Batam

Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Sslah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep _Batam Integrated Total Water Management_ untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi _Sea Water Reverse Osmosis_ (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny.  (Isp) 

 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kejaksaan Negeri Batam berhasil menyelesaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sewa perairan Terminal Khusus (Tersus) periode 2021–2025 senilai Rp18.820.259.094. 

Capaian tersebut ditandai melalui Serah Terima dan Pemberian Penghargaan atas Pendampingan Hukum (Legal Assistance) Penyelesaian PNBP Sewa Perairan pada Terminal Khusus BP Batam Periode 2021–2025, Minggu (21/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

I Wayan mengatakan, penyelesaian kewajiban PNBP merupakan hasil sinergi Kejaksaan Negeri Batam, BP Batam, asosiasi, dan para pelaku usaha. Dari 135 pemegang Tersus yang menjadi objek penanganan, hingga September 2026 sebanyak 111 perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya.

“Capaian ini merupakan keberhasilan bersama dalam mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk mewujudkan tata kelola Terminal Khusus yang lebih tertib dan transparan,” ujar I Wayan.

Ia menjelaskan, hal tersebut bermula setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang membawa perubahan dalam pengelolaan pemanfaatan perairan Terminal Khusus di Batam.

Dalam proses penyelesaiannya, Kejaksaan Negeri Batam melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara melakukan koordinasi, fasilitasi, serta pendampingan hukum kepada para pemilik dan pengelola Tersus.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak negara dapat terpenuhi sekaligus memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam beserta jajaran dan para pelaku usaha atas sinergi yang telah terbangun dalam menyelesaikan kewajiban tersebut.

Menurut Amsakar, optimalisasi PNBP memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Batam. Terlebih, berbagai kegiatan BP Batam ditopang oleh penerimaan negara bukan pajak yang dihimpun dari kegiatan pengusahaan.

“Apa yang kita lakukan ini harus kita maknai sebagai cara untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan negara yang kita cintai. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam beserta jajaran serta rekan-rekan pelaku usaha,” kata Amsakar.

Amsakar juga menekankan pentingnya membangun we feeling atau “rasa berkita” di antara seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, asosiasi, dan dunia usaha menjadi modal penting dalam menjaga momentum pembangunan Batam.

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Batam pada semester I 2026 telah mencapai 7,28 persen. Capaian tersebut perlu terus dijaga melalui iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam memperkuat pelayanan dan kepastian berusaha serta menjaga daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, dan kepelabuhanan.

Penyelesaian kewajiban PNBP sewa perairan Tersus ini diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap tata kelola pengusahaan di Batam.

“Kalau pelaku usaha sudah sehati, insyaallah Batam ke depan semakin jaya,” tutup Amsakar.

Kegiatan turut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelesaian PNBP sewa perairan Tersus periode 2021–2025.

Turut hadir jajaran Kejaksaan Negeri Batam dan BP Batam, KSOP Khusus Batam, Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), DPC Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Batam, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan pengelola Terminal Khusus. (CM).  (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - BP Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari–Agustus 2026.

Sejumlah indikator utama menunjukkan pertumbuhan tahunan, dengan penerimaan mencapai Rp303,14 miliar, arus peti kemas 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2% (YoY), bongkar muat general cargo 8.174.446 ton atau tumbuh 8% (YoY), serta mobilitas penumpang mencapai 6.718.075 orang atau tumbuh 8,02% (YoY).

Khusus Terminal Umum Batu Ampar, realisasi general cargo telah mencapai 1.376.034 ton atau 102% dari target tahunan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa tren positif sektor kepelabuhanan menjadi salah satu indikator penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam.

Menurutnya, pertumbuhan arus logistik dan mobilitas penumpang menunjukkan aktivitas perdagangan serta konektivitas Batam terus bergerak positif.

"Pertumbuhan yang konsisten di sektor logistik dan kepelabuhanan hingga Agustus 2026 ini merupakan sinyal kuat bahwa denyut perekonomian dan iklim investasi Batam terus bergairah. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam," ujar Amsakar Achmad, Sabtu (19/9/2026). 

Ia menambahkan, BP Batam akan terus mendorong modernisasi infrastruktur, elektrifikasi peralatan bongkar muat, serta digitalisasi layanan dan proses logistik. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai transshipment hub dan simpul logistik internasional di Selat Malaka.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan bahwa peningkatan kinerja harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha dan masyarakat. Hingga Agustus 2026, lalu lintas penumpang domestik dan internasional tercatat mencapai 6.718.075 orang, sementara kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 73.230 call atau tumbuh 1% (YoY).

"Tingginya mobilitas penumpang laut yang menembus 6,7 juta orang dan aktivitas logistik yang kian padat menuntut peningkatan mutu pelayanan publik di seluruh terminal. BP Batam terus mempererat sinergi dengan unsur CIQP serta para asosiasi maritim agar seluruh proses kepelabuhanan berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel," tegas Li Claudia.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan apresiasi atas capaian unit bisnis kepelabuhanan yang dinilai mencerminkan penguatan tata kelola dan optimalisasi aset. Capaian general cargo Terminal Umum Batu Ampar yang telah mencapai 102% dari target tahunan, serta realisasi peti kemas sebesar 542.927 TEUs atau 72% dari target 750.000 TEUs, menjadi bagian dari kinerja yang terus dipantau hingga akhir tahun.

"Kinerja positif yang melampaui 100% pada komoditas general cargo di Batu Ampar serta realisasi peti kemas yang on track membuktikan efektivitas transformasi tata kelola bisnis di lingkungan pengusahaan. Melalui penguatan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, kami memastikan setiap aset kepelabuhanan BP Batam dioptimalkan secara komersial dengan standar tata kelola yang transparan dan profesional," ujar Denny Tondano.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menjelaskan bahwa hingga akhir Agustus 2026, penerimaan sektor kepelabuhanan mencapai Rp303,14 miliar, atau 61,85% dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar. Capaian tersebut masih berada dalam koridor target dan diproyeksikan mengalami akselerasi pada kuartal IV-2026.

Benny menambahkan, dari sisi arus barang, volume peti kemas yang ditangani mencapai 542.927 TEUs, tumbuh 8,2% (YoY) dan merealisasikan 72% dari target tahunan. Sementara itu, total bongkar muat general cargo mencapai 8.174.446 ton, meningkat 8% (YoY).

"Capaian istimewa diraih Terminal Umum Batu Ampar yang telah melampaui target tahunan dengan realisasi 1.376.034 ton atau mencapai 102%, sedangkan Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatatkan realisasi 2.792.750 ton atau 80% dari target," urai Benny.

