INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Praktik dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar marak terjadi di Kota Batam. Parahnya lagi, pengusaha nakal ini disinyalir nekat menimbun BBM solar itu dalam jumlah banyak untuk meraup keuntungan sepihak.

Informasi yang berhasil dihimpun, aktivitas penimbunan BBM jenis solar ilegal diduga berlangsung cukup terang-terangan di Jalan Duyung, Kawasan Industri sebelah Ciomas Adisatwa RPA Batu Ampat. Tak hanya itu, praktik terselubung ini, juga disebut-sebut dikendalikan oleh seorang pria bernama Dodi.

Meski berada di wilayah Hukum Polsek Batu Ampar, praktik ilegal ini diduga telah berlangsung cukup lama dan tak tersentuh oleh penindakan hukum. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah publik terkait lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di lokasi itu.

Hasil penelusuran awak media di lokasi, ditemukan sebuah mobil box tertutup yang diduga difungsikan sebagai tempat penampungan sementara solar ilegal. 

Kendaraan tersebut terparkir mencurigakan di area industri dan tampak menjadi titik kumpul sejumlah sopir truk. Para sopir ini diduga menjual solar hasil penyedotan ilegal biasa dikenal dengan istilah “kencingan” dari tangki kendaraan operasional perusahaan.

Lebih mengejutkan lagi, di lokasi ini terlihat puluhan jeriken berkapasitas besar tersusun rapi di dalam mobil box. Jeriken-jeriken itu dilengkapi selang panjang yang diduga digunakan untuk menyedot solar langsung dari tangki truk. 

Selanjutnya, solar yang terkumpul kemudian diduga dikomersilakan kembali untuk kepentingan industri.

“Satu jeriken berisi sekitar 35 liter solar dibeli dari sopir truk seharga Rp240 ribu. Selanjutnya dijual kembali dengan harga solar industri, atau ditampung sementara sebelum dipindahkan ke gudang yang lebih besar di lokasi lain,” ungkap sumber.

Dua pekerja di lokasi berinisial YS dan LBS alias Putra mengakui bahwa aktivitas tersebut telah berjalan dengan rasa aman karena diduga ada pihak tertentu yang membekingi.

“Sudah diambil, Bang,” ujar salah satu dari mereka singkat, saat ditanya soal pengamanan aktivitas tersebut.

Namun ketika didesak untuk menjelaskan siapa pihak yang dimaksud, keduanya memilih bungkam dan enggan mengungkap identitas maupun peran pihak yang disebut-sebut mengkordinir praktik ilegal itu. 

Saat di konfirmasi wartawan, Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah mengaku telah memproses dugaan kasus ini. 

"Sedang kita proses," ujar singkat Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah. 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media Inspirasikepri.com terus berupaya menggali lebih dalam perihal dugaan praktik penimbunan BBM Solar tersebut. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dewan Pertahanan Nasional (DPN) adalah lembaga strategis yang berada langsung dibawah Presiden, secara struktur orgaanisasi Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DPN dan Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn) Syafrie Syamsudin selaku Ketua Harian. 

Beberapa hari lalu DPN melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau yang meliputi wilayah di P. Bintan dan P. Batam. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data dan sebagai upaya untuk memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen akan dapat tercapai, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Geostrategi DPN, Mayjen TNI Ari Yulianto, S.I.P., M.H.I., bersama Deputi Bidang Geoekonomi DPN Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., beserta jajaran. 

Agenda kunjungan di P. Batam dilaksanakan dengan melakukan audensi dan peninjauan langsung di sejumlah titik pertumbuhan strategis yang memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi nasional, salah satunya adalah kunjungan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, yang menurut DPN KEK Tg. Sauh ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya nasional. 

Peninjauan KEK Tg. Sauh guna melihat dan menyaksikan dari dekat bagaimana kesiapan infrastruktur, iklim investasi, serta bagaimana dukungan kebijakan yang dibutuhkan oleh KEK Tg Sauh dalam membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam.

