Breaking News ! Belasan Truk Pelansir BBM Solar Bersubsidi Terpantau Beroperasi di Sejumlah SPBU Tanjungpinang

 


INSPIRASIKEPRI.COM | Tanjungpinang - Belasan kendaraan jenis truk yang disinyalir digunakan untuk melansir Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi solar terpantau beroperasi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. 

Pantauan wartawan pada Senin (9/2/2026), belasan unit truk yang diduga kuat telah di modifikasi khusus untuk melansir BBM bersubsidi solar ini, nampak hilir mudik melakukan pengisian di SPBU Jl.Wiratno Kota Tanjungpinang SPBU Batu 3 Kota Tanjungpinang dan SPBU Batu 16 Kota Tanjungpinang. 

Saat melancarkan aksinya, para mafia BBM ini terlihat cukup tenang. Mereka dengan leluasa melansir BBM bersubsidi itu tanpa sedikitpun memiliki rasa takut akan sanksi pidana yang menantinya.

Menurut keterangan salah seorang narasumber, praktik terselubung ini telah berlangsung sejak lama. Mereka setiap hari beroperasi melansir BBM bersubsidi solar tanpa ada hambatan.

Cerdiknya lagi, para mafia BBM solar diduga kuat sengaja memodifikasi khusus truk menyerupai kendaraan pengangkut barang untuk mengelabuhi aparat penegak hukum.



"Truk pelansir kamuflase menyerupai kendaraan pengangkut barang. Setiap truk rata-rata memiliki lebih dari 10 kartu pengisian BBM," ungkap Sumber.

Bahkan, lebih mengejutkan lagi, setiap truk pelansir juga memiliki banyak plat nomor, sesuai dengan jumlah kartu pengisian BBM yang di miliki.

"Sangat janggal sekali jika petugas SPBU tidak mengetahui praktik ini. Biasanya, sopir-sopir truk pelansir solar itu diduga memberi uang pelicin untuk petugas pengisian," tuturnya.

Selain itu, kata sumber, tangki BBM truk pelansir ini juga sudah di modifikasi khusus dengan kapasitas yang jauh lebih besar dan posisinya tersembunyi di dalam bak truk.

"Tangki modifikasi inilah yang sering tumpah solar di jalan raya, karena isinya terlalu penuh atau ada kebocoran," jelasnya. 

Sistem transaksi jual beli BBM solar bersubsidi ilegal

Dugaan penyelewengan BBM solar di wilayah Tanjungpinang berlangsung cukup sistematis. Para pelansir membeli BBM dengan harga subsidi di SPBU dan nantinya di jual ke lokasi proyek atau pengepul solar ilegal dengan harga jauh lebih murah dari industri.



"Keuntungan bersih bisa mencapai Rp 2 ribu per liter. Sehingga jika diakumulasikan per 1 ton mereka meraup keuntungan Rp 2 juta. Pastinya saling menguntungkan, pihak proyek dapat harga BBM lebih murah dari harga industri sementara pihak pelansir dapat harga lebih tinggi dari harga subsidi," tutur sumber.

Lokasi Penimbunan BBM Solar Bersubsidi ilegal

Hilir mudik truk pelansir BBM solar bersubsidi dari sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang ternyata mengarah ke sebuah gudang yang beralamat di Batu 23 Gesek, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. 

Informasi yang berhasil dihimpun, gudang penimbunan BBM jenis solar ini diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial AY. Pria itu, juga disebut-sebut sebagai pemain solar terbesar di wilayah Tanjungpinang.

"Pemilik gudang berinisial AY. BBM bersubsidi solar yang di lansir dari SPBU itu, ditimbun di dalam gudang tersebut," tutur sumber.

Tak hanya itu, sumber juga menyebut, bahwa lancarnya praktik penyelewengan BBM bersubsidi ini, diduga kuat karena adanya pihak tertentu yang membekingi.

"Praktik pelansir BBM bersubsidi solar ini berlangsung cukup terang-terangan. Patut di duga ada pihak yang membekingi atau menerima setoran dari pemain solar," terangnya.

Perihal temuan ini, awak media masih terus berupaya mengkonfirmasi pihak terkait untuk mendalami lebih lanjut dugaan penyelewengan BBM solar tersebut. (ISP)

Tags :

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.