INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Aktivitas tambang tanah urug ilegal di kawasan pemukiman warga Kaveling Bintang, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa masih saja tetap beroperasi meski menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang sangat luar biasa.

Pantauan wartawan di lokasi, alat berat jenis ekskavator dan puluhan dump truk roda 6 secara terang-terangan serta leluasa menggempur bukti yang berlokasi tak jauh dari pemukiman warga tersebut. 

Kendati demikian, sejauh ini, belum ada langkah-langkah tegas yang diambil aparat penegak hukum untuk menghentikan lokasi itu. Warga menilai, tambang itu justru sengaja di pelihara guna kepentingan bisnis.

"Mungkin, sudah kordinasi kali ya. Makanya aparat penegak hukum baik itu mulai Polsek, Polres, BP Batam dan instansi terkait lainnya diam," ungkap Manto warga sekitar lokasi tambang, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Manto, aktivitas tambang tanah urug ilegal ini sudah cukup sangat meresahkan warga. Selain menimbulkan polusi udara, jalan akses warga rusak. Parahnya lagi, imbas dari aktivitas itu, keselamatan warga juga turut terancam.

"Lalu lalang dump truk roda 6 bermuatan tanah urug bercampur bauksit ini, sudah sangat meresahkan kami. Selain menimbulkan polusi udara, mereka kerap ugal-ugalan. Kepada bapak Kapolda tolong atensi dan hentikan lokasi ini, kami sudah sangat resah," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang tanah urug ilegal beroperasi cukup terang-terangan di kawasan pemukiman warga Kaveling Bintang, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.

Diketahui, aktivitas di lokasi ini sudah berlangsung cukup lama. Proyek itu, menimbulkan dampak buruk terhadap rusaknya lingkungan sekitar. 

Pantauan wartawan di lokasi, dua unit alat berat jenis ekskavator dan puluhan dump truk dikerahkan untuk menggempur dan mengambil tanah bercampur bauksit yang diduga kuat di komersilkan guna kepentingan bisnis jual beli tanah urug ke sejumlah proyek penimbunan di Kota Batam

Tak tanggung-tanggung, dalam serhari, lokasi ini mampu mengeluarkan tanah hingga puluhan kubik dengan nilai ekonomis yang cukup fantastis. 

"Sudah dua bulan lokasi itu jalan. Pengelolanya pak AMR dan PSB," ungkap warga setempat saat ditemui wartawan, Kamis (17/7/2025).

Menurut warga, tanah urug bercampur bauksit yang diduga kuat di komersilkan untuk keperluan proyek penimbunan itu di jual dengan bandrol harga yang bervariasi. 

"Soal harga seperti biasa, mulai dari Rp 120 hingga Rp 150 ribu per dump truk, tergantung jarak pengantaran. Pastinya, untuk besar dong pak," tutur warga.

Namun, kegiatan yang mereka lakukan justru menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan keresahan masyarakat setempat. Warga sekitar menilai, dump truk berasal dari lokasi ini melintas sangat ugal-ugalan di jalan raya.

"Banyak warga resah. Warga harus ekstra hati-hati saat melintas di jalan raya karena dump truk ini melaju sangat ugal-ugalan," jelasnya. 

Tak hanya itu, tambang tanah urug ini, beberapa waktu lalu sempat di demo oleh warga karena dinilai merusak fasilitas warga dan lingkungan setempat.

"Pada tanggal 3 November 2024 malam lalu, puluhan warga Kaveling Bintang turun ke lokasi untuk demo. Warga ini resah karena mereka beroperasi hingga larut malam dan merusak tapak kaveling milik warga," jelasnya

Beruntung, kemarahan warga kala itu, dapat diredam setelah Kapolsek Nongsa Kompol Efendri Alie melakukan mediasi bersama warga.

"Allhamdulilah, pak Kapolsek dapat melakukan mediasi antara warga dan pengelola lahan itu. Hasil mediasi, pihak pengelola bersedia memperbaiki jalan rusak dan kaveling warga," terangnya. 