Menurut DPN kunjungan kerja ini merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah dalam memastikan Batam mampu berperan sebagai salah satu katalisator utama pertumbuhan ekonomi nasional, yang sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 8 persen. 

Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) dinilai strategis untuk memompa pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi ekonomi yang signifikan. Kawasan ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat manufaktur, tetapi berkembang menjadi hub teknologi tinggi dan tujuan investasi global. 

Selain itu, status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menawarkan kepastian hukum dan insentif fiskal yang agresif terbukti efektif menjadi magnet bagi Foreign Direct Investment (FDI) yang masif. 

DPN berharap dengan mengoptimalkan kekuatan dan peran masing masing dari KEK, KI serta FTZ, Provinsi Kepri dapat menciptakan mesin pertumbuhan yang komprehensif, di mana arus modal asing dan inovasi teknologi bekerja bersamaan untuk mengakselerasi produktivitas nasional di atas rata-rata.

Selanjutnya sebagai lembaga strategis negara, Dewan Pertahanan Nasional (DPN) salah satunya memiliki fungsi untuk memastikan bahwa pembangunan nasional, terutama pada kawasan strategis agar berjalan selaras, aman, dan berkelanjutan. Untuk itu DPN juga berkewajiban untuk memantau perkembangan KEK, KI dan PSN serta industri strategis lainnya diseluruh Indonesia termasuk di wilayah P. Bintan dan P. Batam untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. 

DPN juga berperan mengidentifikasi berbagai potensi permasalahan dan hambatan, baik dari sisi geostrategi, geopolitik maupun geoekonomi yang mencakup infrastruktur, kebijakan lintas sektor, serta kesiapan kawasan, yang dapat memengaruhi target pertumbuhan ekonomi nasional.

Peninjauan ini menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh antara pertahanan, stabilitas kawasan, dan kebijakan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan nasional. Fokus utama diarahkan pada kesiapan regulasi, perizinan, tata kelola kawasan, serta koordinasi antar instansi guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat ketahanan ekonomi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global. 

Menurut Deputi DPN selain melakukan kunjungan ke KEK Tanjung Sauh, Dewan Pertahanan Nasional juga berencana akan melaksanakan audensi ke BP Batam untuk pengumpulan data dan berdiskusi terkait perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) di Batam serta bagaimana memperkuat ekonomi nasional melalui perlindungan aset industri strategis di wilayah perbatasan, memastikan pengamanan ekonomi perbatasan melalui pengendalian aktivitas ekonomi dan perlindungan terhadap aset strategis di wilayah perbatasan, mengingat posisi Batam yang vital, disamping itu bagaimana memastikan kontribusi Batam terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi yang berdaya saing global.

Akselerasi Pertumbuhan Melalui KEK 

KEK Tanjung Sauh, yang dikembangkan oleh PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP) - Panbil Group, menjadi salah satu "kantong pertumbuhan" yang diprioritaskan. Dengan fokus pada pengembangan pelabuhan hub logistik internasional, industri energi, dan manufaktur modern, kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap investasi skala besar yang akan berdampak langsung pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau.

Posisi strategis saja tidak cukup. Dibutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan pengelola kawasan untuk membangun kepercayaan investor global. 

Kunjungan DPN ini dapat diartikan dan mempertegas bahwa KEK Tanjung Sauh adalah aset vital negara dalam memenangkan persaingan ekonomi di jalur Selat Malaka.

Keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh meliputi konektivitas global melalui akses langsung ke Selat Phillips sebagai jalur perdagangan tersibuk di dunia, integrasi kawasan yang optimal karena kedekatannya dengan pusat finansial Singapura serta pusat industri Johor Bahru (SIJORI), serta dukungan insentif fiskal berupa kemudahan pajak dan kepabeanan yang kompetitif bagi investor asing maupun domestik. 

Dengan penguatan kawasan ekonomi khusus dan sinergi kebijakan pusat dan daerah, Batam dan Kepri berpotensi menjadi mesin akselerasi pertumbuhan nasional yang berkelanjutan.