Dengan capaian tersebut, BP Batam akan melanjutkan penguatan kinerja kepelabuhanan melalui peningkatan kapasitas layanan, optimalisasi aset, modernisasi fasilitas, serta penguatan kolaborasi antarlembaga. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat daya saing Pelabuhan Batam dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. (Isp) 





INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Persatuan Istri Karyawan Otorita (PIKORI) BP Batam menyalurkan bantuan donasi kemanusiaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam. 

Prosesi penyerahan bantuan secara simbolis tersebut berlangsung di Marketing Centre BP Batam, Jumat (18/9/2026). 

Agenda ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Sari Amsakar, Wakil Ketua 2 PIKORI BP Batam, Yani Alkindi Sudirman, Wakil Ketua 6 PIKORI BP Batam, Yanaika Agustine Mouris, Wakil Direktur Keuangan Dan Umum RSBP Batam, Evi Bangun beserta jajaran pengurus PIKORI BP Batam. 

Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Sari Amsakar, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wujud kontribusi nyata PIKORI BP Batam dalam menebar kebermanfaatan bagi masyarakat luas. 

“Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen kami agar kehadiran PIKORI BP Batam terus memberikan dampak positif yang nyata,” ujar Erlita.

Dalam penjelasannya, Erlita mengungkapkan proses pengumpulan dana berhasil dikumpulkan dalam relatif singkat melalui partisipasi para pengurus PIKORI BP Batam. Penggalangan dana mencatatkan akumulasi akhir sebesar Rp40 juta.

Lebih lanjut, Erlita menjelaskan bahwa PIKORI BP Batam mempercayakan mekanisme penyaluran bantuan tersebut kepada BAZNAS Kota Batam agar dapat segera dialokasikan bagi kebutuhan para korban terdampak.

"Harapan dan doa kami, semoga aksi yang dilakukan PIKORI BP Batam dapat terus berlanjut secara konsisten, serta bantuan ini mampu mempercepat pemulihan kondisi saudara-saudara kita di NTT," jelas Erlita.

Upaya yang dilakukan PIKORI BP Batam mendapat apresiasi dari Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Sholeh. Pihaknya memastikan bahwa amanah donasi yang telah dititipkan akan segera ditindak lanjuti supaya proses pemulihan berjalan lancar.

“Penyaluran amanah yang telah dititipkan ini akan segera kami proses agar pemenuhan kebutuhan bagi korban di NTT terfasilitasi dengan baik,” ujar Habib.

Dalam kesempatan tersebut, Habib juga memberikan tausiah singkat sebagai bahan refleksi spiritual bersama guna memupuk empati, menguatkan rasa kepedulian sosial, serta mempererat tali persaudaraan.

Melalui sinergi ini, PIKORI BP Batam berkomitmen untuk terus konsisten mengambil peran dalam kegiatan sosial kemanusiaan di setiap lini kebutuhan masyarakat. Diharapkan juga, gerakan ini dapat memicu rantai kebaikan yang lebih luas serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana bagi para penyintas di NTT. (Isp)





INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (17/9).

RKA tersebut disampaikan langsung Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra dan jajaran.

BP Batam mengusulkan pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp2,44 Triliun. Anggaran tersebut seluruhnya bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, penyusunan RKA 2027 diarahkan untuk mendukung percepatan perizinan investasi, memperkuat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

“Rencana kerja dan anggaran tahun 2027 fokusnya adalah bagaimana pelayanan semakin cepat, infrastruktur semakin baik dan iklim investasi semakin memberikan kepastian,” kata Amsakar.

Ia menjelaskan, arah pembangunan BP Batam pada 2027 sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi dan Industri".

Rp665,11 Miliar untuk Pengembangan Infrastruktur

Salah satu fokus utama BP Batam dalam RKA 2027 tersebut adalah pembangunan dan pengembangan infrastruktur. Sebesar Rp665,11 miliar dialokasikan untuk kegiatan pengembangan infrastruktur di KPBPB Batam.

Fokus pengembangan pada fasilitas pelabuhan, infrastruktur jalan, infrastruktur jembatan, fasilitas bandara, infrastruktur drainase, fasilitas air bersih dan limbah/IPAL, kawasan dan wisata serta fasilitas kesehatan.

Menurut Amsakar, pembangunan infrastruktur tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan investasi di Batam.

“Pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi Batam,” tegasnya.

Amsakar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI terhadap pelaksanaan tugas BP Batam dalam mengelola, mengembangkan dan membangun KPBPB Batam.

“Kami berkomitmen menjalankan anggaran secara efektif, efisien dan akuntabel, sehingga setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, pengembangan Batam dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengapresiasi kinerja BP Batam dan berharap agar anggaran yang disiapkan BP Batam dapat dikelola secara akuntabel dan inklusif.

“Kami apresiasi kunjungan kita di lapangan mendapati banyak sekali capaian progresif Batam di mata masyarakat dan pelaku usaha. Kami harap agar anggaran ini dapat dikelola secara efektif dan akuntabel melalui program prioritas yang terukur untuk meningkatkan pelayanan publik, investasi, konektivitas, penciptaan lapangan kerja dan daya saing Batam,” tutup Adisatrya. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menguji sistem subdrain pada 18 titik di kawasan Central Business District (CBD) Batam Center yang selama ini memiliki persoalan genangan. Metode ini dirancang untuk mempercepat masuknya air dari permukaan jalan ke sistem drainase di bawahnya.

Uji coba dilakukan di sejumlah titik, antara lain kawasan Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri, halte Pos Indonesia, serta beberapa lokasi lain di kawasan CBD Batam Center.

Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi lapangan, termasuk titik-titik yang selama ini mengalami genangan. Melalui sistem subdrain, air dari badan jalan diarahkan agar lebih cepat masuk ke sistem drainase sehingga tidak terlalu lama tertahan di permukaan.

“Yang kami lihat adalah bagaimana air bisa lebih cepat masuk ke sistem drainase. Karena itu, sistem subdrain ini kami uji terlebih dahulu di titik-titik yang berdasarkan evaluasi memiliki persoalan genangan,” ujar Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, didampingi Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Dahana, Selasa (15/9/2026).

Dari uji coba pada 18 titik tersebut, sistem menunjukkan bahwa air dapat lebih cepat masuk ke drainase. Kondisi ini berpotensi mengurangi durasi genangan di badan jalan, meski efektivitasnya masih akan dievaluasi berdasarkan kondisi hujan yang berbeda.

