Nasional

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan


INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menegaskan perannya sebagai penggerak pengembangan talenta digital nasional dengan membuka Digistar Class Intern 2026 Batch 1. Program ini merupakan kelanjutan dari tingginya antusiasme mahasiswa pada periode sebelumnya, sekaligus wujud konsistensi Telkom dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Digistar Class Intern adalah program magang intensif selama lima bulan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis kerja nyata (real work experience). Mahasiswa yang lolos seleksi akan terlibat langsung dalam proyek-proyek strategis di unit kerja TelkomGroup dan mendapatkan pendampingan dari para mentor profesional. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks bisnis dan operasional perusahaan secara langsung.

Pengalaman kerja tersebut diperkuat dengan modul pembelajaran terstruktur yang mengombinasikan penguatan hard skills, soft skills, serta pemahaman budaya kerja, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi berorientasi pada kesiapan profesional dan kebutuhan industri.

“Digistar Class Intern merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam membangun masa depan talenta digital Indonesia. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri, sehingga peserta memiliki kesiapan yang lebih matang saat memasuki dunia kerja,” ujar Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, Rabu (4/2/2026). 

Tahun ini, Digistar Class Intern kembali dibuka bagi mahasiswa aktif minimal semester enam. Fokus pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang strategis, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Business to Business (B2B) Solutions, sebagai bekal menghadapi dinamika industri digital yang semakin kompetitif. Pendaftaran Digistar Class Intern 2026 Batch 1 dibuka mulai 31 Januari hingga 8 Februari 2026, dan seluruh proses pendaftaran serta informasi program dapat diakses melalui platform resmi Kementerian BUMN di https://magenta.bumn.go.id.

Willy menambahkan bahwa Digistar Class Intern tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir profesional, karakter, dan kesiapan berkarier. “Peserta tidak hanya belajar skill, tetapi juga merasakan langsung budaya kerja profesional di lingkungan TelkomGroup,” jelasnya.

Pada Digistar Class Intern 2025, para peserta berkesempatan untuk menyelesaikan real use case TelkomGroup dan mengikuti kelas khusus (special class) dari para praktisi industri. Salah satu kolaborasi strategis tahun lalu dilakukan bersama Palo Alto Networks, perusahaan global terkemuka di bidang keamanan siber.

Diharapkan pada tahun ini, Digistar Class Intern 2026 dapat memberikan pengalaman yang lebih kaya dan relevan, dengan memperluas kolaborasi bersama mitra industri lainnya, memperdalam tantangan proyek yang diberikan, serta menghadirkan lebih banyak sesi mentoring untuk membekali peserta sebagai talenta digital siap kerja yang adaptif dan berdampak.

Sebagai bagian dari pengelolaan talenta jangka panjang, Digistar Class Intern 2026 terintegrasi dengan Candidate Relationship Management System (CRMS) Telkom. Integrasi ini memungkinkan Telkom membangun hubungan berkelanjutan dengan talenta potensial sekaligus menjadi dasar pemetaan dan pengembangan talenta digital di masa depan.

Digistar merupakan ekosistem pengembangan talenta digital yang diinisiasi oleh Telkom, mencakup beragam program peningkatan kompetensi, kepemimpinan, hingga pengalaman kerja profesional. Sepanjang tahun 2025, berbagai inisiatif Digistar seperti Digistar Connect, Digistar Community, dan Digistar Club telah menjangkau lebih dari 35.000 peserta dari seluruh Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai Digistar dapat diakses melalui Instagram @LivinginTelkom dan website https://www.digistartelkom.id.

Telkom senantiasa berkomitmen untuk menjalankan seluruh program secara terbuka, akuntabel, dan berintegritas. Seluruh pihak diimbau untuk selalu mengakses informasi resmi melalui kanal yang terpercaya serta berhati-hati terhadap potensi penipuan. Seluruh proses dalam program Digistar Class Intern tidak dipungut biaya apa pun, sejalan dengan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016 sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan tata kelola yang baik. (Isp) 

 




INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh operating company TelkomGroup telah menuntaskan pemulihan jaringan dan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra yang terdampak bencana. 

Memasuki minggu pertama Januari 2026, seluruh layanan TelkomGroup di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali beroperasi stabil dengan tingkat availability 99,9%. Capaian ini menandai selesainya fase pemulihan infrastruktur sekaligus dimulainya fase penguatan layanan dan dukungan sosial pascabencana secara berkelanjutan.

Di Aceh sebagai wilayah dengan tingkat dampak tertinggi dan menjadi prioritas pemulihan, TelkomGroup memastikan seluruh 289 kecamatan yang dilayani Telkomsel telah kembali on air, dengan minimal satu site beroperasi di setiap kecamatan. 

Sepanjang proses pemulihan, layanan telekomunikasi TelkomGroup didukung oleh pengerahan infrastruktur secara terintegrasi, termasuk pemanfaatan akses internet berbasis satelit dari Telkomsat, penyediaan genset standby dan mobile untuk menjaga keberlangsungan pasokan listrik, sistem daya cadangan, serta optimalisasi jaringan transmisi dan akses di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa keberhasilan pemulihan ini merupakan hasil kerja kolaboratif dan komitmen kuat TelkomGroup dalam menghadirkan konektivitas sebagai layanan vital bagi masyarakat. 

“Pemulihan jaringan telekomunikasi hingga kembali normal 100% menjadi prioritas utama kami sejak hari pertama bencana. Berkat kerja cepat dan kolaborasi lebih dari 2.500 tim recovery tanggap bencana TelkomGroup, seluruh wilayah terdampak kembali terhubung sehingga aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat berangsur pulih,” ujar Dian, Sabtu (10/1/2026). 

“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh tim TelkomGroup di lapangan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang memungkinkan proses pemulihan ini berjalan cepat dan tuntas,” tambah Dian.

Seiring dengan tuntasnya pemulihan jaringan, TelkomGroup terus memperkuat dukungan terhadap program Hunian Danantara (Huntara) sebagai bagian dari sinergi BUMN dalam percepatan pemulihan masyarakat pascabencana. Di berbagai kawasan Huntara yang dibangun secara bertahap di tiga provinsi terdampak, TelkomGroup menghadirkan akses telekomunikasi dan WiFi gratis.

Dukungan konektivitas tersebut meliputi penyediaan Access Point WiFi di area hunian dan fasilitas umum, penguatan jaringan seluler melalui BTS eksisting dan Mobile BTS, serta pemanfaatan jaringan satelit untuk menjamin keandalan layanan. 

TelkomGroup juga mengimplementasikan layanan WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps untuk mendukung kebutuhan operasional di Posko TelkomGroup Huntara. Melalui integrasi jaringan TelkomGroup, masyarakat di kawasan Huntara dapat menikmati internet gratis yang membantu menjaga komunikasi serta mendukung kebutuhan selama masa pemulihan.

Tidak hanya dari sisi infrastruktur, TelkomGroup juga menyalurkan dukungan kemanusiaan secara berkelanjutan bagi masyarakat terdampak di berbagai wilayah Sumatra. Hingga 7 Januari 2026, total dukungan TelkomGroup tercatat mencapai lebih dari Rp123,23 miliar, mencakup penyediaan posko internet gratis, bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dukungan psikososial, serta program keringanan dan kompensasi layanan bagi pelanggan terdampak. Kehadiran Relawan BUMN Peduli TelkomGroup turut memperkuat pendampingan di lapangan melalui penyaluran bantuan dan kegiatan bakti sosial untuk mendukung pemulihan sarana umum.

Dengan jaringan yang kembali terhubung dan bantuan yang terus berjalan, TelkomGroup berharap kehadiran konektivitas dapat membantu masyarakat kembali berkomunikasi, beraktivitas, dan menata kehidupan sehari-hari pascabencana. Lebih dari sekadar layanan telekomunikasi, dukungan ini menjadi bagian dari upaya bersama agar masyarakat terdampak dapat bangkit secara bertahap dan kembali menata keseharian pascabencana dengan lebih baik. (Isp)




INSPIRASIKEPRI.COM | Aceh Tamiang - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menyalurkan dukungan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra. 

Dukungan ini merupakan sinergi karyawan, Serikat Karyawan, serta Relawan BUMN Peduli TelkomGroup yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendasar sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas umum guna mendukung normalisasi aktivitas sosial masyarakat terdampak. 

Sejalan dengan itu, TelkomGroup juga memprioritaskan percepatan pemulihan infrastruktur telekomunikasi dan layanan, khususnya di wilayah Aceh, agar konektivitas dapat segera kembali normal.

Pada Rabu (7/1/2026) kegiatan penyaluran bantuan dan bakti kebersihan dilaksanakan dengan tajuk “Kita BISA Berbagi” ke tiga lokasi, yakni Desa Babo dan Desa Sulum di Kabupaten Aceh Tamiang serta wilayah Kabupaten Aceh Timur. 

Bantuan dan program sosial disalurkan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan kebutuhan pada masing-masing lokasi. Di Desa Babo, Telkom menyalurkan bantuan perlengkapan pendukung proses belajar di sekolah, logistik, serta lampu tenaga surya sebagai sumber pencahayaan alternatif guna mendukung keberlanjutan aktivitas di lokasi terdampak. Selain itu, Telkom juga melaksakanan kegiatan sharing session dengan para guru serta sesi pembelajaran interaktif bagi siswa.