Meski menimbulkan keresahan serta dampak lingkungan, hingga saat ini tambang tanah urug itu masih tetap beroperasi dan belum ada satupun aparat penegak hukum yang mampu menghentikannya.

"Mereka berhenti kalau cuaca hujan saja. Kalau panas, seperti pasar di lokasi itu," terangnya. 

Seperti diketahui, proyek pematangan lahan atau pemotongan bukit di suatu lokasi harus memiliki izin Amdal, UKL dan UPL dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta izin Cut and Fill BP Batam.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam serta pihak terkait lainnya perihal praktik jual beli tanah timbunan tersebut. (*)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau melakukan peninjauan langsung terhadap pelayanan publik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Kamis (6/11/2025). 

Kegiatan ini bertujuan memastikan standar pelayanan publik di lingkungan Rutan Batam berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari berkeliling meninjau berbagai area pelayanan, diantaranya dapur, klinik, dan blok hunian. 

Peninjauan dilanjutkan ke Balai Pelayanan Rutan Batam, yang menjadi pusat layanan bagi masyarakat maupun warga binaan. Di sana meninjau berbagai sarana dan fasilitas, seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Pos Bantuan Hukum (Posbakum), ruang laktasi, ruang bermain anak, serta ruang pengaduan masyarakat.

Lagat Parroha Patar Siadari, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Rutan Kelas IIA Batam dalam meningkatkan mutu pelayanan publik.

“Ramah, bersih, bersahabat dan humanis. Lanjutkan perubahan yang lebih baik bravo Rutan Batam,” ujar Lagat.

"Pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan harus terus dijaga dan dikembangkan agar masyarakat maupun warga binaan dapat merasakan manfaat langsung dari reformasi birokrasi yang dijalankan," ungkapnya. 

Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo menyambut baik peninjauan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas dukungan serta masukan yang diberikan Ombudsman RI Perwakilan Kepri. 

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan maupun masyarakat,” pungkas Fajar.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan harapan agar sinergi antara Ombudsman RI dan Rutan Kelas IIA Batam terus terjalin dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang Pemasyarakatan. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - BP Batam menerima audiensi PT Gunung Puntang Mas di Gedung Marketing Centre, Rabu (5/11/2025).

Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara BP Batam dan pelaku usaha untuk memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan investasi yang tertib dan berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi investasi yang berlaku. Langkah ini juga sebagai wujud transparansi dan profesionalisme untuk memperkuat tata kelola lahan di Kota Batam.

“Kami tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Namun, setiap investor harus patuh terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Li Claudia.

Melalui pengelolaan yang tertib sesuai regulasi investasi saat ini termasuk pengurusan PKKPRL (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut). Li Claudia berharap agar seluruh investor benar-benar membangun dan menggerakkan ekonomi lokal.

Ia ingin memastikan setiap investasi mampu menjadi motor penggerak pembangunan Batam yang inklusif dan berdaya saing.

“Kami ingin setiap lahan produktif, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Batam,” pungkasnya. (Isp) 



 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatatkan kinerja cemerlang di sektor logistik selama periode Januari-September 2025.

Tiga indikator utama, yaitu volume peti kemas, general cargo, dan kunjungan kapal barang, menunjukkan pertumbuhan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pertumbuhan dua digit pada seluruh indikator utama, menandakan posisi strategis Pelabuhan Batam dan transformasi pelayanan Pelabuhan terus meningkat dalam memberikan performa pelayanan.

Ia menjelaskan, sepanjang periode Januari-September tahun ini, total volume peti kemas yang ditangani oleh Pelabuhan Batam tumbuh 18% atau mencapai angka 583.267 TEUs.

Kenaikan ini didorong secara masif oleh kinerja Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang baru saja memulai Tahap Komersial 2 pada awal September lalu dan menyumbang 65% dari total volume dengan pertumbuhan signfikan sebesar 24%.

“aktivitas impor menunjukkan laju tercepat dengan kenaikan 27% (226.576 TEUs), sejalan dengan kebutuhan industri, sementara ekspor tetap solid dengan pertumbuhan 19% (216.203 TEUs),” ujar Amsakar.

