INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Keluarga Besar Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti (Yonif 136/TS) menggelar nonton bareng film inspiratif berjudul “Believe” di Bioskop XXI Mega Mall Batam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (2/8/2025).

Nonton bareng (Nobar) film inspiratif berjudul “Believe" ini bertujuan untuk mempererat tali kebersamaan sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan motivasi juang seluruh prajurit Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Keluarga Besar Yonif 136/TS terdiri dari Prajurit, Ibu Persit dan anak-anak yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.



Danyonif 136/TS, Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, S.Hub.Int.,M.H.I mengatakan, film inspiratif “Believe” mengangkat tema tentang keyakinan, kerja keras, dan pentingnya tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Film ini dipilih sebagai bentuk penyegaran moral dan motivasi bagi para prajurit.

"Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang Prajurit di medan tugas yang mengandung banyak nilai-nilai Kejuangan dan semangat, terlepas dari seberapa sulit rintangan yang dihadapi. Semangat seperti inilah yang harus terus kita tanamkan dalam setiap tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ujar Danyonif 136/TS, Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono.



Tak hanya itu, kata Letkol Inf Bayu Hanuranto, melalui kegiatan ini sebagai wadah untuk mempererat tali silahturahmi antar Prajurit dan Keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai sarana pembinaan mental kepribadian prajurit.

"Dengan adanya kegiatan positif seperti ini, diharapkan seluruh personel Yonif 136/TS dapat terus menjaga semangat juang, kekompakan serta ketahanan mental yang kokoh dalam menghadapi setiap tantangan tugas ke depan," pungkasnya. (ISP)



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Anggota DPRD Kota Batam Komisi III dari Fraksi Golkar, Walfentius Tindaon A. MD menggelar Reses bersama masyarakat Pancur Pelabuhan, RT.04/RW.05, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, pada Jum'at (1/8/2025) malam. 

Dalam reses tersebut, masyarakat mengeluhkan permasalahan sulitnya mencari pekerjaan untuk warga tempatan, pengangkutan sampah, banjir hingga jalan umum. 

Menanggapi hal tersebut, Walfentius Tindaon menyampaikan, dalam reses malam ini masyarakat banyak mengeluhkan terkait dengan lapangan pekerjaan putra tempatan, sampah, banjir dan penerangan jalan umum. 

"Terkait masalah lapangan pekerjaaan kita akan sampaikan kepada Walikota Batam ataupun Wakil Walikota Batam selaku BP Batam, ketika ada investor yang akan membangun pabrik di Batam dapat duduk bersama minimal melakukan perjanjian tertulis untuk prioritaskan putra tempatan," ucap Walfentius. 

Satu sisi sudah banyak juga putra tempatan yang mampu dan memiliki keahlian, minimal sekelas helper atau apalah yang bisa dibantu untuk putra tempatan ataupun kaitan dengan CSR. 

Selain itu, lanjut Walfentius, sekarang ini banyak pertambahan penduduk, pertambahan tamatan ini kendala bagi kita bersama. 



"Tadi sudah kita bicarakan juga ke pak Camat solusi ke depan bisa membentuk salah satu wadah forum RT/RW, kita panggil beberapa perusahaan siapa yang bersedia. Artinya kita bisa mendapatkan masukan persyaratan-persyaratan seperti apa yang dibutuhkan dari perusahan tersebut," jelas Walfentius. 

"Sebagai Anggota DPRD Batam kita bisa fasilitasi, tapi tergantung juga kepada warganya jangan main individu," sambungnya. 

Lebih lanjut Walfentius menyampaikan, kalau masalah banjir ini kan progres, di pemerintahan yang baru masih menyusun seluruh strategi. 

Selain menyusun strategi, Pak Amsakar dan Ibu Li Claudia selalu turun lapangan melakukan evaluasi sidak lapangan mana titik-titik banjir yang harus diselesaikan. Sehingga sekarang developer ataupun yang melakukan investasi, ketika mereka mau membangun harus mendudukkan BP Batam, Cipta Karya Tata Ruang, Bina Marga supaya tidak ada lagi persoalan banjir.