Di Desa Sulum, Telkom menyalurkan bantuan kemanusiaan yang disertai kegiatan bakti kebersihan di sekolah dan rumah ibadah. Bantuan tersebut mencakup dukungan pendidikan, perlengkapan pemeliharaan dan kebersihan fasilitas umum, kebutuhan sandang layak pakai, serta dukungan utilitas berupa pompa air dan lampu tenaga surya guna mendukung pemulihan aktivitas masyarakat. 

Sementara itu, di wilayah Pantai Kera dan Pangidam, Kabupaten Aceh Timur, bantuan difokuskan pada logistik skala besar berupa sembako, pakaian baru dan layak pakai, serta dukungan sumber daya listrik melalui perangkat solar cell dan genset untuk menunjang kebutuhan masyarakat setempat.

EVP Telkom Regional 1 Sumatra, Dwi Pratomo Juniarto menyampaikan, memasuki masa pemulihan dan normalisasi pascabencana, Telkom berkomitmen untuk terus hadir dan berjalan bersama masyarakat yang terdampak. 

"Melalui kolaborasi seluruh insan TelkomGroup, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat menguatkan, membantu anak-anak kembali belajar dengan nyaman, serta mendukung lingkungan sosial masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan,” ucap Dwi, Jum'at (9/1/2026). 

Sebelumnya, rangkaian dukungan kemanusiaan Telkom juga telah dilaksanakan secara terpisah di Kota Subulussalam melalui kolaborasi bersama Danantara dan Relawan Peduli BUMN TelkomGroup. Pada kegiatan tersebut, Telkom menyalurkan bantuan pendidikan berupa paket perlengkapan sekolah kepada siswa di SD Jabi-jabi, SD Siperkas, dan SD Suak Jampak, serta melaksanakan program pendampingan trauma healing bagi 130 siswa SD Jabi-jabi sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial anak-anak terdampak bencana.

Selain itu, Telkom turut menyalurkan paket kebersihan yang disertai kegiatan bakti kebersihan di sejumlah masjid dan mushala, serta mendistribusikan paket ibadah ke sekolah dan masjid di wilayah tersebut. Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat berupa Sarana Air Bersih (SAB) juga disalurkan di Siperkas, Desa Panji Kecamatan Longkib, dan Kampong Panglima Sahman Kecamatan Runding, untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian masyarakat, sanitasi lingkungan, serta menunjang aktivitas ibadah dan proses belajar mengajar.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan memastikan Telkom tetap hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui upaya pemulihan layanan telekomunikasi tetapi juga melalui dukungan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan di lapangan. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga hingga masyarakat dapat kembali bangkit dan beraktivitas dengan normal,” tutup Dwi. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (Oso) dan tujuh pimpinan partai politik (parpol) nonparlemen meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) di Jalan H.O.S Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Sekber GKSR dibentuk untuk memperjuangkan hilangnya suara rakyat pada Pemilu 2024 lalu. Delapan partai nonparlemen tersebut adalah Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, dan Partai Berkarya.

Dalam sambutannya, Oso mengatakan, pembentukan Sekber GKSR bukan koalisi politik, melainkan kerja sama politik yang menjadikan posisi semua pihak setara.

"Kalau koalisi itu ada yang jadi ketua bertanggung jawab dan mempunyai hak veto. Kalau kerja sama politik itu tidak ada hak veto," ujar Oso melalui keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).

Menurut Oso, melalui kerja sama politik ini, seluruh partai memiliki hak yang sama untuk menyampaikan usulan dan gagasan, terutama dalam upaya menyelesaikan persoalan hilangnya suara pemilih dalam Pemilu.

Mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) itu menyoroti besarnya jumlah suara rakyat yang tidak terakomodasi, atau sekitar 17 juta suara tidak terkonversi menjadi kursi di DPR.

"Angka tersebut tidak boleh dianggap sepele. Satu suara saja nggak boleh hilang, apalagi 17 juta. Ini kalau dibiarkan, bisa menjadi 50 persen," ucap Oso.

Lebih lanjut, Oso mempertanyakan pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas hilangnya suara masyarakat. Pasalnya, kata dia, pemilih telah datang berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), untuk menggunakan hak pilihnya.

Lebih lanjut Oso menyampaikan, Sekber GKSR mengusung simbol kepalan tangan bersatu. Gerakan ini menjadi wadah bagi suara rakyat yang tidak terwakili di parlemen.

"Ini satu kekuatan yang mewakili rakyat yang 17 juta suaranya tidak terakomodir. Jangan main-main dengan 17 juta itu. Kalau orang punya perasaan punya hati, pasti dia nggak rela suaranya hilang sampai 17 juta," tegas Oso.

Sekber GKSR ini, lanjut dia, akan digunakan sebagai tempat merumuskan pandangan partai-partai nonparlemen atas isu-isu terkini. Seperti Parliamentary Threshold hingga isu penyelenggaraan Pilkada langsung atau via DPRD.

"Kita baru resmikan ini, seperti apa sikap Sekber terhadap isu terkini, itu akan didiskusikan secara setara di Sekber. Termasuk menyiapkan langkah dan strateginya," pungkas Oso. (Isp) 


Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini (paling kiri) saat meninjau progress pemulihan layanan TelkomGroup di Aceh pada Kamis (1/1/2026). 


INSPIRASIKEPRI.COM | Aceh Tamiang - Di momentum awal tahun 2026, Presiden Republik Indonesia bersama jajaran Manajemen Danantara serta Pimpinan BUMN meninjau secara langsung Hunian Danantara (Huntara) kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026).

Dalam kesempatan ini juga turut hadir secara langsung Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini beserta jajaran TelkomGroup. Momentum ini menegaskan komitmen kuat negara dan BUMN dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui kolaborasi strategis lintas sektor.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif Pemerintah melalui Danantara dalam penyediaan Huntara sebagai proyek strategis Sinergi BUMN, TelkomGroup turut berperan menghadirkan konektivitas jaringan telekomunikasi yang andal di kawasan Huntara, khususnya di wilayah Aceh Tamiang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

“Program Hunian Danantara merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan saudara-saudara yang tertimpa bencana dapat tinggal secara layak. Fasilitas di dalamnya termasuk dengan WiFi gratis agar masyarakat tetap terhubung, memperoleh informasi, serta mempermudah koordinasi bantuan selama masa pemulihan,” ujar Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.

Sejalan, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan, melalui sinergi Danantara dan BUMN, TelkomGroup berkomitmen mendukung penyediaan Huntara bagi masyarakat terdampak bencana melalui ketersediaan konektivitas digital yang andal. Sinergi lintas BUMN ini memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi, sehingga manfaatnya menjadi lebih besar dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Hingga tiga bulan ke depan, ditargetkan sebanyak 15.000 unit Huntara yang tersebar di 3 provinsi terdampak siap untuk dihuni. TelkomGroup berkomitmen mendukung layanan telekomunikasi digital di seluruh kawasan tersebut seiring dengan berjalannya pembangunan agar masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh akses informasi, serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar selama masa pemulihan pascabencana.

Untuk mendukung operasional dan aktivitas masyarakat di kawasan Huntara, TelkomGroup telah menyiapkan infrastruktur konektivitas secara bertahap. Pada tahap awal, TelkomGroup menyediakan 28 Access Point (AP) WiFi yang terdiri dari 3 AP di area depan Huntara dan 25 AP di dalam area hunian dengan rasio setiap 1 AP menjangkau sebanyak 3 rumah.

Selain itu, TelkomGroup juga mengimplementasikan model percobaan 1 Access Point WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps untuk mendukung kebutuhan operasional yang berlokasi di Posko TelkomGroup Huntara. Ke depannya, TelkomGroup akan menghadirkan total 63 AP WMS yang tersebar di seluruh area Huntara guna memastikan konektivitas yang andal dan merata.

Untuk kesiapan layanan seluler, Telkomsel telah memastikan kapasitas jaringan yang memadai melalui dukungan Base Transceiver Station (BTS) dari wilayah Karang Baru dan Aceh Tamiang, serta pengoperasian 1 Mobile BTS (Combat) yang ditempatkan langsung di area Huntara guna meningkatkan kapasitas jaringan. Sementara itu, infrastruktur jaringan optik, sarana pendukung operasional, serta keterlibatan relawan BUMN Peduli TelkomGroup juga telah disiagakan guna mendukung keberlangsungan layanan di kawasan tersebut.

TelkomGroup terus membuktikan komitmennya dalam melayani sepenuh hati untuk pelanggan dan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat di Huntara, Telkom melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) juga menghadirkan kemudahan akses internet, termasuk paket khusus layanan internet berbasis satelit dengan teknologi terbaru. Melalui dukungan ini, penghuni Huntara dapat langsung menikmati layanan internet tanpa batas secara gratis melalui WiFi berbasis satelit dari Telkomsat.

Progres Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi TelkomGroup di Aceh Capai 95%

Sejalan dengan fokus pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana di Sumatra, khususnya Aceh, hingga saat ini TelkomGroup telah berhasil memulihkan minimal satu site yang beroperasi di setiap kecamatan. Dengan capaian tersebut, seluruh 289 kecamatan di Aceh telah kembali on air.

