INSPIRASIKEPRI.COM | RIAU - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya mempercepat pemulihan layanan setelah terjadinya gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Inter Island ruas Tanjung Batu – Pulau Burung yang berlokasi sekitar 6,7 km dari BMH Pulau Burung pada segmen laut dengan kedalaman 8-10 meter. Gangguan tersebut terjadi pada Selasa (29/7/2025) pukul 10.40 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kualitas layanan TelkomGroup di wilayah Pulau Burung.
GM Witel Riau Susila Shane Sihombing menyampaikan, “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan di wilayah Pulau Burung. Saat ini, tim teknis TelkomGroup tengah berupaya secara maksimal untuk mempercepat pemulihan layanan. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan dan memastikan konektivitas pelanggan tetap terjaga dengan baik.”
Untuk pengamanan layanan, TelkomGroup telah melakukan pengalihan jalur (re-routing) layanan melalui radio microwave dengan kapasitas terbatas, sehingga diharapkan pelanggan masih tetap dapat menggunakan layanan.
Tahap awal, akan dilakukan penyambungan secara temporer dengan estimasi akan selesai pada 8 Agustus 2025. Untuk selanjutnya, akan dilakukan penyelesaian penyambungan secara permanen dengan target pekerjaan selesai pada akhir Agustus 2025.
“Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan ini seoptimal mungkin dan akan terus memberikan informasi secara berkala. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh pelanggan TelkomGroup. Kami juga memohon doa serta dukungan dari masyarakat agar seluruh proses dapat berjalan dengan lancar,” tutup Susila. (Isp)
INSPIRASIKEPRI.COM | Tanjungpinang - Komandan Korem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han secara simbolis menyerahkan kendaraan taktis 'Mobil Maung' kepada tiga satuan jajaran Korem 033/WP, Rabu (30/7/2025).
Diketahui, kendaraan taktis 'Mobil Maung' itu diserahkan kepada tiga satuan yakni Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun, Kodim 0318/Natuna dan Yonif 136/TS dalam sebuah upacara sederhana yang berlangsung di Makorem 033/WP.
Penyerahan kendaraan ini merupakan bagian dari program peningkatan kesiapan operasional satuan dalam mendukung tugas-tugas pertahanan wilayah, khususnya di daerah rawan dan strategis seperti Natuna, Karimun dan wilayah perbatasan lainnya di Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan ini, Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herqutanto menyampaikan, bahwa Mobil Maung merupakan kendaraan buatan dalam negeri yang dirancang untuk mendukung kebutuhan taktis prajurit TNI AD di lapangan.
“Kendaraan ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas dan efektivitas satuan, terutama dalam menjalankan operasi teritorial, patroli pengamanan, serta mendukung kesiapan tempur dalam kondisi medan yang menantang,” ujar Danrem.
Selain itu, Danrem juga menegaskan, pentingnya pemeliharaan dan penggunaan kendaraan secara optimal serta bertanggung jawab, agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi operasional satuan.
"Mobil Maung yang diserahkan merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam memperkuat sarana dan prasarana satuan bawah agar selalu siap menghadapi berbagai dinamika tugas di wilayah kepulauan dan perbatasan Indonesia," tegasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis kunci kendaraan kepada masing-masing komandan satuan, disaksikan oleh jajaran pejabat Korem dan tamu undangan, serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (ISP)
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam kembali musnahkan barang bukti hasil penggeledahan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang dilaksanakan pada Kamis (24/7/2025) bertempat di lapangan Rutan Batam.
Kegiatan pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Purwo Aji Prasetyo dalam rangka mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib.
Pemusnahan tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan warga binaan dan satu orang perwakilan dari Polsek Sagulung sebagai bentuk transparansi pelaksanaan serta diikuti oleh jajaran staf pengamanan dan regu pengamanan Rutan Batam.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Purwo Aji Prasetyo menyampaikan, barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil dari razia rutin yang telah dilaksanakan selama dua bulan terakhir terhitung sejak tanggal 24 Mei hingga 24 Juli 2025.
"Adapun barang yang dimusnahkan terdiri atas benda-benda tajam, dan senjata tajam rakitan serta barang-barang terlarang lainnya yang ada di dalam blok hunian," ucap Aji.
Proses pemusnahan dilakukan dengan cara yang aman dan terkendali, mengikuti prosedur standar operasional, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Kegiatan ini, lanjut Aji, tidak hanya merupakan tindak lanjut dari hasil penggeledahan, namun juga bagian dari strategi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Rutan Batam.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat deteksi dini gangguan keamanan serta pemberantasan terhadap barang-barang terlarang, termasuk potensi penyalahgunaan handphone dan narkoba di dalam Rutan.
"Kami tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tapi juga serius dalam melakukan pengendalian risiko. Pemusnahan ini merupakan bentuk penegakan aturan serta peringatan bagi seluruh warga binaan agar senantiasa mematuhi tata tertib dan aturan yang berlaku," tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan warga binaan akan pentingnya menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
"Rutan Batam berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara menyeluruh, baik melalui penggeledahan rutin maupun peningkatan kualitas pembinaan," pungkasnya. (Isp)