Selama ini, lanjut Walfentius, ketika dilakukan investasi contoh developer membangun kadang rumah ada, tapi secara Amdalnya tidak teliti. Ini perlu didudukan sehingga ketika ada pembangunan akan ada evaluasinya terlebih dahulu supaya menghindari preventive maintenance untuk mencegah banjir.

"Saya yakin dengan pemerintahan yang baru, kepala dinas yanga baru serta deputi BP Batam yang baru ini akan fokus bagaimana progres pembangunan ke depan. Ini kan sudah ada rancangan khusus dari mereka, kita nanti hanya menyampaikan dan memonitoring," jelas Walfentius. 

Terkait masalah penerangan jalan umum kendalanya tadi sudah disampaikan Pak Camat bahwa persoalannya lampu penerangan sering hilang. Mungkin ke depan solusinya bagaimana melakukan patroli dari pihak instansi terkait. 

Walfentius menambahkan, kalau masalah sampah kami dari Komisi III DPRD Batam sudah menambahkan anggaran dari Rp 109 Miliar menjadi Rp 199 Miliar. Di Piayu sudah ada 3 kecamatan mendapatkan lahan untuk membangun tempat pemusnahan sampah. Itu sudah dilakukan, ada tiga kecamatan yang dapat Bengkong, Sei beduk, Nongsa itu salah satu sisi untuk menyelesaikan sampah.

Satu sisi Pak Amsakar dan Ibu Claudia sampaikan masalah sampah adalah proyek strategis daerah (PSD) karena sangat viral, sangat bom waktunya di tahun ini.

"Kita yakin bahwa pemerintahan Pak Amsakar dan Ibu Li Claudia yang baru ini saya yakin kota Batam akan lebih baik ke depan, akan indah dan akan tertara dengan baik," tutup Walfentius. 

Camat Sungai Beduk, Dwiki Septiawan, S.IP., M.Si menyampaikan, terkait permasalahan sampah khususnya di Kecamatan Sungai Beduk menggunakan pickup dan becak motor. 

"Secara umum pelayanan persampahan di kecamatan kami tidak ada permasalahan. Hanya pelayanan persampahan, kecamatan bertanggung jawab sampai di tingkat TPS yaitu di lokasi bin-bin kontainer," ucap Dwiki. 

Saat ini, jelas Dwiki, di Kecamatan Sungai Beduk ada 5 titik bin kontainer contohnya di tps panjang yang ada di pasar BTC, lapangan sakura, sungai daun, itu agak sedikit bermasalah.

"Biasanya kendalanya pengangkutan bin tersebut yang agak sedikit lambat, bukan tidak diangkut. Kalau armada di tingkat Kecamatan sendiri memadai ada 12 pickup yang jalan di kita tidak ada masalah. Becak motor ada 5, semua jalan tidak ada masalah, hanya saja di bin kontainer itu jadi masalah keterlambatan pengangkutan," jelas Dwiki. 

Karena memang sekarang jumlah penduduk saat ini di Sungai Beduk sudah meningkatnya sangat jauh sekali. Apalagi secara keseluruhan di kecamatan. 

Sementara itu, lanjutnya, terkait banjir memang saat ini fokus pemerintah dan Walikota Batam. Sesuai dengan arahan beliau, kita sudah melakukan lokasi-lokasi titik banjir dan sudah melakukan kegiatan normalisasi-normalisasi untuk beberapa aliran sungai yang terjadi penangkalan.

"Kita pun secara berkala dan terus-terus selalu mengusulkan di tingkat musrembang baik di tingkat kelurahan, kecamatan, tingkat kota untuk pembangunan jalur-jalur sungai yang ada di sungai beduk. Soalnya ini bertahap dan mudah mudahan selesai," pungkasnya. (Isp) 
 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dalam momentum reses masa sidang DPRD Kota Batam, Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas, menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat di wilayah Sungai Beduk. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka yang sarat aspirasi, kritik membangun, dan gagasan kolektif demi kemajuan kawasan Sungai Beduk.

Dalam forum yang berlangsung hangat dan dinamis ini, Anwar Anas secara khusus mengundang tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai elemen untuk menyampaikan ide, saran, serta permasalahan nyata yang dihadapi warga.

