INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) konsisten menjalankan agenda transformasi untuk memperkuat fundamental perusahaan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, di tengah tantangan kondisi makroekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat. 

Perseroan menutup paruh pertama tahun 2025 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp73,0 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi tercatat sebesar Rp36,1 triliun dengan margin EBITDA pada 49,5%. 

Sementara itu, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp11,0 triliun dengan margin laba bersih pada 15%.

Bisnis Data, Internet, dan IT Services masih menjadi kontributor utama bagi total pendapatan perseroan, sebesar Rp42,5 triliun. Pendapatan dari lini bisnis Network dan Layanan Telekomunikasi lainnya meningkat sebesar 9,8% YoY menjadi Rp7,5 triliun, didorong oleh bisnis solusi pembayaran (payment solutions), jaringan (network), dan satelit. Lini bisnis interkoneksi juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,4% YoY menjadi Rp5,0 triliun, terutama dikarenakan peningkatan trafik pada segmen international wholesale voice.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, di tengah berbagai tantangan industri yang dinamis, Telkom terus mempercepat eksekusi strategi transformasi demi memperkuat daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang. 

"Kami percaya bahwa kecepatan dalam mengeksekusi transformasi menjadi kunci untuk memenangkan pasar digital yang sangat kompetitif saat ini. Selain itu, kami juga secara konsisten memperkuat penerapan tata kelola sebagai fondasi utama perusahaan, serta mendorong implementasi budaya kerja, Digital Ways of Working, yang menekankan pada keberanian dalam mengeksekusi untuk hasil terbaik, integritas terhadap etika, nilai, norma dan aturan yang berlaku, komitmen pada pelayanan yang terbaik, serta bertindak secara cepat, tepat, efektif, dan efisien dalam menghadapi perubahan," ungkap Dian, Jum'at (1/8/2025). 

Pada segmen Consumer (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp53,8 triliun. Digital Business tetap menjadi pendorong utama dengan menyumbang 90,6% dari pendapatan seluler, menegaskan komitmen Telkomsel terhadap optimalisasi nilai layanan dan kepuasan pelanggan. 

Selain itu, trafik data (data payload) mengalami peningkatan signifikan sebesar 20,1% menjadi 11.715.570 TB, yang menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan data berkualitas, seiring dengan tren konsumsi digital yang semakin masif. 

Pendapatan dari IndiHome residensial (B2C) juga tercatat stabil dengan pertumbuhan 0,5% YoY. Total pelanggan IndiHome residensial (B2C) meningkat sebesar 10% YoY menjadi 10,1 juta pelanggan. Sedangkan total keseluruhan pelanggan IndiHome B2C dan B2B sebesar 11,3 juta pelanggan atau tumbuh 7,1% YoY. Sementara itu, total pelanggan seluler mencapai 158,4 juta pelanggan.

Telkomsel terus memperkuat diferensiasi jaringan melalui ekspansi kapasitas untuk mendukung penggunaan layanan digital yang semakin meningkat. Hingga Juni 2025, Telkomsel mengoperasikan sebanyak 280.434 Base Transceiver Station (BTS), yang terdiri atas 229.214 BTS 4G dan 2.537 BTS 5G. 

Langkah ini menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendorong perluasan layanan 5G serta memperkuat infrastruktur jaringan guna menghadirkan pengalaman digital yang lebih optimal bagi pelanggan.

Kemudian segmen Enterprise, membukukan pendapatan sebesar Rp10,0 triliun. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bidang bisnis Cloud, Digital IT Services, dan Cybersecurity, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pemain teknologi global. 

Telkom fokus memperkuat digitalisasi segmen Pemerintah, pengembangan solusi digital untuk Large Enterprise, serta perluasan IndiBiz bagi pasar UKM melalui Telkom Regional di seluruh Indonesia. Langkah ini memperkuat kapabilitas Telkom dalam mendukung transformasi digital pelanggan B2B.

Berikutnya untuk segmen Wholesale and International, mencatat pendapatan sebesar Rp9,7 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif bisnis infrastruktur digital, serta peningkatan pada layanan suara internasional (International Wholesale Voice).