"Ini masih tahap uji coba. Hasilnya akan terus kami evaluasi, terutama saat menghadapi intensitas dan kondisi hujan yang berbeda. Dari situ akan dilihat apakah metode ini efektif untuk dikembangkan di lokasi lainnya," katanya.

Penerapan sistem subdrain dilakukan secara bertahap dengan kawasan CBD Batam Center sebagai tahap awal. Selain relatif mudah diterapkan, metode ini dipilih karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan penanganan yang membutuhkan pembangunan atau perubahan sistem drainase secara besar-besaran.

Hasil uji coba 18 titik tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan BP Batam dalam menentukan lokasi pengembangan berikutnya. 

Pendekatan ini memungkinkan penanganan genangan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing titik, sekaligus tetap mengevaluasi kinerja sistem drainase secara keseluruhan.

"Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat di lapangan. Kalau hasil evaluasi menunjukkan metode ini efektif, tentu akan kami pertimbangkan untuk diterapkan di lokasi lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing" tutupnya. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Manajemen Phonix Spa yang berlokasi di kawasan Harbour Bay, Batam, membantah keras dugaan praktik prostitusi terselubung yang sempat beredar dan menyeret nama tempat usaha mereka.

Manager Operasional Phonix Spa, Heri Suryono, menegaskan bahwa Phonix Spa merupakan fasilitas kebugaran dan relaksasi khusus pria yang beroperasi secara legal dan tidak menyediakan layanan di luar ketentuan.

"Prinsip kami dari manajemen, Phonix Spa tidak menyediakan layanan tersebut. Tempat kami murni hanya untuk massage. Dugaan-dugaan yang beredar di media saat ini itu tidak benar," tegas Heri saat ditemui di lokasi, Senin (14/9/2026).

Komitmen Jaga Aturan

Sebagai bentuk komitmen, manajemen memasang imbauan tegas di setiap ruangan perawatan. Di dinding kamar pijat terpampang plang bertuliskan "Dilarang Berbuat Asusila".

Heri juga meluruskan soal beredarnya foto-foto terapis yang sempat jadi sorotan. Ia menjelaskan foto tersebut hanya digunakan tim pemasaran melalui media tablet untuk promosi layanan internal.

"Foto-foto terapis itu tujuannya hanya untuk promosi dari media yang kami miliki untuk menarik pengunjung datang, bukan untuk menjanjikan hal-hal yang melanggar hukum," jelasnya.

Manajemen juga menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran. "Jika ada temuan salah satu oknum terapis kami melakukan hal-hal melanggar hukum atau prostitusi, manajemen akan menindak tegas. Itu murni tindakan oknum, bukan dari fasilitas yang disediakan manajemen," terangnya.

Kontribusi untuk Daerah

Di sisi lain, Heri berharap masyarakat menilai Phonix Spa dari sisi positif. Tempat usaha yang sudah beroperasi 5 hingga 6 tahun ini rutin memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Batam.

"Phonix Spa berlokasi di Harbour Bay yang merupakan pintu masuk wisatawan luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Pengunjung kami seimbang 50% lokal dan 50% mancanegara. Kami juga menyumbang PAD yang cukup besar dan selalu mendapat penghargaan sebagai salah satu pelaku wajib pajak terbaik di Kota Batam," paparnya.

Phonix Spa buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB. Paket layanan mulai dari Rp540.000 sudah termasuk room, massage 90 menit, sauna, steam, kolam panas dan dingin, serta air minum. Tersedia juga promo bayar 3 gratis 1 untuk rombongan 4 orang.

"Diharapkan masyarakat bisa menilai dari sisi positif bahwa Phonix Spa ini adalah layanan yang memang bertujuan untuk memberikan kesehatan bagi para pengunjung," pungkas Heri. (Isp)




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat promosi investasi sektor kesehatan melalui partisipasinya dalam Medical Fair Asia 2026, salah satu pameran dagang internasional terkemuka di Asia Tenggara yang mempertemukan pelaku industri medis, teknologi kesehatan, serta penyedia layanan kesehatan dari berbagai negara.

Diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia Pte. Ltd., Medical Fair Asia 2026 berlangsung pada 9–11 September 2026 di Marina Bay Sands, Singapura. Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara di Asia dan menjadi salah satu platform strategis untuk memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang investasi di sektor kesehatan.

Dalam ajang tersebut, BP Batam secara khusus memperkenalkan potensi dan peluang investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional Batam kepada investor global dan pelaku industri kesehatan.

Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan keikutsertaan BP Batam pada Medical Fair Asia 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi potensial bagi pengembangan ekosistem pariwisata kesehatan di kawasan regional.

“Kami memanfaatkan momentum Medical Fair Asia 2026 untuk memperkenalkan Batam sebagai kawasan yang memiliki posisi strategis dan didukung KEK di bidang pariwisata kesehatan. Potensi ini kami tawarkan kepada investor sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berdaya saing di kawasan regional,” ujar Dendi.

Tidak hanya memperkenalkan potensi kawasan, Dendi juga mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam sesi Market Entry Briefing: Indonesia. Dalam forum tersebut, ia memaparkan berbagai peluang bisnis, prospek investasi, serta potensi pasar sektor kesehatan di Indonesia, khususnya Batam.

Lebih lanjut, Dendi menegaskan bahwa pengembangan sektor kesehatan di Batam tidak hanya diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, tetapi juga membuka peluang bagi Batam untuk tumbuh sebagai pusat layanan kesehatan berstandar internasional di kawasan regional.

Potensi tersebut diharapkan dapat mendorong masuknya investasi baru, memperluas lapangan kerja, meningkatkan transfer pengetahuan dan teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam dan Indonesia.

Menanggapi partisipasi RSBP Batam dalam Medical Fair Asia 2026, Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyambut positif langkah promosi investasi tersebut.

Keduanya berharap keikutsertaan BP Batam melalui RSBP Batam dalam forum internasional dapat semakin memperluas jejaring investasi dan memperkuat kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai salah satu kawasan strategis Indonesia untuk pengembangan industri dan jasa bernilai tambah.

Partisipasi RSBP Batam dalam Medical Fair Asia 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat branding Batam sebagai kawasan investasi yang kompetitif, terbuka, dan terintegrasi dengan pasar global.

Melalui pengembangan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, BP Batam terus mendorong hadirnya investasi berkualitas yang tidak hanya memperkuat sektor kesehatan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, industri pendukung, dan peningkatan daya saing Batam sebagai hub ekonomi regional. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Persatuan Istri Karyawan Otorita (PIKORI) BP Batam memperingati Hari Jadi ke-26 di Balairungsari BP Batam, Kamis (10/9/2026). 

Mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menguatkan Peran PIKORI BP Batam Menebar Manfaat”, peringatan tersebut dihadiri langsung Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar, mengatakan momentum Hari Jadi ke-26 menjadi penguat semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh pengurus. Ia mendorong setiap bidang untuk mengambil peran aktif melalui program yang sederhana, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar PIKORI BP Batam maupun masyarakat.

“Tidak perlu banyak dan tidak perlu muluk-muluk program kita, tetapi harus terlaksana dengan baik. Saya berharap seluruh pengurus memiliki peran, semakin solid, dan keberadaan PIKORI BP Batam benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Erlita.

Erlita berharap seluruh unsur kepengurusan dapat saling berkoordinasi dan menjalankan peran sesuai bidang masing-masing. Dengan demikian, program PIKORI dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta semakin menyentuh kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.

Semangat tersebut mendapat dukungan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Ia mendorong PIKORI untuk terus memperluas kiprahnya sehingga keberadaan organisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarga besar BP Batam, tetapi juga semakin dirasakan masyarakat Kota Batam.

“Kami ingin PIKORI ini eksis. Kami ingin organisasi ini dirasakan kehadirannya, tidak hanya bagi pegawai BP Batam, tetapi juga bagi Kota Batam. Karena itu, harus diformulasikan apa yang menjadi kegiatan taktis dan strategis PIKORI ke depan,” kata Amsakar.

Amsakar juga menekankan pentingnya membangun we feeling atau “rasa berkita” melalui kekompakan, pembagian peran, dan keterlibatan aktif seluruh unsur organisasi. Ia turut mengapresiasi peran keluarga dalam memberikan dukungan kepada para pegawai untuk menjalankan tugas dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Batam.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra dalam memperkuat kolaborasi dan kebersamaan untuk mendukung kemajuan Batam. PIKORI diharapkan turut mengambil peran melalui program sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan yang konkret dan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi PIKORI BP Batam ke-26 yang juga Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan perjalanan PIKORI tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Batam dan transformasi kelembagaan Otorita Batam menjadi BP Batam. 

Sejak 7 September 2000, setiap periode kepengurusan telah memberikan warna melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, keagamaan, pembinaan keluarga, hingga pelestarian budaya. Meski terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman, nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian tetap menjadi kekuatan utama PIKORI.

“Dua puluh enam tahun bukan hanya tentang panjangnya perjalanan waktu. Ini tentang orang-orang yang telah mengabdikan diri, kebersamaan yang terus terjaga, kepedulian yang terus tumbuh, serta karya yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” ujar Ariastuty.

Peringatan Hari Jadi PIKORI BP Batam ke-26 turut diisi seminar kesehatan bertajuk “Cantik Bugar di Usia Emas” bersama dokter Rumah Sakit BP Batam, penampilan seni, serta pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun.

Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Sudirman Saad, Pembina PIKORI BP Batam, Sri Sudarsono, para senior PIKORI BP Batam, jajaran pengurus dan anggota PIKORI BP Batam; pejabat di lingkungan BP Batam serta perwakilan pegawai dari unit kerja di lingkungan BP Batam. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Ekonomi Batam pada Triwulan II 2026 tumbuh 7,28% (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan Kepri 6,99% dan nasional 5,29%. Di antara kabupaten/kota di Kepri, Batam berada pada tiga besar pertumbuhan tertinggi, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi daerah berbasis industri, investasi, perdagangan, dan jasa.

AMSAKAR: JAGA MOMENTUM, PERKUAT DAYA SAING

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.

“Pertumbuhan 7,28 persen adalah hasil kerja bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum melalui pelayanan yang semakin cepat, infrastruktur yang semakin baik, dan iklim investasi yang semakin kompetitif," ujar Amsakar, Selasa (8/9/2026). 

LI CLAUDIA: PERTUMBUHAN HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Karena itu, penguatan layanan dasar, air bersih, transportasi, dan infrastruktur perkotaan akan terus menjadi prioritas.

FARY FRANCIS: DARI INVESTASI KE LAPANGAN KERJA

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa investasi harus menghasilkan dampak ekonomi nyata.

"Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja.”

Menurutnya, keberhasilan investasi diukur bukan hanya dari nilai yang masuk, tetapi dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang tercipta, dan jumlah pekerjaan yang dihasilkan.

BP Batam akan terus mendorong investasi berkualitas pada sektor manufaktur maju, data center, industri digital, energi, dan logistik, sejalan dengan visi Batam sebagai hub industri dan ekonomi digital Asia Tenggara.

BATAM: TUMBUH TINGGI, TUMBUH BERKUALITAS

Pertumbuhan 7,28 persen menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi.

“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.” (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM -Persoalan sampah di Batam mulai diarahkan menjadi peluang sektor energi terbarukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan konsep waste to energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang, dengan potensi pengolahan sekitar 1.205 ton sampah yang dihasilkan Kota Batam setiap hari.

Gagasan tersebut disampaikan BP Batam dalam gelaran Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, Jepang, 3-4 September 2026. Dalam forum itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjadi salah satu narasumber dan panelist dalam sesi bertajuk “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities” pada 4 September.

Ariastuty tampil bersama perwakilan World Bank, JFE Engineering Corporation, serta Pemerintah Kota Makassar. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi BP Batam untuk memperkenalkan kebutuhan dan peluang pengembangan WtE di Batam, sekaligus membuka ruang kemitraan dengan pihak yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam pengelolaan energi dari sampah.

BP Batam membuka peluang kerjasama untuk penyusunan feasibility study (FS) sebagai langkah awal untuk membangun sektor energi terbarukan (WtE) di Kota Batam. Untuk penyusunan FS tersebut, BP Batam akan mengkoordinasikannya dengan Kementrian/Lembaga terkait.

“Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Ariastuty.

Respons awal datang dari JFE Engineering Corporation. Setelah sesi presentasi, BP Batam langsung melakukan pertemuan dengan perusahaan Jepang tersebut untuk membahas peluang pengembangan WtE di Batam. Berdasarkan estimasi awal JFE Engineering, volume sampah yang dihasilkan Batam berpotensi menghasilkan listrik sekitar 20 megawatt (MW).

Dengan kapasitas tersebut, listrik yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20.000 rumah. Namun, angka tersebut masih merupakan estimasi awal dan memerlukan pembahasan serta kajian lebih lanjut untuk menentukan kelayakan proyek.