Melalui pengembangan berkelanjutan dan dukungan penuh dari Dewan Pertahanan Nasional, KEK Tanjung Sauh sangat optimis dapat menarik lebih banyak arus investasi berkualitas yang akan menggerakkan roda ekonomi Batam melampaui rata-rata pertumbuhan nasional. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, mengajak masyarakat Batam untuk menyikapi persoalan air bersih secara jernih, proporsional, dan tidak reaktif. 

Menurutnya, masalah air bukan persoalan yang lahir hari ini, melainkan akumulasi panjang dari kebijakan, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan kota yang tidak seimbang selama bertahun-tahun.

Iman menegaskan, bahwa masa transisi pengelolaan air dari ATB ke Moya telah berlangsung sejak periode kepemimpinan sebelumnya. Infrastruktur dasar air bersih yang digunakan hingga kini dibangun pada masa ketika jumlah penduduk Batam masih relatif kecil.

Menurutnya, pipa-pipa berdiameter terbatas dan kapasitas distribusi yang minim kala itu dinilai memadai, namun tidak dirancang untuk menghadapi lonjakan penduduk, pertumbuhan perumahan, dan ekspansi kawasan industri seperti yang terjadi saat ini.

“Batam berkembang sangat cepat, tetapi sistem airnya tumbuh lambat. Ketimpangan inilah yang hari ini kita rasakan dampaknya,” ujar Iman yang juga sebagai tokoh pemuda di Kepri.

Pasca pengelolaan air dipegang oleh Moya, kondisi pelayanan air diakui belum menunjukkan perbaikan signifikan sesuai harapan masyarakat. 

Namun demikian, Iman mengingatkan bahwa fase ini merupakan tahap koreksi besar, di mana berbagai persoalan lama justru muncul ke permukaan dan terasa lebih tajam akibat ekspektasi publik yang tinggi.

Dalam konteks tersebut, Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, yakni Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, dinilai tidak mewarisi kondisi ideal. 

Sebaliknya, keduanya menghadapi kompleksitas persoalan yang menumpuk, mulai dari keterbatasan teknis, kondisi infrastruktur lama, hingga kepercayaan publik yang sedang diuji.

Meski demikian, Iman menilai upaya yang dilakukan Amsakar–Li Claudia sudah maksimal. Langkah-langkah evaluasi menyeluruh, penataan ulang prioritas, serta upaya pembenahan sistem distribusi terus dilakukan di tengah tekanan dan sorotan publik.

“Membenahi air bukan pekerjaan instan. Ini bukan soal memperbaiki keran bocor, tapi membangun ulang fondasi sistem pelayanan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Ia menambahkan, tanpa dukungan sosial dan stabilitas politik, upaya pembenahan justru berpotensi tersendat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak saling menyalahkan, apalagi melemahkan legitimasi kepemimpinan yang sedang bekerja menyelesaikan persoalan struktural ini.

Iman menekankan bahwa kritik tetap penting sebagai bagian dari kontrol publik, namun harus diarahkan secara konstruktif. Dukungan masyarakat menjadi faktor kunci agar pembenahan sistem air bersih dapat berjalan berkelanjutan dan menghasilkan dampak jangka panjang.

“Air adalah kebutuhan dasar. Ketika pemimpin sudah bekerja di garis depan, maka tugas masyarakat adalah memberi kepercayaan, mendukung dengan cara yang bijak, dan mengawal agar perubahan benar-benar terwujud,” ujarnya.

Menurut Iman, persoalan air adalah cermin kedewasaan sebuah kota. Cara Batam menyikapi krisis ini akan menentukan apakah kota ini hanya tumbuh besar secara fisik, atau benar-benar matang sebagai kota yang berkeadaban dan berkeadilan bagi warganya. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan capaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, khususnya pada sektor kepelabuhanan. 

Kinerja positif ini mencerminkan peran pelabuhan sebagai salah satu motor penggerak utama dalam memperkuat iklim investasi dan daya saing ekonomi Batam.

