Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama jajaran Direksi dan Senior Leader TelkomGroup mengunjungi booth Telkom Cycling Community pada rangkaian HUT ke-61 Telkom di The Telkom Hub, Jakarta, Senin (6/7/2026). 

INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memasuki usia ke-61 tahun. Beragam kegiatan dilaksanakan untuk menyemarakkan puncak peri INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) m INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memasuki usia ke-61 tahun. Beragam kegiatan dilaksanakan untuk menyemarakkan puncak peri INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memasuki usia ke-61 tahun. Beragam kegiatan dilaksanakan untuk menyemarakkan puncak peringatan ulang tahun Telkom pada Senin (6/7/2026), dengan tajuk Siner61 Transformasi yang berlangsung di kawasan The Telkom Hub, Jakarta. ngatan ulang tahun Telkom pada Senin (6/7/2026), dengan tajuk Siner61 Transformasi yang berlangsung di kawasan The Telkom Hub, Jakarta. emasuki usia ke-61 tahun. Beragam kegiatan dilaksanakan untuk menyemarakkan puncak peringatan ulang tahun Telkom pada Senin (6/7/2026), dengan tajuk Siner61 Transformasi yang berlangsung di kawasan The Telkom Hub, Jakarta. ngatan ulang tahun Telkom pada Senin (6/7/2026), dengan tajuk Siner61 Transformasi yang berlangsung di kawasan The Telkom Hub, Jakarta.

Rangkaian kegiatan perayaan syukuran 61 tahun Telkom dihadiri oleh Dewan Komisaris, Jajaran Direksi dan Senior Leader, Ketua Serikat Karyawan, serta seluruh karyawan TelkomGroup. Acara yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) ini tak hanya diikuti oleh karyawan yang berada di Jakarta, tetapi juga seluruh karyawan TelkomGroup di lima wilayah Telkom Regional.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengajak seluruh insan TelkomGroup untuk memaknai perjalanan Telkom serta berbagai pencapaian yang telah diraih bersama. Dian juga mengajak seluruh karyawan menjadikan momentum ulang tahun ini sebagai ajang refleksi atas kontribusi yang telah diberikan, sekaligus penyemangat untuk terus menghadirkan kinerja terbaik dalam mencapai target dan mengawal sukses transformasi TLKM 30 demi mewujudkan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

“Transformasi TLKM 30 bukan sekadar proyek perusahaan, tetapi pilihan untuk menjadi lebih cepat mengambil keputusan, lebih berani berinovasi, dan lebih fokus untuk menghadirkan nilai. Dengan semangat sinergi transformasi bersama seluruh insan TelkomGroup, saya yakin kita dapat memastikan Telkom tetap relevan, kompetitif, serta menjadi penggerak utama transformasi digital Indonesia,” ujar Dian.

Sementara itu, Komisaris Independen Telkom Rofikoh Rokhim mengatakan bahwa, selama lebih dari enam dekade perjalanannya berkontribusi kepada bangsa dan negara, Telkom turut mempersatukan tanah air melalui konektivitas digital. Ke depan, TelkomGroup harus terus bertransformasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, semakin berorientasi pada pelanggan, serta senantiasa menjaga integritas dan akuntabilitas dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Dengan semangat untuk bersinergi, perayaan ulang tahun ke-61 Telkom menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan karyawan TelkomGroup sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan tersebut di antaranya pameran komunitas internal, bazaar, kompetisi olah raga; e-sport; dan pencarian bakat internal, program donor darah, serta hiburan.

Pada saat yang sama, sebagai wujud komitmen terhadap penyelenggaraan kegiatan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkelanjutan, Telkom menghadirkan berbagai inisiatif Environment, Social, Governance (ESG), termasuk pengelolaan dan pemilahan sampah pada perayaan HUT ke-61 ini.

Pada pilar lingkungan, Telkom berfokus pada pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Melalui kolaborasi dengan Rekosistem dan Plasticpay, Telkom mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi dalam aksi nyata pengurangan sampah melalui pemilahan, daur ulang, serta edukasi mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, spesial pada momen HUT ke-61 Telkom, diberikan peningkatan poin aktivasi pada Reverse Vending Machines (RVM) menjadi Rp610 di lokasi Telkom Landmark Tower Jakarta dan Surabaya, serta Menara Multimedia Jakarta.

Berkaitan dengan pilar sosial, Telkom meluncurkan UMKM Aggregator Movement sebagai gerakan digital untuk mendukung pemberdayaan UMKM binaan TelkomGroup, mitra UKM Indibiz, serta pelaku UMKM secara umum melalui pemanfaatan media sosial. 

