Batam

Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan

 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Penerbangan langsung Batam–Penang resmi dibuka pada Minggu (18/10/2026). Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) hadir menyambut pembukaan rute tersebut melalui Inauguration Ceremony. 

Rute ini merupakan hasil kolaborasi PT Bandara Internasional Batam dan Batik Air Malaysia untuk memperluas konektivitas udara lintas negara, dan akan beroperasi tiga kali sepekan.

Pilot, awak kabin, dan penumpang penerbangan perdana disambut melalui prosesi pengalungan bunga di Gate A1 Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Seremoni pembukaan rute Batam–Penang turut dihadiri Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata; serta perwakilan asosiasi kepariwisataan. 

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan pengembangan konektivitas ini berlangsung di tengah penguatan kewenangan BP Batam melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025. 

Ketiga regulasi tersebut mengatur aspek berbeda, mulai dari penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, perizinan berusaha berbasis risiko, hingga perluasan wilayah kerja KPBPB Batam.

“Pembukaan rute ini menjadi momentum yang baik bagi BP Batam untuk mendukung peningkatan pelayanan perizinan,” ujar Ariastuty. 

“Kami berharap tidak hanya pilihan transportasi udara yang bertambah, tetapi juga hubungan ekonomi lintas negara menguat dan peluang baru bagi pertumbuhan pariwisata serta investasi di Batam semakin terbuka,” harapnya. 

Senada dengan Ariastuty, Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan akses penerbangan langsung sangat mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di kedua wilayah.

Apalagi Malaysia masuk dalam lima besar negara investor di Batam pada 2025, berdasarkan data yang dirangkum BP Batam.

“Penguatan akses udara diharapkan dapat mendukung perluasan jejaring bisnis serta membuka peluang investasi baru,” kata Dendi. 

Dari sisi pariwisata, Batam juga memiliki pasar yang potensial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat sebanyak 1,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara masuk melalui Batam sepanjang 2025. 

Batam berkontribusi 79,58 persen dari total kunjungan wisman di Provinsi Kepulauan Riau yang tercatat sebanyak 2 juta kunjungan. 

Jumlah tersebut menempatkan Batam pada posisi ketiga di antara pintu masuk bandara utama wisata di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Perbaikan jalan di depan Hotel Vista, Batam, memasuki hari kedua pengerjaan pada Senin (19/10/2026). Penanganan dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar menambal permukaan jalan, tetapi juga memperbaiki struktur di bawahnya guna mendukung kondisi jalan yang lebih baik dan menunjang kelancaran arus lalu lintas.

Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada 1 November 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat diimbau untuk bersabar, tetap berhati-hati, serta mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, pekerjaan pembongkaran dan penggalian telah mencapai panjang sekitar 25 hingga 30 meter, dengan kedalaman mencapai 2 meter sesuai rencana teknis.

Tahapan berikutnya direncanakan meliputi pemasangan geotekstil non-woven sebagai lapisan pemisah tanah, pemasangan pipa crossing untuk mendukung aliran air, serta penimbunan batu setebal 75 sentimeter. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur tanah sekaligus mendukung sistem drainase dan permeabilitas tanah di area penanganan.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa proses perbaikan membutuhkan tahapan teknis yang harus dikerjakan secara cermat agar penanganan tidak hanya berfokus pada kerusakan yang terlihat di permukaan.

“Perbaikan ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan teknis di lapangan. Kami memahami bahwa pekerjaan ini berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi penanganan yang menyeluruh diperlukan agar kondisi jalan dapat lebih baik dan mendukung kelancaran lalu lintas ke depannya,” ujar Tuty. 

Untuk mengejar target penyelesaian pada 1 November 2026, lanjut Tuty, pekerjaan juga direncanakan berlanjut hingga malam hari melalui penambahan jam kerja. Pelaksanaan setiap tahapan tetap menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan teknis pekerjaan.

Selama pengerjaan berlangsung, akses jalan di sekitar lokasi ditutup sementara. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perjalanan masyarakat, khususnya pengendara yang melintas di kawasan Hotel Vista.

Ariastuty mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap proses perbaikan dengan tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama pekerjaan berlangsung. Pengendara diharapkan tetap berhati-hati, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan,” katanya.

BP Batam terus mengawal pelaksanaan pekerjaan agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana teknis dan estimasi waktu yang telah ditetapkan. Dukungan serta kehati-hatian masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga keselamatan pengguna jalan hingga pekerjaan selesai.

Dengan estimasi penyelesaian pada 1 November 2026, perbaikan ini diharapkan dapat memberikan kondisi jalan yang lebih baik dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. (Isp) 


 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menerima audiensi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), pada Senin (19/10/2026). 

Kedatangan Bendahara Umum FPK Kota Batam, Mulyadi Nasution beserta jajaran disambut oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, di IT Centre BP Batam.

Audiensi tersebut membahas sejumlah hal, mulai dari dinamika sosial kemasyarakatan, perkembangan infrastruktur kawasan, hingga penguatan rancangan program yang berorientasi pada persatuan dan integrasi kebangsaan. 

FPK Kota Batam sendiri merupakan forum yang menghimpun 55 paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia yang berada di Batam. 

Keberadaan forum ini menjadi salah satu wadah untuk mempererat komunikasi antarkelompok masyarakat, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman di Kota Batam sebagai rumah dari seluruh etnis maupun agama. 

Dalam kesempatan tersebut, Ariastuty menegaskan komitmen BP Batam untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang responsif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya ketertiban umum, keharmonisan sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Batam. 

“Penyelenggaraan pelayanan publik memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Maka dari itu, BP Batam berkomitmen mengawal setiap aspirasi demi terciptanya tatanan sosial yang harmonis,” ujar Ariastuty.

Sementara itu, Bendahara Umum FPK Kota Batam, Mulyadi Nasution, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog dan menyampaikan aspirasi bersama BP Batam.