Secara keseluruhan, progress pemulihan layanan TelkomGroup di Aceh telah mencapai 95%, dengan fokus pemulihan lanjutan di wilayah Blangkejeren dan Takengon. Adapun untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, layanan telah kembali normal seperti biasa.

Keberhasilan pemulihan ini didukung oleh pengerahan infrastruktur jaringan TelkomGroup yang meliputi 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset standby maupun mobile, serta 776 paket baterai guna memastikan keberlangsungan layanan di wilayah terdampak.

Selain pemulihan infrastruktur, TelkomGroup terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk kolaborasi dalam menghadirkan ruang aman bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya trauma healing, khususnya di wilayah Aceh Tamiang. Dukungan tersebut juga mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, serta bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian.

Secara total, hingga Kamis (1/1/2026) TelkomGroup telah menyalurkan bantuan senilai Rp122,6 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra. Bantuan tersebut mencakup dukungan penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, bantuan paket logistik di sejumlah titik pengungsian, hingga layanan dan kompensasi pelanggan pada periode Desember 2025 – Januari 2026.

“Sejak awal terjadi bencana, TelkomGroup memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi. Melalui percepatan pemulihan infrastruktur, dukungan jaringan satelit, penyediaan posko internet gratis, dan tambahan personel, kami juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan serta memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan TelkomGroup. Kami berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat untuk dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” tutup Dian. (Isp)



INSPIRASIKEPRI.COM | Aceh Tamiang - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumatra Sekar (Serikat Karyawan) TelkomGroup menyalurkan bantuan dan program kemanusiaan bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian TelkomGroup terhadap masyarakat terdampak, khususnya anak-anak yang disalurkan bekerja sama dengan Bakti Bagi Negeri (BBN), komunitas sosial di bawah naungan Yayasan Sekar Telkom yang fokus pada peningkatan literasi dan kesejahteraan anak.

Penyaluran bantuan sekaligus pendampingan kepada masyarakat terdampak diikuti oleh lebih dari 200 anak di sejumlah desa terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Telkom untuk hadir memberikan kepedulian nyata, sekaligus memastikan keberlangsungan literasi dan proses belajar anak-anak yang duduk di bangku sekolah tetap terjaga, meskipun berada dalam situasi pemulihan pascabencana.

Bantuan dan program pendampingan disalurkan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan kebutuhan pada masing-masing lokasi. Di Desa Babo, bantuan mencakup pakaian layak pakai, paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku, dan alat tulis, paket logistik, obat-obatan, serta susu untuk anak-anak.

Sementara itu, di Desa Sulum, bantuan difokuskan pada keperluan tidur seperti tikar dan selimut, pakaian layak pakai, serta dukungan infrastruktur darurat berupa konektivitas satelit, genset, dan bahan bakar untuk menunjang aktivitas warga dan posko. Bantuan serupa berupa keperluan tidur, genset, dan bahan bakar genset juga disalurkan ke Desa Juar, sedangkan Desa Pandiangin menerima bantuan kebutuhan logistik.

Program pendampingan dan trauma healing bagi anak-anak juga berlanjut di Desa Menanggini, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, beberapa waktu lalu.

Diselenggarakan bersama Relawan Telkom Peduli, kegiatan tersebut diisi dengan sesi permainan edukatif yang diharapkan dapat menjadi media penyemangat, sekaligus membantu anak-anak mengekspresikan emosi serta memperoleh kembali rasa aman di masa pemulihan pascabencana. Pada kesempatan yang sama, Yayasan Kesehatan Telkom dan Telkomedika juga menyediakan fasilitas layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen TelkomGroup untuk hadir dan memberikan dampak serta pendampingan bagi masyarakat terdampak di masa pemulihan dan normalisasi pascabencana.

"TelkomGroup tidak hanya berfokus pada pemulihan konektivitas, tetapi juga berupaya menghadirkan dukungan sosial yang nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kolaborasi bersama Sekar Telkom dan Relawan Telkom Peduli, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta membantu anak-anak untuk tetap merasa aman dan terhibur di masa pemulihan,” ujar Seno.

Sejalan, EVP Telkom Regional 1 Sumatra Dwi Pratomo Juniarto menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan ketepatan sasaran dan kebutuhan di lapangan.

“Wilayah Aceh Tamiang menjadi salah satu area yang terdampak signifikan. Oleh karena itu, kami memastikan bantuan disalurkan secara langsung dan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap desa, mulai dari kebutuhan dasar, dukungan fasilitas darurat hingga fasilitas layanan kesehatan gratis. Kami berterima kasih atas sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga program ini dapat dilaksanakan dengan baik,” tambah Dwi.

Melalui inisiatif ini, TelkomGroup berharap dapat turut mempercepat pemulihan sosial pascabencana sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. TelkomGroup berkomitmen untuk terus menghadirkan peran aktif melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. (Isp)


INSPIRASIKEPRI.COM | Kuala Simpang - PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty), sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang bergerak dalam pengelolaan dan pemeliharaan aset TelkomGroup yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan layanan turut mengambil peran dalam mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan dan pemulihan layanan di wilayah terdampak bencana.


Sepanjang periode 28 November hingga 22 Desember 2025, TelkomGroup telah menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan total nilai Rp1,44 miliar untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, bantuan sosial dari anak perusahaan TelkomGroup turut disalurkan dengan nilai Rp1,233 miliar, serta dukungan dari sumber lainnya sebesar Rp301 juta, sehingga total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp2,97 miliar.

Selain bantuan kemanusiaan berupa sembako, logistik, dan dukungan dapur umum, TelkomGroup juga menghadirkan dukungan konektivitas melalui penyediaan posko internet gratis di sejumlah wilayah terdampak. Fasilitas ini disediakan untuk membantu masyarakat tetap terhubung, mengakses informasi, serta mendukung koordinasi selama masa pemulihan. Hingga saat ini, posko internet gratis telah tersedia di 21 titik di Aceh, 4 titik di Sumatera Barat, serta sejumlah titik di Sumatera Utara, dan akan terus diperluas seiring proses pendataan wilayah terdampak lainnya.

Dalam upaya tersebut, PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty) dan TelkoMedika, anak usaha Telkom, turut berperan sebagai salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan bantuan kemanusiaan di lapangan. Mereka secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pemulihan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak, khususnya di Desa Bukit Rata dan Desa Menanggini, Aceh Tamiang.

Di Desa Bukit Rata dan salah satu Masjid di Kota Kuala Simpang, TelkomProperty menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan pendukung infrastruktur dasar, yang meliputi paket sembako, bahan pangan, susu untuk masyarakat, serta dukungan penyediaan air bersih melalui sumur bor, genset beserta bahan bakar, guna menunjang kebutuhan masyarakat dan aktivitas harian pascabencana.

Sementara itu, di Desa Menanggini, TelkoMedika melaksanakan rangkaian kegiatan kemanusiaan yang berfokus pada pemulihan sosial masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi trauma healing bagi anak-anak, dukungan posko kesehatan, kegiatan makan bersama masyarakat, serta peresmian fasilitas sanitasi Mandi Cuci Kakus (MCK). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan kondisi kesehatan, psikososial, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, menegaskan bahwa kehadiran TelkomGroup di wilayah terdampak bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga pada dukungan kemanusiaan bagi masyarakat.

“Kami hadir tidak hanya untuk memulihkan infrastruktur, tetapi juga untuk memberi dukungan dan semangat kepada masyarakat terdampak. Melalui bantuan layanan kesehatan, kebutuhan dasar, dan kehadiran langsung di lapangan, kami ingin memastikan bahwa TelkomGroup benar-benar hadir bersama masyarakat dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Seno saat kunjungannya ke Desa Menanggini, Kuala Simpang.

PLT Direktur Utama TelkomProperty, Didit Sulistyo, juga menyampaikan bahwa keterlibatan TelkomProperty dalam rangkaian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen TelkomGroup untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat terdampak bencana.

“Melalui berbagai kegiatan dan bantuan yang kami lakukan, TelkomProperty berupaya mendukung percepatan pemulihan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat bangkit kembali dan secara bertahap melanjutkan aktivitasnya,” ujarnya.

Ke depan, TelkomGroup akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan layanan dan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat berjalan optimal serta menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan. (Isp)


INSPIRASIKEPRI.COM | Aceh Tamiang - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengapresiasi langkah cepat TelkomGroup dalam memulihkan jaringan telekomunikasi serta menyalurkan bantuan kemanusiaan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya Aceh Tamiang. Upaya pemulihan yang dilakukan secara gotong royong dinilai berdampak langsung terhadap kembalinya aktivitas masyarakat serta pemulihan ekonomi daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Wamen Komdigi Nezar Patria bersama jajaran TelkomGroup meninjau STO Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (24/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau sejumlah titik vital, termasuk RSUD Aceh Tamiang, untuk memastikan layanan komunikasi kembali berfungsi secara optimal.

“Hari ini kami meninjau beberapa titik pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh Tamiang, termasuk objek vital seperti RSUD. Kami memastikan rumah sakit beroperasi dengan stabil dan telah terhubung dengan jaringan komunikasi. Keadaan layanan kesehatan ini juga sudah kami laporkan kepada Menteri Kesehatan menggunakan jaringan yang sudah diperkuat,” ujar Nezar.

