Wujud Nyata Kepedulian TNI, Satgas Yonif 136/TS Anjangsana di Distrik Tinggi Nambut Papua Tengah


INSPIRASIKEPRI.COM | Papua - Di tengah kesederhanaan dan keterbatasan, kehadiran Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pos Tinggi Nambut kembali memberikan kehangatan yang tak ternilai bagi warga Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Mulia, Provinsi Papua Tengah, Rabu (29/4/2026) 

Dipimpin oleh DPP Sertu Mandongan Simangunsong selaku Dantim 3, personel Satgas melaksanakan kegiatan anjangsana sebagai wujud nyata kepedulian terhadap warga binaan. Langkah mereka kali ini tertuju ke kediaman Bapak Surya Kogoya (47), seorang warga yang hidup sederhana bersama keluarganya.

Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Dengan penuh ketulusan, personel Satgas membawa bantuan berupa pakaian yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut. 

Di balik bantuan sederhana itu, tersimpan pesan kuat tentang kehadiran negara yang benar-benar dirasakan hingga ke pelosok.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa. Senyum haru terpancar dari wajah Bapak Surya Kogoya dan keluarga saat menyambut kedatangan para prajurit. Ucapan terima kasih yang tulus menjadi bukti bahwa perhatian kecil mampu memberikan arti yang besar.

Bapak Surya Kogoya menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan oleh Satgas.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran bapak-bapak TNI. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga. Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak semua dan selalu diberi keselamatan dalam bertugas,” ungkapnya dengan penuh haru.

Danpos Tinggi Nambut, Kapten Inf Firsan Hadly, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga serta mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa kepedulian adalah kekuatan utama dalam membangun kepercayaan.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran kami di sini adalah untuk melindungi, mengayomi, dan membantu, sehingga tercipta rasa aman dan kesejahteraan bersama,” tambah Kapten Firsan.

Melalui kegiatan anjangsana ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pos Tinggi Nambut kembali menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu tentang tugas besar, tetapi juga tentang sentuhan kecil yang mampu menghidupkan harapan. Di tempat yang jauh dari hiruk pikuk, kepedulian itu tumbuh diam-diam, namun berdampak dalam. (ISP) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau menghadirkan rangkaian kegiatan dalam satu akhir pekan yang mengangkat semangat kebersamaan bersama konsumen dan komunitas Honda.

Melalui berbagai aktivitas yang dikemas santai dan interaktif, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Honda dalam mempererat hubungan yang lebih dekat dengan seluruh pengguna Honda.

Kartini Ride, Ruang Ekspresi Perempuan yang Aktif dan Percaya Diri

Kegiatan diawali dengan Kartini Ride yang melibatkan lady bikers dari komunitas Honda serta pelanggan setia. Para peserta memulai rangkaian kegiatan dengan nonton bareng di bioskop, kemudian dilanjutkan dengan city rolling mengelilingi Kota Tanjungpinang dengan tetap mengedepankan keselamatan berkendara.

Kombinasi aktivitas ini menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan menyenangkan, tidak hanya sebatas berkendara, tetapi juga memperkuat kebersamaan antar peserta. Para peserta tampil percaya diri dan menunjukkan bahwa perempuan mampu berkendara dengan aman, tertib, serta tetap aktif dalam berbagai kegiatan positif.

Interaksi yang terjalin sejak awal kegiatan hingga perjalanan berlangsung menciptakan suasana hangat dan akrab, sekaligus mempererat hubungan antara Honda, komunitas, dan pelanggan dalam satu pengalaman yang berkesan.

Ngasab, Momen Santai Pererat Kedekatan Konsumen dan Komunitas

Memasuki hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Ngasab yang diikuti oleh komunitas Honda bersama konsumen setia Honda di wilayah Tanjungpinang. Kegiatan ini menjadi wadah berkumpul dalam suasana santai yang memperkuat kedekatan secara emosional.

Berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan memberikan ruang bagi peserta untuk saling berbagi konsumen, cerita berkendara, hingga membangun koneksi yang lebih erat antar komunitas dan konsumen. Suasana yang cair membuat kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Honda tidak hanya hadir sebagai penyedia produk, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan komunitas dan konsumen dalam pengalaman yang berkelanjutan.

Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan konsumen dan komunitas Honda.

“Kami ingin terus menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat, baik bagi konsumen maupun komunitas. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Duri Yanto, Rabu (29/4/2026). 

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Baik pada Kartini Ride maupun Ngasab, para peserta menikmati setiap momen yang dihadirkan dengan penuh semangat kebersamaan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Honda berharap dapat terus menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat loyalitas serta kedekatan antara komunitas, konsumen, dan Honda di wilayah Kepulauan Riau. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Telkom University Convention Hall, Bandung, Sabtu (25/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menkomdigi menekankan pentingnya literasi digital, etika teknologi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ruang digital yang aman bagi generasi muda, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Kehadiran Menkomdigi turut didampingi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba yang disambut oleh Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto beserta jajaran. 