Ia berharap, audiensi tersebut dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dan berbagai paguyuban dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan Kota Batam.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap aspirasi dari berbagai paguyuban dapat tersampaikan dengan baik. Kami juga ingin terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga kerukunan, persatuan, serta mendukung pembangunan Kota Batam,” harapnya.

Dengan komunikasi yang terbuka dan partisipasi aktif seluruh pihak, aspirasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan Batam yang inklusif dan berkelanjutan. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kehadiran kapal buku terapung Doulos Hope di Batam memperkaya pilihan wisata edukasi sekaligus memperkuat potensi Batam sebagai destinasi wisata maritim yang terbuka bagi kunjungan internasional.

BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menghadiri peresmian dan pembukaan kapal buku terapung Doulos Hope di Pelabuhan Bintang 99 Batam, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan tersebut meliputi pengenalan kapabilitas kapal, perkenalan kru dari berbagai negara, serta peresmian perpustakaan di atas kapal yang menambah pilihan wisata edukasi di Batam sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memperluas wawasan dan mengenal keberagaman budaya melalui koleksi buku yang tersedia.

Kapal Doulos Hope dikelola oleh lembaga amal asal Jerman dengan dukungan 186 kru dari 38 negara berbeda. Kapal ini menghadirkan sekitar 2.000 judul buku, mulai dari bacaan edukatif hingga berbagai koleksi yang dapat menambah wawasan pengunjung.

Kehadiran kapal Doulos Hope turut menunjukkan potensi Batam sebagai persinggahan kapal internasional yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Selain memiliki daya tarik wisata maritim, Batam juga berpeluang memperluas pilihan wisata edukasi yang dapat dinikmati pengunjung dari berbagai latar belakang.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengapresiasi kehadiran Doulos Hope yang menghadirkan nilai edukasi sekaligus memperkaya pengalaman wisata di Batam.

“Kami mengapresiasi kehadiran Doulos Hope di Batam. Selain menghadirkan pengalaman edukatif melalui buku, kunjungan ini turut memperkaya pilihan wisata dan memperkenalkan potensi Batam sebagai kota yang terbuka terhadap kunjungan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Director Doulos Hope, Trizenia September, berharap keberadaan perpustakaan di atas kapal dapat memudahkan pengunjung mengakses buku dan memperluas pengetahuan melalui beragam bacaan yang tersedia.

Kehadiran Doulos Hope diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat optimisme terhadap potensi Batam sebagai destinasi wisata edukasi dan maritim. Dukungan fasilitas pelabuhan serta beragam daya tarik yang dimiliki menjadi peluang bagi Batam untuk terus menarik kunjungan internasional. (Isp) 






INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Aktivitas penampungan besi tua atau scrap di salah satu ruko kawasan Puri Selebriti, Batam Center, makin dikeluhkan warga.

Bukan tanpa alasan. Tumpukan material besi tua dan barang bekas disebut kerap meluber hingga ke bahu jalan, mengganggu aktivitas pengguna ruko dan membuat kawasan usaha yang elit tersebut terlihat kumuh.

Pantauan di lapangan, kawasan Puri Selebriti yang seharusnya menjadi pusat usaha kuliner, restoran, dan perkantoran justru tercoreng dengan pemandangan tumpukan scrap di depan ruko.

Warga Resah, Sudah Lama Dikeluhkan

Seorang warga bernama Alwan mengatakan aktivitas tersebut sudah lama menjadi perhatian warga sekitar.

"Kalau materialnya sampai keluar ke jalan, tentu mengganggu. Apalagi di sini banyak usaha lain. Warga yang datang juga harus melihat kondisi seperti ini," ujar Alwan, Minggu (11/5/2026).


Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Sumarno. Menurutnya, yang paling mengganggu bukan hanya tumpukan material, tapi juga aktivitas bongkar muat besi tua yang menimbulkan suara bising.

"Ketika bongkar muat itu sangat mengganggu. Suaranya keras dan material juga kadang sampai ke depan. Kami yang punya aktivitas di ruko lain tentu merasa terganggu," kata Sumarno.

Akibatnya, akses di depan ruko menjadi tidak nyaman, apalagi saat jam ramai pengunjung rumah makan dan restoran di kawasan tersebut.

Pengelola dan Instansi Terkait Bungkam?

Warga mengaku sudah berupaya menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada tindakan penertiban.

Warga berharap Pemerintah Kota Batam, Satpol PP, DLH, dan pihak pengelola kawasan Puri Selebriti turun langsung melihat kondisi di lapangan.

"Masa kawasan Batam Center yang jadi wajah kota dibiarkan kumuh seperti ini? Kami harap segera ditertibkan, jangan tunggu viral baru bertindak," tegas warga.

Padahal, sesuai aturan, aktivitas penampungan scrap tidak boleh dilakukan di kawasan ruko yang diperuntukkan untuk usaha jasa dan kuliner, apalagi sampai menggunakan bahu jalan sebagai tempat penumpukan.

Hingga berita ini diterbitkan, pemilik ruko penampungan besi tua tersebut belum dapat dikonfirmasi. Redaksi juga masih berupaya menghubungi pihak pengelola Puri Selebriti dan Satpol PP Kota Batam. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada di Jalur Sei Ladi serta perbaikan jalan di depan kawasan Hotel Vista pada 18 Oktober hingga 1 November 2026.

Selama pekerjaan berlangsung, penutupan sementara pada ruas jalan tersebut akan diberlakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa pekerjaan terhadap akses jalan itu mencakup pemasangan box culvert, yaitu struktur beton yang berfungsi sebagai saluran air di bawah jalan. Pemasangan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran aliran air dan meningkatkan fungsi drainase di sekitar ruas jalan.

Di samping itu, ia mengatakan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mendukung kenyamanan mobilitas masyarakat.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Selama pekerjaan berlangsung, pengendara dari arah Batam Centre menuju Tiban akan diarahkan melalui jalur alternatif menuju kawasan Baloi BCS,” ujar Tuty, Jumat (16/10/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan, BP Batam bersama Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang terus berkoordinasi untuk memastikan pengalihan arus kendaraan berjalan tertib dan aman.