Tak hanya peti kemas, sektor kargo umum (general cargo) juga mencatat rekor signifikan. Total bongkar muat general cargo periode Januari-September 2025 berhasil menembus 8,6 juta ton, meningkat substansial 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Terminal Umum Curah Cair Kabil dan Terminal Batu Ampar tercatat menjadi kontributor utama dalam volume general cargo ini.

“Menariknya, dominasi logistik domestik terlihat jelas pada general cargo, di mana volume bongkar muat untuk kebutuhan pasar dalam negeri melonjak 25%, mengukuhkan peran Batam sebagai hub distribusi regional yang efisien,” imbuh Amsakar.

Lebih lanjut, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan Benny Syahroni menambahkan bahwa jumlah kunjungan kapal barang tercatat 22.509 call sepanjang Januari-September 2025, dengan total bobot 39 Juta GT, naik masing-masing 6% dan 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Terminal Batu Ampar menjadi pintu utama dengan jumlah kunjungan kapal 6.139 call (naik 11%) dan 7,8 juta GT.

Perbandingan antara kenaikan jumlah kapal dan bobot kapal ini menandakan bahwa layanan Pelabuhan di Batam memenuhi standar logistik internasional yang menuntut efisiensi skala ekonomi

“Pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator logistik di periode Januari-September 2025 ini adalah bukti nyata kinerja kolaboratif antara BP Batam, CIQP dan para pemangku kepentingan.

Capaian ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, yang terus mendorong transformasi digital dan efisiensi layanan agar Batam kokoh sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membuka kick off pelatihan calon transmigran yang berlangsung di Batalyon Infanteri 10/Satria Bhumi Yudha, Senin (3/11/2025).

Amsakar yang hadir bersama Wakil Kepala BP, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan 504 Kepala Keluarga (KK) asal Rempang Eco-City sebagai calon transmigran yang unggul dan berdaya saing.

Melalui kolaborasi antara BP Batam dan pemerintah pusat, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat. Tujuannya adalah agar warga Rempang Eco-City mampu beradaptasi dan tumbuh di wilayah baru dengan semangat gotong royong dan kemandirian.

Amsakar berharap, para calon transmigran dapat menjadi penggerak ekonomi baru di Rempang Eco-City dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi daerah.

“Kebijakan dari pemerintah harus kita maknai secara baik. Program ini bertujuan menciptakan kesejahteraan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Ia juga optimistis, pelatihan ini menjadi pondasi awal bagi masyarakat untuk mengawali kehidupan Rempang yang berdikari.

Dengan sarana dan prasarananya yang lengkap, baik fasum maupun fasos. Era transformasi transmigrasi ini akan menciptakan kesejahteraan dan menjadikan masyarakat sebagai subjek untuk membangun peradaban baru yang produktif.

“Pemerintah ingin seluruh calon transmigran lebih produktif dan memiliki taraf hidup yang lebih baik,” tambah Amsakar.

Senada, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, melaporkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program transmigrasi nasional.

Ia menjelaskan, sebanyak 1.394 Kepala Keluarga (KK) dari beberapa daerah secara serentak juga mengikuti pelatihan tersebut. Dan 504 KK di antaranya merupakan warga Rempang Eco-City.

“Transmigrasi masa kini bukan sekadar perpindahan penduduk, tapi membangun kehidupan baru yang sejahtera,” pungkasnya. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sabtu 1 September 2025 di Stadion Temenggung Abdul Jamal, suasana bukan main riuhnya. Ribuan pasang mata menatap lapangan dengan tegang, sorak dan peluit jadi satu, seperti orkestra khas final yang menandai siapa paling tangguh di rumput hijau.

Final Piala Bergilir Wali Kota Batam dan Piala Tetap Wakil Wali Kota Batam 2025 mempertemukan PS Batam dan RPC, dua tim yang sepanjang turnamen tampil menggigit dan bikin penonton enggan ke kantin.

Di tengah tribun utama, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung menyaksikan laga puncak itu. Tak cuma duduk manis, wajahnya tampak ikut tegang tiap kali bola nyaris masuk gawang.