Momentum wisuda ini menjadi titik strategis untuk memperkuat nilai-nilai kepemimpinan, etika digital, serta kesiapan menghadapi tantangan industri. Melalui sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki literasi digital unggul, Indonesia diharapkan semakin siap menggapai visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa lulusan Telkom University sebagai bagian dari institusi yang menjadi jantung digital dan inovasi nasional, tidak hanya dibekali gelar akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk ikut menavigasi masa depan digital Indonesia. 

Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting bagi keberlanjutan bangsa, termasuk dalam mendukung terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan sebagaimana diamanatkan dalam PP TUNAS.

“Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil langkah mengambil peran sebagai penggerak dan juga untuk menciptakan nilai memperluas manfaat teknologi dan memperkuat daya saing bangsa khususnya di bidang digital,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan ruang digital saat ini tidak hanya terkait percepatan teknologi, namun juga meningkatnya misinformasi dan berbagai risiko di ruang siber. Karena itu, peran generasi muda menjadi sangat penting sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat.

“Perlu saya sampaikan, misinformasi bukan hanya persoalan lokal, melainkan tantangan global menurut World Economic Forum 2025. Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu-pandu literasi digital di daerah masing-masing. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini,” tegas Menkomdigi Meutya Hafid.

Sebagai digital telco company terdepan di Indonesia, TelkomGroup turut mendukung penuh implementasi kebijakan pemerintah tersebut, baik melalui kebijakan layanan maupun inovasi yang dihadirkan bagi pelanggan dan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan keamanan digital, penguatan implementasi perlindungan data pribadi, serta pengembangan solusi digital yang aman dan bertanggung jawab.

Selain memperluas konektivitas nasional dan memastikan kemanan siber pada layanan yang dimiliki, Telkom juga aktif menghadirkan berbagai program edukasi bagi generasi muda dan komunitas pendidikan di berbagai daerah mengenai etika bermedia digital, keamanan siber, serta pemanfaatan teknologi secara positif. 

paya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata TelkomGroup dalam mendukung implementasi PP TUNAS sekaligus mendorong terciptanya ekosistem digital nasional yang sehat dan inklusif.

Sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia, Yayasan Pendidikan Telkom memiliki peran strategis melalui ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. 

Pada tingkat pendidikan dasar hingga menengah, Yayasan Pendidikan Telkom menanamkan fondasi karakter, literasi, serta pemahaman awal teknologi digital. Sementara itu, pada jenjang pendidikan tinggi, termasuk Telkom University, fokus diarahkan pada pencetakan talenta digital unggul yang siap menjawab kebutuhan industri, mendorong inovasi, serta berkontribusi dalam transformasi digital nasional.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini turut menyampaikan apresiasi terhadap para wisudawan serta menegaskan komitmen korporasi untuk ambil bagian dalam mencetak generasi muda yang memiliki kualitas dan daya saing global di era digital. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya juang, serta kepedulian terhadap kemajuan bangsa.

“Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agent of change, individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” pungkas Dian.

Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan kewirausahaan, Telkom University berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang mampu berperan aktif dalam ekosistem transformasi digital nasional. Telkom University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Pada kesempatan yang sama, TelkomGroup melalui Telkom University juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan melalui deklarasi pengembangan Safe-AI yang human-centric. Inisiatif ini menjadi wujud peran aktif institusi pendidikan tinggi dalam memastikan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan dan pelindungan generasi penerus bangsa.

Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto menyampaikan deklarasi bahwa Telkom University berdedikasi menciptakan ekosistem digital yang aman melalui inovasi Safe-AI yang human-centric, untuk melindungi dan memberdayakan tunas bangsa.

Pada wisuda periode ini, Telkom University melantik sebanyak 1.502 wisudawan yang terdiri dari lulusan program doktoral, magister, sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Pelaksanaan wisuda yang digelar dalam dua sesi tersebut menjadi momentum penting dalam mencetak talenta masa depan yang unggul secara akademik serta siap menghadapi dinamika global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, TelkomGroup optimistis penguatan talenta digital yang dibarengi literasi, etika, dan keamanan teknologi akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing, aman, serta berkelanjutan. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Wakil Kepala BP Batam/Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan tidak akan menoleransi bagi siapapun yang melakukan praktik pengerukan pasir secara ilegal. Hal ini, merupakan upaya pemerintah untuk melindungi lingkungan dari kerusakan.