Lahan Pemakaman, Sampah, dan Infrastruktur Jadi Sorotan

Ketua LAM Sungai Beduk, Zakaria, menyoroti keterbatasan lahan pemakaman di Kavling Bagan dan meminta dukungan dari seluruh anggota DPRD Dapil 3 agar bersama-sama memperjuangkan alokasi lahan pemakaman baru.

Sementara itu, Candra (RW Buana Garden) menyoroti pembangunan gorong-gorong dan parit oleh developer yang tidak sesuai daya tampung air. Ia meminta agar pemerintah lebih ketat dalam pengawasan pembangunan perumahan, khususnya di wilayah Tanjung Piayu yang tengah berkembang pesat akibat relokasi warga dari daerah lain.



Isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Amroni mendorong pemilahan sampah rumah tangga sebagai upaya menekan volume sampah ke TPA sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari barang-barang daur ulang. Ia mengajak semua pihak untuk membangun Sungai Beduk dengan semangat kolaborasi lintas latar belakang.

Isu Sosial dan Pendidikan Mengemuka

Tokoh masyarakat lainnya, Said Annahari, menyoroti pentingnya penambahan fasilitas pendidikan seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Ia mengingatkan bahwa peningkatan penduduk akan berdampak langsung pada kebutuhan ruang belajar.

Suprapto menyoroti perilaku menutup parit untuk kepentingan pribadi yang menjadi salah satu penyebab banjir. Ia juga mengusulkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas sebagai pusat pengembangan SDM lokal, khususnya bagi anak-anak muda yang belum bekerja.

Fahrizal mendorong pembuatan database anak-anak muda yang masih menganggur di Sungai Beduk sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih akurat. Ia juga mengusulkan pembatasan kendaraan pribadi bagi pelajar untuk mengurangi kemacetan, terutama di sekitar bundaran GMP Masjid Mujahidin.

Gagasan Ekologis dan Tata Ruang

Alinar mengusulkan pembentukan bank sampah untuk mengurangi volume sampah sekaligus membuka aktivitas produktif bagi kaum ibu di perumahan. Sementara itu, Toyib menyampaikan pentingnya pembangunan perumahan vertikal sebagai solusi jangka panjang terhadap keterbatasan lahan dan tata ruang kota.

Komitmen Bersama Membangun Sungai Beduk

Dalam sambutannya, Anwar Anas menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencari formulasi terbaik membangun Sungai Beduk. Ia menegaskan pentingnya merawat silaturahmi antar tokoh dan memperkuat sinergi antara warga, pemangku kebijakan, dan aparat.

“Membangun Sungai Beduk tidak bisa hanya dengan satu tangan. Harus bersama-sama, dengan semangat kolektif dan keberpihakan pada kebutuhan riil warga,” ujar Anwar.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kapolsek Sungai Beduk IPTU Alex dan Sekcam Sungai Beduk Anwar SE, yang menyatakan kesiapan aparat dan pemerintah kecamatan untuk bersinergi dalam pembangunan kawasan.




INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - JNE menyelenggarakan acara puncak penghargaan JNE Content Competition 2025 di CGV FX Sudirman, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi penutup rangkaian kompetisi yang telah menjadi wadah bagi para kreator Indonesia untuk menunjukkan talenta kreatif mereka. 

Tahun ini, kompetisi berhasil menjaring sebanyak 3.952 karya dari empat kategori lomba yakni karya tulis, foto, video, dan desain yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari peserta. Sebanyak 54 pemenang telah diumumkan pada tanggal 18 Juli 2025 melalui situs JNEWS Online dan media sosial resmi JNE. 

Acara dipandu oleh MC Ario Astungkoro dan dihadiri oleh jajaran manajemen JNE, termasuk Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, serta seluruh pemenang dan dewan juri JNE Content Competition 2025. 

JNE Content Competition telah menjadi wadah bagi para kreator untuk menunjukkan bakat mereka sejak tahun 2011. Tahun ini merupakan edisi ke-12, yang sekaligus merayakan 34 tahun perjalanan JNE, tema “Inspirasi Tanpa Batas” diusung untuk menggambarkan bagaimana kreativitas tidak mengenal batas ruang dan waktu, serta bagaimana karya-karya yang dihasilkan dapat terus memberikan dampak positif dan motivasi bagi banyak masyarakat luas. 