Nezar menambahkan, TelkomGroup memastikan pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh Tamiang yang saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen dan ditargetkan meningkat hingga 90 persen pada 27 Desember 2025. Tantangan utama berupa keterbatasan pasokan listrik telah diantisipasi melalui penyediaan genset oleh TelkomGroup. 

“TelkomGroup telah menyiapkan genset sebagai langkah antisipasi jika jaringan listrik terkendala. Sekitar 100 unit genset dan 500 unit handphone akan disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan di Aceh Tamiang. Kementrian Komdigi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim TelkomGroup yang bekerja keras di lapangan menjaga jaringan telekomunikasi bisa stabil kembali,” lanjutnya.

Menurut Nezar, pemulihan jaringan telekomunikasi tidak hanya penting dari sisi konektivitas, tetapi juga menjadi fondasi kebangkitan ekonomi masyarakat. “Dengan jaringan mulai kembali normal, aktivitas di pasar mulai tumbuh, masyarakat kembali beraktivitas, dan semangat warga pun bangkit. Semoga kolaborasi ini terus menguat dari semua instansi dan kita terus bersinergi, berkolaborasi untuk membuat Aceh Tamiang bangkit dan pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna menjelaskan bahwa Telkomsel terus mempercepat pemulihan jaringan di Aceh Tamiang dan Gayo Luwes, dengan target tingkat pemulihan mencapai 90 persen pada 27 Desember 2025. “Kendala saat ini adalah kestabilan listrik, maka dari itu kami telah menghadirkan genset untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan,” jelas Indra.

Secara keseluruhan, pemulihan layanan Telkomsel di wilayah Sumatera telah mencapai 97 persen. Untuk wilayah Aceh, pemulihan telah mencapai 90 persen, Sumatera Utara 98,9 persen, dan Sumatera Barat 99 persen. Dari 33 area terdampak, sebanyak 26 area telah berhasil dipulihkan. Sementara dari 123 OLT yang terdampak, 120 OLT telah kembali beroperasi

Untuk mendukung pemulihan jaringan, TelkomGroup melalui Telkomsel mengerahkan 470 unit genset, 78 kit satelit, 800 paket baterai, serta 156 radio unit. Selain itu, TelkomGroup juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan melalui program Telkom Peduli, di antaranya 103 unit genset di Aceh, 37 unit sumur bor, 500 unit handphone, 4 unit tenda, bantuan sembako di 161 posko, bantuan usaha untuk 682 warga, 4 unit alat berat beserta truk pengangkut, 6 posko kesehatan, serta dapur umum di tiga lokasi. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - Komitmen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam mendorong kepemimpinan dan partisipasi perempuan, serta membangun budaya kerja yang inklusif, kembali memperoleh pengakuan nasional. Bertepatan dengan momentum Hari Ibu, Telkom menerima apresiasi melalui penghargaan Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada ajang Wonder Mom Awards 2025 yang diselenggarakan oleh MetroTV, serta Perempuan Inspiratif Awards 2025 yang digelar oleh tvOne di Jakarta, pada Senin (22/12/2025).

Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendorong transformasi digital serta penguatan kepemimpinan perempuan di industri telekomunikasi. Apresiasi ini juga mencerminkan konsistensi dalam menjalankan transformasi digital secara menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi dan inovasi, tetapi juga pada pengembangan talenta dan penanaman nilai-nilai inklusivitas di lingkungan perusahaan. Telkom meyakini bahwa keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh insan perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa kepemimpinan memiliki peran kunci dalam memastikan transformasi dan aktivitas perusahaan berjalan efektif dan berkelanjutan. “Kepemimpinan yang berhasil harus berangkat dari visi yang jelas dan dapat diterjemahkan hingga ke level operasional, disertai keberanian untuk mengambil keputusan strategis, termasuk keputusan sulit dan terkadang tidak populer yang diperlukan dalam menjalankan transformasi di seluruh organisasi,” ujarnya.

Pemberdayaan perempuan di Telkom dimulai dari penguatan di dalam organisasi melalui pemberian ruang dan kesempatan yang setara di tempat kerja. Saat ini, partisipasi aktif perempuan mencakup sekitar 32% dari total karyawan TelkomGroup, dengan 22% di antaranya menduduki posisi manajerial. Capaian ini mencerminkan kepercayaan perusahaan terhadap kapasitas dan kapabilitas perempuan untuk mengambil peran strategis dan kepemimpinan, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja dan transformasi berkelanjutan TelkomGroup.

Upaya tersebut sejalan dengan inisiatif ESG Telkom, GoZero% yakni Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Sosial ‘Empower Our People’ yang berfokus pada terwujudnya prinsip inclusivity, diversity, dan equality di lingkungan kerja.

Sejalan dengan hal tersebut, Telkom secara konsisten membuka akses yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi di berbagai lini bisnis. Pendekatan ini memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif, sekaligus mendorong lahirnya talenta digital dan pemimpin perempuan yang berdaya saing serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan.

“Seorang pemimpin harus menjadi teladan melalui tindakan nyata dan membangun kepemimpinan yang inklusif, dengan membuka ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi karyawan, khususnya perempuan, untuk berkembang dan mengambil peran kepemimpinan,” tambah Dian. 

Ke depan, Telkom akan terus memperkuat perannya sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global dengan menempatkan pengembangan talenta dan kepemimpinan yang inklusif sebagai fondasi transformasi.

Melalui pemerataan akses digital, penguatan kapabilitas sumber daya manusia, serta inovasi yang berorientasi pada dampak dan kepuasan pelanggan, Telkom berkomitmen menciptakan value for the nation sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang berkelanjutan. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh operating company TelkomGroup menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung upaya penanganan bencana alam di Aceh dengan menerjunkan 118 relawan TelkomGroup ke wilayah Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang. 

Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari program BUMN Peduli yang bersinergi bersama Danantara dalam mendukung pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana. Para relawan akan diberangkatkan ke lokasi bantuan setelah agenda apel kesiapan Relawan BUMN Peduli yang digelar di area Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, Jumat (19/12/2025). 

Apel kesiapan tersebut dipimpin langsung oleh Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria serta dihadiri oleh jajaran pimpinan BUMN.

Dalam arahannya, Dony Oskaria menegaskan pentingnya peran BUMN untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana. Sebagai bagian dari agent of development, seluruh insan BUMN juga memiliki tanggung jawab untuk terjun langsung membantu masyarakat yang terdampak. 

“Sebagai bagian dari negara, BUMN memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir bersama masyarakat, terutama pada saat mereka menghadapi masa sulit. Kehadiran ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk kerja nyata untuk membantu memulihkan kondisi dan memperkuat harapan masyarakat,” ujar Dony Oskaria.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa partisipasi TelkomGroup dalam program BUMN Peduli merupakan wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian perusahaan yang ditunjukan melalui aksi nyata

"TelkomGroup berkomitmen untuk mendukung penuh program Peduli BUMN dan selalu hadir bagi masyarakat, khususnya pada situasi darurat di Sumatra saat ini. Melalui perwakilan relawan TelkomGroup dan bantuan kemanusiaan yang disalurkan, kami ingin memastikan kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Dian.

Dian menambahkan bahwa sinergi dan gotong royong antar BUMN menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana. “Kami percaya bahwa kolaborasi lintas fungsi yang terkoordinasi akan memperkuat upaya pemulihan serta membantu masyarakat bangkit kembali,” tambahnya.

Dalam misi kemanusiaan ini, TelkomGroup turut menyalurkan bantuan sosial berupa 10 unit tong air bersih dengan total kapasitas 75 ribu liter, serta bantuan pakaian dan perlengkapan bayi dengan total berat mencapai 1 ton. Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan 11 armada truk, terdiri dari 10 truk pengangkut air bersih dan 1 truk logistik.

General Manager Telkom Wilayah Sumatra Utara Agung Tri Cahyono, menjelaskan bahwa bantuan TelkomGroup disalurkan secara langsung ke masyarakat di wilayah terdampak bencana. “TelkomGroup memberangkatkan 118 relawan serta 11 armada truk bantuan. Bantuan ini kami distribusikan langsung ke lokasi terdampak, masing-masing lima desa di Aceh Timur dan lima desa di Aceh Tamiang agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” jelas Agung.

Keterlibatan TelkomGroup dalam aksi kemanusiaan ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, TelkomGroup juga telah menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatra, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan maupun dukungan konektivitas. Selain itu, TelkomGroup senantiasa bekerja maksimal dalam melakukan pemulihan infrastruktur dan layanan telekomunikasi digital. 

Hingga saat ini, secara keseluruhan 95% infrastruktur TelkomGroup berangsur pulih dan siap mendukung aktivitas komunikasi digital masyarakat. Sementara itu, proses recovery masih berlanjut dengan progress di wilayah Aceh pulih 85% sedangkan di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah 99% stabil.

Melalui partisipasi aktif keterlibatan relawan dalam program BUMN Peduli, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta kolaborasi lintas BUMN menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan dalam memastikan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. 

Ke depan, TelkomGroup akan terus mengambil peran aktif tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan, serta pemulihan masyarakat. (Isp) 





INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh operating company memastikan kesiapan infrastruktur digital menjelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan andal dan prima di seluruh wilayah Indonesia. 