BP Batam juga telah menyampaikan pemberitahuan ini kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai sehingga pengguna jalan memperoleh informasi yang memadai mengenai jalur alternatif yang telah disiapkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Dengan dukungan seluruh pihak, kami berharap pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan,” pungkasnya. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan ketercukupan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya, di tengah fenomena cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan regional.

Merespons penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Nongsa, BP Batam telah menjalankan sejumlah mitigasi darurat guna menjaga ketahanan pasokan air bagi pemukiman warga.

BP Batam telah mengalirkan air dari embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku ke Waduk Nongsa.

Dilanjutkan dengan penguatan jaringan distribusi dengan pemasangan jaringan pipa interkoneksi antara jalur pipa distribusi dari Waduk Duriangkang dengan jalur distribusi Kawasan Nongsa. 

Pemasangan Mini Booster Pump juga tengah dilakukan guna menyiapkan penguatan aliran menuju kawasan elevasi tinggi dan ujung jaringan (end-line) seperti Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau (khususnya elevasi tinggi).

Selama penanganan berlangsung, SPAM meningkatkan frekuensi pengiriman air tangki ke pemukiman warga terdampak sebagai langkah darurat sementara.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa seluruh kapasitas infrastruktur air publik prioritas utamanya ditujukan untuk kebutuhan domestik warga.

“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).

Ariastuty memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air. Ia menjelaskan bahwa penurunan debit sumber air baku akibat tidak ada curah hujan di wilayah Nongsa, menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menjaga kontinuitas layanan.

Di sisi lain, peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi juga menuntut pengelolaan sumber air serta jaringan distribusi yang semakin optimal.

BP Batam Respons Soal Kebutuhan Air Data Centre dan Wajibkan Investor Manfaatkan SWRO

Ariastuty turut merespons soal kebutuhan air Data Centre untuk mendukung rencana investasi yang saat ini berkembang di publik.

“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)," kata Tuty.

Ia menyebutkan, Kawasan Nongsa Digital Park, telah memiliki embung mandiri internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan.

Dalam perkembangannya, geliat Investasi Data Center telah lama di dorong pemerintah Indonesia dengan banyak potensi untuk menjadi “the next hub” pusat data di Asia. 

BP Batam berkomitmen menyiapkan kebijakan taktis dan terukur dalam penyiapan utilitas dan energi jangka panjang untuk kebutuhan masyarakat.

Dukungan yang Terukur, Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat

Untuk Data Centre, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan suplai bersifat sementara dan sangat terbatas dari Waduk Duriangkang.

Kewajiban Penggunaan SWRO Seluruh pengembang Data Center wajib membangun dan memfungsikan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut secara mandiri untuk operasional penuhnya.

Mengenai peta investasi pelaku usaha Data Center yang terdata di Batam, mayoritas masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang dan konstruksi awal.

Satu di antaranya telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya dalam tahap rencana konstruksi. 

Untuk memenuhi kebutuhan industri secara mandiri, NDP juga memiliki embung tersendiri untuk kebutuhannya.

Masih di area Nongsa, dua pelaku usaha Data Centre lainnya masih dalam tahap rencana pengembangan atau dengan kata lain belum beroperasi.

Sementara itu, dua pelaku usaha lain di kawasan Kabil juga belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana konstruksi.

“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Melalui SWRO menjadi alternatif pasokan air untuk mendukung kebutuhan industri data centre, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

BP Batam Buka Berbagai Alternatif Kerja Sama Kemitraan Untuk Meningkatan Performa Ketahanan Air bagi Warga

Pemenuhan kebutuhan air Batam memerlukan langkah konkret melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air. 

”Saat ini, sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui BNPB berkoordinasi dengan BMKG," lanjut Ariastuty.

Selain itu menurut Tuty, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam LI Claudia Chandra perlu segera dilakukan langkah-langkah revitalisasi pipa distribusi, serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat infrastruktur layanan air bersih.

Pemasangan sistem monitoring SPAM berbasis SCADA yang berkelanjutan untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan juga menjadi prioritas BP Batam saat ini.

Tuty juga menjabarkan, BP Batam membuka peluang kemitraan guna percepatan diversifikasi sumber pasokan melalui penjajakan kerja sama dengan swasta maupun instansi pemerintah terkait seperti Kementerian PU - BWS, termasuk pengembangan teknologi SWRO serta tindaklanjut potensi pasokan air dari Lingga dan Bintan. 

“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat," kata Tuty.

Pembangunan waduk baru juga menjadi sasaran BP Batam pada jangka panjang, mengingat proses pembuatan hingga dapat dimanfaatkan diperkirakan memerlukan waktu yang tidak sebentar yakni lima hingga tujuh tahun. 

“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan," pungkasnya. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Menurunnya kualitas udara akibat kabut asap menjadi perhatian bagi masyarakat Batam, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan. 

Di tengah kondisi tersebut, Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Li Claudia Chandra, turun langsung membagikan masker kepada warga di kawasan Bundaran BP Batam, Kamis (15/10/2026). 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano serta Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, bersama jajaran terkait.

Pembagian masker ini menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan partikel di udara, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.

Kabut asap yang mempengaruhi kualitas udara di Batam diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Asap yang terbawa angin hingga Kepulauan Riau, ditambah rendahnya curah hujan, turut memengaruhi kondisi udara dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi ini menjadi perhatian terutama bagi warga yang menggantungkan aktivitas sehari-hari di luar ruangan. Paparan partikel di udara berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan, sehingga langkah pencegahan menjadi semakin penting.

Melalui pembagian masker tersebut, BP Batam berupaya mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan kualitas udara. Penggunaan masker yang sesuai dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan partikel berbahaya, terutama ketika aktivitas di luar ruangan sulit dihindari.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi hal penting di tengah kondisi udara yang kurang baik. Ia mengajak warga untuk tidak mengabaikan langkah-langkah sederhana yang dapat membantu melindungi kesehatan.