Setelah 90 menit penuh adrenalin, RPC sukses menaklukkan PS Batam dengan skor 2–0. Dua gol yang bukan cuma bikin fans RPC melompat kegirangan, tapi juga menegaskan siapa penguasa lapangan tahun ini. Posisi ketiga disabet oleh A7, sementara Kelimutu FC harus puas di urutan keempat.

Usai pertandingan, Amsakar naik ke podium dan menyampaikan apresiasi yang hangat untuk semua pihak—pemain, panitia, dan masyarakat. Ia menegaskan nilai utama dari olahraga bukan semata kemenangan, melainkan kebersamaan dan sikap sportif.

“Hari ini kita menyaksikan pertandingan yang penuh sportivitas. Rivalitas hanya ada di lapangan, di luar itu kita semua satu dalam semangat olahraga,” ujar Amsakar.

Kalimat itu terasa menampar lembut ego para suporter garis keras—bahwa sepak bola sejatinya bukan perang, tapi pesta yang dirayakan bersama.

Amsakar kemudian melanjutkan, bicara soal masa depan olahraga Batam. Menurutnya, turnamen semacam ini tak boleh berhenti di seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia melihat Piala Wali Kota Batam sebagai bagian penting dari ekosistem pembinaan atlet muda.

Tidak akan lahir prestasi tanpa kompetisi. Kompetisi yang baik harus dilaksanakan secara rutin, karena dari sanalah muncul pemain-pemain handal yang dapat mengharumkan nama Batam,” tambahnya.

Ada logika yang sulit dibantah di sana. Prestasi memang tidak lahir dari pidato atau foto bareng trofi, tapi dari lapangan yang terus hidup oleh pertandingan dan semangat bersaing sehat.

Selama 16 hari pelaksanaan turnamen, atmosfer sepak bola di Batam terasa berbeda. Lapangan jadi lebih hidup, masyarakat ikut larut dalam euforia, dan banyak yang mendadak jadi komentator dadakan di warung kopi. Semua berlangsung lancar tanpa insiden berarti, sesuatu yang jarang terjadi di turnamen lokal berskala besar.

“Saya bangga karena semuanya berjalan sangat baik. Ini bukti bahwa insan olahraga Batam sudah matang dan mampu membina generasi berprestasi,” ucap Amsakar.

Ucapan itu menutup rangkaian panjang kompetisi yang penuh energi. Di akhir acara, Amsakar Achmad menyerahkan langsung Piala Bergilir dan Piala Tetap kepada para juara. Sorak, tepuk tangan, dan sedikit semburan konfeti dari panitia jadi latar kemenangan yang layak dirayakan.

Kejuaraan ini bukan hanya urusan skor akhir. Di balik gemuruh stadion, ada semangat baru: Batam sedang membangun kembali gairah sepak bolanya. Pemerintah kota berkomitmen melanjutkan dukungan bagi kegiatan olahraga, agar dari lapangan-lapangan ini kelak lahir pemain yang bisa membuat publik nasional bertanya, “anak Batam yang mana, tuh?”. (*/Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Jelang pertandingan Futsal Friendly di Malaysia dan Liga Wanita di Singapura pada 2026 mendatang, tim Futsal Blue Sky FC Batam mulai mempersiapkan diri dengan melakukan latihan, di Lapangan Go Futsal, Bengkong, Minggu (2/11/2025). 

Mila salah satu pemain menyampaikan, menjelang pertandingan di Malaysia dan Singapura pada tahun depan pastinya kami terus melakukan persiapan dengan latihan rutin seminggu sekali. 

Mila yang juga berstatus sebagai pekerja mengaku, kadang kesulitan dalam mengatur waktu untuk berlatih. Namun, sebagai pemain ia akan profesional dan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa berlatih dalam mempersiapkan diri menjelang pertandingan tahun depan. 

"Yang pastinya kita latihan semaksimal mungkin, gunakan peluang dengan baik, dan pengalaman ini menjadi pengalaman berharga dalam hidup kami. Tetap semangat, percaya kalau kita terpilih untuk berangkat nantinya tandanya kita dikasih kepercayaan dan bisa," ungkap Mila. 