Sebagai bentuk komitmen TelkomGroup dalam memastikan masyarakat dapat berkomunikasi dengan nyaman dan lancar selama periode natal dan tahun baru, termasuk di wilayah terdampak bencana Sumatera, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, melakukan peninjauan langsung kesiapan infrastruktur dan layanan ke Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026 yang bertempat di wilayah Telkom Regional III, beberapa waktu lalu.

Sebagai tindak lanjut dalam memastikan kesiapsiagaan tersebut, dilaksanakan Kick-Off Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026 secara daring bersama seluruh titik posko nasional dan regional, pada Jumat (19/12). Pada agenda yang terpisah, guna memastikan proses recovery infrastruktur dan layanan digital di wilayah Sumatra tetap berjalan dengan baik, dilaksanakan koordinasi terkait progress pemulihan sekaligus agenda apel kesiapan NATARU 2025/2026 Komdigi yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi & Digital RI Meutiya Hafidh dan Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.

Menteri Komunikasi & Digital RI Meutiya Hafidh menyampaikan, salah satu tugas utama Komdigi bersama dengan seluruh operator adalah memberikan layanan terbaik dari sisi konektivitas. Natal dan tahun baru merupakan salah satu momentum bagi setiap operator untuk memberikan layanan terbaik. 

Selain kenaikan trafik yang diprediksi akan mencapai hingga 30%, lanjutnya, hal lain yang perlu diperhatikan adalah wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi. Saya berharap dengan antisipasi cuaca tersebut, operator-operator, termasuk Telkom turut menyediakan atau memprioritaskan ketahanan energi dengan menyediakan power backup, dan genset dalam kapasitas yang penuh.

"Terkait dengan bencana Sumatera, sejak tanggal 1 kami telah melakukan percepatan perbaikan konektivitas di tiga provinsi yang terdampak bencana dan hari ini sudah terdapat kenaikan progress perbaikan yang cukup signifikan, sehingga saya merasa perlu menyampaikan terima kasih kepada teman-teman sekalian. Untuk wilayah Sumatera Barat kini sudah di atas 90%, untuk Sumatera Utara sudah 97-98%, dan Aceh di 73,5%," tambah Meutiya Hafidh, Sabtu (20/12/2025). 

Dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas digital masyarakat, TelkomGroup melakukan penyiapan secara terintegrasi yang mencakup aspek teknis jaringan dan kesiapan personel operasional. Melalui optimalisasi infrastruktur, penguatan sistem monitoring, serta dukungan sumber daya manusia yang mumpuni, TelkomGroup senantiasa berupaya menjaga stabilitas dan kualitas layanan secara konsisten, sehingga pelanggan dapat tetap terhubung dan menikmati layanan digital yang aman, nyaman, dan andal.

“Kebutuhan layanan konektivitas digital yang cenderung meningkat tajam selama Momen Natal dan Tahun Baru mendorong kami untuk senantiasa menghadirkan layanan yang prima dan mendukung setiap momen kebersamaan tanpa kendala yang signifikan," ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.

"Selama periode 19 Desember hingga 6 Januari 2026 kami melakukan monitoring secara berkala melalui 22 Posko Siaga NATARU 2025/2026 yang terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko anak perusahaan dengan didukung oleh 13.700 personil yang bertugas secara bergantian selama 24/7. Sistem smart command center juga kami gunakan untuk memonitor layanan dan infrastruktur secara rutin agar memastikan seluruh kebutuhan konektivitas masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” sambungnya. 

Guna memastikan Telkom dapat menghadirkan layanan yang andal dan berkualitas selama periode NATARU 2025/2026, termasuk di wilayah terdampak bencana Sumatera telah dilakukan perbaikan pada Sentral Telepon Otomat (STO) dan infrastruktur telekomunikasi lainnya, hingga pertengahan Desember 2025, sebanyak 31 STO yang terdampak kini telah selesai dilakukan perbaikan dan telah beroperasi kembali secara normal 100%. 

"Kami juga telah melakukan percepatan pemulihan pada link backbone utama, yaitu pada ruas Sibolga-Pematang Siantar-Padang Sidempuan. Pada sisi jaringan transmisi dan SKSO, progress penanganan gangguan juga telah mencapai 90%. Kami berupaya memastikan infrastruktur digital TelkomGrup, termasuk di wilayah terdampak bencana berjalan dengan optimal sehingga dapat memberikan best customer experience kepada seluruh pelanggan agar tetap terhubung dan menikmati kebersamaan dengan keluarga dan kerabat selama momen Natal dan Tahun Baru dengan penuh kemudahan, kenyamanan, dan kebahagiaan,” tambah Dian.

Dalam rangka memastikan kelancaran layanan, TelkomGroup menyiapkan infrastruktur dan IT Tools yang beroperasi secara redundant. Didukung oleh 14 infrastruktur kabel laut domestik serta jalur trafik internasional. Melalui dua gateway di Batam dan Manado dengan dengan total kapasitas hingga 23,2 Tbps atau naik sebesar 12% YoY, TelkomGroup memastikan keandalan jaringan tetap terjaga selama periode dengan intensitas penggunaan tinggi. Selain itu, penguatan jaringan akses juga dilakukan melalui optimalisasi lebih dari 4.000 BTS 5G Telkomsel yang tersebar di 56 kota di Indonesia.

Sebagai upaya menjaga kualitas layanan di kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi, TelkomGroup memperkuat pengamanan infrastruktur dan layanan telekomunikasi di 437 Point of Interest (POI) Mobile yang mencakup tempat wisata, pusat perbelanjaan, jalur mudik, transportasi publik seperti rest area, bandara, pelabuhan, dan stasiun, kawasan permukiman, serta fasilitas rumah ibadah. Sementara itu, bagi segmen enterprise, TelkomGroup memastikan konektivitas digital tetap stabil di tengah arus mudik NATARU melalui penguatan 1.665 POI untuk mendukung layanan publik.

Selain memastikan kesiapan jaringan, TelkomGroup menghadirkan beragam program dan penawaran khusus bagi pelanggan, baik segmen retail untuk pelanggan Telkomsel maupun bagi pelanggan Telkom Solution dan Indibiz pada segmen korporasi, enterprise, dan UMKM. Berbagai penawaran menarik, kemudahan berlangganan layanan, dan ekosistem aplikasi digital dihadirkan untuk menunjang kebutuhan komunikasi, hiburan, produktivitas, dan aktivitas digital masyarakat selama periode libur akhir tahun.

Tidak hanya berfokus pada aspek operasional dan bisnis, TelkomGroup juga memaknai momentum Natal dan Tahun Baru dengan menjalankan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Inisiatif tersebut meliputi penyaluran bantuan sosial bagi korban bencana alam banjir dan bantuan alat produksi bagi UMKM, serta bantuan Siaga NATARU yang juga disalurkan skala nasional.

“Menjelang penghujung tahun, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat kepada TelkomGroup. Selamat menikmati momen libur bersama keluarga. Semoga di tahun 2026 mendatang kita dapat terus bersama-sama melangkah maju dan bertransformasi menuju masa depan digital yang inklusif dan berkelanjutan. TelkomGroup senantiasa berkomitmen dalam menyediakan infrastuktur dan layanan digital terbaik,” tutup Dian. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), resmi menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari Telkom kepada InfraNexia. 

Hal ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring beberapa waktu lalu. 

Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama yang disaksikan oleh Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro dan Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng di Jakarta, pada Kamis (18/12/2025).

Kesepakatan ini merupakan tonggak penting bagi penguatan pilar infrastruktur digital yang dimiliki Telkom sekaligus mengakselerasi implementasi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30. 

Langkah strategis tersebut menegaskan komitmen Telkom dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia. InfraNexia juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan melalui optimalisasi nilai strategis aset jaringan fiber optik nasional dan peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.

Setelah dilakukan pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity, InfraNexia akan memiliki lebih dari 50% dari total aset infrastruktur jaringan fiber Telkom yang meliputi segmen access, aggregation, backbone serta infrastruktur pendukung lainnya dengan nilai transaksi bisnis dan aset mencapai Rp35,8 trilliun pada fase spin-off pertama. 

Sementara itu, fase spin-off kedua ditargetkan akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 yang akan dilakukan secara transparan, penuh kehati-hatian dengan itikad baik dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Setelah transaksi ini, kepemilikan saham efektif Telkom di InfraNexia meningkat menjadi 99,9999997%, mempertegas posisi Telkom sebagai Pemegang Saham Pengendali. Meski demikian, InfraNexia berkomitmen akan beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity kepada pelanggan eksternal maupun internal TelkomGroup untuk memastikan tersedianya konektivitas berkualitas tinggi dengan jangkauan luas yang selaras dengan kapabilitas perusahaan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi TLKM 30 dalam mengoptimalkan monetisasi aset strategis untuk mempercepat penciptaan nilai.

“Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup. Melalui InfraNexia sebagai entitas yang berfokus penuh pada pengelolaan dan pengembangan bisnis infrastruktur fiber, kami dapat mempercepat penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model dan membuka peluang kemitraan strategis yang mendukung pemerataan konektivitas digital nasional secara lebih efisien,” ujar Dian sesaat setelah pelaksanaan penandatangaan akta pemisahan.

Dian menambahkan, pendekatan yang diadopsi Telkom ini sejalan dengan praktik terbaik di industri secara global. Sejumlah operator telekomunikasi global seperti seperti Telstra (Australia), Telecom Italia (TIM), Telefonica (Spanyol), O2 (Inggris) dan CETIN (Czech Republic) terbukti sukses meningkatkan efisiensi dan valuasi serta potensi kemitraan strategis melalui pembentukan entitas pengelola bisnis infrastruktur jaringan secara terpisah.  