JFE Engineering selanjutnya menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Batam dan mendalami peluang pengembangan proyek tersebut. Pembahasan juga akan melibatkan PT PLN (Persero) sebagai pihak yang akan membeli listrik yang dihasilkan dari proyek WtE.

Selain membahas peluang investasi, BP Batam juga memanfaatkan momentum APCC 2026 untuk membuka kembali peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Yokohama. Pada 3 September, BP Batam bertemu dengan Wakil Wali Kota Yokohama. Dalam pertemuan tersebut dibahas tawaran kerjasama antara Yokohama dan Kota Batam.

Langkah BP Batam di Yokohama menunjukkan upaya membuka peluang sektor energi terbarukan, circular economy, teknologi, kemitraan, dan pemanfaatan energi terbarukan yang dapat dikembangkan di Batam.

“Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah, bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir,” tutup Ariastuty.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengendalian Investasi, Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadjad Widagdo dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto. (EI)





INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Upaya pemulihan dan peningkatan layanan air minum di Kota Batam terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi). Pasca perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning, pemantauan kondisi suplai air terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Hasil pemantauan teknis menunjukkan suplai air di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak kini berangsur normal.

Sementara itu, sejumlah lokasi seperti Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, serta kawasan Marina, termasuk Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter dan sekitarnya, masih menjadi perhatian dalam penguatan layanan.

BP Batam menjelaskan, kondisi pasokan di sejumlah wilayah tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh pekerjaan perbaikan pipa di Muka Kuning. Secara teknis, kawasan tersebut merupakan stress area atau berada di ujung jaringan (end of line) dengan elevasi relatif tinggi, sehingga sejak sebelumnya menerima suplai dengan tekanan terbatas atau durasi aliran yang pendek.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad turun langsung meninjau kondisi salah satu stress area di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk mencari solusi atas kondisi warga yang mengalami keterbatasan hingga tidak memperoleh aliran air.

Di lokasi tersebut, warga menyampaikan bahwa persoalan suplai air telah berlangsung cukup lama. RT 3 terdiri sekitar 21 kepala keluarga, sementara RT 5 dengan sekitar 45 kepala keluarga. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 65 kepala keluarga yang terdampak.

Salah seorang warga, Parna, menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Kepala BP Batam terhadap kondisi masyarakat dan upaya mencari solusi atas persoalan tersebut.

Amsakar mengatakan, sejak memperoleh informasi mengenai relokasi pipa Muka Kuning, dirinya langsung meninjau kondisi di lapangan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat harus segera mendapatkan solusi, sembari pekerjaan penguatan jaringan diselesaikan.

“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Amsakar pada jajaran SPAM dan ABH.

Ia meminta jajaran terkait menghitung kebutuhan armada tangki secara tepat agar distribusi air bersih dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

BP Batam juga menyiapkan langkah penambahan armada tangki, termasuk melalui pengalihan anggaran multiyears untuk memperkuat dukungan distribusi air.

“Harapan saya, paling lambat akhir November atau Desember, pekerjaan ini selesai dan selama prosesnya warga tetap mendapat suplai air bersih,” ujarnya.

Tangki Air Dikirim Secara Terjadwal

Sebagai penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi mengerahkan armada mobil tangki air secara intensif dan terjadwal ke sejumlah wilayah prioritas atau dedicated area.

Wilayah yang menjadi fokus antara lain Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta titik layanan publik dan permukiman prioritas lainnya sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Distribusi tangki dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses penguatan jaringan berlangsung. Kebutuhan di lapangan juga terus dievaluasi agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Penguatan Jaringan Dikebut

Selain penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi terus menjalankan penguatan infrastruktur jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina, termasuk Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy dan sekitarnya, penguatan jaringan distribusi telah masuk dalam agenda prioritas atau Quick Win. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan debit dan tekanan air sehingga suplai ke kawasan ujung jaringan menjadi lebih stabil.

Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026, sedangkan pekerjaan pada jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Secara keseluruhan, proyek penguatan jaringan di kawasan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Sementara itu, untuk kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan Bengkong, BP Batam telah lebih dahulu menjalankan penguatan jaringan melalui Segmen Sukajadi–M3G dan Segmen Ozon–Bukit Senyum. Pekerjaan yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026.

Dengan selesainya proyek tersebut, keandalan dan kestabilan aliran air di kawasan terkait diharapkan semakin meningkat.

Dua Langkah untuk Satu Tujuan

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa BP Batam bersama PT ABHi menjalankan penanganan dengan skala prioritas yang jelas, yakni memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memperkuat sistem jaringan secara permanen.

“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa, baik yang rampung September ini maupun yang ditargetkan selesai akhir 2026, sehingga warga di area ujung pipa dapat menikmati suplai air yang lebih optimal dan permanen,” tegas Denny.

Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada solusi sementara. Penguatan jaringan terus dilakukan agar masyarakat, khususnya yang berada di kawasan ujung jaringan, memperoleh layanan air yang lebih stabil dan andal dalam jangka panjang.

“Target kami jelas, bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat Batam ke depan semakin baik,” ujarnya.

BP Batam menyampaikan apresiasi atas dukungan, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan dan peningkatan infrastruktur berlangsung.

BP Batam bersama PT ABHi juga berkomitmen menyampaikan perkembangan kondisi operasional di lapangan secara terbuka, akurat, dan berkala sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian layanan air kepada masyarakat Kota Batam. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi yang diperhitungkan perusahaan Jepang.

Upaya itu dilakukan dengan membangun sinergi bersama KBRI Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Tokyo untuk meningkatkan promosi serta membuka akses investasi baru dari Jepang, Kamis (3/9/2026).

BP Batam memanfaatkan pertemuan itu untuk menyampaikan perkembangan ekonomi dan industri Batam, sekaligus memperkenalkan peluang investasi dan kesiapan kawasan bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia.

Berdasarkan realisasi investasi Triwulan I 2026, Jepang termasuk dalam lima besar negara investor PMA di Batam tersebar. Pada periode tersebut, total realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun. Sementara itu, hingga Semester I 2026, total investasi Batam tercatat mencapai Rp38,97 triliun.

Kehadiran perusahaan Jepang di Batam juga telah tersebar pada sejumlah sektor, mulai dari elektronik dan kelistrikan, komponen otomotif, manufaktur industri, hingga industri kimia.

Beberapa diantaranya adalah PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Rubycon Indonesia, PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam, hingga PT Nissin Kogyo Batam.

Kondisi tersebut, menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan investor Jepang. Pengalaman perusahaan-perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Batam dapat menjadi referensi bagi calon investor lain yang dalam mempertimbangkan lokasi investasi di Indonesia.