“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap dampak kabut asap memerlukan perhatian bersama, dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas.

BP Batam berharap kegiatan ini dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan sekaligus mendorong penerapan kebiasaan hidup sehat dan langkah perlindungan diri dalam menghadapi kondisi kualitas udara yang kurang baik. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dewan Pengurus Cabang Pemuda Batak Bersatu (DPC PBB) Kota Batam menyuarakan kritik keras atas insiden pemadaman listrik total (blackout) yang melumpuhkan Pulau Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada Senin, 12 Oktober 2026.

DPC PBB Kota Batam menilai blackout tersebut bukan sekadar kendala teknis atau force majeure, melainkan cerminan sistem manajemen ketenagalistrikan yang rentan, lemahnya pengawasan, serta kelalaian pelayanan publik dasar yang merugikan hak warga dan iklim investasi.

"Kejadian blackout ini melumpuhkan denyut nadi ekonomi, merusak sektor UMKM, mengganggu pelayanan kesehatan, dan mengancam keamanan masyarakat di tiga wilayah vital Kepri. Kota Batam sebagai kawasan strategis nasional tidak boleh terus disandera ketidakpastian pasokan listrik. Pemerintah tidak boleh pasif dan sekadar menjadi penonton," tegas Ketua DPC PBB Kota Batam, Martua Susanto Manurung, Selasa (13/10/2026). 

5 Tuntutan Sikap Tegas kepada Pemko Batam dan Pemprov Kepri:

1. Penegakan Hukum dan Kompensasi Konsumen

Mengacu pada UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, masyarakat berhak atas listrik yang andal. PBB mendesak skema kompensasi konkret berupa pemotongan tagihan dan ganti rugi kerusakan alat dan usaha.

2. Tim Investigasi Independen dan Audit Forensik

PBB menuntut Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam membentuk Tim Investigasi Khusus Independen yang melibatkan akademisi, pakar kelistrikan, dan masyarakat sipil untuk mengaudit infrastruktur, cadangan daya (reserve margin), dan sistem proteksi grid Batam-Bintan. Hasil audit harus dibuka transparan ke publik.

3. Evaluasi Manajemen dan Sanksi Tegas

Pemda diminta mengevaluasi menyeluruh kinerja direksi dan manajemen pengelola listrik. Jika terbukti ada kelalaian dalam perawatan preventif, Pemda wajib merekomendasikan sanksi tegas hingga perombakan manajemen.

4. Jaminan Solusi dan Transparansi Mitigasi Risiko

Masyarakat tidak lagi membutuhkan permohonan maaf dan alasan klise "gangguan sistem" tanpa tindak lanjut ilmiah. Pengelola listrik harus memaparkan SOP mitigasi risiko dan roadmap keandalan energi jangka panjang.

5. Jaminan Keandalan Listrik sebagai Pilar Investasi

Blackout berskala luas mencederai reputasi Batam di mata investor global. Pemko dan Pemprov harus menjamin ketersediaan energi yang stabil dan andal.

"DPC PBB Kota Batam menegaskan akan terus mengawal persoalan ini. Jika dalam 3x24 jam Pemko Batam, Pemprov Kepri, dan pengelola listrik tidak menunjukkan langkah konkret dan transparan, PBB siap melakukan konsolidasi bersama elemen masyarakat sipil, akademisi, dan pemuda untuk menuntut pertanggungjawaban hukum," pungkasnya. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Pemulihan distribusi air minum di Kota Batam pasca pemadaman listrik pada Senin (12/10/2026) terus berlangsung secara bertahap. 

Hingga Selasa (13/10/2026) pukul 10.00 WIB, sekitar 80 persen area pelanggan telah mulai menerima aliran air, sementara BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah yang masih mengalami gangguan.

BP Batam terus mengawal proses pemulihan. Bersama tim teknis, jajaran Direktorat Badan Usaha (BU) SPAM juga telah meninjau instalasi pengolahan air (IPA) untuk memastikan operasional fasilitas dan distribusi air kembali berjalan.

Berdasarkan pemantauan operasional per Selasa pagi, sejumlah instalasi telah beroperasi dengan kapasitas 100 persen, yakni IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning 1 dan 2, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, serta Sei Harapan.

Namun, pemulihan belum sepenuhnya merata. IPA Duriangkang 5 berhenti sementara setelah kembali terdampak pemadaman listrik PLN pada pukul 09.29 WIB. Tim teknis terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan daya di instalasi tersebut.

Sementara itu, IPA Nongsa masih beroperasi dengan kapasitas 18,75 persen akibat penyesuaian operasional seiring penurunan elevasi air baku di Waduk Nongsa.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi tidak serta-merta membuat seluruh pelanggan langsung menerima air secara normal. Jaringan perpipaan perlu kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil.

“Pemulihan distribusi air membutuhkan proses karena jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap. Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil,” ujar Denny. 

Secara keseluruhan, pemulihan jaringan perpipaan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk menstabilkan tekanan dan volume air sekaligus mengurangi risiko kebocoran akibat perubahan tekanan secara mendadak.

Pemadaman Susulan Berdampak pada Sejumlah Wilayah

Di tengah proses pemulihan, gangguan listrik kembali terjadi pada Selasa pagi. Selain berdampak pada IPA Duriangkang 5, pemadaman pada pukul 09.30 WIB turut memengaruhi operasional tangki ozon di Seraya.

Gangguan di IPA Duriangkang 5 berdampak pada pengaliran air di KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan wilayah sekitarnya.

Adapun gangguan pada tangki ozon di Seraya berpotensi memengaruhi distribusi air ke Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.

Wilayah lain yang menjadi perhatian dalam proses pemulihan adalah kawasan ujung jaringan dan dataran tinggi, termasuk Sagulung, Batu Aji, dan Marina. Tim teknis terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan listrik pada titik-titik yang terdampak.

319 Trip Mobil Tangki Disiapkan

Untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan pasokan air, BP Batam menyiagakan armada mobil tangki dengan target penyaluran sebanyak 319 trip pada Selasa (13/10/2026). 