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam membukukan realisasi penerimaan sebesar Rp468,4 miliar. Angka tersebut melampaui target tahun 2025 sebesar Rp401,8 miliar atau setara dengan capaian 117 persen.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kinerja sektor kepelabuhanan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor.

“Pelabuhan merupakan wajah utama konektivitas dan logistik Batam. Kinerja kepelabuhanan yang tumbuh positif menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin siap sebagai tujuan investasi, baik di sektor industri, logistik, maupun perdagangan internasional,” ujar Amsakar Achmad dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2026).

Dari sisi operasional, kinerja pelabuhan juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, arus peti kemas tercatat mencapai 797.087 TEUs, tumbuh sekitar 18 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi penopang utama dengan volume peti kemas mencapai 522.941 TEUs atau sekitar 66 persen dari total arus peti kemas Batam. 

Capaian ini meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menegaskan peran Batu Ampar sebagai hub penting dalam jaringan logistik regional dan internasional.

Sementara itu, volume general kargo tercatat sebesar 11,77 juta ton atau tumbuh 13 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, pertumbuhan dua digit yang dicatatkan sektor kepelabuhanan merupakan hasil dari konsistensi BP Batam dalam melakukan pembenahan tata kelola serta peningkatan kualitas layanan pelabuhan.

Menurut Li Claudia, fokus BP Batam tidak hanya pada peningkatan volume, tetapi juga pada efisiensi dan kepastian layanan bagi pengguna jasa kepelabuhanan.

“BP Batam terus mendorong efisiensi, kepastian layanan, dan kolaborasi dengan mitra usaha. Pelabuhan yang andal dan efisien adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi,” jelasnya.

Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh meningkatnya aktivitas kepelabuhanan sepanjang Januari hingga Desember 2025. 

Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 109.174 kunjungan kapal barang dan penumpang, tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Seiring dengan peningkatan kunjungan kapal, total Gross Tonnage (GT) juga mengalami pertumbuhan signifikan. 

Sepanjang 2025, total GT mencapai 73,18 juta GT atau meningkat 15 persen secara tahunan, mencerminkan semakin intensifnya aktivitas logistik dan pelayaran di perairan Batam.

Dari sisi mobilitas orang dan pelaku usaha, pelabuhan-pelabuhan di Batam melayani sebanyak 9,37 juta penumpang domestik dan internasional sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan terbesar tercatat pada layanan Terminal Ferry Internasional, dengan jumlah penumpang datang dan berangkat mencapai 5,3 juta orang atau tumbuh 10 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan peran strategis Batam sebagai simpul pergerakan lintas negara.

Dari sisi trayek, pertumbuhan sebesar 32 persen tercatat pada penumpang yang datang dan berangkat dengan rute Malaysia mengungguli rute Singapura yang hanya tumbuh 5 persen meski dari segi jumlah masih mendominasi.

Kenaikan ini memperkuat posisi Batam sebagai gerbang utama pergerakan orang dan barang di kawasan perbatasan Indonesia.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menekankan bahwa kinerja ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan ke depannya.

“Capaian tahun 2025 menjadi dasar bagi kami untuk terus mendorong transformasi layanan kepelabuhanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan investor serta pelaku usaha,” ujarnya.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan kualitas layanan, integrasi sistem, serta kepastian berusaha yang mendukung Batam sebagai hub logistik yang berdaya saing internasional. (Isp)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau guna memperkuat layanan kesehatan strategis serta mendorong pertukaran gagasan antarinstansi di wilayah kepulauan.

Kunjungan tersebut dipimpin Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, didampingi Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Muhammad Yanto, bersama jajaran, pada Jum'at (23/1/2026).

Agenda diawali dengan kunjungan ke RSAL Dr. Midiyato Suratani yang disambut langsung Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut, Kolonel Laut (K) dr. Widya Wirawan, beserta jajaran.

Dalam kunjungan tersebut, RSBP Batam melaksanakan kaji banding awal terkait pengelolaan layanan hiperbarik, mencakup kesiapan sumber daya manusia, aspek keselamatan operasional, serta tata kelola layanan dalam mendukung kedokteran kelautan.