BP Batam juga meminta dukungan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo untuk mendorong perusahaan-perusahaan Jepang agar melihat Batam sebagai salah satu destinasi investasi strategis. Batam dinilai memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lokasi yang dekat dengan Singapura dan kawasan pasar Asia, infrastruktur yang terus dikembangkan, serta kemudahan dalam proses investasi.

“Perusahaan Jepang dikenal sangat detail dalam menentukan kawasan untuk investasinya. Karena itu, informasi yang komprehensif mengenai kawasan, kesiapan infrastruktur, kepastian proses perizinan dan kemudahan berusaha menjadi sangat penting,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait.

BP Batam menilai, kepastian dan kemudahan perizinan investasi yang sepenuhnya berada dalam kewenangan BP Batam menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi investor Jepang. Dengan proses yang lebih terintegrasi dan dukungan terhadap kebutuhan investor, Batam memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi pilihan bagi perusahaan Jepang.

Melalui audiensi tersebut, BP Batam berharap sinergi dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo dapat semakin memperkuat penyebaran informasi mengenai peluang investasi di Batam. Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Jepang untuk mengembangkan kegiatan usaha dan industrinya di Batam.

“Kami ingin perusahaan Jepang tidak hanya mengenal Batam sebagai bagian dari Indonesia, tetapi melihat Batam sebagai kawasan yang siap menerima dan mendukung pengembangan investasi mereka,” pungkas Ariastuty.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengendalian Investasi, Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadjad Widagdo dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Seiring kinerja pertumbuhan investasi dan ekonomi yang menggembirakan, Batam membangun fondasi kota yang lebih tertata melalui penguatan infrastruktur dasar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra menempatkan penataan kota sebagai salah satu agenda prioritas. Infrastruktur dasar yang baik dinilai bukan hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjadi indikator penting bagi investor dalam melihat kesiapan suatu daerah untuk berkembang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembangunan infrastruktur 2026. Sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan telah rampung seperti ruas Jalan Gadjah Mada depan Southlink, Jalan di atas underpass (Yos Sudarso). Kemudian, beberapa lokasi pekerjaan peningkatan jalan seperti landing point Fly Over Sei Ladi menuju Fly Over Madani.

Selanjutnya, penanganan 29 titik banjir meliputi peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, pemeliharaan serta normalisasi saluran di sejumlah titik strategis diantaranya Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, kawasan Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung dan kawasan industri.

Kehadiran infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas, mengatasi persoalan banjir dan genangan serta mendukung konektivitas kawasan industri maupun permukiman.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan, bahwa pembangunan fisik yang saat ini berjalan merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan kota yang terus tumbuh.

“Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut agar aktivitas ekonomi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman,” kata Li Claudia, Minggu (30/8/2026) kemarin.

Sebagai salah satu kawasan terpenting di Indonesia, Batam membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar aktivitas investasi, logistik dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih efisien. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan jalan dan drainase tersebut.

Di saat yang sama, BP Batam juga terus mendorong peningkatan kualitas ruang publik di sejumlah titik. Ruang-ruang publik mulai dipercantik melalui penghijauan, salah satunya penempatan dan penanaman tanaman bougenville di sejumlah ruas jalan utama. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Batam yang lebih hijau, bersih dan estetik.

Kemudian, BP Batam juga tengah meyiapkan penerapan sistem Penerangan Jalan umum (PJU) melalui teknologi smart integrated PJU. Sistem ini memudahkan untuk memantau seluruh titik lampu secara realtime utamanya di ruas jalan utama Kota Batam.

Menurut Li Claudia yang juga Wali Kota Batam, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh kemudahan berusaha, tetapi juga oleh kualitas lingkungan perkotaan.

“Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” ujarnya.

Dengan arah pembangunan yang semakin terintegrasi, Batam tidak hanya berkembang sebagai pusat industri dan investasi, tetapi juga bertransformasi menjadi kota modern yang tertata, kompetitif dan nyaman bagi masyarakat maupun dunia usaha. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan rencana kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (31/8/2026).

RDP tersebut dihadiri Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, didampingi para Anggota/Deputi BP Batam beserta jajaran.

Dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade dari Fraksi Partai Gerindra, BP Batam berkesempatan untuk memaparkan arah pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam pada 2027 yang mengusung tema “Percepatan Pertumbuhan Investasi melalui Pengembangan Kawasan yang Inklusif dan Infrastruktur Modern.”

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pagu anggaran BP Batam tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp2,44 triliun, sama dengan pagu indikatif yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Pagu anggaran BP Batam Tahun 2027 sama dengan pagu indikatif, yaitu sebesar Rp2,44 triliun,” ujar Amsakar dalam RDP tersebut.

Menurutnya, terdapat rekomposisi anggaran sebesar Rp131,26 miliar yang sebelumnya telah disetujui Komisi VI DPR RI dalam RDP pada 17 Juni 2026, untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan baru serta pembangunan infrastruktur yang menunjang investasi di KPBPB Batam.

“Secara keseluruhan, pagu anggaran BP Batam tahun 2027 akan dialokasikan melalui dua program utama, yakni Program Dukungan Manajemen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis,” jelas Amsakar.

Sementara itu, target penerimaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam pada 2027 ditetapkan sebesar Rp2,44 triliun yang bersumber dari unit-unit penghasil dan badan usaha di lingkungan BP Batam.

Tiga kontributor terbesar PNBP BP Batam ditargetkan berasal dari Direktorat Pengelolaan Pertanahan, Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Pengelolaan Limbah, serta Direktorat Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan arahan dari Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi VI agar pelaksanaan program Tahun 2027 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan KPBPB Batam, masyarakat, dan perekonomian nasional,” kata Amsakar.

Pada akhir pertemuan, Komisi VI DPR RI menerima penjelasan terkait Pagu Anggaran BP Batam Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp2,44 triliun.

“Terima kasih kepada Kepala BP Batam, Wakil Kepala BP Batam, beserta jajaran yang telah menyusun anggaran ini dengan baik agar dapat dioptimalkan pada tahun 2027 mendatang,” tutup Wakil Ketua Komisi VI DPR RI selaku pimpinan rapat, Andre Rosiade. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan pekerjaan perbaikan dan relokasi jaringan pipa air minum berdiameter 800 milimeter di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, telah rampung pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB.