Penyaluran diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan atau rumah sakit, rumah ibadah, serta permukiman yang masih mengalami gangguan pasokan air.

Rencana distribusi mobil tangki tersebut dibagi ke dalam empat wilayah, yakni Batu Aji dan sekitarnya sebanyak 138 trip dengan 10 armada, Nongsa dan sekitarnya 100 trip dengan tujuh armada, Tiban, Sekupang, dan Marina 40 trip dengan tiga armada, serta Tanjung Uma dan sekitarnya 41 trip dengan dua armada.

Langkah ini disiapkan sebagai dukungan sementara bagi warga selama proses pemulihan jaringan berlangsung, terutama di kawasan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tekanan air normal.

Warga Diimbau Tidak Mengambil Air Langsung dari Waduk

BP Batam mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan waktu bagi proses normalisasi distribusi air. Pengisian jaringan pipa harus dilakukan secara bertahap agar tekanan tidak meningkat secara mendadak dan menimbulkan risiko kebocoran.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Duriangkang, menyusul beredarnya rekaman aktivitas tersebut di media sosial. Selain berisiko terhadap keselamatan, pengambilan air secara langsung tanpa pengolahan juga tidak menjamin kualitas dan kehigienisan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Area waduk berada dalam pengawasan petugas keamanan. Masyarakat diharapkan menggunakan sumber air yang aman dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan pemulihan distribusi.

Denny menegaskan bahwa koordinasi dengan operator dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan air minum di Batam.

“Kami terus berkoordinasi dengan mitra operator dan pihak terkait untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Kebutuhan air merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pemantauan operasional, penanganan wilayah terdampak, dan dukungan distribusi melalui mobil tangki terus kami upayakan hingga pelayanan kembali normal,” tutup Denny. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Pemadaman listrik massal atau blackout melumpuhkan Kota Batam sejak Senin (12/10/2026) pagi. Hingga Senin malam, lebih dari 12 jam, pemadaman tak kunjung pulih dan belum ada kepastian dari Bright PLN Batam kapan listrik kembali normal.

Blackout ini memicu efek domino. Tidak hanya listrik, distribusi air bersih, jaringan internet, hingga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU ikut terganggu.

Laporan warga, gangguan meluas di hampir seluruh kecamatan. Mulai dari Nongsa, Batam Center, Batu Aji, Lubuk Baja, hingga Tiban mengalami mati air dan gangguan internet. Kemacetan parah juga terjadi di sejumlah ruas jalan karena lampu lalu lintas padam.

Warga Geram, Desak Direktur Bright PLN Mundur

Kondisi ini memicu kemarahan warga. Warga menilai Bright PLN Batam sebagai operator tunggal listrik di Batam gagal total memberikan pelayanan dasar.

"Direktur Bright PLN Batam beserta jajarannya baiknya mundur saja. Masyarakat tak butuh ucapan angin segar tanpa kepastian yang selalu digaungkan melalui berbagai media," ujar Sarwo, warga Kaveling Senjulung, Kabil, dengan nada kesal.

Ia menuding Bright PLN Batam melakukan pembohongan publik karena menjanjikan sejumlah wilayah kembali normal malam ini, namun faktanya tidak terjadi.

"Faktanya jelas, mereka menyampaikan ke media jika sejumlah titik bakal normal malam ini. Nyatanya, di wilayah Punggur sampai malam ini belum juga pulih. Siapa yang melakukan pembohongan publik di sini?" cetusnya.

Senada, warga lain menyebut pemadaman ini melumpuhkan aktivitas keluarga.

"Enggak benar ini. Kekacauan saat ini membuat ribuan warga tidak bisa melakukan aktivitas. Ini harus dipertanyakan," ujar Wati, warga Batam.

4 Pertanyaan Transparansi yang Ditagih Warga

Warga menuntut Bright PLN Batam membuka data secara transparan:

1. Apa penyebab pasti blackout?

2. Berapa ribu pelanggan terdampak dan berapa lama durasi gangguan?

3. Mengapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya?

4. Apa langkah pemulihan dan kompensasi bagi warga terdampak?

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen Bright PLN Batam belum memberikan keterangan resmi yang detail terkait penyebab pasti dan estimasi waktu pemulihan total.

Masyarakat menegaskan, listrik bukan hadiah dari PLN, tapi hak warga yang dibayar mahal setiap bulan. Masyarakat tidak butuh alasan klise soal layang-layang, tapi butuh kepastian dan pertanggungjawaban. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan pasokan listrik yang mengalami gangguan di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan gangguan, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan pada objek vital seperti rumah sakit, bandara dan fasilitas pelayanan publik lainnya.

“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, gangguan listrik berdampak pada operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), sehingga produksi dan distribusi air berpotensi terganggu atau mengalami penurunan tekanan.

Saat ini, pihaknya bersama mitra mengoptimalkan dengan penggunaan genset di IPA namun hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air. 

Disebutkan, pemadaman listrik (PLN Off) berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa dan DK 1–5.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih baru. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH,” terang Ariastuty.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan usaha sekaligus daya saing investasi Batam.

Menurutnya, upaya pemulihan perlu diikuti evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan.

“Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” jelas Fary.

BP Batam mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi lintas pihak guna meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi Batam.

Diketahui, PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, Dan fasilitas strategis lainnya. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Pemadaman listrik massal tanpa pemberitahuan kembali terjadi di Kota Batam, Senin (12/10/2026). Peristiwa yang terjadi sejak pagi itu langsung memicu gelombang kemarahan warga di berbagai wilayah Kepulauan Riau.

Bagi masyarakat, persoalannya jauh lebih besar dari sekadar lampu mati. Listrik adalah nadi kehidupan. Ketika padam mendadak, seluruh aktivitas dasar lumpuh. Mulai dari memasak, menyiapkan kebutuhan keluarga, hingga memandikan anak.