Direktur RSBP Batam menyatakan, kaji banding ini menjadi bagian dari tahap awal pembelajaran dalam pengembangan layanan hiperbarik di RSBP Batam.

“Batam sebagai kawasan maritim dan industri membutuhkan layanan kesehatan yang adaptif dan mengutamakan keselamatan. Karena itu, pembelajaran dari rumah sakit yang telah berpengalaman menjadi penting sebagai bahan kajian,” ujar dr. Tanto.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas karakteristik layanan RSAL dr. Midiyato Suratani sebagai rumah sakit TNI AL Tipe B berstatus Badan Layanan Umum (BLU), serta keterkaitannya dengan kondisi RSBP Batam yang saat ini didominasi pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan).

Kegiatan kunjungan ini sejalan dengan arahan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, yang secara konsisten menekankan peningkatan mutu layanan serta penguatan orientasi pelayanan kepada masyarakat di Rumah Sakit BP Batam.

Selain ke RSAL, jajaran RSBP Batam juga melakukan silaturahmi dan diskusi singkat dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan. 

Kunjungan tersebut diterima Kepala Bidang Pemasaran BP Bintan Rahut T. Hutajulu, dalam suasana diskusi informal di kawasan Dompak, Tanjungpinang.

“Kami berharap rangkaian kunjungan ini dapat memperkaya perspektif pengembangan layanan kesehatan serta memperkuat jejaring dan sinergi antarinstitusi di Kepulauan Riau, dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat dan peningkatan mutu pelayanan,” pungkas dr. Tanto. (Isp)




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Capella Group melalui PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan karyawan, mitra usaha, serta masyarakat umum. 

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (24/1/2026) di CDN Sales Office Batam Centre, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam.

Regional Head PT Capella Dinamik Nusantara Kepri, Syaiful, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari agenda rutin perusahaan yang dirancang untuk memberikan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat. Tahun ini, Capella Group menargetkan pelaksanaan donor darah sebanyak tiga kali dalam setahun sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ketersediaan stok darah di Batam.

“Kami telah merancang program ini sebagai agenda rutin yang akan dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Langkah ini diambil untuk memastikan kontribusi yang konsisten bagi stok darah di Batam. Kami juga sudah menjadwalkan pertemuan berikutnya bersama PMI pada Mei 2026. Ini adalah bagian dari ‘napas’ perusahaan untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Syaiful di sela-sela kegiatan.

Pada pelaksanaan kali ini, panitia menargetkan 130 peserta donor dengan estimasi pengumpulan sekitar 100 kantong darah. Hingga kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi sejak pagi hari. Dengan dukungan enam bed donor dari PMI, area pelayanan dipenuhi oleh karyawan dealer, staf lembaga pembiayaan, hingga warga umum yang datang bersama keluarga. Selain donor darah, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi peserta.

Syaiful menambahkan bahwa setiap peserta donor tetap melalui proses skrining kesehatan yang ketat oleh tenaga medis PMI guna memastikan kualitas darah yang disumbangkan. “Meski target pendaftar 130 orang, kami optimis bisa menyumbangkan sekitar 100 kantong darah yang berkualitas untuk PMI,” ungkapnya.

Kegiatan donor darah ini melibatkan berbagai unit usaha Capella Group di Batam, antara lain Capella Honda, PT Capella Patria Utama, Capella ISUZU, CMD Finance, serta didukung penuh oleh PMI Kota Batam. Pada kegiatan sebelumnya, Capella Group berhasil mengumpulkan 52 kantong darah, dan capaian tersebut diharapkan terus meningkat seiring konsistensi program.