Setelah pekerjaan fisik selesai, pengaliran air kepada masyarakat di wilayah terdampak terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan dan kestabilan jaringan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pemulihan layanan air menjadi perhatian utama BP Batam. Ia meminta seluruh jajaran bersama pengelola layanan terus mengawal distribusi air hingga masyarakat di seluruh wilayah terdampak kembali mendapatkan pelayanan secara optimal

“Pekerjaan perbaikan pipa sudah kita tuntaskan. Sekarang yang menjadi perhatian adalah memastikan air kembali mengalir dan tekanan jaringan terus dipulihkan sampai normal. Saya minta seluruh tim tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Amsakar.

Amsakar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya suplai air yang berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi evaluasi agar penanganan gangguan layanan dasar ke depan dapat dilakukan semakin cepat, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa BP Batam terus melakukan koordinasi dan pengawasan bersama jajaran teknis serta PT Air Batam Hilir untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara optimal.

Ia menekankan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap air merupakan hal mendasar sehingga setiap perkembangan kondisi di lapangan harus terus dipantau.

“Kami memahami bagaimana rasanya ketika air belum mengalir, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, saya minta tim di lapangan bekerja sampai tuntas. Jangan hanya memastikan pipa selesai diperbaiki, tetapi pastikan air benar-benar sampai kepada masyarakat yang masih terdampak,” ujar Li Claudia.

Berdasarkan kondisi eksisting, sejumlah wilayah seperti Batu Aji, Tembesi, dan Marina mulai kembali menerima aliran air. Sementara beberapa wilayah lainnya, termasuk kawasan Sagulung dan Sei Lekop, masih dalam proses pemulihan karena terdapat area dengan elevasi lebih tinggi dan berada di bagian ujung jaringan sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan tekanan air yang optimal.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa secara teknis, pengaliran pascaperbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan respons jaringan. Saat ini, pengoperasian IPA Duriangkang 3 dan 4 menghasilkan debit sekitar 600 liter per detik (lps) dengan tekanan 9 bar, dari kondisi normal yang ditargetkan mencapai 750 lps dengan tekanan 12 bar. Hasil produksi IPA Duriangkang 3 dan 4 tersebut selanjutnya dialirkan ke wilayah Batam Centre dan kawasan Batu Aji.

“Setelah pekerjaan selesai, kita tidak bisa langsung menaikkan debit dan tekanan ke kondisi maksimal tanpa melihat respons jaringan. Saat ini pengaliran berada di sekitar 600 liter per detik dengan tekanan 9 bar dan terus kami pantau. Tim teknis akan melakukan peningkatan debit secara bertahap menuju 750 liter per detik dengan tekanan 12 bar, tetap dengan mempertimbangkan keamanan dan kestabilan jaringan,” jelas Denny.

Denny menambahkan, proses pengembalian aliran ke seluruh wilayah tidak berlangsung secara bersamaan karena karakteristik jaringan distribusi. Wilayah dengan posisi lebih dekat dan elevasi lebih rendah dapat menerima aliran lebih dahulu, sedangkan wilayah dengan elevasi tinggi dan berada di ujung pipa membutuhkan waktu lebih panjang sampai tekanan air mencukupi.

Sebelumnya, pekerjaan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di depan Kawasan Batamindo dimulai pada Rabu (26/8/2026). Dalam pelaksanaannya, tim teknis menghadapi sejumlah kendala, khususnya pada proses penyambungan dan pengelasan pipa, sehingga pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama dari perencanaan awal.

Pada Jumat (28/8/2026), saat dilakukan uji coba pengaliran, ditemukan kebocoran pada jaringan sehingga diperlukan penanganan lanjutan. Tim teknis kemudian melakukan perbaikan dan pengujian secara cermat hingga seluruh pekerjaan perbaikan dapat diselesaikan pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta proses pemulihan pascaperbaikan terus dipantau hingga kondisi jaringan benar-benar stabil. Ia menegaskan bahwa BP Batam akan terus mengawal upaya pemulihan bersama pengelola layanan, termasuk memastikan masyarakat yang masih mengalami gangguan mendapatkan perhatian dan dukungan selama masa transisi

“Kami tidak menutup mata terhadap kondisi yang masih dirasakan masyarakat. Karena itu, setelah pipa selesai diperbaiki, pekerjaan berikutnya adalah memastikan distribusi kembali normal. Saya minta proses ini dikawal sampai tuntas dan masyarakat kembali mendapatkan layanan air yang baik,” kata Amsakar.

BP Batam bersama PT Air Batam Hilir terus melakukan pemantauan debit, tekanan, dan distribusi jaringan di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat yang masih mengalami gangguan. BP Batam menyampaikan apresiasi atas kesabaran masyarakat dan memastikan perkembangan kondisi lapangan akan terus diperbarui secara transparan hingga pelayanan air kembali normal. (Isp)




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad - Li Claudia Chandra sebagai Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, Batam terus mendorong transformasi layanan investasi dengan berbagai upaya. Beberapa diantaranya melalui penguatan kepastian regulasi, percepatan pelayanan, serta penataan dan pengembangan kawasan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi investor.

Upaya tersebut tercermin dalam kinerja investasi Batam yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Semester I 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar Rp 29,89 triliun dari target Rp 70 triliun. Nilai tersebut terdiri atas kegiatan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar RP 12,09 triliun.

Sementara itu, berdasarkan metode bottom up, BP Batam mencatat realisasi investasi Semester I 2026 sebesar Rp38,97 triliun atau mencapai 55,67 persen dari target Rp 70 triliun. 

Di sisi lain, kepercayaan investor juga terlihat dari komposisi negara asal investasi. Pada Triwulan II 2026, Singapura menjadi investor paling dominan di Batam, disusul Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia.

Posisi tersebut memperlihatkan kuatnya daya tarik Batam bagi investor dari negara-negara yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan rantai pasok kawasan Asia.

Merespons pencapaian ini, Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan bahwa peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/8/2026).

Transformasi layanan tersebut, lanjut Amsakar, juga diperkuat dengan kebijakan yang menempatkan BP Batam sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam. Dari sisi pengembangan kawasan, BP Batam juga terus memperkuat ekosistem industri dengan mendorong kemajuan sektor manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif, serta industri ringan non kimia.

“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam," jelas Amsakar lagi.

Senada, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa investasi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi Batam.

Dengan transformasi layanan investasi yang menjadi prioritas saat ini, Li Claudia berharap, kinerja ekonomi Batam dapat terus meningkat sepanjang tahun 2026 dan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, dan kompetitif.

“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” pungkasnya. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Memperkuat posisi Batam sebagai hub bisnis dan pariwisata terkemuka di gerbang internasional Indonesia, Panbil Group melalui Wyndham Panbil Batam resmi memperkenalkan Tiarma Convention Center, fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition) terbesar di Kota Batam. 