Nur, warga Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, adalah potret nyata penderitaan itu. Ia mengaku panik ketika rumahnya tiba-tiba gelap gulita saat hendak mengurus anak.

"Anak mau mandi dalam keadaan gelap, mau masak enggak bisa apa-apa. Semua blackout tanpa ada pemberitahuan dan dadakan," ujar Nur.

Copot Dirut PLN, Warga Menderita!

Tak hanya mengeluh, Nur dengan tegas menuntut pertanggungjawaban. Menurutnya, ada ribuan warga yang menderita akibat kelalaian ini dan harus ada yang bertanggung jawab.

"Harus ada yang bertanggung jawab dalam kondisi ini. Khususnya Kota Batam, mengalami gelap gulita dan membuat orang menderita. Copot Dirut PLN," tegasnya.

Ia mempertanyakan standar pelayanan Bright PLN Batam sebagai operator tunggal listrik di kota industri. Bagaimana mungkin pemadaman skala kota bisa terjadi tanpa satu pun pemberitahuan resmi kepada pelanggan?

"Enggak benar ini. Kekacauan ini membuat ribuan warga tidak bisa melakukan aktivitas keluarga dan ini harus dipertanyakan," pungkas Wati.

Transparansi yang Ditagih

Publik masih menunggu jawaban atas pertanyaan paling mendasar:

1. Apa penyebab pasti pemadaman?

2. Berapa ribu pelanggan terdampak dan berapa lama durasi gangguan?

3. Mengapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya?

4. Apa langkah pemulihan dan kompensasi bagi warga terdampak?

Apakah ini akibat gangguan pembangkit di Tanjung Kasam, masalah transmisi, atau distribusi yang jebol? PLN Batam wajib membuka data secara terang benderang.

Masyarakat tidak butuh alasan klise soal layang-layang. Masyarakat butuh kepastian, penanganan cepat, dan pertanggungjawaban yang transparan.

Listrik bukan hadiah dari PLN, tapi hak warga yang dibayar mahal setiap bulan. 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi manajemen Bright PLN Batam untuk mendapatkan hak jawab resmi atas insiden ini. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Badan Usaha SPAM dan Pengolahan Limbah menggelar pelaksanaan Shalat Istisqa bersama masyarakat Kota Batam di area Waduk Nongsa, pada Jumat (9/10/2026). 

Ibadah yang diikuti oleh kurang lebih 500 warga tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya pemenuhan air bagi kebutuhan masyarakat, pemulihan kembali elevasi air baku di waduk-waduk penampungan, serta memastikan kelancaran aktivitas harian dan kesejahteraan warga di Kota Batam. 

Kegiatan ini berlangsung secara khusyuk dan diakhiri dengan khutbah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc., M.A. 

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan berbagai langkah teknis dan strategis yang telah dijalankan BP Batam untuk mempercepat penanganan suplai air di kawasan Nongsa.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa BP Batam telah melakukan penguatan sistem melalui interkoneksi pipa dari SPAM Duriangkang ke jaringan pipa distribusi Nongsa. 

“BP Batam juga memaksimalkan pengerjaan interkoneksi pipa dari Embung Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa sebagai dukungan penambahan pasokan air baku lokal secara signifikan,” ujarnya.

Agar ketersediaan air bersih warga terjamin selama proses pengerjaan teknis berlangsung, BP Batam juga menyiagakan armada mobil tangki air yang siap distribusikan.

“Upaya penanganan teknis terus dilakukan oleh BP Batam secara bertahap dan terukur agar proses pengaturan penyaluran air berjalan lancar, sehingga pasokan air bersih bagi masyarakat dipastikan dapat teraliri dengan baik," jelas Ariastuty.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah perenungan diri serta wujud sinergi yang erat antara pengelola dan pengguna fasilitas publik. 

"Melalui momentum refleksi spiritual ini, kita memohon rahmat dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa agar kondisi ketersediaan air baku di Kota Batam dapat segera pulih," ujar Ariastuty. 

Dengan ini, BP Batam terus meningkatkan upaya dalam melaksanakan proses evaluasi tata kelola air dengan merangkul seluruh pihak untuk melangkah bersama secara terbuka, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan ketahanan air baku yang berkelanjutan. (Isp) 


Waduh, Pematangan Lahan di Kampung Tua Bagan Ternyata Proyek Cetak KSB, Ratusan Unit Kavling Siap Jual Mulai Harga Rp 30 Juta
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Teka-teki aktivitas pematangan lahan di wilayah Kampung Tua Bagan, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam akhirnya terkuak.

Aktivitas alat berat yang sebelumnya disorot karena diduga menimbun kawasan mangrove ternyata untuk proyek Kavling Siap Bangun (KSB) bernama Kavling Bagan Indah, Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan sitplan KSB yang diperoleh kawasan tersebut akan disulap menjadi perumahan kavling yang kini tengah diperjualbelikan secara bebas oleh pengelola yang disebut-sebut bernama Amir.

Total tapak kavling yang dikomersialkan tidak sedikit, mencapai 148 unit dengan harga yang bervariasi sesuai ukuran.

DAFTAR HARGA KAVLING BAGAN INDAH

Untuk menarik minat pembeli, pengelola menawarkan dua skema pembayaran, tunai dan kredit:

Harga Tunai:

- Ukuran 6 x 10 meter: Rp30 juta

- Ukuran 6 x 12 meter: Rp35 juta

- Ukuran 7 x 11 meter: Rp38 juta

- Ukuran 7 x 12 meter: Rp40 juta

Harga Kredit (12 Bulan):

- Ukuran 6 x 10 meter: Rp34 juta, DP Rp10 juta

- Ukuran 6 x 12 meter: Rp40 juta, DP Rp10 juta

- Ukuran 7 x 11 meter: Rp43 juta, DP Rp13 juta

- Ukuran 7 x 12 meter: Rp45 juta, DP Rp15 juta

Harga murah dan DP ringan inilah yang diduga menjadi jurus jitu untuk menarik warga Batam yang ingin memiliki lahan.

