INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam menggelar kick off meeting pendampingan dan konsultasi sertifikasi ISO 9001:2015 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jum'at, (12/9/2025). 

Acara dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSBP Batam, dr. Muhammad Yanto menyampaikan bahwa sertifikasi ISO merupakan implementasi program kerja tahun 2025 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit berstandar internasional.

“Setelah sebelumnya berhasil memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 di unit MCU, Laboratorium, dan Radiologi, kini IGD menjadi unit pelayanan berikutnya yang diajukan. Ke depan, seluruh layanan RSBP akan terus ditingkatkan baik melalui sertifikasi ISO maupun akreditasi internasional JCI,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama sertifikasi ISO 9001:2015 adalah untuk menjaga mutu pelayanan di IGD sesuai standar internasional sehingga masyarakat semakin terjamin atas kualitas layanan yang diberikan.

Selain itu, sertifikasi ini juga diyakini akan memperkuat kepercayaan masyarakat, institusi pemerintah, hingga perusahaan asing terhadap RSBP Batam.

“Berdasarkan Permenkes Nomor 1 Tahun 2023, rumah sakit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus wajib menuju akreditasi internasional. Sertifikasi ISO 9001:2015 ini merupakan tahapan RSBP menuju akreditasi JCI,” jelasnya.

Dengan pendampingan dan konsultasi bersama konsultan ISO, RSBP Batam menargetkan agar IGD siap menghadapi audit eksternal dan meraih hasil terbaik.

Langkah ini juga menegaskan komitmen RSBP Batam dibawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra untuk terus menjadi rumah sakit PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat) dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Melewati paruh pertama 2025, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melanjutkan transformasinya untuk menjadi penggerak utama transformasi digital bangsa. Dengan menggabungkan kekuatan utama Telkom pada kepemilikan infrastruktur digital yang lengkap dan ekstensif serta fokus mengukuhkan fondasi yang lebih kuat demi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, Telkom mampu mempertahankan kinerja perseroan sekaligus membuktikan bahwa transformasi yang dijalankan terus menunjukkan capaian yang optimal. 

Demikian disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin pada Public Expose 2025 yang berlangsung secara daring di Jakarta, (12/9/2025). Dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, serta Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan tersebut, Awaluddin juga memaparkan strategi transformasi perusahaan untuk mencapai visi jangka panjang menjadi World-Class Digital Ecosystem Enabler bagi Indonesia.

Lebih lanjut, Awaluddin menyampaikan, untuk mencapai tujuan jangka panjang perseroan yang berkelanjutan, setidaknya terdapat empat pilar utama untuk membangun fondasi yang lebih kuat serta tetap bertumbuh di tengah tantangan industri yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Telkom memantapkan langkah transformasi jangka panjang melalui empat pilar strategis. Pertama, unlocking value terhadap kepemilikan portofolio infrastruktur digital yang luas dan strategis untuk dapat membuka peluang pertumbuhan jangka panjang, langkah ini diiringi dengan strategi konsolidasi dan streamlining portofolio bisnis. Kemudian, Telkom sedang bertransisi menjadi entitas strategic holding guna menciptakan nilai jangka panjang dalam era ekonomi digital yang berkembang pesat. Serta yang tidak kalah penting, Telkom fokus untuk meningkatkan keunggulan operasional dan layanan, memperkuat tata kelola dan fokus pada efisiensi modal,” pungkas Awaluddin, Sabtu (13/9/2025). 

Sejalan dengan langkah transformasi perusahaan, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji turut memaparkan terkait strategi Telkom dalam mengoptimalkan aset strategis guna menopang konektivitas digital dengan skala besar. 

"Telkom mempersiapkan bisnis aset fiber melalui Infranexia, identitas komersial dari InfraCo, untuk proses penciptaan value di masa depan. Saat ini tingkat utilisasi jaringan fiber Infranexia baru sekitar 40%, menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan dan memberikan ruang besar untuk ekspansi layanan ke pasar yang lebih luas. Ke depannya, Infranexia bukan hanya sebagai aset infrastruktur, tetapi sebagai platform pertumbuhan yang memainkan peran vital dalam rangka fiberisasi Indonesia,” ujar Seno.