Rinto Rustica sebagai Head Scout tim Blue Sky FC menyampaikan, untuk beberapa bulan ke depan kami akan persiapkan latihan terutama fisik, kontrol bola dan kekompakan. 

"Untuk latihan kita mulai dari nol, karena pemain yang berangkat bertanding ke Malaysia dan Singapura nantinya gabungan dari tim-tim luar, baik dari Karimun, Tanjung Batu, Tanjung Pinang dan dari Batam sendiri termasuk Blue Sky FC Batam," ujar Rinto. 



Untuk pertandingan di Singapura bulan Maret 2026 dan di Malaysia bulan Juni 2026. Jadi nanti di bulan Desember 2025 untuk anak-anak yang sudah terseleksi akan latihan dalam persiapan terutama mental dan fisiknya, karena nanti mainnya di lapangan mini soccer. 

"Pesan untuk adik-adik jangan pernah menyerah latihan, jangan pernah mengeluh. Untuk jadi pemain itu bukan sekedar datang, tendang bola, semua butuh proses dan butuh perjalanan yang berat. Semangat dan yakin untuk berubah jadi lebih baik lagi untuk ke depannya," tutup Rinto. 

Iyek sebagai pemain yang sempat vakum karena kuliah mengaku, agak kesulitan mengatur waktu latihan. Namun, ia akan berusaha ikut latihan seminggu sekali dalam persiapan menjelang pertandingan di Malaysia dan Singapura mendatang. 

"Saat ini memang saya sibuk kuliah jadi agak kesulitan mengatur waktu latihan, apalagi saya kuliahnya di Tanjungpinang. Insyaallah saya akan berusaha sempatkan waktu seminggu sekali ikut latihan bersama tim, saya akan berikan yang terbaik dan maksimal dalam persiapan pertandingan nantinya," ujar Iyek. 

Gresya sebagai pemain yang juga sebagai pelajar menyampaikan, kalau saya mengatur waktu latihan pastinya di hari Minggu karenakan libur sekolah. Jadi, kalau libur saya mengutamakan hobi bermain futsal daripada kepentingan yang lain. 



Dalam bermain futsal, lanjut Grace, yang terpenting itu fisik, karena kalau kita bisa main berapa jam di lapangan, kita kuat, kesempatan dipilih itu besar. 

"Pesan untuk kawan-kawan yang nantinya terpilih berangkat bertanding di Malaysia dan Singapura, kalau kita sudah terpilih tetap berjuang, jangan sudah terpilih malah santai-santai, malas latihan, karena tujuan kita belum berakhir, masih selalu berjuang. Setidaknya biar orang-orang tau kalau di Batam juga ada tim futsal wanita yang bisa membanggakan nama Batam," pungkasnya. 

Angel sebagai pemain yang juga sibuk kuliah dan kerja mengatakan, di usia sekarang ini paling susah membalance kan waktu. Tapi, bagi saya futsal ini hobi yang bisa menghilangkan rasa jenuh dari kuliah dan kerja. 

"Bagi saya latihan futsal ini waktunya istirahat dan hilang stres dari kesibukan kerja dan kuliah, karena bisa ketemu sama kawan-kawan jadi happy," ucap Angel. 

Untuk saat ini, lanjut Angel, kita fokus di latihan untuk persiapan bertanding dengan tim Malaysia dan Singapura. Kalau kita sering latihan pastinya komunikasi kita makin lancar dan ini yang terpenting. 

"Kalau saya pribadi persiapannya cuma fisik karena itu sangat penting. Yang pastinya saya akan berikan yang terbaik untuk tim," ungkapnya. 

"Pesan untuk kawan-kawan yang nantinya terpilih bertanding di Malaysia dan Singapura, jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang sudah ada. Ini kesempatan besar karena tidak semua orang punya kesempatan. Tidak semua orang punya waktu, kalau dikasih waktu, gunakan waktu itu sebaik mungkin," pungkasnya. (Isp) 





























Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.