INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kepulauan Riau melalui Baja Event Organizer, melaksanakan Kejuaraan Pencak Silat Tanah Melayu Championship yang memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.
Kejuaraan ini dilaksanakan selama tiga hari di Lantai 2 Mall Botania 2 (MB2) Batam Center sejak, Jum'at (13/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026). Sebanyak lebih kurang 750 an peserta yang berasal dari tiga provinsi di Indonesia turut ambil bagian dalam kejuaraan kali ini
Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Tanah Melayu Championship tahun 2026. Jaepri Kaldo mengatakan, kejuaraan merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Provinsi Kepri. Meski demikian kejuaraan ini sudah mendapat respon positif dari masarakat. Terbukti, hingga hari pelaksanaan, sebanyak 750 an peserta sudah hadir mengikutinya.
"Alhamdulillah, peserta yang mengikuti kejuaraan ini membludak. Berdasarkan data yang kita miliki sampai hari pelaksanaan, sebanyak lebih kurang 750 an peserta antusias mengikuti kejuaraan ini," ujar Ketua Pelaksana, Jaepri Kaldo disela-sela kegiatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari perguruan - perguruan ataupun padepokan pencak silat yang ada di Kepri. Adapun jumlah padepokan yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini berjumlah 30 padepokan.
"Plus, ada dua padepokan dari luar kepri yang turut ambil bagian dalam kejuaraan kali ini. Pertama perguruan pencak silat dari Kota Medan, dan satunya lagi dari padepokan asal Sumatera Barat," jelasnya.
Masih menirut Jaepri, untuk kategori yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini yakni, Kategori Usia Dini I dan II. Lalu Kategori Pra Remaja, Remaja dan juga Kategori Dewasa.
Di lokasi yang sama, Ketua Pengprov IPSI Kepri, Sugianto S.H mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara atas terlaksananya kejuaraan perdana Pencak Silat Tanah Melayu Championship dengan lancar dan aman.
Menurutnya, even ini adalah sebuah wadah untuk mencari bibit-bibit pesilat yang nantinya diharapkan bisa membawa nama baik bagi kabupaten dan kota, provinsi bahkan nasional .
“Atas nama keluarga besar IPSI Provinsi Kepri saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terlaksananya Kejuaraan Pencak Silat Tanah Melayu Championship ini,” ujar Sugianto sambil tersenyum.
Sugianto mengatakan, silat merupakan warisan budaya asli Indonesia. Apalagi, saat ini kita berada di bumi tanah melayu. Dan, sudah kewajiban kita untuk melestarikan seni pencak silat disini.
"Di bumi tanah melayu ini, silat digunakan sebagai tradisi untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang ke Batam, Kepri. Bahkan, ada sebagian masyarakat di Kepri ini menggunakan silat untuk menyambut calon pengantin di acara pernikahan," ungkapnya.
Dia berharap melalui kejuaraan ini akan bermunculan para pesilat pesilat tangguh yang kedepannya bisa menjadi bakal bibit muda yang bisa mewakili Kepri di ajang nasional seperti PON maupun kejuaraan internasional lainnya.
Sementara, Ketua Umum KONI Provinsi Kepulauan Riau, Usep RS sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya Kejuaraan Pencak Silat Tanah Melayu Championship yang memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia di kota Batam.
"Salud dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus IPSI Provinsi Kepri yang telah sukses dan tanpa kenal lelah terus melakukan pembinaan kepada atlitnya. Terbukti, banyaknya peserta yang mengikuti kejuaraan kali ini," ucap Usep disambut tepuk tangan bergemuruh dati para peserta yang hadir di Mall Botania 2 ini.
Usep yang saat itu di dampingi oleh Wakil Ketua KONI Kepri, Abdul Razak menambahkan, Pencak Silat ini merupakan salah satu cabang olahraga prioritas ataupun yang diunggulkan oleh KONI Provinsi Kepri.
"Setahu saya, pencak silat ini selalu menyumbang medali untuk Kepri di ajang PON dan lainnya. Cuma, pada PON Aceh -Sumut kemarin pencak sikat tidak menyumbangkan medali. Tapi, kami yakin di PON mendatang pencak silat akan kembali mengharumkan nama Kepri yang kita cintai ini," ucap Usep penuh optimisme.
Senada, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Provinsi Kepulauan Riau, Harianto ST., M.Si mengatakan, mewakili Pemerintah Provinsi Kepukauan Riau sangat mengapresiasi atas terlaksananya kejuaraan ini.
Menurutnya, dengan rutinya dilaksanakan kegiatan seperti ini menjadi momentum bagi para atlit khususnya atlit usia dini untuk meningkatkan kemampuan bertandingnya dan juga mental selama pertandingan.
"Kemampuan bertanding seorang atlit bisa diukur dari seberapa banyak dia sudah mengikuti kejuaraan seperti ini. Jika itu terus menerus dilarih dan diasah kemampuannya, niscaya atlit tersebut akan menjadi atlumit kebanggaan masyarakat di Kepri," pungkasnya. (Atok)