Fixed Mobile Convergence (FMC) yang menjadi salah satu inisiatif transformasi perusahaan yang saat ini dijalankan oleh Telkomsel fokus dalam mempersiapkan peluang unlock value dengan optimalisasikan nilai dari infrastruktur yang telah dimiliki. Memastikan layanan yang berkualitas, meningkatkan pengalaman dan memberikan nilai tambah lebih bagi pelanggan selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Untuk itu, pada layanan mobile broadband, Telkomsel melakukan penguatan strategi bundling dan cross-selling guna meningkatkan kemudahan bagi pelanggan.

Sementara itu, di bisnis fixed broadband, peluang pertumbuhan masih sangat besar. Sehingga Telkomsel akan fokus pada penetrasi ke pasar-pasar potensial, menjangkau lebih banyak pelanggan baru, dan menjaga pendapatan yang berkesinambungan melalui strategi bundling layanan digital. Dengan kombinasi pertumbuhan di mobile dan fixed broadband, Telkom tetap optimis dapat menjaga profitabilitas dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Telkomsel, Daru Mulyawan menambahkan, “Kami melihat prospek bisnis FBB ke depannya diharapkan akan lebih baik dimana target kami adalah untuk meningkatkan penetrasi pelanggan FBB yang saat ini masih di sekitar 16 % - 17% serta berfokus pada pelanggan yang berkualitas. Kami berharap mampu mencapai target tahunan penambahan pelanggan sekitar 800 ribu hingga 1 juta pelanggan tahun ini. Dimana sampai dengan Juni 2025, kami telah memperoleh penambahan pelanggan sekitar 449 ribu pelanggan dan mencapai total sekitar 10 juta pelanggan,” ungkap Daru.

Perkuat Fondasi Bisnis, Telkom Tunjukkan Progres Positif Transformasi

Pada kesempatan yang sama, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir memaparkan kinerja perseroan. Hingga semester I 2025, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp73,0 triliun, menurun 3,0% dibandingkan tahun lalu. Penurunan tersebut disebabkan karena pelemahan makroekonomi serta pergeseran strategis dari volume ke kualitas. 

Meskipun demikian, kemampuan Telkom untuk menjaga profitabilitas tetap terlihat, hal tersebut tercermin dari EBITDA yang mencapai Rp36,1 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,5%. Laba bersih tercatat Rp11,0 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 15,0% mencerminkan kombinasi efisiensi operasional dan penguatan disiplin modal. 

Sepanjang paruh pertama 2025, Telkom telah menggunakan belanja modal perseroan mencapai 13% dari total pendapatan, menurun dibandingkan periode tahun lalu sebesar 15,5%. Penurunan ini tidak mencerminkan pengurangan investasi, melainkan merupakan hasil dari implementasi efisiensi serta penerapan spesifikasi yang lebih tepat guna, tanpa mengurangi kualitas layanan. 

Di tengah pertumbuhan perbaikan ekonomi, Telkom menargetkan pertumbuhan perusahaan yang mencerminkan keseimbangan dengan efisiensi. Dari sisi pendapatan, Telkom menargetkan pertumbuhan yang relatif stabil, sejalan dengan kondisi industri yang masih berada pada posisi menantang meskipun terdapat potensi pemulihan. Dengan posisi margin EBITDA saat ini, mencerminkan komitmen perseroan untuk menjaga profitabilitas yang tetap kuat. 

“Dengan kinerja yang senantiasa terjaga ini, kami percaya transformasi yang telah dijalankan selama ini telah berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang dan memberikan hasil yang optimal bagi para pemangku kepentingan. Tentunya dengan tetap memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutup Honesti. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Len Industri (Persero) dalam upaya memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pengembangan infrastruktur komunikasi dan digital berbasis satelit. 

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf dan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., yang turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sekaligus sebagai Komisaris Utama PT Len Industri (Persero) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng, dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir.