Lebih lanjut, Telkom terus mencatat kemajuan signifikan dalam mempersiapkan Infranexia, entitas infrastruktur fiber TelkomGroup, menuju fase realisasi nilai berikutnya. Sebagai tonggak strategis, Infranexia diposisikan bukan sekadar aset, melainkan sebagai platform pertumbuhan yang siap untuk dikembangkan secara luas, dengan mandat yang jelas untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. Infranexia siap mendukung agenda konektivitas nasional sekaligus mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi TelkomGroup.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel sebagai anak usaha Telkom membukukan pendapatan positif sebesar Rp4,6 triliun dengan pertumbuhan sebesar 2,2% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp3,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, dengan margin EBITDA dan margin laba bersih masing-masing di angka 84% dan 23,8%.

Pada paruh pertama 2025, Mitratel menambah 378 menara untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri menara telekomunikasi, dengan total kepemilikan mencapai 39.782 menara. 

Selain itu, Mitratel mencatat penambahan 1.039 tenant baru sehingga total tenant meningkat menjadi 60.907, serta meningkatkan rasio penyewaan (tenancy ratio) menjadi 1,53x. Perseroan juga terus memperkuat portofolio bisnisnya melalui penambahan 3.408 km kabel serat optik secara organik, menjadikan total panjang serat optik mencapai 54.447 km.

Selanjutnya untuk bisnis Data Center dan Cloud, mencatat pendapatan sebesar Rp921 miliar. Hingga semester I 2025, Telkom mengoperasikan 35 data center dengan total kapasitas 44 MW untuk melayani segmen enterprise dan hyperscale, serta 2.420 rack untuk layanan edge data center. Data Center milik Telkom tersebar di 30 lokasi di Indonesia dan 5 lokasi internasional, termasuk di Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.

NeutraDC selaku anak usaha Telkom, mengelola data center di 4 lokasi domestik dan 3 lokasi di Singapura. Tingkat utilisasi kapasitas data center NeutraDC mencapai sekitar 76%, yang didukung oleh basis pelanggan yang beragam, mencakup instansi pemerintah, perbankan, perusahaan besar, serta penyedia layanan cloud global. 

Seluruh fasilitas data center dirancang guna menjawab kebutuhan masa depan, termasuk daya tinggi yang dibutuhkan untuk perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Pada semester I 2025, realisasi belanja modal (capex) TelkomGroup sebesar Rp9,5 triliun atau 13,0% dari total pendapatan, mengalami penurunan sebesar 18,7% YoY. Penurunan rasio capex-to-revenue sejalan dengan strategi Telkom menerapkan fokus yang lebih tajam pada alokasi belanja modal guna memastikan bahwa baik belanja modal (Capex) maupun belanja operasional (Opex) digunakan dengan pendekatan berbasis pengembalian investasi.  

Lebih dari 50% dari total capex dialokasikan untuk perluasan konektivitas digital, meliputi jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, satelit, dan kabel laut bawah laut. Sisanya digunakan untuk mendukung pengembangan platform digital seperti data center dan layanan cloud, serta layanan digital lainnya. 

Dengan memprioritaskan infrastruktur yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan, Telkom terus mendorong transformasi digital sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh Indonesia. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dua nama pria disebut-sebut sebagai pengendali penyelundupan ratusan koli barang kiriman ilegal tangkapan Bea Cukai Batam di perairan Batu Besar, Kecamatan Nongsa beberapa waktu lalu perlahan mulai mencuat.

Informasi yang berhasil diperoleh wartawan, kedua pria itu berinisial JP dan DD. Keduanya, diduga merupakan oknum aparat satuan militer yang berdinas di wilayah Tanjung Pinang. 

"Nama JP sudah tak asing lagi dalam bisnis pengiriman barang. Biasa, mereka menyelundupkan barang antik seperti laptop dan barang elektronik lainnya asal Batam ke Tanjung Uban," ujar Sumber kepada wartawan, Jum'at (1/8/2025).

