Satlantas Catat Pelanggaran Lalu Lintas Pelajar SMP di Batam Turun 66%, Terapkan Kurikulum Lalu Lintas


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sepanjang semester I 2026, jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pelajar di Kota Batam mengalami penurunan signifikan.

Penurunan paling mencolok terjadi pada tingkat SMP yang mencapai 66 persen, menyusul diterapkannya kurikulum pendidikan lalu lintas di sekolah-sekolah negeri.

Data Satlantas Polresta Barelang mencatat, pelanggaran yang melibatkan pelajar SMP turun dari 1.386 kasus pada Semester I 2025 menjadi 462 kasus pada periode yang sama tahun 2026. Sementara itu, pelanggaran pelajar SD turun dari 98 menjadi 79 kasus atau berkurang 19 persen. Adapun pelanggaran oleh pelajar SMA juga menurun dari 2.307 menjadi 1.157 kasus atau turun 49 persen.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan penurunan tersebut menjadi indikator awal keberhasilan program Kurikulum Lalu Lintas yang mulai diterapkan di sekolah sejak Desember 2025.

Afiditya menyebut pendidikan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter disiplin sekaligus mendukung Asta Cita Presiden, khususnya poin keempat mengenai penguatan SDM melalui pendidikan berkualitas.

"Kami ingin anak-anak sejak usia dini bisa dibentuk karakternya agar tertib berlalu lintas. Pengenalan tertib berlalu lintas memang harus dilakukan sejak dini sehingga menjadi kebiasaan ketika mereka dewasa nanti," ujar Afiditya, Selasa (28/7/2026). 

Kolaborasi Satlantas dan Disdik

Program ini merupakan kolaborasi Satlantas Polresta Barelang dengan Pemko Batam melalui Dinas Pendidikan. Keduanya telah menandatangani nota kesepahaman sehingga materi keselamatan berlalu lintas resmi masuk dalam pembelajaran di SD dan SMP negeri.

Untuk mendukung implementasi, Satlantas memberikan pelatihan kepada para guru melalui skema Training of Trainer (TOT), terutama bagi guru PPKn. Setelah itu, materi lalu lintas diintegrasikan ke dalam proses belajar mengajar.

"Alhamdulillah program ini berjalan lancar. Anak-anak sekarang sudah memahami rambu-rambu, lampu merah, marka jalan, hingga aturan dasar berkendara," jelas Afiditya.

Satlantas juga membangun pojok lalu lintas di sejumlah sekolah sebagai sarana edukasi visual. Berbagai miniatur rambu, marka jalan, hingga informasi keselamatan dipajang agar mudah dipahami siswa.

Hingga kini, pihaknya telah mendistribusikan 2.500 buku pembelajaran lalu lintas ke 210 sekolah negeri, terdiri 145 SD dan 65 SMP. Selain itu, 250 e-book juga dibagikan sebagai bahan ajar tambahan.

Afiditya berharap program di Batam bisa menjadi pilot project nasional. "Dengan begitu, budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak usia sekolah dan angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat terus ditekan," pungkasnya. (Isp) 


Tags :

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.