Gelper Batam Tutup, Perut Pekerja Menjerit: Siapa Bertanggung Jawab ?



Keterangan Foto : Ilustrasi Dampak Penutupan Gelper
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Penutupan sejumlah Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) di Batam kembali menuai sorotan publik.

Di atas kertas, ini adalah penegakan hukum terhadap dugaan perjudian. Di lapangan, ini adalah drama tentang ratusan perut yang mendadak lapar.

Fakta yang tak bisa dibantah. Yang kehilangan kerja bukan pemilik modal. Yang kelaparan adalah satpam, teknisi, cleaning service, tukang parkir, dan penjual kopi di sekitar lokasi. Mereka adalah masyarakat kelas bawah yang tidak tahu apa-apa soal izin dan setoran.

Lalu, siapa yang bertanggung jawab terhadap mereka?

Sampai hari ini, belum ada satu pun pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Batam soal solusi bagi pekerja terdampak. Tidak ada pendataan, tidak ada pelatihan kerja, tidak ada jaring pengaman sosial. Mereka hanya ditinggalkan.

“Jangan sampai negara hanya hadir saat menyegel, tapi hilang saat rakyat butuh solusi,” ujar Mila warga Batam kepada InspirasiKepri.com, 

Pertanyaan yang lebih tajam, Apakah penindakan ini benar-benar tuntas ?

Jika Gelper ditutup karena terbukti jadi sarang judi, maka pertanyaannya:

1. Kemana aliran setoran selama ini ?. Gelper yang beroperasi bertahun-tahun mustahil tanpa pembiaran.

2. Apakah ini hanya operasi sesaat untuk meredam opini publik ?. Publik sudah hafal pola lama, tutup hari ini, buka diam-diam bulan depan dengan nama baru.

Tegas berantas judi, tapi jangan pengecut hadapi dampak sosialnya.

Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak boleh cuci tangan. Jika berani menutup, harus berani juga membuka lapangan kerja baru bagi mereka yang menjadi korban.

Jika tidak, penutupan Gelper ini hanya akan melahirkan masalah baru. Ledakan pengangguran, penurunan daya beli, dan potensi kriminalitas baru di Batam.

Kini bola ada di tangan Pemko Batam dan Aparat Penegak Hukum. Mau jadi pahlawan penegak hukum yang tuntas, atau sekedar aktor seremoni segel-menyegel?

(ISP)

Tags :


[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.