tetapi juga mengarah pada dugaan adanya jaringan peredaran di dalam tempat hiburan malam tersebut. (Atok)