“BP Batam dan Pemko Batam sedang bekerja memperbaiki dan membenahi masalah lingkungan yang selalu dikeluhkan masyarakat. Dari masalah sampah, banjiir dan kegiatan-kegiatan ilegal yang akan membahayakan kondisi lingkungan Kota Batam di masa depan. Oleh karena itu, setiap pelanggaran aturan yang makin memperburuk kondisi lingkungan akan kami tindak,” tegas Li Claudia, Rabu (29/4/2026).

Sebelumnya, saat dalam perjalanan ke Bandara Hang Nadim, LI Claudia mendapati sekelompok warga sedang mengeruk pasir secara ilegal di pinggir jalan. LI Claudia langsung menghentikan kegiatan tersebut dan meminta polisi memproses hukum pelaku.

Li Claudia mengatakan, pengambilan tanah atau pasir secara sembarangan dapat menyebabkan pergeseran tanah, merusak badan jalan, hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Dalam memperbaiki lingkungan, pemerintah saat ini melakukan upaya secara internal dan eksternal. Dimana, penindakan secara eksternal dilakukan dengan cara menindak langsung pengerukan pasir di lapangan. Baik itu personal maupun badan usaha.

Hingga saat ini, telah banyak perusahaan besar yang diberi peringatan keras, bahkan sampai pada tahap pencabutan izin karena diketahui melanggar aturan dan perizinan tentang lingkungan.

Sementara melalui internal, BP Batam dan Pemko Batam saat ini tengah membenahi sistem dan aturan perizinan serta tata kelola lingkungan hidup. Dalam konteks ini, juga dilakukan penegakan hukum dan pemberian sanksi kepada setiap pegawai yang melakukan pelanggaran, seperti pembiaran atau bahkan terlibat dalam legiatan yang berpotensi merusak lingkungan.

“Tidak ada pengecualian. Setiap pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai aturan yang ada. Baik itu dilakukan oleh pegawai pemerintah, pengusaha, maupun warga biasa. Semua sama di mata hukum,” tegas Li Claudia.

Li Claudia menegaskan, semua yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk menjamin keselamatan warga dan meningkatkan kualitas hidup warga Batam. “Karena ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah,” katanya.

Li Claudia menambahkan, Batam adalah kota metropolitan yang heterogen dan toleran. Batam terbuka bagi siapa saja. Setiap warga negara Indonesia berhak tinggal dan mencari kehidupan di Batam. Namun, di sisi lain, setiap warga juga memikul kewajiban untuk mentaati hukum dan aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama.

“Kami tidak melarang orang datang ke Batam. Tapi mari sama-sama kita jaga Batam dengan mentaati aturan yang ada,” tutupnya. (Isp) 





INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri resmi memperkuat kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Penanganan Masalah Hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Kepala Kejati Kepri, J. Devy Sudarso di Aula Kejati Kepri, Tanjungpinang, Selasa (28/4/2026).

Turut menyaksikan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; Anggota/Deputi Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain dan Asdatun Kejati Kepri, Riau Fauzal.

MoU tersebut mencakup pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum dan tindakan hukum lainnya termasuk pendampingan, negoisasi dan mediasi.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah penting memperkuat sinergi kelembagaan khususnya dalam penanganan permasalahan hukum di BP Batam,” kata Amsakar dalam sambutannya.

Menurut Amsakar, dalam melaksanakan pengelolaan dan pembangunan di KPBPB Batam, aspek kepastian hukum menjadi sangat krusial, untuk itu ia berharap MoU ini dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret dan implementatif, sehingga memberikan manfaat nyata bagi kelembagaan, masyarakat, serta dunia usaha di Batam.

“Kehadiran Kejati Kepri sebagai mitra strategis sangat penting, tidak hanya dalam memberikan bantuan hukum dan pertimbangan hukum, tetapi juga dalam langkah-langkah preventif guna meminimalisir potensi permasalahan hukum di kemudian hari,” ujar Amsakar.

Sementara, Kajati Kepri J. Devy Sudarso mengapresiasi langkah proaktif BP Batam dalam menghadirkan tata kelola pemerintah yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ia menekankan, pihaknya selaku Jaksa Pengacara Negara, memiliki peran untuk memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, tindakan hukum lain dan upaya-upaya pencegahan terhadap potensi permasalahan hukum.

Sebab itu, menurutnya, diperlukan pendampingan hukum yang profesional dan berintegritas guna mitigasi risiko hukum atas kebijakan dan tindakan yang diambil oleh BP Batam.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, sehingga kami dapat mendukung sepenuhnya upaya kepentingan hukum negara dalam pengelolaan kawasan oleh BP Batam demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” imbuh Devy.