Sinergi strategis antar BUMN tersebut mencerminkan dukungan pengembangan teknologi satelit dan sistem pertahanan nasional, yang selaras dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui penguasaan teknologi mutakhir.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir, dalam sambutannya menekankan pentingnya konektivitas dalam mendukung ketahanan nasional. 

“Perkembangan digital, termasuk artificial intelligence, sebesar apapun tetap membutuhkan konektivitas. Indonesia dengan hampir 17.000 pulau menjadikan kebutuhan konektivitas bukan sekadar kepentingan bisnis semata, melainkan bagian dari ketahanan nasional. Momentum penandatanganan MoU ini bukan hanya seremonial, melainkan langkah konkret kolaborasi untuk membangun ekosistem pertahanan berbasis satelit yang mandiri. Kami percaya, kerja sama antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) akan menjadi landasan penting untuk mewujudkan kedaulatan digital sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara,” ujar Basyir, Jum'at (12/9/2025). 

Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan awal dari langkah strategis yang lebih besar. “Kehadiran MoU antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) adalah sebuah awal, bukan akhir. Ini merupakan fondasi untuk mempererat hubungan, tidak hanya dengan Kementerian Pertahanan, tetapi juga dalam mendukung perkembangan PT Len Industri (Persero) sebagai BUMN strategis di sektor pertahanan," ungkapnya. 

Komunikasi adalah elemen paling penting dalam pertahanan. Oleh karena itu, kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan memicu lahirnya inovasi pertahanan berbasis teknologi satelit,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, turut menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi adanya sinergi antara Telkomsat dengan PT Len Industri (Persero) untuk menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang dapat mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” ujarnya.

Lingkup kerja sama yang diatur dalam MoU ini meliputi komitmen dalam penyediaan kapasitas satelit Merah Putih 2 untuk mendukung dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, kedua pihak bersepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan, pembangunan, pengorbitan, hingga pengoperasian satelit nasional yang mandiri dengan memanfaatkan konstelasi satelit geostationer (GSO) maupun non-geostationer (NGSO).

Tidak hanya itu, kerja sama ini juga diarahkan pada pembangunan teknologi dan fasilitas strategis seperti, command center, wahana peluncuran satelit nasional, pusat riset dan pengembangan, fasilitas produksi satelit nasional, serta pengembangan bisnis satelit di skala regional dan global. Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi satelit internasional.

Melalui MoU ini, Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) menegaskan komitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam rangka mendukung sistem pertahanan nasional yang unggul, modern, dan mandiri. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan digital telco terdepan, meneguhkan transformasinya menjadi National Sustainability Platform yang tidak hanya menyediakan konektivitas digital, tetapi juga memperkuat fondasi ekosistem digital di Indonesia. 

Melalui dua pilar utama, yakni digital connectivity, dan digital platform & ecosystem services, Telkom berkomitmen untuk mendorong perkembangan ekosistem digital bangsa yang inklusif dan berkelanjutan demi mewujudkan kedaulatan digital di Indonesia.

Dalam implementasinya, Digital Connectivity menjadi pilar utama dalam mendorong inklusi digital nasional. Melalui infrastruktur jaringan backbone serat optik, layanan mobile broadband, dan satelit yang dimiliki, Telkom memastikan ketersediaan akses konektivitas yang merata di seluruh Indonesia hingga ke daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). 

Lebih dari itu, Telkom juga merancang dan mengembangkan infrastruktur digital dengan menerapkan prinsip sustainability. Hal tersebut merupakan wujud komitmen Telkom dalam menjaga masa depan Indonesia yang inklusif, hijau, dan berdaulat secara digital.

Pada pilar kedua, Digital Platform & Ecosystem Services hadir sebagai pilar transformasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Melalui penyediaan layanan data center, cloud, big data, AI, dan cybersecurity, Telkom berupaya untuk memenuhi kebutuhan industri sektor publik, maupun pelaku bisnis dengan tetap menerapkan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik. 