Hadirnya InfraNexia juga merupakan wujud dari komitmen Telkom dalam mendukung arah transformasi BUMN yang selaras dengan agenda nasional dan amanah dari Danantara serta BP BUMN untuk mempercepat pemerataan akses digital, meningkatkan penetrasi fixed broadband, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama, menjelaskan bahwa InfraNexia akan menyediakan layanan fiber connectivity bagi segmen wholesale dan memastikan tersedianya konektivitas berkualitas tinggi secara luas. 

Model operasi InfraNexia dirancang memberikan layanan wholesale yang transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh industri. Potensi pasar yang terus berkembang dan kebutuhan konektivitas digital lintas sektor yang meningkat, membuka peluang strategis bagi InfraNexia untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekosistem konektivitas nasional.

“Kehadiran InfraNexia sebagai entitas yang mengonsolidasikan infrastruktur fiber akan mendorong terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Pemisahan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk memungkinkan lebih banyak pelaku industri merasakan manfaat langsung dari layanan yang lebih kompetitif dan efisien,” ujar Ketut.

Telkom meyakini bahwa langkah ini akan memperkuat posisi InfraNexia sebagai perusahaan wholesale fiber connectivity terdepan, sekaligus mengukuhkan posisi TelkomGroup sebagai market leader dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. (Isp)




INSPIRASIKEPRI.COM | Kuala Simpang - Lebih dari dua pekan pasca bencana longsor dan banjir bandang di wilayah Sumatra, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama jajaran operating company TelkomGroup terus konsisten menerapkan langkah tanggap darurat. 

Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), TelkomGroup menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang mencakup bantuan konektivitas dan kemanusiaan. Penyaluran ini akan terus dilanjutkan dengan terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan pengungsi serta ketersedian logistik di lapangan.

Hingga Senin (15/12), bantuan yang sudah tersalurkan kepada masyarakat terdampak oleh TelkomGroup mencapai total nilai Rp2,311 miliar. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD Provinsi, tokoh masyarakat, pengurus tempat ibadah, relawan, rumah sakit dan layanan publik, serta posko pengungsian, agar bantuan tepat sasaran dan dapat menjangkau seluruh wilayah yang masih sulit untuk diakses. 

Distribusi bantuan kemanusiaan dan logistik berupa bahan makanan sembako, obat-obatan, logistik, pakaian layak pakai, hingga pembangunan dapur umum saat ini tercatat telah dimanfaatkan oleh lebih dari 25 lokasi dan titik pengungsian yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Selain bantuan logistik, TelkomGroup juga menghadirkan dukungan konektivitas digital melalui penyediaan internet satelit dari PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sejak terjadinya bencana. 

Layanan internet satelit Telkomsat dipasang di 13 lokasi terdampak, yang terdiri dari 6 titik lokasi di Aceh, 5 lokasi di Sumatra Utara, dan 2 lokasi di Sumatra Barat. Penyebaran titik pusat konektivitas darurat yang didukung oleh satelit Telkomsat difokuskan dengan prioritas wilayah terdampak yang membutuhkan dukungan konektivitas lebih tinggi. 

Kehadiran layanan internet satelit ini ditujukan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana, operasional posko pengungsian, serta kelancaran komunikasi bagi seluruh masyarakat, relawan, dan pihak lainnya.

“Penanganan bencana membutuhkan dukungan lintas fungsi yang bergerak cepat dan terkoordinasi. Dari sisi infrastruktur jaringan, Telkom memastikan konektivitas tetap tersedia untuk mendukung operasional posko, komunikasi antar relawan, serta layanan publik di wilayah terdampak," ujar Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, Rabu (17/12/2025). 

"Penyediaan internet satelit dari Telkomsat di lokasi-lokasi prioritas menjadi bagian dari upaya kami agar proses recovery yang dilakukan TelkomGroup lebih efektif dan tentunya kebutuhan komunikasi masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah masa pemulihan,” sambungnya. 

TelkomGroup juga menyediakan layanan akses internet gratis yang tersebar di tujuh titik posko bencana meliputi Kantor Wilayah Telkom Sumut, Kantor Wilayah Telkom Banda Aceh, Pusat Layanan Telkom Sigili, Kantor Wilayah Telkom Sibolga, Kantor Wilayah Telkom Sumbar, dan Pusat Layanan Telkom Talu, dengan mempertimbangkan lokasi posko di titik strategis. 

Sebagai bentuk sinergi TelkomGroup dan instansi, dukungan konektivitas turut disediakan di lokasi Pemprov Aceh-Sumut serta Diskominfo setempat guna memastikan kelancaran posko pemda. Layanan posko internet gratis akan terus dioperasikan secara optimal untuk mendukung kebutuhan komunikasi warga terdampak, relawan, serta pemangku kepentingan dalam koordinasi penanganan bencana.

Sejalan, SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan, “Hadirnya TelkomGroup dalam situasi darurat bukan hanya soal mengirimkan bantuan, tetapi memastikan masyarakat terdampak bisa kembali bangkit dengan dukungan yang tepat. Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, kami memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga ketangguhan masyarakat. Teknologi dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan, karena keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk pulih dari bencana. Kami berharap kolaborasi lintas pihak dapat mempercepat pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Hery.

Bantuan ini merupakan bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup untuk mendukung percepatan pemulihan pasca bencana dan situasi tanggap darurat. Di samping itu, upaya pemulihan layanan telekomunikasi terus dilakukan secara bertahap dengan fokus percepatan recovery layanan saat ini diarahkan ke wilayah Aceh. 

Tim teknis TelkomGroup bekerja 24/7 untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak, menormalkan jaringan, serta memperkuat konektivitas darurat di area prioritas. Melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, TelkomGroup berkomitmen menghadirkan aksi kemanusiaan yang relevan, nyata, dan berkelanjutan bagi warga terdampak bencana. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI). 

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal dalam penjajakan pengembangan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SUB-2 dengan ruas Gresik–Makassar–Takisung. 

Kegiatan penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno dan President Director CCSI Peter Djatmiko, di Jakarta pada Senin (15/12/2025).

Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi terhadap investasi, mengoptimalkan pemanfaatan rute kabel laut yang dimiliki Telkom, sekaligus memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional. Sejalan dengan strategi transformasi jangka panjang TLKM 30, Telkom berupaya untuk mengakselerasi monetisasi aset strategis dan menjalin kemitraan untuk mempercepat penciptaan nilai. 

Telkom juga turut menegaskan peranannya sebagai digital telco dengan kapabilitas layanan digital end-to-end yang mencakup Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services. Melalui sinergi dengan mitra strategis, Telkom mendorong pengembangan infrastruktur digital yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi ekosistem nasional.

Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan agenda transformasi Telkom dalam memperkuat fondasi konektivitas digital. 

“Sinergi pembangunan SKKL SUB-2 bersama CCSI merupakan wujud komitmen Telkom dalam memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional secara lebih efisien, agile, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini dilandasi niat bersama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan melalui penambahan kapasitas jaringan kabel laut yang andal, sehingga dapat beroperasi secara optimal dalam jangka panjang serta mendukung pemerataan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” pungkas Nanang.

CCSI merupakan salah satu produsen dan penyedia kabel serat optik darat dan laut yang telah mendukung pengembangan jaringan telekomunikasi kabel laut. Dalam kerja sama ini, Telkom dan CCSI menjajaki pemanfaatan kapabilitas kedua pihak untuk mendukung pengembangan infrastruktur konektivitas secara terintegrasi.

Ruang lingkup kerja sama strategis ini mencakup penjajakan pembangunan SKKL SUB-2 dengan memanfaatkan rencana teknis dan perizinan. Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu memberikan manfaat yang lebih optimal dibandingkan pembangunan jaringan secara terpisah. 

Sebagai dasar pertukaran informasi dalam tahap penjajakan, Telkom dan CCSI sebelumnya telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 21 Maret 2025.

Pada kesempatan yang sama, President Director CCSI Peter Djatmiko menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional. 

“Penandatanganan Nota Kesepahaman hari ini menjadi langkah awal dalam rencana pembangunan jaringan kabel laut yang menghubungkan Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan melalui skema joint operation dan joint investment," ucap Peter.

"Kami mengapresiasi kepercayaan Telkom untuk berkolaborasi dengan CCSI dalam inisiatif strategis ini, yang tidak hanya mendorong efisiensi investasi dan operasional bagi kedua pihak, tetapi juga diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas digital nasional,” sambungnya. 

Ke depan, Telkom dan CCSI akan melanjutkan teknis operasional dan komersial secara lebih mendalam untuk merealisasikan potensi kerja sama ini, sekaligus memastikan pengembangan jaringan SKKL SUB-2 dapat memberikan manfaat optimal bagi para pemangku kepentingan, masyarakat, dan kemajuan ekosistem digital nasional. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | Kuala Simpang - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama jajaran perusahaan TelkomGroup hingga Sabtu (13/12) telah berhasil mengaktifkan kantor Sentral Telepon Otomat (STO) Telkom di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat pasca bencana longsor dan banjir bandang. 