Sebelas dewan juri yang telah menyukseskan rangkaian JNE Content Competition 2025 juga hadir secara langsung yakni, Martha Suherman selaku Juri Kategori Photo Nasional, Rio Purba selaku Juri Kategori Desain Nasional, Anggun Adi P (Goenrock) selaku Juri Kategori Video Nasional, Maman Suherman selaku Juri Kategori Writing Nasional, dan Vivid F Angraini selaku Juri Writing Regional Jakarta & Banten. 

Serta para juri Writing Regional Jurnalis lainnya turut bergabung secara daring, di antaranya Farida Putra Sini Regional Sumatra, Tri Joko Her Riadi Regional Jawa Barat, Amir Machmud regional Jateng & DIY, Imron Mawardi regional Bali, NTB, NTT, Nina Soraya regional Kalimantan, Akhmad Sudirman Kambie regional Sulawesi, Maluku, Papua. 

Maman Suherman, salah satu Juri Kategori Writing JNE Content Competition 2025, menambahkan, melihat karya-karya yang masuk, saya semakin yakin bahwa talenta kreatif di Indonesia tidak pernah habis. 

"Tema ‘Inspirasi Tanpa Batas’ yang benar-benar diterjemahkan dengan sangat baik oleh para peserta, menunjukkan bagaimana kisah-kisah sederhana pun bisa menjadi sumber inspirasi yang luar biasa," ungkap Maman, Jum'at (1/8/2025). 

Pemenang kompetisi terdiri dari berbagai kategori peserta, yakni Umum, Pelajar/Mahasiswa, Jurnalis, serta Karyawan JNE, yang telah menciptakan karya luar biasa. 

Kejutan spesial datang dari pemenang kali ini Irawan Sapto Adhi, jurnalis dari Solo Media Kompas.com, yang tak hanya meraih Juara 1 Jurnalis Regional Jateng & DIY, tetapi juga dinobatkan sebagai “Best of The Best” JNE Content Competition 2025 dan berhak mendapatkan hadiah keberangkatan umrah dari JNE. 

Irawan dengan haru mengatakan, ini adalah rezeki yang tak terduga. Karya saya tentang inspirasi layanan JNE mengantarkan saya hingga titik ini. "Terima kasih JNE atas apresiasi yang luar biasa, ini akan jadi motivasi saya untuk terus berkarya," ucapnya. 

Angger Abhista Yuma Abhinaya Putra Gunawan dari SMK 1 Ngasem Kediri, Jawa Timur, yang berhasil meraih Juara 2 kategori Video Mahasiswa, menuturkan, senang sekali video hasil karya tim kami diapresiasi. Ini menjadi langkah awal dari Tim Creative Perfilman SMKN 1 Ngasem untuk terus berkarya di bidang videografi. 

Salah satu pemenang yang mencuri perhatian Aqil Husein Almanuri, yang datang jauh dari JNE Sumenep Surabaya untuk menerima penghargaan sebagai Juara 1 kategori Writing Karyawan. 

Aqil menyampaikan tidak menyangka bisa juara dan hadir langsung pada acara awarding JNE Content Competition 2025. Kompetisi ini benar-benar memotivasi saya untuk terus menulis dan berbagi cerita. Terima kasih JNE sudah memberikan kesempatan ini.

Acara awarding ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga perayaan kreativitas dan inovasi anak bangsa. JNE Content Competition 2025 sukses menegaskan komitmen JNE untuk terus menjadi fasilitator bagi talenta-talenta kreatif Indonesia. Melalui platform ini, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi karya-karya inspiratif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. 

M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE menyatakan, kami sangat bangga melihat antusiasme dan kualitas karya yang terus meningkatkan di setiap tahunnya. JNE Content Competition adalah bentuk komitmen JNE terus berkontribusi dalam memajukan industri kreatif Indonesia. 

"Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berinovasi, dan berupaya menjadi jembatan bagi mereka untuk mewujudkan inspirasi tersebut menjadi karya nyata," pungkas Feri. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Aktivitas cut and fill di belakang Kawasan Pengelolaan Limbah Industri-B3 (KPLI-B3) Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa diduga kuat tidak mengantongi izin.