Beroperasinya venue megah ini secara penuh pada awal September 2026 menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan ruang MICE berskala besar di area strategis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Berlokasi di kawasan asri Panbil Eco Edu Park - Panbil Nature Reserve, Tiarma Convention Center dirancang untuk mengagendakan berbagai event berskala nasional maupun internasional. Gedung ini siap menampung hingga 3.000 tamu untuk berbagai perhelatan mulai dari pernikahan adat, nasional, dan internasional, konser musik dan kebudayaan, pameran internasional, seminar lintas negara, hingga job fair.

Keunggulan Utama Tiarma Convention Center:

Spesifikasi Ruangan: Indoor area seluas 2.078 m² dipadukan dengan outdoor area seluas 648 m², serta megahnya ceiling height mencapai 7,65 meter yang memberikan kesan megah dan fleksibilitas tata panggung optimal.

Kapasitas Gedung: Dapat mengakomodasi hingga 3.000 orang dalam satu acara. Dilengkapi dengan LED screen ukuran 9 x 4 meter.

Kapasitas Parkir Luas: Mampu mengakomodasi lebih dari 330 mobil dan 500 sepeda motor di area parkir depan dan sekitar gedung, menjamin kenyamanan aksesibilitas bagi para pengunjung.

Integrasi Kawasan: Menyatu dengan ekosistem Panbil Nature Reserve, memberikan nilai tambah berupa pengalaman event berkelas di tengah suasana alam yang asri.

Sebagai bentuk kesiapan operasional, Tiarma Convention Center hari ini (29/8/2026) sukses menggelar aksi donor darah massal yang diinisiasi oleh Perkumpulan Marga Goh Kota Batam dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Batam. Lebih dari 500 warga Batam memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB, membuktikan keandalan fasilitas dan kenyamanan kapasitas gedung dalam menangani arus massa secara efisien.

Turut hadir di dalam acara, Johanes Kennedy selaku Chairman Panbil Group, Goh Cheng Liang (Ketua Perkumpulan Marga Goh Batam), Bunandi (Ketua IKPI Batam), Sri Soedarsono (Ketua PMI Kota Batam) serta Harun Pandapotan (Ketua Panitia Acara) dan tamu undangan lain.

"Acara donor darah hari ini merupakan acara perdana yang dipakai untuk kegiatan sosial yang sesuai dengan niat awalnya. Dengan hadirnya Tiarma Convention Center by Wyndham Panbil Batam, kami berkomitmen meningkatkan standar penyelenggaraan event di Batam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri MICE secara signifikan." ujar Johanes Kennedy. 

Terinspirasi dari bahasa Batak, Tiarma berarti 'terang' atau 'cahaya'. Lebih dari sebuah nama, ini adalah doa agar Tiarma Convention Center hadir sebagai pusat keramaian dan pilihan venue terdepan untuk berbagai acara berkesan di Kota Batam. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir memastikan pekerjaan perbaikan jaringan pipa air minum di kawasan Muka Kuning rampung pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB.

Dengan selesainya pekerjaan tersebut, pengaliran air minum kepada pelanggan di wilayah terdampak mulai dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengutamakan kestabilan tekanan serta keamanan jaringan.

BP Batam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya suplai air yang berlangsung lebih lama dari perkiraan awal, khususnya pelanggan di kawasan Tembesi, Barelang, Sagulung, Fanindo, Marina, dan sekitarnya.

Selama proses pengerjaan berlangsung, BP Batam juga memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar warga.

Pekerjaan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di depan Kawasan Batamindo telah dimulai sejak Rabu (26/8/2026). Dalam pelaksanaannya, tim teknis menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama pada proses penyambungan dan pengelasan pipa sehingga pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama dari perencanaan awal.

Pada Jumat (28/8/2026), saat dilakukan uji coba pengaliran, ditemukan kebocoran pada jaringan sehingga diperlukan penanganan lanjutan. Tim teknis kemudian melakukan perbaikan dan pengujian secara cermat untuk memastikan sambungan pipa benar-benar aman dan jaringan dapat kembali beroperasi secara optimal.

Setelah melalui proses penanganan dan pengujian, seluruh pekerjaan perbaikan akhirnya dapat diselesaikan pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB. Selanjutnya, pengaliran air dilakukan secara bertahap untuk menjaga tekanan jaringan tetap aman dan mengantisipasi potensi gangguan lanjutan

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung lokasi pekerjaan pada Sabtu siang untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai target dan seluruh langkah penanganan dilakukan secara optimal.

“Saya meninjau langsung lokasi untuk memastikan pekerjaan ini benar-benar tuntas dan masyarakat segera mendapatkan kembali layanan air. Tidak boleh ada pembiaran terhadap gangguan layanan dasar. Seluruh tim harus bekerja maksimal, terukur, dan memastikan jaringan aman sebelum aliran dipulihkan,” tegas Amsakar.

Amsakar menegaskan bahwa pemulihan layanan air merupakan prioritas utama BP Batam. Ia meminta seluruh jajaran teknis dan pengelola layanan terus mengawal proses distribusi hingga tekanan air kembali stabil di seluruh wilayah terdampak.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat. Karena itu, setelah pekerjaan selesai, pengaliran dilakukan bertahap agar jaringan tidak kembali mengalami gangguan. Saya minta proses pemulihan ini dipantau secara ketat sampai pelayanan benar-benar normal,” ujarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan bahwa pihaknya memahami air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sehingga setiap gangguan terhadap layanan air menjadi perhatian serius. Ia menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya suplai air yang berlangsung lebih lama dari perencanaan awal serta mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses perbaikan.

“Yang paling utama adalah memastikan setelah perbaikan ini selesai, jaringan dapat kembali berfungsi dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat segera pulih. Saat ini pengaliran air sudah mulai dilakukan secara bertahap. Kami mohon masyarakat tetap bersabar karena proses pemulihan tekanan dan distribusi air membutuhkan waktu agar kondisi jaringan kembali stabil,” kata Denny.

BP Batam bersama PT Air Batam Hilir akan terus memantau proses pengaliran dan kondisi jaringan setelah pekerjaan selesai. Evaluasi juga dilakukan untuk meningkatkan kesiapan teknis, pengawasan pekerjaan, dan kualitas pelayanan air minum.

BP Batam menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim teknis yang telah bekerja secara intensif serta kepada masyarakat atas kesabaran, pengertian, dan dukungan selama proses perbaikan berlangsung. (Isp)




Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.