Selain itu, Telkom juga menghadirkan ekosistem digital yang terintegrasi bagi berbagai sektor, mulai dari platform marketplace PaDi UMKM yang mempertemukan UMKM dengan pelanggan BUMN, telemedicine yang memperluas akses layanan kesehatan, digitalisasi pendidikan, hingga layanan digital lifestyle yang mendorong gaya hidup positif dan produktivitas.

Sebagai perusahaan yang mengutamakan prinsip ESG pada bisnisnya, Telkom memastikan setiap langkah transformasi terarah untuk menciptakan shared value bagi seluruh pelanggan, pemangku kepentingan, dan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. 

Selaras dengan tujuan pencapaian Net Zero Emission Scope 1 & 2 pada 2030, Telkom terus menerapkan prinsip keberlanjutan dalam membangun infrastruktur green data center, BTS ramah lingkungan, hingga modernisasi jaringan dengan prinsip efisiensi energi dan circular economy. 

Melalui program GoZero%, Telkom juga fokus pada program pelestarian lingkungan yang mencakup konservasi hutan, rehabilitasi ekosistem laut, penanaman mangrove, dan pengelolaan limbah kabel optik.

Dari sisi sosial, Telkom mendorong transformasi digital yang inklusif lewat literasi digital, pemberdayaan UMKM, hingga layanan ramah disabilitas, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kesempatan dan peluang yang sama dalam memperoleh akses digital.

Wakil Direktur Utama Telkom Indonesia Muhammad Awaluddin menyampaikan, “Penerapan prinsip dan implementasi ESG pada aspek lingkungan dan sosial diperkuat dengan governance excellence sebagai fondasi. 

Pada bisnisnya, Telkom menegakkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas melalui standar global seperti ISO 37001 Anti-Bribery Management System, serta capaian ASEAN Corporate Governance Scorecard yang menempatkan Telkom sebagai benchmark tata kelola di kawasan. 

Governance yang kuat memastikan bahwa setiap inisiatif lingkungan dan sosial bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan yang memberi manfaat bagi bisnis, masyarakat, dan bangsa,” pungkas Awal pada agenda Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 yang digelar pada Kamis (11/9/2025).

Melalui paparannya yang bertema “From Connectivity to Responsibility: Shaping a Greener Digital Economy”, Awal juga menegaskan bahwa dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif, diperlukan komitmen yang kuat dari berbagai aspek dan kolaborasi lintas sektor. 

Dengan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat, pelanggan, dan pemangku kepentingan, Telkom senantiasa berkomitmen untuk terus melakukan inovasi yang terarah dan beretika demi kedaulatan nasional yang berorientasi pada keberlanjutan sosial dan lingkungan. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Menyambut hari pelanggan nasional pada 4 September 2025, JNE menghadirkan kembali program JNE Loyalty Card (JLC) Race 2025 dengan mengusung tema “stay loyal, get reward”. Program ini kembali hadir dengan hadiah yang lebih fantastis sebagai bentuk apresiasi JNE kepada pelanggan setianya. 

Melalui inisiatif ini, JNE menegaskan komitmennya untuk terus memberikan nilai lebih dan berbagai keuntungan bagi seluruh anggota JLC.

JLC Race 2025 akan diselenggarakan dengan penentuan pemenang dari dua kategori, yaitu nilai transaksi tertinggi dan volume pengiriman terbanyak dengan skala pemenang nasional dan regional dengan periode program terhitung dari tanggal 1 September 2025 dan berakhir pada 28 Februari 2026. 

Pemenang yang beruntung akan mendapatkan hadiah utama berupa 2 unit Mobil BYD Atto 1, serta hadiah menarik lainnya seperti, 4 unit sepeda motor, paket umroh dan perjalanan wisata, logam mulia, dan barang-barang elektronik seperti gadget dan smartwatch. 

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 1 April 2026, dan acara puncak Awarding Night JLC Race 2025 akan digelar pada 15 April 2026.

Eri Palgunadi, SVP Marketing Group Head JNE mengatakan, sejak diluncurkan pada tahun 2009, program JLC telah menjadi komitmen JNE untuk memberikan nilai lebih kepada para pelanggan setia. Program ini adalah wadah bagi anggota JLC untuk mendapatkan beragam keuntungan sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan mereka. 