Saat ini, TelkomGroup akan berfokus pada langkah pemulihan selanjutnya yakni pengaktifan kembali beberapa titik base transceiver station (BTS). Di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sebesar 90% BTS milik TelkomGroup telah aktif, sedangkan di wilayah Aceh masih menjadi perhatian utama dengan jumlah recovery aktif sebanyak 50%.

“Di Aceh kerusakan terbesar BTS ada di sana. Kami fokuskan seluruh sumber daya yang ada di TelkomGroup untuk mempercepat recovery dari BTS yang ada di Aceh ini, mudah-mudahan 75% coverage di masing-masing kota bisa kami hidupkan lagi kurang lebih hari ini atau besok,” jelas Direktur Network Telkom Nanang Hendarno ketika meninjau kondisi infrastruktur jaringan komunikasi kantor STO Telkom di Kecamatan Kuala Simpang pada Sabtu (13/12/2025). 

Kegiatan peninjauan infrastruktur ini didampingi oleh EVP Telkom Regional I Sumatra Dwi Pratomo Juniarto yang dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi infrastruktur lainnya di Pangkalan Brandan, Tanjung Pura, serta Tanjung Mulia di Sumatra Utara, pada Minggu (14/12/2025) untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh

Nanang menambahkan, Telkom saat ini tengah mengupayakan secara maksimal proses pemulihan BTS dengan mengerahkan seluruh resources yang ada di TelkomGroup, tidak hanya dari Telkomsel tapi juga kami mengerahkan sumber daya dari semua anak usaha guna mempercepat pengaktifan BTS yang masih mengalami gangguan. 

Dalam tinjauannya di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanang menilai kondisi kantor STO Telkom yang terdampak banjir masih memerlukan banyak pembenahan yang diakibatkan oleh genangan lumpur. “Telkom berupaya memprioritaskan perbaikan layanan kepada pelanggan. Kami coba me-recovery services kepada customer lebih dahulu, ini prioritas utama Telkom,” tegas Nanang.

Saat melakukan peninjauan di Kota Langsa, Nanang menyaksikan banyak masyarakat yang menggunakan layanan jaringan internet dan charger gratis yang disediakan oleh TelkomGroup di berbagai titik access point (AP) di tengah kondisi jaringan listrik mati menyeluruh di wilayah Langsa. 

“Terdapat beberapa AP yang sudah diaktifkan dan melihat animo masyarakat kami pikir perlu ditambahkan beberapa titik lagi, di samping juga memenuhi kebutuhan listrik akan perangkat gadget masyarakat,” ujar Nanang.

TelkomGroup berkomitmen untuk dapat menambahkan posko layanan internet dan charger gratis guna memastikan kebutuhan masyarakat akan akses telekomunikasi digital tetap terpenuhi selama proses pemulihan seluruh infrastruktur berlangsung.

Kondisi perangkat di Kota Langsa saat ini telah menunjukkan pemulihan yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah Kuala Simpang. Seluruh tim teknis TelkomGroup terus melakukan percepatan pemulihan layanan BTS di Aceh, dengan target sebanyak 75% cakupan BTS di masing-masing kota dapat kembali aktif pada hari Senin.

Ke depan, fokus percepatan recovery layanan TelkomGroup akan lebih diarahkan ke wilayah Aceh, mengingat kondisi jaringan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat relatif telah stabil. 

Strategi pemulihan di Aceh dilakukan melalui pendekatan pembangunan umbrella coverage yang menaungi satu kota atau kabupaten secara menyeluruh, guna memastikan layanan konektivitas dapat kembali dinikmati secara lebih luas oleh masyarakat. Namun demikian, proses recovery di sejumlah lokasi masih bergantung pada stabilitas pasokan listrik di wilayah terdampak. 

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Aceh dan Sumatra Utara, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa peralatan medis dan obat-obatan ke RS Adam Malik dan wilayah Aceh Tamiang, yang meliputi serum anti tetanus, tabung oksigen beserta isinya, regulator, kursi roda, NRM oxygen mask, berbagai obat-obatan, serta popok dewasa dan popok anak, guna mendukung pelayanan kesehatan dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara daring, pada Jum'at (12/12/2025). 

Melalui agenda RUPSLB tersebut, Telkom resmi memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) yang dikenal dengan InfraNexia. 

Tergolong sebagai transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No.42/2020, aksi korporasi ini mensyaratkan persetujuan pemegang saham independen yang pada pelaksanaannya telah memenuhi kuorum dan disetujui oleh mayoritas pemegang saham independen.

Inisiatif pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity menjadi entitas baru merupakan bagian dari strategi transformasi TLKM 30 yang strategis bagi Telkom guna menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia. InfraNexia juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan melalui optimalisasi aset infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para pemangku kepentingan atas dukungan serta kepercayaan yang senantiasa diberikan kepada Telkom atas upaya perusahaan untuk bertransformasi dan mencapai kinerja terbaik. Diperolehnya persetujuan atas pemisahan bisnis dan aset ini memperkuat agenda transformasi perseroan untuk membangun struktur usaha yang lebih fokus dan tangkas, sehingga Telkom dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi percepatan digitalisasi nasional dan menciptakan nilai tambah baik bagi perusahaan, stakeholders, masyarakat, dan negara,” jelas Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.

Melalui aksi korporasi ini, InfraNexia akan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi biaya operasional dan investasi, serta membuka peluang untuk network sharing dan kemitraan strategis untuk menciptakan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Dari sisi kepemilikan aset, setelah fase spin-off pertama InfraNexia akan memiliki lebih dari 50% dari total infrastruktur jaringan fiber Telkom yang meliputi segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya. Sementara itu, fase spin-off kedua ditargetkan akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 dengan total nilai aset mencapai Rp90 triliun.

Lahirnya InfraNexia juga merupakan wujud dari komitmen Telkom dalam mendukung agenda transformasi jangka panjang BUMN sebagaimana arah kebijakan nasional dan amanah dari Danantara untuk meningkatkan efisiensi serta memberikan kontribusi maksimal bagi negara. Potensi pasar yang besar dan ruang ekspansi yang luas di berbagai sektor yang memerlukan dukungan konektivitas digital memberikan peluang besar bagi InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, RUPSLB juga menyetujui penugasan yang diberikan pemerintah untuk mengoperasikan dan menjaga layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) selama periode peralihan sampai dengan PDN pemerintah beroperasi secara penuh. 

Penugasan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah atas kompetensi Telkom sebagai pemain utama data center dan cloud. Telkom sebagai perusahaan digital telco terdepan berkomitmen dalam melaksanakan operasional dan keberlangsungan layanan atas PDNS sehingga visi transformasi digital yang menjadi program pemerintah terus berjalan dan kedaulatan data negara dapat terjaga dengan baik.

Dalam agenda RUPSLB, pemegang saham turut menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja perseroan serta menyukseskan langkah transformasi yang tengah dilakukan. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPSLB Telkom 2025 adalah sebagai berikut:


Dewan Komisaris


Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo

Komisaris : Rionald Silaban

Komisaris : Rizal Mallarangeng

Komisaris : Ossy Dermawan

Komisaris : Silmy Karim

Komisaris Independen : Deswandhy Agusman

Komisaris Independen : Ira Noviarti

Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim


Jajaran Direksi


Direktur Utama : Dian Siswarini

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra

Direktur Human Capital Management : Willy Saelan

Direktur Wholesale & International Service : Budi Satria Dharma Purba

Direktur Enterprise & Business Service : Veranita Yosephine

Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji

Direktur Network : Nanang Hendarno

Direktur IT Digital : Faizal Rochmad Djoemadi

Direktur Legal & Compliance : Andy Kelana


Telkom melanjutkan langkah transformasi jangka panjang melalui empat pilar strategis dalam strategi TLKM 30. Pilar pertama berfokus pada peningkatan keunggulan operasional dan layanan, penguatan tata kelola, serta optimalisasi efisiensi modal. Pilar kedua mencakup strategi konsolidasi dan penataan portofolio bisnis. 

Selanjutnya, pilar ketiga adalah unlocking value atas portofolio infrastruktur digital TelkomGroup yang luas dan strategis, termasuk melalui pembentukan InfraNexia sebagai entitas pengelola aset infrastruktur. Terakhir, pilar keempat menegaskan transisi Telkom menuju entitas strategic holding untuk menciptakan nilai jangka panjang di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Dengan berbagai keputusan strategis yang disahkan dalam RUPSLB ini, Telkom menegaskan transformasinya menuju perusahaan strategic holding guna menjadi digital telco yang lebih fokus, lincah, dan berdaya saing global. 

Perseroan optimis bahwa penguatan struktur bisnis, efisiensi operasional, serta konsistensi dalam membangun infrastruktur digital nasional akan memperkokoh posisi Telkom sebagai penggerak utama ekosistem digital Indonesia sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi bangsa. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | Buriram – Dominasi pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) bersama CBR250RR di ajang balap Asia terus berlanjut. Fadillah Arbi Aditama melanjutkan tradisi tersebut setelah tampil gemilang dan mengamankan predikat Juara Asia pada seri terakhir Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP)250 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu-Minggu, 6-7 Desember 2025.

Kemenangan Arbi meneruskan tradisi CBR250RR menjadi yang terbaik sejak kemunculan pertamanya. Dimulai dari Gerry Salim (2017), Rheza Danica (2018 dan 2023), serta Herjun Atna Firdaus (2024).

