![]() |
| Pelabuhan Jembatan 6 Barelang Milik AK Kembali Berdenyut, Sosok TS Disebut-sebut Pengendali Ekspedisi Siluman |
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM – Pelabuhan tikus di kawasan Jembatan 6 Barelang yang diketahui milik AK, diduga kuat kembali berdenyut sebagai titik transit "ekspedisi siluman".
Modusnya klasik namun fatal, menyelundupkan barang kepabeanan ke luar daerah untuk menghindari bea masuk dan pajak. Ujung-ujungnya, uang negara yang dirampok.
Sempat Mati Suri, Kini Menggeliat Lagi
Aktivitas bongkar muat ilegal dari truk ke kapal-kapal kayu di pelabuhan AK sempat meredup. Namun, kini perlahan kembali menggeliat.
Kebangkitan pelabuhan ini rupanya tak lepas dari sosok pria berinisial TS yang kini memegang kendali di balik layar.
Di dunia gelap perbatasan, nama TS bukan anak kemarin sore. Ia adalah "rahasia umum" sekaligus pemain kakap yang sebelumnya dikenal luas sebagai penguasa jalur distribusi rokok dan minuman keras atau miras ilegal di wilayah Riau.
Jaringannya menggurita, menjadikannya sang maestro pengendali jalur laut penyelundupan di teritori Riau dan Kepulauan Riau.
Bongkar Muat Hampir Setiap Malam
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pengangkutan barang dari mobil ke kapal kayu. Barang yang diangkut diduga berupa barang jastip atau barang-barang paket yang dikemas bersama barang kebutuhan pokok atau sembako.
Seorang warga setempat mengungkapkan, aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut diduga berlangsung hampir setiap malam.
“Infonya hampir setiap malam mereka bongkar muat di Pelabuhan Pak Akau. Sebab buruh angkutnya sebagian dari warga sini,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurutnya, barang yang diturunkan dari truk umumnya berupa paket dan barang kebutuhan pokok.
“Barang-barang yang dibongkar dari mobil truk itu semacam barang paket dan barang sembako,” tambahnya.
Ke Mana Aparat ?
Pertanyaannya, ke mana aparat penegak hukum?
Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih terus berupaya mengkonfirmasi AK selaku pengelola pelabuhan dan menuntut ketegasan pihak Bea Cukai Batam.
Publik kini menanti, apakah aparat akan bertindak memberantas para penyelundup ini, atau justru kembali menutup mata. (ISP)