BP BATAM SUDAH STOP IZIN KSB SEJAK 2016, LALU IZINNYA MANA?

Fakta paling krusial yang ditemukan tim investigasi bahwa BP Batam diketahui tidak lagi menerbitkan izin program Kavling Siap Bangun (KSB) sejak tahun 2016 silam.

Jika BP Batam sudah menyetop program KSB sejak 2016, maka pertanyaannya adalah 

Atas dasar perizinan apa Kavling Bagan Indah dengan 148 tapak ini dijual pada tahun 2026?

Apakah sudah mengantongi Penetapan Lokasi (PL) baru? Apakah ada izin Cut and Fill? 

Apakah ada dokumen lingkungan dari DLH?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun dokumen perizinan yang ditunjukkan oleh pihak pengelola.

BELAJAR DARI KASUS MANGSANG: 8 RUMAH DIROBOHKAN

Masyarakat diminta untuk waspada. Maraknya jual beli kavling dengan legalitas belum jelas sangat berisiko merugikan pembeli.

Salah satu kasus nyata terjadi di wilayah 
Mangsang, Kecamatan Sei Beduk sendiri. Sebanyak 8 unit rumah warga dirobohkan oleh Tim Terpadu Kota Batam karena ternyata berdiri di atas lahan yang masuk dalam Penetapan Lokasi (PL) perusahaan swasta.

Warga sudah terlanjur beli, sudah bangun rumah, akhirnya digusur. Rugi puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Kasus Mangsang menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak hanya tergiur harga murah Rp30 juta dan DP ringan, tetapi wajib memastikan status hukum dan peruntukan lahan sebelum transaksi.

Jangan sampai setelah membeli Kavling Bagan Indah, nasibnya sama seperti 8 rumah di Mangsang yang dirobohkan.

Redaksi media ini masih berupaya mengonfirmasi pengelola bernama Amir terkait legalitas Kavling Bagan Indah, serta konfirmasi resmi kepada BP Batam dan DLH Kota Batam. (ISP)





INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air di wilayah Nongsa dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano mengatakan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa, pihaknya menyiapkan langkah penguatan dengan interkoneksi pipa dari IPA Duriangkang dan pengaturan suplai air, agar pelayanan bagi warga tetap terjaga.

“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” jelas Denny, Minggu (5/10/2026). 

Denny mengatakan pembangunan interkoneksi pipa 250 mm sepanjang 30 meter di Jl. Hang Lekiu Sambau dikebut dan dijadwalkan rampung pada Senin malam ini (5/10/2026).

Pasca-interkoneksi, normalisasi air ke rumah warga diperkirakan mengalir secara bertahap mulai besok malam. Untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengerjaan, armada tangki air disiagakan di depan Polda (hidran pemadam) dan pendistribusiannya dikawal oleh Polsek Nongsa dan Tim SPAM.

“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” imbuhnya.

Setelah sistem nantinya kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi lebih baik.

Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +3,44 Dasarian I Oktober.

BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.

Bagi Batam, Waduk Nongsa tercatat menjadi salah satu yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026. 

“Memang kondisi sekarang ini terjadi tidak hanya di Batam, melainkan juga di sebagian besar wilayah Indonesia, ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis.” jelasnya.

Selain faktor alam, aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat tersimpan dan kemudian dialirkan menuju waduk.

Lebih lanjut, Denny menerangkan pengaturan suplai air juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan menyeluruh.

"PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa." Terang Denny.

Denny menjelaskan, proses penyesuaian suplai tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah lain, khususnya pada jam pemakaian puncak.

Beberapa wilayah berpotensi terdampak di antaranya Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya, serta pada area Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.

“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.

Denny mengimbau masyarakat yang aliran airnya terpenuhi, agar dapat menggunakan air dengan bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya. 

"Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak,” kata Denny.

Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi dan menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.

Dengan langkah mitigasi dan penguatan suplai tersebut, BP Batam berharap penyesuaian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batam. (Isp)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons keluhan warga terkait gangguan suplai air di kawasan tersebut, Senin (5/10/2026). 

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa saat ini berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.

Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.

Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi debit air yang masuk ke waduk. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.

“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar di lokasi.

Ia menjelaskan, BP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mengantisipasi dampak penurunan TMA Waduk Nongsa sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan debit air sehingga TMA Waduk Nongsa dapat meningkat secara bertahap.

“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” tambahnya.

Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 mm dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.

Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.

“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” tambah Amsakar.

Amsakar menjelaskan bahwa gangguan distribusi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA.

Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar. (Isp) 



Semarak HUT ke-81 TNI, Danrem 033/WP Diwakili Dandim 0316/Batam Hadiri Turnamen Catur Piala Panglima TNI
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026, Danrem 033/Wira Pratama diwakili Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., menghadiri Turnamen Catur Piala Panglima TNI yang digelar di Mall MB2, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Minggu (4/10/2026).

Turnamen catur tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 TNI sekaligus sebagai wadah bagi para pecinta olahraga catur untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan berpikir strategis, serta mempererat tali silaturahmi.

Kegiatan turut dihadiri Wali Kota Batam, Kapolresta Barelang yang diwakili Kapolsek Batam Kota, Asisten III Kota Batam, Danyonif Mar 10 dan Danlanud Hang Nadim Batam yang masing-masing diwakili, Ketua Panitia Pelaksana, serta para peserta turnamen.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, sambutan Ketua Panitia, sambutan perwakilan Kapolresta Barelang, serta sambutan Dandim 0316/Batam yang mewakili Danrem 033/WP.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Batam sekaligus pembukaan secara resmi Turnamen Catur Piala Panglima TNI.

Kehadiran unsur TNI, Polri dan Pemerintah Kota Batam dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi dan soliditas lintas instansi dalam mendukung kegiatan positif di tengah masyarakat, khususnya melalui olahraga.

Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas, meningkatkan kemampuan berpikir dan strategi, serta mempererat kebersamaan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Polsek Nongsa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nongsa menggelar patroli Kamtibmas menyambangi empat kelurahan di Kecamatan Nongsa, pada Sabtu (3/10/2026) malam. 