Lebih lanjut, Syaiful memaparkan bahwa donor darah hanyalah salah satu pilar dari visi besar CSR Capella Group. Perusahaan mengusung semangat untuk memberikan dampak positif yang lebih luas di berbagai sektor, di antaranya tanggap bencana melalui kesiapan bantuan langsung saat terjadi bencana alam, pelestarian lingkungan dengan rencana aksi bersih-bersih pantai untuk menjaga ekosistem pesisir, serta program kesehatan masyarakat yang dirancang untuk mendukung upaya pencegahan kurang gizi dan stunting.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ekosistem bisnis tidak hanya berorientasi pada angka penjualan, tetapi juga dapat menjadi penggerak kebaikan dan manfaat sosial bagi masyarakat. Ini sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri dari Astra Honda Motor, di mana Honda dan jaringan usahanya tidak hanya bergerak di industri sepeda motor, tetapi juga aktif berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup Syaiful.

Melalui kegiatan donor darah dan berbagai program CSR berkelanjutan lainnya, Capella Group berharap dapat terus memberikan manfaat nyata serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat Kota Batam dan sekitarnya. (Isp) 

Resmi Jabat Ketua DPW PKB Kepri, Rocky Marciano Bawole Pastikan PKB Beri Manfaat Nyata Bagi Masyarakat 
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Estafet kepemimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepulauan Riau kini resmi berganti dengan penetapan struktur baru untuk masa bakti 2026-2031. 

Berdasarkan hasil penetapan tersebut, Rocky Marciano Bawole, S.Sos., dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPW PKB Kepulauan Riau. 

Dalam menjalankan struktural roda organisasi, Rocky akan didampingi oleh Aman, S.Pd., M.M. selaku Sekretaris dan Suigwan, S.M sebagai Bendahara. 

Langkah ini dipandang sebagai momentum penguatan mesin partai dalam merespons dinamika sosial dan politik di wilayah Kepulauan Riau yang semakin kompleks, terutama dalam menyongsong agenda-agenda besar politik di masa mendatang.

Dalam kesempatan ini, Rocky Marciano Bawole mengatakan bahwa penugasan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk membawa PKB semakin dekat dengan hati masyarakat Kepri. 

Selain itu, Rocky juga menegaskan, komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi internal guna memastikan program-program partai berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. 

"Amanah ini adalah panggilan untuk berkhidmat secara totalitas. Fokus utama kami dalam lima tahun ke depan adalah memperkuat struktur partai hingga ke tingkat desa dan memastikan kehadiran PKB memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kepulauan dan memperkuat ekonomi lokal di Bumi Bunda Tanah Melayu," tegas Rocky.

Dukungan penuh juga mengalir dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melalui Hj. Ratna Juwita Sari yang memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru yang dinilai solid dan representatif.

Dalam hal ini, Hj. Ratna Juwita Sari menekankan pentingnya menjaga marwah partai sebagai pelayan rakyat serta memperkuat basis massa untuk meraih target-target politik ke depan. 

Secara khusus, Hj. Ratna menyampaikan harapannya agar kerja keras seluruh pengurus DPW PKB Kepri saat ini mampu membuka jalan bagi PKB untuk meraih kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau pada Pemilu 2029 mendatang. 

Menurutnya, representasi kader terbaik PKB di tingkat nasional sangat krusial untuk mengawal aspirasi warga Kepri secara lebih optimal di pusat.

"Kami di pusat menaruh harapan besar pada DPW PKB Kepri di bawah kepemimpinan Mas Rocky. Saya berpesan agar seluruh jajaran pengurus tetap setia pada garis perjuangan partai dan mulai merajut simpul kekuatan sejak dini. Target kita jelas, PKB harus memiliki wakil di DPR RI dari Kepulauan Riau pada Pemilu 2029," tutur Hj. Ratna.

Lanjut, Hj. Ratna menyampaikan, dengan struktur yang kuat dan kerja nyata di lapangan, PKB mampu meraih kursi Senayan untuk Kepri.

"Saya optimis kursi Senayan untuk Kepri bisa kita raih bersama guna memastikan kebijakan nasional lebih berpihak pada kemajuan daerah kepulauan kita ini. Selamat mengabdi untuk seluruh pengurus yang telah ditetapkan," tutup Hj. Ratna Juwita Sari. (ISP) 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.