"Kami berharap program ini dapat memotivasi pelanggan untuk terus loyal kepada JNE dan merasakan langsung keuntungan dari setiap transaksi yang mereka lakukan, sejalan dengan semangat 35 Tahun JNE ‘Bergerak Bersama’, kami percaya bahwa setiap langkah kecil akan lebih bermakna bila dilakukan bersama," ujar Eri, Jum'at (12/9/2025). 

"Semangat Bergerak Bersama menjadi landasan kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata dan menebar kebaikan bagi masyarakat luas,” sambungnya. 

Dijelaskan Eri, JLC adalah program loyalitas JNE yang diluncurkan sejak 2009. Saat ini, JLC telah memiliki 850 ribu anggota yang dapat menikmati berbagai kemudahan dan keuntungan dari setiap transaksi pengiriman. 

Selain JLC Race, anggota juga bisa menikmati berbagai program menarik seperti JLC Direct Reward, penukaran poin pada katalog berupa, voucer belanja, peralatan rumah tangga, bahkan program donasi. JLC juga memiliki program Poin Exchange, di mana poin JLC dapat ditukarkan dengan poin dari mitra loyalitas lainnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program JLC Race 2025, silakan kunjungi: https://bit.ly/JLCRace2025.

Sebagai tambahan apresiasi dalam menyambut Hari Pelanggan Nasional, JNE juga memberikan promo diskon pengiriman sebesar 35% dengan layanan REG untuk pengiriman dari seluruh Indonesia tujuan ke Jakarta dengan syarat dan ketentuan berlaku. 

“Ini adalah bentuk terima kasih kami kepada pelanggan yang telah menggunakan JNE dan terus menyebarkan kebahagiaan dengan semangat ‘Connecting Happiness’.” tutup Eri. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim di Gedung Bida Utama BP Batam, Kamis (11/9/2025). Kedatangan Zhulkarnain Abdul Rahim didampingi Konjen Singapura untuk Batam Gavin Ang.

Amsakar Achmad yang turut didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menyambut hangat kunjungan tersebut. Amsakar dalam kesempatan pertama menilai Batam dan Singapura memiliki hubungan erat dan saling melengkapi utamanya dalam mendorong investasi dan ekonomi bagi keduanya.

“Oleh sebab itu, kemitraan strategis ini harus selalu kita bangun dan jalin bersama,” kata Amsakar.

Dihadapan Zhulkarnain, Amsakar menyebut Batam tengah menjadi perhatian Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam mendukung dunia usaha dan memacu iklim investasi yang inklusif. 

Salah satu langkah strategis itu, adalah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25/2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, dan PP Nomor 28/2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Dua regulasi itu, dikatakannya, memberikan kewenangan besar kepada Batam, sehingga seluruh perizinan yang ada di Kementerian dan Lembaga di Jakarta diberikan wewenangnya kepada BP Batam.

“Pemerintah juga sedang melakukan revisi PP 46 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dimana akan memperluas wilayah kerja BP Batam hingga ke wilayah pesisir, ini bernilai strategis untuk pengembangan Batam ke depan,” jelas Amsakar. 

Ia yang juga Walikota Batam juga meyinggung bahwa Batam sangat kondusif di tengah eskalasi nasional beberapa waktu belakangan. Menurutnya, sinergi diantara pemerintah, masyarakat dan aparat keamanan menjadi modal nyata Batam dalam meningkatkan iklim dunia usaha yang kompetitif.

Terakhir, ia menyatakan komitmen BP Batam untuk tetap mendukung proses investasi Singapura di Kota Batam. 

“Kami atas nama BP Batam dan pemerintah kota berharap komunikasi ini bisa terus terjalin dan semoga Batam, Indonesia dan Singapura terus membangun hubungan yang harmonis di wilayah Asia ini,” tutup Amsakar. 

Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim mengaku terkesan dengan perkembangan kota Batam yang masif. 