Arbi yang datang ke Buriram sebagai pemimpin klasemen kelas AP250 dengan jarak 36 poin dengan pesaing terdekat, tampil tenang dan mengamankan poin demi poin. Pada race pertama, Sabtu (6/12/2025), pebalap asli Purworejo itu mampu konsisten dan memenangi balapan yang cukup ketat, sekaligus menyegel gelar juara Asia.

Pada race kedua, Minggu (7/12/2025), dengan gelar yang sudah di tangan, Arbi menjalani balapan tanpa beban. Sempat memimpin beberapa lap dan bersaing dengan pebalap Thailand, namun sedikit kesalahan di tikungan terakhir membuatnya finish posisi ketiga.

”Saya jalani race kedua ini lebih enjoy dan tanpa beban. Lepas start semuanya berjalan mulus. Tetapi disaat tikungan terakhir, saya ada sedikit kesalahan. Akhirnya saya hanya amankan agar tidak jatuh dan finish di posisi 3. Terima kasih Astra Honda yang menyiapkan motor sangat baik dan membuat saya jadi juara Asia. Terima kasih dukungan pecinta balap Indonesia. Gelar ini jadi motivasi saya untuk terus meraih prestasi di masa depan,” ucap Arbi.

Sepanjang musim balap tahun ini, Arbi bersama CBR250RR berhasil menyumbangkan total 8 podium dari 12 balapan yang berlangsung di kelas AP250. Prestasi membanggakan untuk Indonesia ini membuatnya berhasil mengantongi total poin akhir 212 poin. Rekan Arbi di kelas yang sama, Davino Britani, juga tak kalah membanggakan. Di musim pertamanya turun di kelas ini, pebalap 16 tahun itu bertengger di posisi klasemen akhir ke-9 dengan total poin 65. Hebatnya lagi, performa ini diraih kedua pebalap Astra Honda Racing Team itu, dengan menghadapi tantangan yang cukup berat , diantara perbedaan kapasitas mesin yang lebih besar. Komposisi raihan kedua pebalap ini pun membuat AHRT menjadi juara tim di kelas AP250. 

Adenanta Impresif di SS600

Sementara itu di kelas Supersport (SS)600, Mohammad Adenanta Putra yang pada seri terakhir ini berpeluang mengunci gelar juara dan mengawinkan gelar untuk Astra Honda dan Indonesia, juga tampil impresif. Meski gelar belum berhasil diraih, namun penampilan dan upaya Adenanta patut diapresiasi.

Datang ke Buriram dengan bekal gap 8 poin dengan pesaing terdekat, pebalap asal Ngawi, Jawa Tengah, itu hanya butuh beberapa poin lagi untuk mengunci gelar. Namun di race pertama, nasib kurang beruntung dialaminya saat terjatuh di lap pertama karena bersenggolan dengan pebalap lain. Pada race kedua, Adenanta tampil all out. Sempat tertinggal, dirinya mampu memimpin balapan. Hingga pada lap terakhir, secara dramatis Adenanta membuat kesalahan dan terjatuh hanya beberapa tikungan jelang finish.

”Balapan yang sangat emosional untuk saya. Pertarungan berjalan ketat, beberapa kali saya harus mengalami tekanan yang tidak saya perkirakan. Sampai kemudian di lap terakhir saya memimpin balapan, namun terjatuh dan harus kehilangan gelar juara yang sudah di depan mata. Begitulah balap, semua hal bisa terjadi. Mohon maaf untuk semua pecinta balap Indonesia karena belum berhasil membawa gelar juara SS600 ke Tanah Air. Namun saya akan terus bekerja keras dan meraih prestasi demi prestasi ke depan demi Indonesia,” ujar Adenanta.

Adenanta tetap menjadi kebanggaan Indonesia dengan menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan 152 poin. Sementara itu, di kelas yang sama, Herjun Atna Firdaus mengamankan posisi ke-9 klasemen dan Rheza Danica Ahrens di posisi ke-15 berkat performa konsisten sepanjang musim.

Andi Farid Izdihar yang turun di kelas Asia Superbike (ASB)1000 juga mencetak hasil yang cukup gemilang. Bersama CBR1000RR-R, Andy Gilang berhasil mempersembahkan podium dengan posisi kedua pada race pertama dan posisi keenam pada race kedua. Hasil ini menempatkannya di posisi klasemen akhir ke-6 dengan total 103 poin.

Prestasi para pebalap Astra Honda di Buriram ini menjadi penutup manis perjalanan panjang ARRC 2025. Konsistensi Arbi menorehkan gelar AP250, penampilan impresif Adenanta di kelas yang lebih tinggi, dan kemampuan bersaing para pebalap didikan AHM lainnya menunjukkan bahwa jenjang pembinaan pebalap berjalan efektif dan berkelanjutan.

Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM menyatakan keberhasilan ini menguatkan komitmen perusahaan untuk terus mencetak pebalap masa depan Indonesia yang mampu bersaing di level Asia hingga dunia.

”Kami sangat bangga dengan perjuangan dan prestasi para pebalap Astra Honda di ARRC musim ini. Arbi sudah membuktikan diri sebagai yang terbaik di Asia, sementara pebalap binaan kami lainnya juga menunjukkan level kompetisi yang luar biasa hingga race terakhir. Pencapaian ini tidak lahir begitu saja, tetapi merupakan hasil penjenjangan pembinaan balap yang terus kami bangun, mulai dari level nasional hingga internasional. Semoga hasil ini semakin memotivasi generasi pebalap muda Indonesia untuk berani bermimpi besar di arena balap,” pungkas Andy. (Isp) 





INSPIRASIKEPRI.COM | Jayapura - Di era transformasi menuju revolusi industri 5.0, kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal dan terintegrasi menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Perkembangan teknologi telekomunikasi, ekspansi layanan digital, serta meningkatnya adopsi aplikasi berbasis data mendorong permintaan yang kian besar terhadap layanan data center yang unggul, aman, dan dekat dengan pengguna. 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui neuCentrIX sebagai market leader edge data center, kini hadir di Jayapura yang merupakan fasilitas ketiga di Kawasan Timur Indonesia setelah Manado dan Makassar.

Sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Papua memiliki posisi strategis untuk menjadi simpul baru dalam ekosistem digital nasional. Penguatan infrastruktur data center di wilayah ini menjadi langkah penting untuk memastikan kelancaran arus data, peningkatan kualitas layanan digital, serta pemerataan akses teknologi di seluruh penjuru negeri, termasuk potensi konektivitas hingga kawasan Pasifik. 

Diresmikan pada Kamis (4/12/2025), neuCentrIX Jayapura tidak hanya menjawab kebutuhan konektivitas dan layanan digital yang semakin meningkat, tetapi juga mempertegas posisi Papua sebagai hub digital kawasan timur yang mampu mendorong pemerataan ekonomi digital.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur data center merupakan komponen krusial dalam akselerasi transformasi digital nasional yang inklusif. 

“neuCentrIX Jayapura menjadi penggerak bagi percepatan transformasi digital di kawasan timur Indonesia. Dengan menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan pengguna, kami memastikan kualitas layanan yang lebih stabil serta pengalaman digital yang jauh lebih baik bagi masyarakat, pelaku usaha dan pemerintahan, maupun penyedia layanan digital,” ujar Honesti.

neuCentrIX Jayapura memiliki standar keamanan internasional Tier-II dan didukung oleh sertifikasi ISO 27001:2013 ISMS (Sistem Manajemen Keamanan Informasi). Fasilitas ini memiliki total kapasitas 96 rack. Sebagai fasilitas edge data center Telkom yang ke-28, neuCentrIX Jayapura memiliki kapasitas yang memungkinkan untuk terhubung melalui berbagai koneksi, baik secara domestik maupun global, memastikan arus data yang lancar dan terintegrasi dengan jaringan yang lebih luas.

Fasilitas ini juga dilengkapi interkoneksi melalui NCIX (neuCentrIX Internet Exchange) lokal yang memungkinkan pertukaran trafik komunitas data center dan konektivitas langsung ke eyeball internet terbesar di Indonesia. Interkoneksi lokal ini sangat penting untuk mendukung layanan digital, cloud, konten, hingga aplikasi latency-sensitive di Papua dan sekitarnya. 

Dengan demikian, neuCentrIX Jayapura dapat menghadirkan layanan data center yang andal, aman, dan siap melayani berbagai kebutuhan operasional Enterprises, Cloud Services Provider, Content Provider, Government, dan ISP.

Turut menambahkan, EVP Telkom Regional V Amin Soebagyo menjelaskan pentingnya menjaga kualitas pelayanan pada fasilitas neuCentrIX Jayapura. “Kami mengutamakan prinsip simple, secure, dan standard dalam pengelolaan fasilitas neuCentrIX untuk selalu memberikan performansi layanan yang optimal dan customer experience yang excellent,” kata Amin.

Kehadiran neuCentrIX Jayapura merupakan upaya Telkom dalam memperluas footprint data center di Indonesia Timur. Inisiatif ini sejalan dengan strategi Telkom untuk mendorong pemerataan transformasi digital dan memperkuat kedaulatan digital Indonesia. 

Melalui pemanfaatan data center di berbagai wilayah, Telkom berharap dapat memenuhi kebutuhan layanan data masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekosistem digital nasional. (Isp) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.