Patroli berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga 00.00 WIB. Lima titik strategis disisir, yakni RW 12, kawasan MTC, Pantai Bale-bale, Bundaran Nuvasa Bay dan Pasar Summer Land. Titik tersebut dipilih karena aktivitas warga tinggi dan rawan gangguan keamanan.

Patroli dipimpin langsung Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra didampingi Wakapolsek Nongsa, Iptu Ferry Supriadi beserta Jajaran Polsek Nongsa, Camat Nongsa, Amuri, Anggota DPRD Batam, Anwar Anas, serta sejumlah anggota Forkompimcam lainnya. Mereka berbaur dalam satu barisan, menyusuri jalan, menemui warga langsung.

Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra memimpin langsung kegiatan itu. Di hadapan warga, ia menegaskan satu hal, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan tanggung jawab Kepolisian semata.

“Persoalan Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi saja, tetapi seluruh masyarakat juga wajib menjaga keamanan kita bersama. Patroli ini bertujuan menyapa langsung warga dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Eko.

Dalam pelaksanaan patroli Kamtibmas tadi, lanjut Eko, kami bersama Forkopimcam Kecamatan Nongsa menyambangi seluruh empat kelurahan yang ada di Kecamatan Nongsa. 



"Tujuannya untuk melihat warga kami, menyapa warga kami bagaimana kegiatannya supaya keamanan Kamtibmas yang ada di wilayah Kecamatan Nongsa khususnya, aman dan tidak ada yang mengganggu aktivitas pekerjaan dari masyarakat," ucapnya. 

Sementara Anggota DPRD Kota Batam, Anwar Anas mengapresiasi langkah Polsek Nongsa yang dinilai menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

"Tentunya kami dari Komisi I DPRD Kota Batam, di mana salah satu mitra Kepolisian, kami mengapresiasi Polsek Nongsa. Ini adalah gerakan yang betul-betul menyentuh kehidupan masyarakat, melihat nadi kehidupan masyarakat, melakukan Kamtibmas, melakukan sosialisasi, kemudian mendekatkan diri kepada masyarakat," kata Anwar.

Anwar mengatakan akan membawa kegiatan ini sebagai contoh dalam rapat triwulan DPRD dan merekomendasikan agar seluruh Polsek di Batam melakukan hal serupa.

"Ini akan kami bawa ke rapat triwulan kami nanti, kita berharap setiap kecamatan yang ada di Batam bisa melakukan kegiatan sinergi seperti ini. Kemudian kami akan memberikan rekomendasi kepada Kapolresta Barelang untuk juga Kapolsek-Kapolsek di Kota Batam untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Polsek Nongsa beserta jajaran," ujarnya.

"Semoga ini menjadi role model tidak hanya sekali tapi bisa dilaksanakan terus-menerus. Polri milik masyarakat dan kita semua terlibat ada untuk masyarakat," tambahnya.

Anwar berharap sinergitas antara kepolisian, instansi pemerintah kecamatan, dan masyarakat terus terjalin. Tujuannya satu, Nongsa yang aman, kondusif, dan sejahtera.

Camat Nongsa, Amuri berharap patroli sinergitas ini terus berlanjut.

"Kami berharap kegiatan seperti ini jangan sekali ini saja dan berlanjut sebagai contoh untuk kecamatan lain agar ke depan tetap lebih aman dan kondusif," kata Amuri.

Melalui patroli ini, Forkopimcam Nongsa berharap wilayah Nongsa tetap aman, kondusif dan sejahtera. Selain menjaga keamanan, petugas juga membagikan sembako kepada warga yang ditemui. (Isp) 







INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah penguatan struktur Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, yang terdampak pergerakan tanah. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan pemantauan kondisi tanah di lokasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, persoalan tersebut telah ditangani secara bertahap selama sekitar satu tahun belakangan ini. 

BP Batam sebelumnya telah melakukan perbaikan badan jalan sebanyak dua kali, namun perubahan bentuk struktur jalan kembali terjadi, karena pergerakan tanah masih berlangsung.

“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty, Kamis (1/10/2026). 

Untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah di Jalan Gajah Mada tersebut, BP Batam bersama konsultan melakukan serangkaian kajian teknis. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, antara lain melalui pengukuran kondisi tanah.

Dari hasil kajian tersebut terindikasi adanya pergerakan tanah (sliding) pada kedalaman sekitar delapan meter. BP Batam kemudian melakukan pemantauan melalui sekitar 50 titik untuk mengetahui perkembangan pergerakan tanah di lokasi.

Dari hasil pemantauan, menunjukkan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda pada sejumlah titik, mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter.

“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” kata Ariastuty.

Secara teknis, salah satu faktor yang dikaji berkaitan dengan kondisi lapisan tanah lunak serta perubahan beban dan kandungan air. Namun, penyebab dan desain penanganan masih mengacu pada hasil kajian teknis konsultan yang perlu difinalisasi.

BP Batam juga telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain perbaikan jalan, pengaturan aliran air di sekitar lokasi sempat dilakukan untuk mengurangi beban air. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.

Berdasarkan kajian teknis yang ada, salah satu opsi penanganan yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah. Langkah tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum perbaikan badan jalan, sehingga struktur jalan yang dibangun kembali berada di atas kondisi tanah yang lebih stabil.

“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.

Sebelumnya, penanganan dengan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antarpancang masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah sehingga diperlukan kajian terhadap sistem penguatan yang lebih sesuai.

Saat ini, BP Batam tengah menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis. Perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

BP Batam juga mengkaji langkah awal berupa pengurangan beban tanah di sekitar lokasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang mengalami pergerakan sembari menunggu pelaksanaan penguatan struktur.

Untuk pekerjaan utama, khususnya pemasangan sheet pile dan perbaikan jalan, diperlukan proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ariastuty memastikan, BP Batam terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi.

“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkas Ariastuty. (Isp) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.