Melalui sinergi ini, BP Batam dan Kejati Kepri optimis program pembangunan dan pengembangan kawasan Batam dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan kepastian hukum yang memadai. (Isp) 


Cerita Satgas 136/TS di Kampung Baktis : Bukan Sekadar Datang, Tetapi Menghidupkan Harapan

INSPIRASIKEPRI.COM | Papua - Di sebuah sudut sunyi bernama Kampung Baktis, hari itu terasa berbeda. Bukan karena keramaian, bukan pula karena perayaan besar melainkan karena kehadiran yang sederhana, namun penuh arti. 

Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pos Kotis datang, membawa sesuatu yang tak selalu bisa diukur dengan materi melainkan penuh ketulusan hati serta kepedulian.

Dipimpin oleh Danpos Kotis, Letda Inf Abdul Heru, langkah kaki para prajurit menyusuri kampung bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menyapa, mendengar dan merangkul. 

Dalam kegiatan anjangsana tersebut, mereka membagikan perlengkapan olahraga berupa bola voli, net, dan bola, seolah menitipkan semangat baru bagi generasi muda untuk tetap bergerak, bermain, dan bermimpi.

Tak berhenti di situ, pakaian yang dibawa juga menjadi simbol kehangatan bahwa di balik seragam loreng, ada hati yang peduli dan ingin berbagi. 

Namun, yang paling terasa bukanlah apa yang dibagikan, melainkan cara mereka hadir. Tanpa jarak, tanpa sekat.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami ada bukan hanya untuk menjaga wilayah, tetapi juga untuk menjadi bagian dari mereka. Apa yang kami lakukan mungkin sederhana, tapi kami berharap bisa meninggalkan kesan yang berarti,” ungkap Letda Inf Abdul Heru dengan nada yang tenang namun dalam.


Kehadiran itu pun tidak berlalu begitu saja. Ia menetap dalam rasa haru warga. Egius, salah satu warga Kampung Baktis, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

“Ini bukan soal bantuan saja. Ini soal perhatian. Kami merasa dilihat, dihargai, dan ditemani. Itu yang paling penting,” ucapnya.

Di tengah segala keterbatasan, momen itu seperti percikan kecil yang menyalakan sesuatu lebih besar dengan penuh harapan.

Satgas 136/TS mungkin datang dengan perlengkapan sederhana, tapi mereka pulang meninggalkan jejak yang tidak sederhana. 

Jejak tentang kemanusiaan, tentang kedekatan, dan tentang bagaimana sebuah kehadiran bisa mengubah suasana hati satu kampung. Karena terkadang, yang dibutuhkan bukan sesuatu besar tetapi cukup seseorang yang datang dan benar-benar peduli. (ISP)

Bukan Sekadar Memberikan Rasa Aman, Pelayanan Kesehatan Warga Jadi Prioritas Satgas Yonif 136/TS di Distrik Nume

INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA - Di tengah keterbatasan akses kesehatan dan medan yang tidak mudah dijangkau, harapan hadir melalui langkah nyata para prajurit. 

Dalam hal ini, Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti melalui Pos Nume kembali melaksanakan kegiatan pengobatan keliling bagi masyarakat Distrik Nume sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi kesehatan warga di Distrik Nume, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin (27/4/2026). 

Kegiatan ini menyasar masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan penuh ketulusan, para prajurit memberikan pengobatan terhadap berbagai keluhan penyakit yang dialami warga. 

Kehadiran mereka tidak hanya membawa obat, tetapi juga menghadirkan rasa aman, perhatian, dan harapan baru bagi masyarakat.

Sejumlah warga seperti Obet (56), Nepbire (47), Maikil (49), Olangga (32), hingga Erosi Wanda (49) turut merasakan langsung manfaat dari kegiatan tersebut. Bagi mereka yang sehari-hari bekerja sebagai petani kebun, gembala, maupun tukang kayu, layanan kesehatan seperti ini menjadi sesuatu yang sangat berarti di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.

Masyarakat Distrik Nume pun menyampaikan harapan agar kegiatan pengobatan keliling ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. 

Selain membantu meringankan keluhan kesehatan, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat setempat.

“Kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat,” ungkap salah satu warga dengan penuh haru.

Sementara itu, Danpos Nume, Kapten Inf Akmad Sultoni Yahya, S.Tr.Han, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan. 

Ia menyampaikan bahwa kehadiran TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga turut berperan dalam membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga.

“Kami hadir untuk masyarakat. Melalui kegiatan pengobatan keliling ini, kami ingin membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan yang sudah terjalin dengan baik antara TNI dan warga,” ujarnya.

Di balik keterbatasan yang ada, kepedulian menjadi jembatan yang menghubungkan TNI dan masyarakat. Di Distrik Nume, kepedulian itu hadir nyata, menyentuh langsung kehidupan warga, dan menjadi bukti bahwa TNI selalu ada bersama rakyat. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.