Pantauan wartawan di lokasi, hilir mudik puluhan unit dump truk roda 10 dan bertonase besar itu cukup padat di lokasi ini. Mereka, leluasa bekerja tanpa ada hambatan sedikit pun.

Informasi yang berhasil diperoleh wartawan, proyek tersebut telah berlangsung sejak lama. Puluhan dump truk roda 10 dan alat berat ekskavator dikerahkan untuk menggempur bukti di belakang KPLI-B3 Kabil. 

"Sudah lama mereka beroperasi pak. Tanah yang dihasilkan dari bukit itu, diduga di komersilkan untuk kepentingan proyek penimbunan di wilayah Batam," ungkap Eko salah satu warga setempat, Jum'at (1/8/2025).



Menurutnya, hilir mudik puluhan dump truk roda 10 dari lokasi pengambilan material tanah sudah cukup meresahkan warga. Mereka beroperasi selama 24 jam dan keberadaannya pun menimbulkan dampak polusi udara dan kerap ugal-ugalan di jalan raya.

"Tak tau aturan mereka ini. Kerja hingga larut malam, bikin polusi udara dan ugal-ugalan saat di jalan raya," tutur Eko.

Lanjut, Eko menyampaikan, sejauh ini belum ada penindakan yang ditunjukkan oleh aparat setempat terhadap lokasi itu. Bahkan, keberadaan proyek ini seakan dibiarkan meski menimbulkan dampak buruk dan keresahan. 

"Kepada pak Wali Kota Amsakar Achmad tolong tinjau lokasi ini. Keberadaan mereka, sudah sangat meresahkan kami," jelasnya. 

Perlu diketahui, proyek pematangan lahan atau pemotongan bukit di suatu lokasi harus memiliki izin Amdal, UKL dan UPL dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta izin Cut and Fill BP Batam.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam serta pihak terkait lainnya perihal aktivitas cut and fill di belakang KPLI-B3 Kabil. (ISP)



INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) konsisten menjalankan agenda transformasi untuk memperkuat fundamental perusahaan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, di tengah tantangan kondisi makroekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat. 

Perseroan menutup paruh pertama tahun 2025 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp73,0 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi tercatat sebesar Rp36,1 triliun dengan margin EBITDA pada 49,5%. 

Sementara itu, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp11,0 triliun dengan margin laba bersih pada 15%.

Bisnis Data, Internet, dan IT Services masih menjadi kontributor utama bagi total pendapatan perseroan, sebesar Rp42,5 triliun. Pendapatan dari lini bisnis Network dan Layanan Telekomunikasi lainnya meningkat sebesar 9,8% YoY menjadi Rp7,5 triliun, didorong oleh bisnis solusi pembayaran (payment solutions), jaringan (network), dan satelit. Lini bisnis interkoneksi juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,4% YoY menjadi Rp5,0 triliun, terutama dikarenakan peningkatan trafik pada segmen international wholesale voice.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, di tengah berbagai tantangan industri yang dinamis, Telkom terus mempercepat eksekusi strategi transformasi demi memperkuat daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang. 

"Kami percaya bahwa kecepatan dalam mengeksekusi transformasi menjadi kunci untuk memenangkan pasar digital yang sangat kompetitif saat ini. Selain itu, kami juga secara konsisten memperkuat penerapan tata kelola sebagai fondasi utama perusahaan, serta mendorong implementasi budaya kerja, Digital Ways of Working, yang menekankan pada keberanian dalam mengeksekusi untuk hasil terbaik, integritas terhadap etika, nilai, norma dan aturan yang berlaku, komitmen pada pelayanan yang terbaik, serta bertindak secara cepat, tepat, efektif, dan efisien dalam menghadapi perubahan," ungkap Dian, Jum'at (1/8/2025). 

Pada segmen Consumer (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp53,8 triliun. Digital Business tetap menjadi pendorong utama dengan menyumbang 90,6% dari pendapatan seluler, menegaskan komitmen Telkomsel terhadap optimalisasi nilai layanan dan kepuasan pelanggan. 

Selain itu, trafik data (data payload) mengalami peningkatan signifikan sebesar 20,1% menjadi 11.715.570 TB, yang menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan data berkualitas, seiring dengan tren konsumsi digital yang semakin masif. 