Dalam mengendalikan bisinis gelapnya itu, JP di bantu oleh rekannya berinisial DD. Beruntung, dalam penangkapan BC Batam beberapa waktu, kedua pria itu berhasil lolos dan naasnya hanya nahkoda kapal serta ABK yang diamankan.

"Informasinya, DD juga ditangkap malam itu. Tetapi ga tau juga kalau dia berhasil lolos," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Bea Cukai Batam mengamankan sebuah kapal pengangkut barang kiriman ilegal tanpa dokumen kepabeanan di perairan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Keberhasilan ini menunjukkan kesigapan Bea Cukai Batam dalam menghadapi berbagai modus pelanggaran hukum yang merugikan negara dan membahayakan masyarakat.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah mengatakan, pengungkapan ini terjadi pada hari Senin (21/7/2025). Sekira pukul 21.00 Wib, Satuan Tugas Patroli Bea Cukai yang terdiri dari kapal BC 15028, BC 15041, dan BC 1403 menerima informasi masyarakat terkait keberangkatan kapal Nasya yang diduga meninggalkan perairan Batam tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. 

"Pada pukul 22.00 Wib, kapal BC 1403 mengidentifikasi objek mencurigakan yang sedang berlayar menuju Tanjung Uban. Tim segera melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan unit kapal lainnya. Ketiga kapal patroli berhasil menghentikan kapal Nasya di perairan Batu Besar," ungkap Zaky Firmansyah, Jum'at (25/7/2025).

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui kapal tersebut di nahkodai oleh S (38) dengan satu orang ABK inisial S (48) yang berangkat dari Batu Besar Nongsa menuju Mentigi, Tanjung Uban. 

"Dalam muatannya, petugas menemukan 266 koli barang kiriman tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah. Nilai barang kiriman tersebut saat ini masih dalam proses penghitungan," ujar Zaky.

Selanjutnya, atas penindakan kapal tersebut dilakukan penegahan dan penyegelan, lalu di bawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini, kasus ini masih dalam tahap pengembangan untuk menelusuri jenis barang, jalur distribusi, dan potensi pelanggaran lainnya,” jelas Zaky.

Dalam kesempatan ini, Bea Cukai Batam mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk senantiasa mematuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai. 

Kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku bukan hanya menjamin kelancaran arus barang, tetapi juga merupakan bagian penting dari kontribusi terhadap pembangunan nasional dan perlindungan industri dalam negeri.

“Dengan dukungan dan peran aktif masyarakat, kami optimistis upaya pemberantasan penyelundupan dapat berjalan semakin efektif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkas Zaky. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | RIAU - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya mempercepat pemulihan layanan setelah terjadinya gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Inter Island ruas Tanjung Batu – Pulau Burung yang berlokasi sekitar 6,7 km dari BMH Pulau Burung pada segmen laut dengan kedalaman 8-10 meter. Gangguan tersebut terjadi pada Selasa (29/7/2025) pukul 10.40 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kualitas layanan TelkomGroup di wilayah Pulau Burung.

GM Witel Riau Susila Shane Sihombing menyampaikan, “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan di wilayah Pulau Burung. Saat ini, tim teknis TelkomGroup tengah berupaya secara maksimal untuk mempercepat pemulihan layanan. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan dan memastikan konektivitas pelanggan tetap terjaga dengan baik.” 

Untuk pengamanan layanan, TelkomGroup telah melakukan pengalihan jalur (re-routing) layanan melalui radio microwave dengan kapasitas terbatas, sehingga diharapkan pelanggan masih tetap dapat menggunakan layanan.

Tahap awal, akan dilakukan penyambungan secara temporer dengan estimasi akan selesai pada 8 Agustus 2025. Untuk selanjutnya, akan dilakukan penyelesaian penyambungan secara permanen dengan target pekerjaan selesai pada akhir Agustus 2025. 

“Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan ini seoptimal mungkin dan akan terus memberikan informasi secara berkala. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh pelanggan TelkomGroup. Kami juga memohon doa serta dukungan dari masyarakat agar seluruh proses dapat berjalan dengan lancar,” tutup Susila. (Isp)



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Rise of The Sneakers (RoTS) kembali menggelar sayembara desain sepatu dengan mengusung tema "Borderless Creativity" yang digelar di Grand Batam Mall pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025.