Dengan menggunakan tagar #SpillUMKM, gerakan ini juga mendorong partisipasi masyarakat untuk mempromosikan produk dan jasa UMKM sehingga lebih mudah ditemukan, menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan visibilitas pelaku usaha di ruang digital. Dari sisi pengembangan, pelaku UMKM binaan yang terlibat dalam gerakan ini juga memungkinkan untuk naik kelas pada level Go Modern, Go Digital, Go Online hingga Go Global.

Melalui gerakan kolaboratif ini, Telkom berharap dapat memperkuat ekosistem bisnis digital yang semakin inklusif dengan mempererat keterhubungan antara pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat. Mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang menyumbang lebih dari 61% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap hingga 97% tenaga kerja, kehadiran #SpillUMKM diharapkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membuka lebih banyak peluang pasar bagi pelaku UMKM. Dengan semakin luasnya partisipasi masyarakat ke depan, gerakan ini diharapkan turut mendorong perputaran roda ekonomi yang lebih sehat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Di sisi lain, Telkom juga terus memperkuat pengembangan talenta digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui AIcosystem, ekosistem AI terintegrasi yang menyatukan kapabilitas AI TelkomGroup guna mempercepat adopsi AI di berbagai sektor. Kehadiran AIcosystem juga membuka ruang kolaborasi, pembelajaran, dan inovasi sehingga pemanfaatan AI tidak hanya memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya talenta digital Indonesia yang semakin kompetitif.

Sebagai bagian dari program tersebut dan rangkaian HUT, Telkom menyelenggarakan kompetisi AI Tell You yang mengajak kreator lokal memanfaatkan AI sebagai medium untuk menuangkan ide, cerita, dan kreativitas dalam bentuk karya video. Kompetisi ini mendapat antusiasme tinggi dengan total submission mencapai 700 karya dari para peserta di berbagai daerah di Indonesia.

Dinilai oleh para profesional dari industri kreatif dan teknologi digital, AI Tell You menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi AI secara kreatif dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong lahirnya ekosistem kreator digital yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghasilkan karya yang bernilai.

“Terima kasih kepada seluruh insan TelkomGroup, pelanggan, mitra, dan para pemangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Telkom selama 61 tahun. Bersama kita melangkah dengan semangat sinergi dan inovasi agar Telkom dapat menghadirkan manfaat lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Dian. (Isp) 








Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama jajaran Direksi dan Senior Leader TelkomGroup mengunjungi booth Telkom Cycling Community pada rangkaian HUT ke-61 Telkom di The Telkom Hub, Jakarta, Senin (6/7/2026). 

Peduli Kesehatan Warga, Pos KP 55 Satgas Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Keliling Gratis di Distrik Pangaleme
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Dalam rangka meningkatkan kepedulian serta mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan, Pos KP 55 jajaran Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan keliling dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga di Distrik Pangaleme, Kampung Lungguneri, Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wadantim 2 Pos KP 55, Sertu Isfi Galingging, bersama personel Pos KP 55 atas arahan Danpos KP 55, Letda Inf Jatonius Parulian Sitompul. 

Pelaksanaan pelayanan kesehatan keliling ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI dan warga di sekitar pos.

Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. 

Selain melaksanakan pelayanan kesehatan, personel juga memberikan sarana galang (Sargal) berupa pakaian layak pakai kepada warga yang membutuhkan. Tidak hanya itu, personel turut melaksanakan komunikasi sosial dengan berbincang hangat bersama masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta mempererat hubungan kekeluargaan. 

Kehadiran personel Satgas pun disambut dengan antusias dan penuh kehangatan oleh masyarakat Distrik Pangaleme.

Danpos KP 55, Letda Inf Jatonius Parulian Sitompul menyampaikan, bahwa pelayanan kesehatan keliling merupakan wujud kepedulian Satgas Yonif 136/Tuah Sakti kepada masyarakat di wilayah penugasan. 

"Selain menjalankan tugas pengamanan perbatasan, personel Satgas juga berkomitmen untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat melalui pelayanan kesehatan, pemberian bantuan, serta menjalin komunikasi yang baik sehingga terbangun hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat," ungkapnya. 

Sementara itu, Ibu Normi Wonda (40), warga Kampung Lungguneri, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh personel Satgas.

"Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang selalu peduli kepada masyarakat. Dengan adanya kepedulian ini, kami merasa sangat terbantu. Semoga apa yang diberikan membawa manfaat bagi kami semua," ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan harmonis antara Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dan masyarakat Papua semakin erat, sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan penuh kebersamaan di wilayah Pos KP 55. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Presiden RI Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan BP Batam untuk membahas percepatan transformasi Batam sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Infrastruktur Mouris Limanto.

Presiden menegaskan bahwa Batam harus menjadi model implementasi agenda nasional melalui hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik. Menurut Presiden, keunggulan Batam harus dibangun di atas kepastian hukum, kecepatan pelayanan, dan infrastruktur berdaya saing global.

Salah satu arahan utama Presiden adalah modernisasi pelabuhan dan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai simpul logistik nasional yang terintegrasi dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, dan jaringan pelayaran dunia.

Langkah ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.

Dalam laporannya, Amsakar Achmad menyampaikan bahwa pasca penguatan regulasi melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 dan kebijakan pengembangan kawasan, pelayanan investasi menjadi lebih cepat dan memberikan kepastian yang semakin baik bagi investor.

“Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” ujar Amsakar.

Sementara itu, Li Claudia Chandra menjelaskan bahwa BP Batam terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS) guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan lahan.

“BP Batam menilai perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi,” ujarnya.

Terkait dengan capaian realisasi investasi, Fary Djemy Francis melaporkan bahwa realisasi investasi Batam tahun 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Pada Triwulan I 2026, investasi kembali tumbuh menjadi Rp17,48 triliun, meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investasi tersebut semakin terkonsentrasi pada sektor bernilai tambah seperti elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri.

“Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan,” ujar Fary Francis.

Menutup pertemuan, Presiden Prabowo akan mengkordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat penyelesaian isu strategis, mulai dari harmonisasi regulasi, hingga pembangunan pelabuhan internasional. (Isp) 



Jaring Bibit Atlet Panjat Tebing di Kepri, Batalyon 136/TS Resmi Bentuk Komunitas 'Tuah Sakti Climbing Team'
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sebagai sarana pembinaan dan pencarian bibit atlet-atlet panjat tebing di Provinsi Kepulauan Riau, Batalyon Yonif 136/Tuah Sakti secara resmi membentuk komunitas Tuah Sakti Climbing Team.

Komunitas panjat tebing yang berada di bawah naungan Summit Sport Climbing dan Yonif 136/Tuah Sakti sebagai bentuk pengembangan generasi muda dalam olahraga ekstrem yang menuntut keberanian, ketangguhan dan fokus tanpa kompromi dengan dukungan penuh dari satuan dan fasilitas pembinaan yang terstruktur.

Komandan Batalyon Yonif Raider 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo mengatakan, Tuah Sakti Climbing Team hadir sebagai ruang pembentukan atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan taktis.

"Pembinaan teknis dalam komunitas ini, diperkuat oleh pelatih-pelatih berpengalaman dari Summit Sport Climbing yang membawa standart latihan modern, teknik pemanjatan tebing yang presisi serta pendekatan Sport Science dalam setiap sesi latihan," ujar Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, Senin (6/7/2026).

Dibawah bimbingan tersebut kata Letkol Inf Yudi, setiap atlet ditempa melalui latihan endurance, teknik wall climbing speed serta simulasi kompetisi yang terukur dan progresif.

Menurut, Danyonif 136/Tuah Sakti Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, Tuah Sakti Climbing Team bukan sekadar komunitas olahraga ini adalah laboratorium karakter. Tempat dimana disiplin ketekunan dan keberanian diuji setiap hari di dinding panjat.

"Kini saatnya generasi muda Indonesia khususnya Kepulauan Riau mengambil bagian dalam perjalanan ini. Bagi kamu yang memiliki semangat keberanian dan tekad untuk berkembang, inilah momentum untuk bergabung dan menguji adrenalin dan batas kemampuan diri," jelasnya. 

"Ayo bergabung bersama kami, dari Batam untuk Indonesia.Tuah Sakti Climbing Team, 'Berani Mendaki, Tangguh Menggapai Prestasi," pungkasnya. (ISP)

Merajut Silaturahmi Serta Peduli Kesehatan, Satgas Yonif 136/TS Gelar Yankes dan Anjangsana di Kampung Wiringame 

INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah penugasan, Pos Kotis Satgas Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) sekaligus anjangsana di Kampung Wiringame, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kapten Ckm Ridho Viandalas tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara prajurit TNI dan warga di wilayah penugasan.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan Satgas mengunjungi warga setempat salah satunya Bapak Tetius Talenggen (34), seorang gembala di Gereja Yerusalem Mulia. 