Pendapatan dari IndiHome residensial (B2C) juga tercatat stabil dengan pertumbuhan 0,5% YoY. Total pelanggan IndiHome residensial (B2C) meningkat sebesar 10% YoY menjadi 10,1 juta pelanggan. Sedangkan total keseluruhan pelanggan IndiHome B2C dan B2B sebesar 11,3 juta pelanggan atau tumbuh 7,1% YoY. Sementara itu, total pelanggan seluler mencapai 158,4 juta pelanggan.

Telkomsel terus memperkuat diferensiasi jaringan melalui ekspansi kapasitas untuk mendukung penggunaan layanan digital yang semakin meningkat. Hingga Juni 2025, Telkomsel mengoperasikan sebanyak 280.434 Base Transceiver Station (BTS), yang terdiri atas 229.214 BTS 4G dan 2.537 BTS 5G. 

Langkah ini menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendorong perluasan layanan 5G serta memperkuat infrastruktur jaringan guna menghadirkan pengalaman digital yang lebih optimal bagi pelanggan.

Kemudian segmen Enterprise, membukukan pendapatan sebesar Rp10,0 triliun. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bidang bisnis Cloud, Digital IT Services, dan Cybersecurity, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pemain teknologi global. 

Telkom fokus memperkuat digitalisasi segmen Pemerintah, pengembangan solusi digital untuk Large Enterprise, serta perluasan IndiBiz bagi pasar UKM melalui Telkom Regional di seluruh Indonesia. Langkah ini memperkuat kapabilitas Telkom dalam mendukung transformasi digital pelanggan B2B.

Berikutnya untuk segmen Wholesale and International, mencatat pendapatan sebesar Rp9,7 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif bisnis infrastruktur digital, serta peningkatan pada layanan suara internasional (International Wholesale Voice).

Lebih lanjut, Telkom terus mencatat kemajuan signifikan dalam mempersiapkan Infranexia, entitas infrastruktur fiber TelkomGroup, menuju fase realisasi nilai berikutnya. Sebagai tonggak strategis, Infranexia diposisikan bukan sekadar aset, melainkan sebagai platform pertumbuhan yang siap untuk dikembangkan secara luas, dengan mandat yang jelas untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. Infranexia siap mendukung agenda konektivitas nasional sekaligus mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi TelkomGroup.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel sebagai anak usaha Telkom membukukan pendapatan positif sebesar Rp4,6 triliun dengan pertumbuhan sebesar 2,2% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp3,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, dengan margin EBITDA dan margin laba bersih masing-masing di angka 84% dan 23,8%.

Pada paruh pertama 2025, Mitratel menambah 378 menara untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri menara telekomunikasi, dengan total kepemilikan mencapai 39.782 menara. 

Selain itu, Mitratel mencatat penambahan 1.039 tenant baru sehingga total tenant meningkat menjadi 60.907, serta meningkatkan rasio penyewaan (tenancy ratio) menjadi 1,53x. Perseroan juga terus memperkuat portofolio bisnisnya melalui penambahan 3.408 km kabel serat optik secara organik, menjadikan total panjang serat optik mencapai 54.447 km.

Selanjutnya untuk bisnis Data Center dan Cloud, mencatat pendapatan sebesar Rp921 miliar. Hingga semester I 2025, Telkom mengoperasikan 35 data center dengan total kapasitas 44 MW untuk melayani segmen enterprise dan hyperscale, serta 2.420 rack untuk layanan edge data center. Data Center milik Telkom tersebar di 30 lokasi di Indonesia dan 5 lokasi internasional, termasuk di Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.

NeutraDC selaku anak usaha Telkom, mengelola data center di 4 lokasi domestik dan 3 lokasi di Singapura. Tingkat utilisasi kapasitas data center NeutraDC mencapai sekitar 76%, yang didukung oleh basis pelanggan yang beragam, mencakup instansi pemerintah, perbankan, perusahaan besar, serta penyedia layanan cloud global. 