Event ini merupakan event keempat dengan menggandeng salah satu brand lokal Unerd yang menghadirkan desain sepatu karya desainer anak Batam. Diharapkan dengan adanya kolaborasi Unerd degan arsitek Batam yang mencoba mendesain sepatu ini, bisa memberikan value yang bagus untuk Batam.

CEO Simplemind Communication, Yasser Hadeka mengatakan, dalam event kali ini jauh di luar ekspektasi, karena hasil prototype sangat-sangat bagus dan memuaskan. 

Selain itu, lanjut Deka, saya juga kagum dengan mahasiswa-mahasiswa yang ikut event ini yang masih belajar arsitek tapi mereka sudah memiliki kecerdasan untuk mendesain sepatu. 

"Kita tau kalau dikaitkan antara arsitek sama sepatu apa hubungannya. Namun, ternyata banyak di luar sana yang asal muasalnya mereka arsitek tapi akhirnya menjadi desainer sepatu. Jadi kita harap di Indonesia semua itu bisa dilakukan," ungkap Deka, Kamis (31/7/2025). 

Deka menjelaskan, dalam event ini sudah ada 3 desain sepatu yakni Kreskick (Angelin & Joceslyn), Rafflesia Shoes (The Kumis) dan Vermilion Fault (Muhammad Hafizi). 

"Cara penilaiannya kita voting paling banyak. Jadi teman-teman diminta untuk datang ke RoTS, di setiap sepatu sudah ada scan QR-nya, jadi bisa scan QR dan vote. Nanti hari Minggu pengumuman, sepatu terbanyak votingnya itu pemenangnya," jelas Deka. 

"Untuk target kita berharap lebih besar dari tahun lalu, diharapin lebih besar dari Rp 600 juta," pungkasnya. 

RoTS ini juga melepaskan stigma bahwa event ini hanya berfokus pada acara sneakers. RoTs bukan hanya untuk pecinta sneaker, melainkan acara lifestyle. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | Tanjungpinang - Komandan Korem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han secara simbolis menyerahkan kendaraan taktis 'Mobil Maung' kepada tiga satuan jajaran Korem 033/WP, Rabu (30/7/2025).

Diketahui, kendaraan taktis 'Mobil Maung' itu diserahkan kepada tiga satuan yakni Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun, Kodim 0318/Natuna dan Yonif 136/TS dalam sebuah upacara sederhana yang berlangsung di Makorem 033/WP.

Penyerahan kendaraan ini merupakan bagian dari program peningkatan kesiapan operasional satuan dalam mendukung tugas-tugas pertahanan wilayah, khususnya di daerah rawan dan strategis seperti Natuna, Karimun dan wilayah perbatasan lainnya di Kepulauan Riau.



Dalam kesempatan ini, Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herqutanto menyampaikan, bahwa Mobil Maung merupakan kendaraan buatan dalam negeri yang dirancang untuk mendukung kebutuhan taktis prajurit TNI AD di lapangan.

“Kendaraan ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas dan efektivitas satuan, terutama dalam menjalankan operasi teritorial, patroli pengamanan, serta mendukung kesiapan tempur dalam kondisi medan yang menantang,” ujar Danrem.

Selain itu, Danrem juga menegaskan, pentingnya pemeliharaan dan penggunaan kendaraan secara optimal serta bertanggung jawab, agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi operasional satuan.



"Mobil Maung yang diserahkan merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam memperkuat sarana dan prasarana satuan bawah agar selalu siap menghadapi berbagai dinamika tugas di wilayah kepulauan dan perbatasan Indonesia," tegasnya. 

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis kunci kendaraan kepada masing-masing komandan satuan, disaksikan oleh jajaran pejabat Korem dan tamu undangan, serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (ISP)



INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan menghadirkan Digi Koperasi, integrator yang menghubungkan antara koperasi, rantai pasok BUMN, akses ke marketplace UMKM, hingga dashboard guna melakukan pemantauan performansi koperasi.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/Kelurahan Merah Putih, yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi yang profesional dan transparan. 

Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7/2025).

Acara dihadiri secara langsung oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Pejabat Tinggi Negara, serta secara daring oleh para Kepala Daerah. Turut hadir pimpinan perusahaan-perusahaan BUMN, termasuk Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi. Saat agenda peresmian dan peluncuran tersebut, jumlah Koperasi Desa Merah Putih tercatat sebanyak 80.081.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, keberadaan Digi Koperasi diharapkan dapat mendukung pengelolaan dan pengawasan Koperasi Desa Merah Putih menjadi lebih efisien dan efektif melalui sejumlah fitur yang andal, termasuk penyediaan internet berkecepatan tinggi. 

"Keterlibatan aktif Telkom dalam program ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pemanfaatan teknologi digital," ujar Dian. 

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi memaparkan bahwa Digi Koperasi memiliki kapabilitas yang lengkap untuk mendukung digitalisasi koperasi. Di tingkat operasional, platform ini menyediakan fitur Kasir Koperasi yang memberikan kemudahan dalam pencatatan transaksi dan pengelolaan penjualan di setiap gerai. 

"Untuk menjaga transparansi dan keberlanjutan usaha, Digi Koperasi juga dilengkapi dengan sistem Akuntansi dan Keuangan Koperasi untuk memastikan kesehatan finansial koperasi," ucap Faizal. 

Selain itu, lanjutnya, seluruh sistem ini didukung oleh akses internet cepat untuk mendorong kelancaran proses digitalisasi secara efektif. Telkom juga menghadirkan Dashboard Nasional yang memungkinkan pemantauan kinerja dan performansi koperasi secara nasional.

Faizal menambahkan bahwa keberadaan Dashboard Nasional dapat dijadikan sebagai bahan analisis untuk melihat dan mengevaluasi kinerja koperasi. “Di dalam dashboard tersebut akan menyediakan beragam informasi, meliputi jumlah koperasi yang terdigitalisasi, jumlah penjualan dan omzet koperasi, pertumbuhan ekonomi koperasi, sebaran performansi koperasi di seluruh Indonesia, jumlah pasokan dari BUMN ke koperasi, serta produk unggulan,” pungkasnya. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam kembali musnahkan barang bukti hasil penggeledahan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang dilaksanakan pada Kamis (24/7/2025) bertempat di lapangan Rutan Batam. 

Kegiatan pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Purwo Aji Prasetyo dalam rangka mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib.

Pemusnahan tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan warga binaan dan satu orang perwakilan dari Polsek Sagulung sebagai bentuk transparansi pelaksanaan serta diikuti oleh jajaran staf pengamanan dan regu pengamanan Rutan Batam.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Purwo Aji Prasetyo menyampaikan, barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil dari razia rutin yang telah dilaksanakan selama dua bulan terakhir terhitung sejak tanggal 24 Mei hingga 24 Juli 2025. 

"Adapun barang yang dimusnahkan terdiri atas benda-benda tajam, dan senjata tajam rakitan serta barang-barang terlarang lainnya yang ada di dalam blok hunian," ucap Aji. 

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara yang aman dan terkendali, mengikuti prosedur standar operasional, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. 

Kegiatan ini, lanjut Aji, tidak hanya merupakan tindak lanjut dari hasil penggeledahan, namun juga bagian dari strategi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Rutan Batam.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat deteksi dini gangguan keamanan serta pemberantasan terhadap barang-barang terlarang, termasuk potensi penyalahgunaan handphone dan narkoba di dalam Rutan.

"Kami tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tapi juga serius dalam melakukan pengendalian risiko. Pemusnahan ini merupakan bentuk penegakan aturan serta peringatan bagi seluruh warga binaan agar senantiasa mematuhi tata tertib dan aturan yang berlaku," tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan warga binaan akan pentingnya menciptakan suasana yang aman dan kondusif. 

"Rutan Batam berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara menyeluruh, baik melalui penggeledahan rutin maupun peningkatan kualitas pembinaan," pungkasnya. (Isp) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.