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, personel Satgas juga berdialog dengan penuh keakraban, mendengarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat sebagai wujud kepedulian serta kebersamaan.

Kapten Ckm Ridho Viandalas mengatakan bahwa pelayanan kesehatan yang dipadukan dengan anjangsana merupakan salah satu upaya Satgas untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Kami ingin kehadiran Satgas dapat dirasakan sebagai sahabat dan keluarga bagi masyarakat. Melalui pelayanan kesehatan dan anjangsana ini, kami berharap hubungan yang telah terjalin dengan warga semakin erat, sehingga tercipta rasa saling percaya dan kebersamaan," ujarnya.

Sementara itu, Bapak Tetius Talenggen menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Satgas Yonif 136/Tuah Sakti. Menurutnya, kehadiran prajurit TNI yang datang untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus bersilaturahmi menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti terus menunjukkan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat, membangun kedekatan, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi warga di wilayah penugasan. (ISP)

Pererat Kemanunggalan, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Komsos dan Anjangsana di Kampung Anepalui

INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dan Anjangsana di Kampung Anepalui, Distrik Nume, Kabupaten Puncak Jaya. 

Kegiatan dipimpin oleh Sertu Jodi Nainggolan bersama personel dan tim kesehatan Pos Nume, di bawah arahan Danpos Nume Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi serta kebutuhan warga. 

Dalam kesempatan itu, Satgas memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, pemberian obat dan vitamin, edukasi pola hidup sehat, serta penyaluran bantuan kebutuhan pokok. Personel juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya mengatakan bahwa kehadiran Satgas bukan hanya untuk menjaga perbatasan, tetapi juga menjadi sahabat dan keluarga bagi masyarakat. 

"Kami ingin selalu hadir membantu setiap kesulitan warga serta memperkuat kebersamaan demi terciptanya lingkungan yang aman dan sejahtera," ujarnya.

Salah seorang warga, Mama Sonet menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Satgas. "Bapak-bapak TNI selalu datang membantu, mengobati, dan mendengarkan kami. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri," tuturnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dalam mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di wilayah perbatasan. (ISP)

Iskandar Sitorus (Foto: net). 


INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Nama Iskandar Sitorus kembali menjadi sorotan publik pada pertengahan 2026, bukan karena prestasi, melainkan karena pusaran skandal hukum yang membelitnya. Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) ini tengah diperiksa intensif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagi mereka yang menelusuri rekam jejaknya, preseden 'buruk' yang menimpa Iskandar saat ini seolah mengonfirmasi pola manuver kontroversial yang kerap ia mainkan selama lebih dari dua dekade terakhir. Dari isu integritas di masa lalu hingga ambisi politik yang sarat manuver, sosok Iskandar kerap berada di area abu-abu.

2026: Dalih Kooperatif di Tengah Tudingan "Obstruction of Justice"

Pada 12 Juni 2026, Iskandar Sitorus harus berhadapan dengan penyidik lembaga antirasuah. Ia terseret dalam pusaran megaskandal kasus Bea Cukai dengan status sebagai kuasa non-litigasi dari John Field.

KPK mengendus adanya gelagat tak beres dan menduga kuat Iskandar berupaya menghambat proses penyidikan (obstruction of justice). Meski di hadapan media Iskandar berdalih bahwa kehadirannya adalah untuk "menyampaikan informasi", klaim ini dinilai banyak pihak sebagai manuver defensif. Fakta bahwa KPK sampai harus melakukan pemeriksaan khusus terkait dugaan perintangan penyidikan mengindikasikan bahwa intervensi yang dilakukan Iskandar berpotensi merusak konstruksi hukum kasus Bea Cukai yang tengah dibangun penyidik.

Iskandar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK. Dia mengaku menerima kuasa nonlitigasi dari Pimpinan Blueray Cargo (Grup), John Field--salah satu orang yang diproses hukum KPK saat itu.

Kuasa nonlitigasi adalah wewenang hukum yang diberikan kepada seseorang untuk mewakili dan bertindak atas nama klien dalam menyelesaikan masalah atau sengketa di luar pengadilan.

"Saya dipanggil sebagai saksi karena saya terima kuasa nonlitigasi dari John Field ya terkait tindak pidana korupsi penyuapan yang dilakukan oleh tiga tersangka itu," ujar Iskandar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kala itu.