Ia pun memberikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Batam mencapai angka 7,04 persen pada tahun 2023 dan selalu berada di atas angka pertumbuhan nasional serta berharap Batam selalu menjadi mitra strategis Singapura.

“Begitu banyak perkembangan Batam saat ini, ini bagus untuk Batam dan Indonesia. Batam selalu menjadi teman baik bagi Singapura dan kami harap hubungan erat ini terus terjalin,” ujar Zhulkarnain.

Diketahui, realisasi investasi Singapura tahun 2024 sebesar Rp 6,51 Triliun dan menjadi salah satu lima negara terbesar untuk Penanaman Modal Asing. Hal itu, menjadi bukti bahwa Batam sukses dalam menjaga iklim investasi. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sepanjang periode 1 Agustus hingga 7 September 2025, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam berhasil mencatat 174 penindakan dengan berbagai capaian pengawasan yang berhasil dilakukan di laut, pelabuhan kargo, barang penumpang, narkotika, barang kena cukai ilegal, hingga barang kiriman pos.

Capaian ini mencerminkan komitmen Bea Cukai Batam sebagai community protector yang konsisten menjaga perbatasan, melindungi masyarakat, serta mengamankan penerimaan negara.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah yang diwakili Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Muhtadi, menyampaikan bahwa sejak dibentuknya Satuan Tugas Pemberantasan Penyelundupan dan BKC Ilegal pada 17 Juli 2025, Bea Cukai Batam semakin memperkuat peran di bidang pengawasan.

“Kami terus berupaya memastikan setiap jalur keluar-masuk barang diawasi ketat, baik melalui laut, udara, maupun darat. Hasilnya, selama periode ini Bea Cukai Batam menerbitkan 77 nota hasil intelijen (NHI), 174 surat bukti penindakan (SBP), serta melakukan penyidikan atas dua kasus tindak pidana kepabeanan dan cukai,” ungkap Zaky, Kamis (11/9/2025).

Dalam pengawasan laut, lanjut Zaky, satgas patroli Bea Cukai Batam bersama pangkalan sarana operasi berhasil menghasilkan 22 surat bukti penindakan (SBP) sepanjang periode ini.

“Salah satu penindakan menonjol adalah terhadap KM Maju Berkembang pada 27 Agustus 2025 di Laut Natuna yang kedapatan mengangkut 22 ton pasir timah asal Bangka Belitung dengan tujuan Thailand tanpa dokumen kepabeanan. Penindakan ini dilakukan oleh Kapal Patroli BC 20007 dan BC 7005, dengan menetapkan MF (nahkoda) sebagai tersangka,” jelas Zaky.

Selain itu, pada 4 September 2025 di Teluk Nenek, Kapal Patroli BC 15027 melakukan penindakan terhadap KM Leffindo Jaya 10 yang mengangkut ±856 koli barang campuran kondisi baru dan bekas berupa pakaian, sepatu, tas, earphone, dan barang lainnya menuju Tanjung Buton tanpa dokumen kepabeanan. Dalam kasus ini, telah ditetapkan ES (nahkoda) sebagai tersangka dan kasus sedang dalam tahap penyidikan.

Zaky menambahkan, di bidang pengawasan pelabuhan kargo, Bea Cukai Batam mencatat 59 SBP dari arus barang impor maupun ekspor. Pada jalur impor, ditemukan sejumlah barang larangan dan pembatasan seperti kasur dan furnitur bekas, lampu LED, perkakas, tas, garmen, dan sparepart kendaraan dengan modus perubahan klasifikasi untuk menghindari larangan seluruh barang dikuasai negara.

Sementara pada jalur ekspor, penindakan dilakukan pada 4 Agustus 2025 terhadap barang yang diberitahukan sebagai stick bamboo namun hasil pemeriksaan menunjukkan merupakan rotan inti berbagai jenis.

“Modus yang digunakan berupa penggantian kontainer dan penyamaran klasifikasi untuk menghindari larangan ekspor. Kasus ini ditangani sesuai dengan ketentuan kepabeanan dan perdagangan,” ucapnya.