Seluruh fasilitas data center dirancang guna menjawab kebutuhan masa depan, termasuk daya tinggi yang dibutuhkan untuk perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Pada semester I 2025, realisasi belanja modal (capex) TelkomGroup sebesar Rp9,5 triliun atau 13,0% dari total pendapatan, mengalami penurunan sebesar 18,7% YoY. Penurunan rasio capex-to-revenue sejalan dengan strategi Telkom menerapkan fokus yang lebih tajam pada alokasi belanja modal guna memastikan bahwa baik belanja modal (Capex) maupun belanja operasional (Opex) digunakan dengan pendekatan berbasis pengembalian investasi.  

Lebih dari 50% dari total capex dialokasikan untuk perluasan konektivitas digital, meliputi jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, satelit, dan kabel laut bawah laut. Sisanya digunakan untuk mendukung pengembangan platform digital seperti data center dan layanan cloud, serta layanan digital lainnya. 

Dengan memprioritaskan infrastruktur yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan, Telkom terus mendorong transformasi digital sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh Indonesia. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dua nama pria disebut-sebut sebagai pengendali penyelundupan ratusan koli barang kiriman ilegal tangkapan Bea Cukai Batam di perairan Batu Besar, Kecamatan Nongsa beberapa waktu lalu perlahan mulai mencuat.

Informasi yang berhasil diperoleh wartawan, kedua pria itu berinisial JP dan DD. Keduanya, diduga merupakan oknum aparat satuan militer yang berdinas di wilayah Tanjung Pinang. 

"Nama JP sudah tak asing lagi dalam bisnis pengiriman barang. Biasa, mereka menyelundupkan barang antik seperti laptop dan barang elektronik lainnya asal Batam ke Tanjung Uban," ujar Sumber kepada wartawan, Jum'at (1/8/2025).

Dalam mengendalikan bisinis gelapnya itu, JP di bantu oleh rekannya berinisial DD. Beruntung, dalam penangkapan BC Batam beberapa waktu, kedua pria itu berhasil lolos dan naasnya hanya nahkoda kapal serta ABK yang diamankan.

"Informasinya, DD juga ditangkap malam itu. Tetapi ga tau juga kalau dia berhasil lolos," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Bea Cukai Batam mengamankan sebuah kapal pengangkut barang kiriman ilegal tanpa dokumen kepabeanan di perairan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Keberhasilan ini menunjukkan kesigapan Bea Cukai Batam dalam menghadapi berbagai modus pelanggaran hukum yang merugikan negara dan membahayakan masyarakat.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah mengatakan, pengungkapan ini terjadi pada hari Senin (21/7/2025). Sekira pukul 21.00 Wib, Satuan Tugas Patroli Bea Cukai yang terdiri dari kapal BC 15028, BC 15041, dan BC 1403 menerima informasi masyarakat terkait keberangkatan kapal Nasya yang diduga meninggalkan perairan Batam tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. 

"Pada pukul 22.00 Wib, kapal BC 1403 mengidentifikasi objek mencurigakan yang sedang berlayar menuju Tanjung Uban. Tim segera melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan unit kapal lainnya. Ketiga kapal patroli berhasil menghentikan kapal Nasya di perairan Batu Besar," ungkap Zaky Firmansyah, Jum'at (25/7/2025).

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui kapal tersebut di nahkodai oleh S (38) dengan satu orang ABK inisial S (48) yang berangkat dari Batu Besar Nongsa menuju Mentigi, Tanjung Uban. 

"Dalam muatannya, petugas menemukan 266 koli barang kiriman tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah. Nilai barang kiriman tersebut saat ini masih dalam proses penghitungan," ujar Zaky.

Selanjutnya, atas penindakan kapal tersebut dilakukan penegahan dan penyegelan, lalu di bawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini, kasus ini masih dalam tahap pengembangan untuk menelusuri jenis barang, jalur distribusi, dan potensi pelanggaran lainnya,” jelas Zaky.

Dalam kesempatan ini, Bea Cukai Batam mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk senantiasa mematuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai. 

Kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku bukan hanya menjamin kelancaran arus barang, tetapi juga merupakan bagian penting dari kontribusi terhadap pembangunan nasional dan perlindungan industri dalam negeri.

“Dengan dukungan dan peran aktif masyarakat, kami optimistis upaya pemberantasan penyelundupan dapat berjalan semakin efektif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkas Zaky. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.