2004: Bayang-bayang Hitam "Fee Perdamaian" Newmont

Tersandung isu integritas dan konflik kepentingan bukanlah hal baru bagi Iskandar. Jauh ke belakang pada tahun 2004, saat ia mengklaim diri sebagai pendamping isu lingkungan yang berhadapan dengan PT Newmont Minahasa Raya, namanya tercoreng oleh isu miring penerimaan "uang damai".

Saat itu, Iskandar santer disorot publik karena diduga menerima fee perdamaian dari raksasa tambang tersebut. Kendati ia melemparkan bantahan keras terhadap tuduhan itu, narasi tersebut telah meninggalkan noda pada kredibilitasnya. Kasus ini menjadi preseden awal yang memunculkan keraguan publik: apakah pergerakannya murni untuk advokasi, atau ada negosiasi terselubung di balik meja. 

Namun, Iskandar membantah dengan tegas jika dirinya disebut mendapatkan sesuatu yang menguntungkan pribadinya terkait perdamaian dalam kasus gugatan warga Buyat kepada PT Newmont Minahasa Raya (NMR). Ia menegaskan, perdamaian itu juga sah secara hukum.

"Damai, bukan karena kita mendapatkan sesuatu, tapi karena pekerjaan ini sudah selesai. Ngapain lagi kita nunggu-nunggu lama, sementara PT Newmont sudah bersedia mengcover kesehatan warga Buyat," ujarnya, dalam jumpa pers di kantor LBHK, Jl. Manggarai Utara IV nomor D8, Jakarta Selatan.

2019: Manuver Sang "Kancil" yang Gagal di Panggung Politik

Sisi pragmatis seorang Iskandar Sitorus semakin terlihat ketika ia mencoba peruntungan di panggung politik praktis pada Pemilu 2019. Mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Utara 1, ia melabeli dirinya dengan julukan "Si Kancil dari Medan".

Alih-alih merepresentasikan kecerdasan, julukan "Kancil" di mata sebagian publik politik justru kerap diidentikkan dengan kelicikan. Demi memuluskan ambisinya menuju Senayan, Iskandar melakukan manuver agresif dengan mempolitisasi ikatan primordial empat marga Batak di Tebing Tinggi, hingga mencari tameng dukungan dari kalangan purnawirawan TNI.

Ia juga menggunakan retorika populis, seperti mengkritik hilangnya 250 ribu hektar aset negara di Sumatera Utara. Iskandar menyebut, Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) di Sumatera Utara diduga kehilangan aset negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Dari total 250 ribu hektare tanah yang diwariskan dari masa kolonial Belanda, kini hanya tersisa sekitar 5.873 hektare yang tercatat resmi. Angka ini berarti 97,6 persen tanah negara di kawasan tersebut hilang atau tidak tercatat secara sah.

Iskandar, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), menegaskan bahwa kasus ini merupakan tragedi agraria yang harus menjadi perhatian nasional.

"Tanah bukan sekadar angka di atas kertas, tapi nyawa dan harga diri rakyat. Hilangnya lahan negara ini menunjukkan kegagalan tata kelola yang sangat serius dan perlu diusut tuntas," ujarnya.

Kritik terhadap hilangnya ratusan ribu hektare tanah yang merupakan aset negara tersebut, di antaranya digunakan untuk menarik simpati generasi milenial. Namun, kampanye dan manuver politik "Si Kancil" saat itu tak mampu meyakinkan mayoritas pemilih.

Pencalonannya banyak mendapat banyak dukungan. Selain milenial, juga dari kelompok masyarakat adat. Dukungan itu terus bergulir secara masif.

Setelah dukungan datang dari perkumpulan marga Manurung, giliran kelompok marga Sitorus di Kabupaten Deliserdang yang turut memberikan dukungan terhadap caleg berjuluk 'Si Kancil dari Medan'.

Konklusi: Manuver yang Berujung Bumerang

Membaca rekam jejak Iskandar Sitorus adalah membaca rentetan kontroversi. Klaimnya sebagai tokoh pengawas dan antikorupsi kini diuji oleh realitas yang ironis: ia justru diperiksa KPK karena diduga melindungi pihak yang bermasalah.

Narasi heroik masa lalunya perlahan luntur seiring dengan pola manuver abu-abu yang terus berulang dari isu "uang damai" di 2004, kampanye ambisius berbalut retorika populis di 2019, hingga puncaknya kini terancam jerat hukum perintangan penyidikan KPK di 2026. Publik kini menunggu, apakah kelincahan sang "Kancil" kali ini akan membawanya lolos, atau justru terperangkap dalam jebakannya sendiri. (***)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.