Pada pengawasan barang penumpang, tercatat 45 penindakan terhadap berbagai komoditi seperti ballpress, uang tunai, handphone, produk perikanan, hingga barang larangan lainnya di pelabuhan domestik/internasional, terminal Ro-Ro, dan Bandara Hang Nadim.

“Penindakan yang menonjol diantaranya 339 paket barang kiriman melalui kapal Roro di Pelabuhan Telaga Punggur yang diselundupkan dengan modus mobil pribadi, serta 8 penindakan terhadap pembawaan uang tunai lintas batas di beberapa pelabuhan internasional dengan total Rp1,45 miliar. Dari jumlah tersebut dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp145 juta,” sambungnya.

Bea Cukai Batam juga tetap konsisten menjaga masyarakat dari bahaya narkotika. Sepanjang periode ini, tercatat 6 kasus penyelundupan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) berhasil digagalkan dengan barang bukti 1.219,9 gram sabu, 19 butir ekstasi, 1.062 gram ganja, serta 333 butir obat terlarang.

Dari sejumlah kasus tersebut, salah satu yang menonjol adalah penindakan 920 gram ganja pada 13 Agustus 2025 di TPS Dharma Bandar Mandala dengan modus penyembunyian dalam lipatan kain, serta penindakan sabu seberat 1 kg di Bandara Hang Nadim pada 5 September 2025 dengan modus penyembunyian dalam koper bagasi berkompartemen palsu. Seluruh tersangka dan barang bukti telah diserahkan kepada BNN Kepulauan Riau.

Lebih lanjut Zaky menyampaikan, dalam pengawasan Barang Kena Cukai ilegal, melalui operasi intelijen penindakan BKC serta operasi pasar cukai berbasis geotagging, Bea Cukai Batam menghasilkan 39 penindakan yang terdiri dari 37 kasus hasil tembakau dan 2 kasus minuman mengandung etil alkohol. Dari penindakan tersebut, diamankan 4,98 juta batang rokok tanpa pita cukai serta 1.150 botol atau 840 liter MMEA.

Penindakan signifikan antara lain truk pengangkut rokok ilegal sejumlah 4,76 juta batang di kawasan Marina City dengan estimasi kerugian negara Rp4,3 miliar, serta penindakan mobil pengangkut MMEA ilegal di Lubuk Baja dengan barang bukti 836,5 liter MMEA dan tindak lanjut berupa ultimum remedium sebesar Rp326 juta.

Baca juga: Tanjungpinang hingga Batam Sepakat Tingkatkan Layanan Publik, Kepri Raih Zona Hijau 2024

Selain itu, Bea Cukai Batam juga melakukan tiga penindakan terhadap barang kiriman pos yang berisi aksesori senjata api/airsoft gun di Batam Centre.

Secara keseluruhan, selama periode 1 Agustus hingga 7 September 2025 Bea Cukai Batam berhasil mengamankan barang hasil penindakan dengan nilai mencapai Rp22,7 miliar serta menyelamatkan potensi penerimaan negara atau kerugian negara sebesar Rp15,8 miliar.

Capaian ini tidak hanya berdampak pada aspek fiskal, tetapi juga memberikan efek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas. Pada kasus penyelundupan pasir timah, misalnya, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa hilangnya penerimaan negara, tetapi juga mencakup kerusakan ekosistem laut.

Pada kasus narkotika, Bea Cukai Batam berhasil menyelamatkan sekitar 6.600 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba dengan estimasi penghematan biaya rehabilitasi Rp10,65 miliar. Sementara pada kasus rotan, Bea Cukai Batam turut menjaga keberlanjutan sumber daya alam dari eksploitasi berlebihan.

“Seluruh capaian kinerja pengawasan periode ini menjadi bukti nyata keseriusan Bea Cukai Batam dalam menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi yang terjalin dengan aparat penegak hukum, stakeholder, dan rekan-rekan media.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar pengawasan, pelayanan, dan penerimaan negara dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Muhtadi. (Isp) 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.